• No Plagiat
• Budayakan Vote dan Like setelah baca
• Budayakan sabar
Happy reading semua🤗
Sequel dari My Crazy Wife, menceritakan hubungan Aldi dan Lolita setelah mempunyai anak pertama mereka yang di beri nama Aksa Randian Putra.
Bagaimana kehidupan Aldi dan Lolita yang sudah berganti status menjadi papa muda dan mama muda?
Akankah mereka tetap bisa mempertahankan hubungan mereka di kehidupan selanjutnya? Dengan status Aldi yang masih mahasiswa dan menjadi incaran semua para cewek?
.
.
.
.
.
gas baca kuyyy!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indri Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membuat Keributan
Aldi menginjak rem mobilnya hingga mobil yang sedang ia kendarai kini berhenti tepat di parkiran yang sudah disediakan. Laki-laki tampan yang berstatus papa muda itu turun dari mobilnya. Kaki jenjangnya itu mengajak tubuh kokohnya masuk kedalam perusahaan milik keluarganya yang sekarang di pimpin oleh ayahnya.
"Selamat sore mas Aldi" sapa karyawan maupun karyawati yang bersimpangan dengan Aldi.
"Sore" jawab Aldi ramah tak lupa senyum manis dan juga tulus di wajah tampannya.
Jangan lupa, Aldi memang sudah ramah dari sananya kecuali sama Rere dkk dan juga Disa dkk. Garis bawahi itu!.
bukan apa-apa, Aldi hanya tidak mau memberi harapan kepada kedua gadis yang memiliki rasa padanya itu. Aldi tidak mau kejadian waktu SMA itu terulang kembali.
"Selamat sore Mas Aldi" sapa sekretaris Viona dengan ramah. Aldi menghentikan langkahnya tepat di depan meja kerja sekretaris Viona.
"Selamat sore mbak, gimana berkas untuk meeting sudah disiapkan semua?" Tanya Aldi pada sekretaris Viona.
"Iya semua sudah disiapkan Mas Aldi" balas sekretaris Viona. Sekretaris Viona mengangkat tangan kirinya untuk melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Sekarang sudah pukul 16.10 WIB dam Meeting akan dimulai pukul 17.00 WIB" Imbuh Sekretaris Viona.
"Baiklah kalau begitu saya mau ganti pakaian terlebih dahulu, setelah itu kita langsung berangkat" Tutur Aldi, sekretaris Viona pun mengangguk dam Aldi pun berjalan meninggalkan meja kerja sekretaris Viona dan masuk kedalam ruang kerjanya.
🌼
"Maaf mbak, tapi Mas Aldi memang sedang tidak bisa di ganggu, beliau akan pergi meeting sore ini dengan sekretaris Viona" jelas receptionist pada gadis yang kini sedang berdiri didepannya.
"Mbak ngga tahu siapa saya?" Tanya gadis itu dengan nada angkuhnya. "Maaf mbak, tapi saya memang tidak kenal dengan Anda" Jawab receptionist itu, masih dengan nada bicara yang sopan.
Bagai tamparan keras, gadis yang berdiri didepan meja receptionist itu menjadi sangat geram.
"Oke kalau begitu perkenalkan nama saya Disa Jovita Gerland. Saya adalah kekasih Aldi, jadi mending anda buruan panggilkan Aldi atau tunjukkan kepada saya dimana ruang kerja Aldi sekarang!"
Ya, dia adalah Disa, gadis yang sedari tadi membuat keributan.
"Kekasih Mas Aldi?" Ucap receptionist itu dengan nada bertanya.
"Iya, makannya buruan kasih tahu saya sekarang dimana ruang kerja Aldi!" Paksa Disa.
Layaknya lelucon resepsionis dan beberapa karyawan yang mendengar ucapan Disa itu pun tertawa.
"Maaf Mbak tapi mungkin Anda salah orang deh, Mas Aldi itu sudah punya kekasih dan baru saja kemarin sore kekasih Mas Aldi diajak kesini" Jawab resepsionis itu dengan tenang namun terlihat seperti mengejek.
Mendengar ucapan resepsionis itu, Disa rasanya sangat ingin menggebrak meja kerja dan menjambak rambut resepsionis itu seperti apa yang ia lakukan seperti biasanya di Kampus.
"Mending mbak balik aja deh, daripada saya panggilkan scurity untuk mengusir mbak" imbuh resepsionis itu.
"Nggak, saya nggak akan balik sebelum ketemu sama Aldi" Tolak Disa.
"Scurity" Teriak resepsionis itu. Seorang resepsionis pun datang menghampiri meja resepsionis tersebut.
"Usir dia!" Pintanya.
"Baik bu" Balas scurity itu.
"Eh eh eh mau apa lo?" Tanya Disa ketika scurity itu hendak memegang tangannya.
"Maaf mbak, Anda sudah membuat keributan disini. Jadi saya akan membawa anda keluar paksa" Jelas scurity itu lalu menyeret paksa Disa untuk keluar paksa.
