NovelToon NovelToon
My Dangerous Boy

My Dangerous Boy

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: sharon10

Dihadapi oleh kenyataan yang menyakitkan, Shella menjadi lelah untuk menjalani hidupnya. Ia berjalan tanpa arah dan tanpa jiwa. Kepercayaan yang ditaruhnya telah dipatahkan oleh orang yang dicintainya, saudara yang disayanginya juga meninggal dengan tragis.

Ini sangat sakit. Ia telah jatuh pada lubang yang dalam dan tanpa dasar. Tidak ada yang mampu menolongnya dalam kegelapan. Dunianya seakan-akan runtuh, menghancurkan dirinya secara perlahan-lahan.

Tetapi, tiba-tiba semuanya berubah sejak malam itu. Seorang pria yang terkenal kejam dan berbahaya datang padanya. Pria itu mengulurkan tangannya kepada Shella, membantunya untuk kembali bangkit. Ia seperti cahaya yang muncul dalam kegelapan, mengantarkan gadis itu ke dunia baru. Dunia yang tidak pernah disangka olehnya. Dunia yang penuh dengan

Darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sharon10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22 - Thinking About You

Sedangkan di sisi lain...

Shella menatap ke arah Clara yang baru saja berjalan masuk ke dalam ruangannya sembari membawa sebuah bungkusan plastik di tangannya. Ia menutup buku yang berada di pangkuannya dan mulai mengira-ngira benda apa yang mungkin dibawa oleh kakaknya itu.

Mungkin saja makanan, batinnya senang.

Clara duduk di samping ranjang Shella, kemudian menaruh bungkusan itu di atas nakas. Ia melirik ke arah adiknya, lalu memutar kedua bola matanya dengan malas.

"Kau mau makan sekarang?" tanya Clara yang kembali meraih bungkusan itu.

"Tentu saja. Give me or I will get starving and die here soon," ujar Shella dengan senang. Tangannya dengan cepat meraih kotak makanan yang diulurkan oleh kakaknya. Mata birunya kemudian terlihat berbinar gembira ketika melihat makanan kesukaannya ini.

Pizza.

Dengan cepat, ia langsung membuka kotaknya dan mengambil sepotong pizza yang besar dengan kedua tangannya. "Terima kasih atas makanannya, Kak," kata Shella dengan senyuman yang mengembang lebar di wajahnya.

So delicious.

Clara hanya menatap jengah ke arah adiknya yang terlihat tidak peduli dengan apapun. Sepertinya Shella tampak tidak khawatir dengan dirinya sendiri. Sedangkan di sisinya ini, ia sendiri yang malah sangat khawatir dengannya. Lihatlah ini, adiknya hanya makan dengan santai, seakan-akan dirinya tidak mengalami hal apapun hari ini.

"Kau menyebalkan sekali. Apa yang kau lakukan saat menyebrang jalan? Apa matamu bermasalah sehingga kau bisa mengalami hal seperti itu? Ingin mencari mati?" celoteh Clara panjang lebar.

Shella hanya mengedikkan kedua bahunya dengan santai. "Mobil itu yang melaju dengan cepat saat aku menyebrang, jadi bukan mataku yang bermasalah saat itu. Padahal aku sudah mengecek keadaan sebelum memutuskan untuk menyebrang."

Clara menopang dagunya sejenak, kemudian kembali berbicara. "Kau tahu, ada seorang lelaki yang menolongmu saat kejadian itu. Kudengar bagian kaki dan tulang belakangnya menjadi sedikit bermasalah sekarang."

Shella yang baru saja selesai memakan sepotong pizza dan hendak meminum air putih langsung tersedak, bersamaan dengan kakaknya yang lantas mengernyitkan dahi. Gadis itu terbatuk-batuk seraya meletakkan kembali gelasnya di atas nakas.

Tulang belakang lelaki itu bermasalah? Astaga, kenapa ia tidak mengetahui hal itu. Seharusnya tadi Zavier mengatakannya kepada Shella. Geez, ia merasa telah menjadi orang yang jahat disini karena telah tidak mengetahui apapun.

Tapi sudahlah, jangan memikirkan hal itu lagi. Mungkin ini karma dari pria itu karena telah menyusahkannya dengan memberikan banyak tugas yang harus dikerjakan padanya.

Ia menggunakan sebelah tangan untuk menutupi mulutnya yang masih terbatuk-batuk kecil. "Ya aku sudah mengetahui hal itu. Tetapi bagaimana kau bisa tahu tentangnya?" Shella bertanya setelah selesai menguasai rasa terkejutnya dengan berdeham sekali.

"Tentu saja aku tahu. Kau seharusnya berterima kasih dengannya karena telah menyelamatkanmu dari kejadian maut itu. Jika saja ia tidak menolongmu, bisa kupastikan kepalamu sudah tidak berada di dalam bagian tubuhmu sekarang. Kau harus menemuinya juga nanti," tutur Clara. "Tunggu dulu, kau sudah mengenalnya?" tanyanya ketika menyadari pertanyaan Shella tadi yang seakan-akan telah mengenal pria itu.

"Ya," jawabnya singkat.

"Darimana kau mengenalnya?" tanya Clara dengan raut wajah yang langsung berubah menjadi serius. Ia menatap ke arah wajah adiknya dengan tatapan bertanya.

"Dia dosenku," ujar Shella singkat dan padat.

Clara membulatkan matanya, membuat Shella sedikit mencebikkan bibirnya. Ia tadi sudah menduga jika kakaknya pasti akan bersikap berlebihan seperti saat ini.

"Aku tidak tahu harus mengatakan apa," ucap Clara yang masih dalam keadaan syok. "Apa kau tahu nama pria itu?"

