Cover by @iqbald26
Menceritakan tentang dua manusia yang berupaya setia pada pasangannya yang sudah tiada,namun takdir yang mengatur mereka.
***
*Tidak ada orang ketiga
*Episode tidak banyak
*Siapkan tisu,karena mungkin saja cerita ini mengandung air mata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjemput
Farid pun melangkahkan kakinya setelah mamahnya masuk kedalam kamar,dan ia langsung menuju kamar miliknya,dan benar saja kamar itu sudah kosong bahkan tempat tidur itu sudah berganti sprei,rapih tidak berantakan sedikitpun.
Farid memijat Pangkal hidungnya seolah bebannya semakin besar,satu permasalahan belum selesai namun dia harus berhadapan dengan persoalan rumah tangganya dengan Ana,Farid merasa semuanya terlalu berat.
Farid mencoba menghubungi Ana, beberapa kali dan yang terakhir Ana mengangkatnya.
📱
"Assalamualaikum Ana," ucap salam Farid
Lama tidak ada jawaban akhirnya orang diseberang sana menjawab salam Farid namun bukan suara Ana.
"Wa'alaykumussalam nak Farid," sahut salam yang ternyata ibunya Ana. Farid sejenak terdiam sebelum melanjutkan ucapannya
"Maaf Bu Ana nya kemana kok ibu ya g angkat telponnya?,"
"Ana sudah tidur, kebetulan ibu tidur satu kamar dengan Ana jadi ibu yang mengangkat telponnya,"
"Apa Ana baik-baik saja Bu?,"
"Bukankah belum lama kamu yang mengatakan sendiri kalau anak ibu baik-baik saja, mudah-mudahan kamu tidak berbohong," ucap ibu Ana penuh teka-teki.
Farid sedikit tersentak dengan apa yang diucapkan ibu mertuanya,dia tau kalau dia sudah berbohong entahlah Farid seolah tidak berdaya.
"Maksud ibu apa,Ana memang baik-baik saja Bu," ucap Farid yang belum tahu keadaan Ana
Ibu tertawa kecil yang masih di dengar oleh Farid.
"Iya Farid anak ibu cukup baik, meskipun badannya sangat kurus dan sepertinya dia sedang menghadapi persoalan-persoalan,apa kalian berdua sedang ada masalah?,"
Farid terkejut dua benar-benar mengabaikan istrinya selama ini,bahkan sudah seminggu lebih sejak Ana pamit kerumah orang tuanya dia tidak mengetahui keadaan Ana,lalu seminggu itu dimana istrinya berada.
"Maafkan Farid Bu,Farid terlalu sibuk dengan pekerjaan di kantor sehingga kurang memperhatikan Ana,"
"Ibu mengerti,kamu tidak salah. Sekarang istirahat lah besok kamu harus kembali disibukan dengan pekerjaan mu,biarkan Ana bersama ibu sampai keadaannya pulih,ibu matikan ya telponnya assalamualaikum."
Farid terbengong mendengar ucapan terakhir mertuanya,pulih? apa yang sebenarnya terjadi pada Ana,apa selama ini dia sedang sakit? . Farid merasa bersalah jika hal itu benar terjadi,Farid sudah memarahi Ana dengan kata-kata pedas,mungkin dia merasakan sakit hati yang amat dalam,dan Farid terlalu cepat mengambil keputusan.
**
Keesokan harinya Farid memutuskan untuk menjemput Ana,dia tidak ingin merasa bersalah lebih banyak lagi, bagaimana pun Ana masih istri Farid, entahlah apakah talak dua yang ia jatuhkan sah atau tidak secara Farid memutuskan itu dalam suasana hati yang kurang baik ,namun dalam kesadaran yang se sadar-sadarnya . Setelah berpamitan pada farida ia pun melajukan kendaraannya untuk menjemput Ana.
Satu jam kemudian Farid sudah sampai dikediaman Ana, terlihat rumah sederhana yang sedang dibersihkan oleh ibu mertuanya. Farid mengucap salam dan mengobrol sedikit dengan ibu mertuanya.
"Assalamualaikum buk,"
"Wa'alaykumussalam,eh nak Farid,tumben pagi-pagi sekali,"
"Iya Bu,maafkan aku yang baru bisa berkunjung, bagaimana keadaan ibu?,"
"Alhamdulillah,ibu baik. Sebaiknya kita kedalam,"
Keduanya pun sudah berada didalam rumah,ibu mempersilahkan Farid duduk kemudian berlalu untuk membuatkan teh untuk menantunya itu. Beberapa saat kemudian ibu sudah datang dengan secangkir teh hangat
" Silahkan diminum nak,maaf ibu tidak punya kopi "
"Tidak apa-apa Bu,oiya Ana dimana Bu?,"
Ibu Ana terdiam sejenak, seperti berat hati mengatakan keberadaan putrinya,namun bagaimana pun Farid adalah suaminya.
semoga
maling teriak maling....
lebih baik berpisah, dr pada menyiksa diri....
jangan menyiksa orang lain karena pikiran mu yg salah....
manusia tidak punya hati..... 😡😡