"Nggak mau, gue mau ketemu Aldi dulu" Disa terus saja meronta agar terlepas. Namun nihil, tenaganya tak cukup kuat untuk melawan security yang memang sudah masuk melalui seleksi khusus yang cukup ketat.
"Nggak mau, lepasin!!!" teriak Disa seakan tak punya malu, gadis itu terus saja memberontak padahal sudah menjadi tontonan semua orang.
"Ada apa ini?" Pertanyaan dengan suara tegas yang sudah sangat familiar di telinga semua orang yang bekerja di perusahaan itu berhasil menyita atensi semua orang termasuk security dan juga Disa.
"Aldi tolongin gue!" Mohon Disa sambil menatap Aldi dengan tatapan penuh permohonan namun tetap angkuh.
Aldi yang berdiri tak jauh dari tempat Disa itu pun melangkahkan kakinya mendekati Disa. Disa melihat penampilan berbeda dari Aldi itupun seakan lupa bagaimana caranya berkedip.
Rambut tertata rapi, setelan jas yang melekat di tubuh kekarnya, serta sepatu pantofel hitam mengkilat yang membalut kedua kakinya itu membuat Aldi lebih terkesan tampan, cool dan juga berwibawa di mata Disa.
"Lepaskan dia Pak!" perintah Aldi setelah menghentikan langkahnya tepat di hadapan Disa.
"Tuh dengar lepasin" ucap Disa ketus. Security itu pun menurut dan melepaskan cekalannya pada tangan Disa.
"Kenapa Lo membuat keributan di sini?" tanya Aldi dengan nada dingin dan juga wajah datarnya.
"Gue mau ngomong sama lo" ucap Disa sambil merapikan rambutnya yang berantakan akibat ia memberontak tadi.
"Ngomong apa buruan! Gue sibuk" ucap Aldi. Disa menatap ke sekitar masih banyak orang di sekitarnya yang memperhatikannya.
"Kalian semua kembali kerja dan sekretaris Viona tunggu saya di parkiran mobil!" perintah Aldi.
Semua orang pun menurut dan kembali melanjutkan aktivitasnya masing-masing Aldi berjalan menuju kearah sofa yang memang disediakan di lobi begitu juga dengan Disa mereka kemudian duduk bersebelahan.
"Buruan ngomong, gue tidak punya banyak waktu" Ucap Aldi dingin sambil melirik arloji yang melingkar di tangan kirinya.
Bukannya buru buru ngomong, Disa malah menatap Aldi yang kini sedang duduk sambil mengangkat sebelah kakinya dengan tatapan kagum.
"Aldi ngga salah gue suka sama Lo, Lo bener bener ganteng banget asli" Gumam Disa.
"Buruan" Serunya hingga membuat Disa terkejut.
"Ah iya Aldi, gue mau minta tolong sama lo" Ucap Disa dengan sedikit gugup.
"Tolong apaan?" Tanya Aldi singkat.
"Gue minta tolong ke lo suapa mau jadi pacar gue" Ucap Disa sambil menatap Aldi penuh dengan permohonan.
Aldi yang mendengar itu pun refleks menoleh kearah Disa. "Lo gila minta gue jadi kekasih Lo?" Tanya Aldi sarkas.
"Gue nggak gila, gue serius" Jawab Disa.
"Gue nggak bisa" tolak Aldi mentah mentah.
"Kenapa? Gue kan cantik, gue juga ngga kalah kaya dari Rere" Jelas Disa.
"Iya gue tahu, tapi gue ngga bisa, gue udah punya cewek dan gue sangat sayang sama dia" Tolak Aldi lagi.
"Kalau gitu jadi pacar pura pura, lo bantuin gue aja supaya gue ngga dijodohin sama orang tua gue" Paksa Disa.
"Gue ngga bisa, maaf gue harus pergi sekarang" Ucap Aldi lalu beranjak dari dudukannya dan berjalan meninggalkan Disa sendiri.
🌼
"Sudah selesai Mas Aldi?" Tanya Sekretaris Viona ketika Aldi sudah sampai diparkiran mobil.
"Iya mbak sudah" Balas Aldi.
"Mau saya setirkan Mas?" Tawar sekretaris Viona.
"Ngga perlu mbak, biar saya saja yang nyetir, yok masuk kita sudah telat" Ucap Aldi yang kemudian masuk terlebih dahulu kedalam mobil.
Sekretaris Viona pun mengangguk dan ikut masuk kedalam mobil milik atasannya itu. Dan Aldi pun segera melajukan mobilnya meninggalkan gedung pencakar langit tempat ia bekerja sekarang.
.
.
.
.
.
.
Hallo, Jadi semua sepakat dengan yang "A" ya, jadi author hanya akan fokus dengan novel MCW2.
Visual
Aldi
Aldi mau pergi meeting dulu ya guys jadi pakai jas dong hee
Lolita
Lolita dan Aldi
Itu dulu ya guys, yang lain nanti menyesuaikan
tapi visual juga sesuai dengan halu kalian masing masing ngga harus ngikutin gambar okeee