"Tentu saja aku tahu, Kak. Dia itu dosenku. Namanya Zavier," ujar Shella memberi tahu. Dan nama belakangnya adalah Sialan, tambahnya lagi di dalam hati.

Selama beberapa saat, Clara tampak tidak mengedipkan matanya sama sekali, seolah-olah pikirannya masih terasa buntu mengenai semua ini. Mulutnya sedikit menganga, dengan raut wajah yang tidak bisa di deskripsikan oleh kata-kata karena terlalu anehnya.

Well, mukanya terlihat seperti tampang wajah yang bodoh sekarang.

"Mendengar dari namanya, kurasa pria itu cukup tampan untuk gadis yang belum pernah berpacaran sepertimu," celutuk kakaknya sembari menyunggingkan senyuman kecil.

Apa?

Mata Shella langsung melotot lebar ketika mendengar perkataan kakaknya yang sama sekali tidak lucu itu.

Ya, Clara memang belum mengetahui perihal dirinya yang berpacaran dengan Aron, karena ia sendiri juga tidak pernah menceritakan apapun kepadanya. Tetapi, ia tidak menyangka hal ini akan menjadi buruk, seolah-olah dirinya sudah tidak laku lagi atau istilahnya tidak ada yang tidak menyukainya, sehingga Clara harus turun tangan untuk membantu dan memilih seorang pria untuknya.

Berpikirlah dengan otak, itu adalah dosennya, bukan seorang teman. Lelaki itu sudah pasti lebih tua jika bersamanya, dan itu mungkin merupakan perbedaan umur yang sangat jauh darinya.

Kalau begitu, ayo kita berpacaran.

Kalimat yang dulu dilontarkan oleh pria itu kembali terngiang di kepalanya, membuatnya langsung tersedak oleh ludahnya sendiri.

God, gadis itu baru ingat jika ia juga pernah menyebutkan Zavier sebagai pacarnya di hadapan Aron. *Mengingat itu sungguh membuatnya menjadi wanita yang memalukan.

Tentu saja ia tidak mau dengan orang tua renta itu*.

"Astaga, aku tidak mau," balas Shella bergidik ngeri. Wajah pria itu memang tidak kelihatan tua, tetapi mungkin saja usianya tidak bisa ditebak dan jauh dari pemikiran orang.

"Kenapa?" tanya Clara, beriringan dengan suara pintu ruangan yang dibuka oleh seseorang.

Kedua perempuan itu menoleh secara bersamaan. Dan di detik selanjutnya, raut wajah mereka berubah secara berbeda ketika melihat orang itu. Shella tampak terkejut, sedangkan Clara terlihat hanya tenang di tempatnya, tetapi dengan menyatukan kedua alisnya dengan heran.

Seorang pria berjas masuk ke dalam, sementara di belakangnya terdapat seorang dokter yang tengah mengikutinya.

"Hi, Mrs. Taylor. How are you? Feel better now?" tanya dokter itu sembari berjalan ke arah Shella.

Gadis itu tidak membalas perkataan dokter berpakaian putih tersebut, ia hanya menatap terus ke arah pria berpakaian rapi yang tengah berjalan ke sudut ruangan dan berdiri di ujung sana.

Merasa ditatap terus, pria itu kemudian membalas menatap ke arah Shella dengan menyandarkan punggungnya ke dinding. Ia sedikit tersenyum miring ketika matanya bertemu dengan mata biru milik Shella. "Ada apa?" tanyanya.

Clara melirik ke arah mereka berdua secara bergantian, sebelum akhirnya bertanya karena terlalu penasaran. "Siapa dia?" tanyanya pada Shella yang hanya diam mematung.

Gadis itu akhirnya menoleh ke arah kakaknya, membuat Zavier mendengus keras karena telah diabaikan. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga kanan Clara, lalu membisikkan sesuatu yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua. "Dosenku."

1 May 2020

1
Sharon10
Veryy gooddd
Biduri Aura
wah rebutan cewek nih,, Daddy vs Son 😂😂😂
S Fatimah 🐼
ak harap yg bunuh adim sehila bukn zavier😌
Maria Antonia Petra Gomu
bagus
indah asyifa
pasti si zavier🤣
indah asyifa
bagus shilla,jgn terlihat lemah agar tdk mudah dipermainkan
indah asyifa
masih nyimak
indah asyifa
gk tau mau ngomong apa😟
indah asyifa
maksutnya gimana sih,,,, apa iya sebenarnya mrk salah faham😕klo beneran kasian aron
indah asyifa
aku suka cwek yg baru baru dn gk lemah😀dn sepertinya disini shella adl gadis pemberani☺
indah asyifa
aku baru mampir thor
sweetheart 🥰🥰
baru mulai baca, sukaaaa
R.Zhie
jangan lupa mampir yaaaa.
R.Zhie
Thor aku mampir, jangan lupa mampir yaaa
RainDher
si christian masih bocil?? masih 6 tahun
Venti Melinda Goe-Chee
buat para pembaca jgn lah komen yg bikin author ny down..klo emng kurng sreng ma cerita ny ya jgn dibaca..simpel kn...& klo ada bhsa inggris ny menurut sy msh wajar2 aj..bnyk kok novel2 yg nyelipin kalimat pke bhasa inggris ...hargailah author yg dah bikin cerita ny ..kita tinggl baca gratis pula...
Nona Camel
hmm
Siska Variestha
visualnya thor
Evve Miss Plot twist
salam putri Pemuas Nafsu daddy
Olivia Sembiring
Aku tidak melihat adanya perbedaan antara Zavier dan Christian btw 😳🙄😂🔫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!