NovelToon NovelToon
SeanNinda

SeanNinda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:41k
Nilai: 5
Nama Author: Mia Dewi48

"Lo bisa gak sehari aja gak ngikutin gue?! " Meskipun Aninda tidak bisa melihat, tapi langkah kaki itu begitu terdengar di telinganya. Seolah dirinya buronan yang harus di ikuti. Pemuda itu berhenti kala Aninda menghentikan pergerakannya. "Gue gak butuh lo. "

Pemuda itu tersenyum. " Tapi gue butuh. " Aninda terdiam mematung mendengar pernyataan dari pemuda itu. Apa maksudnya? bukannya dirinyalah yang lebih membutuhkan??
"Gue butuh lo di samping gue, agar gue bisa jaga lo di setiap detiknya. " Aninda memutar tubuhnya pelan, melangkahkan kakinya yang di bantu dengan sebuah tongkat di tangan kanannya.

"Apa mau lo sebenarnya Seandra Alfabeth? " Kini jarak mereka hanya satu senti saja. Bahkan Aninda dapat merasakan hembusan nafas yang begitu hangat di area wajahnya.

"Gue mau lo, mau yang ada di dalam diri lo Aninda Sakura. "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Dewi48, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Preman Sekolah

"Woyyy cupu!! duit lo? " Ketusnya terdengar sombong dengan senyuman tanpa dosa. Menyodorkan tangan kanannya dan tangan kirinya berkacak pinggang. Di tambah topi terbalik, rok di atas lutut dan kedua lengan di tekuk, semakin menambah kesan sangar di wajah cantiknya.

"Si Sandra kalo lagi malak sangar juga. " Ucap salah seorang siswi.

"Ho'oh! bahkan tetep cantik. " Timpal teman yang satunya.

"Lo ngomongin Sandra lagi, gue sembelih leher kalian. " Ancam seorang cowok yang juga termasuk teman sekelas Sandra. Alfaro Sebastian, teman akrab sekaligus bodyguard nya** Sandra. Siswi itu pun langsung diam ketika mendapatkan tatapan tajam dari Al.

"Ya elah malah bengong lagi, cepetan!!!" Sabar dan menunggu bukanlah sifat dari Sandra Alfabeth, apa yang dia mau harus ia dapatkan.

"S-sorry Dra, tapi gue gak ada duit. " Ucapnya terbata ketika tatapan tajam nan menusuk itu menguasai penglihatannya. Seumur hidup, selama ia Sekolah di SMU Cendana ini, tak pernah ia berurusan dengan cewek di hadapannya ini, mendengar kata preman saja, membuat jantungnya naik turun tak beraturan, namun sekarang keberuntungan tidak berpihak padanya, cowok yang bernama Keano itu telah melanggar aturan tanpa ia sadari. Melewati kawasan pribadi milik Sandra dan juga gengnya, membawa Keano jatuh ke jurang yang sangat berbahaya.

"Lo bilang gak ada duit?!!! " Suara bass milik Sandra memekik indera pendengarannya. Kerahnya tertarik ke depan memaksanya harus bertatapan langsung dengan pemilik mata tajam itu.

Benar-benar mirip Seandra....

"Terus? mana duit hasil lo malak di pasar kemaren, hah?!" Sandra mengetahuinya? tapi bagaimana bisa? bahkan tidak ada seorang pun yang tahu tentang dirinya. Senyuman miring terukir di bibir Sandra. "Lo, udah ketangkep basah sama gue. " Desisnya hampir menyamai bisikan.

"L-lo salah orang! itu bukan gue!! " Sandra menaikkan sebelah alisnya, pertanda bingung atas pengakuan cowok di depannya ini. Bagaimana bisa dia mengelaknya? jelas-jelas dia dengan gerombolannya melakukan pemalakan di pasar itu. Rasa curiga terpatri di wajah Sandra.

"Sandra gak mungkin salah, bahkan gue pun ikut serta dalam penyelidikan itu. " Setelah sekian lama diam, Alvaro ikut membuka suara, terlalu muak karena Keano tidak mau juga untuk jujur, apa susahnya?? "Sandra bakal maafin lo kalo lo mau jujur, tapi kemungkinan besar Sandra gak bakal ngelepasin lo begitu aja. " Sambung Al.

"Ah!! eneg gue lihat tampang polos lo! cih!! " Sandra mendecih, munafik jika Sandra tidak muak dengannya. " Mana tampang songong lo di pasar waktu itu, hah?!" Mengingat perlakuan tidak baik mereka yang di berikan pada sosok paruh baya waktu itu, membuatnya tak segan untuk merusak wajah polos di depannya.

"Gue di paksa waktu itu.. " Ucapnya yang teekesan seperti gumaman pelan, namun masih bisa di dengar oleh Al dan juga Sandra. "D-dia maksa gue. "

"Dia siapa yang lo maksud? " Tubuh Keano semakin gemetar tatkala cengkraman di kerah seragamnya semakin erat, hingga urat di jari Sandra terlihat. "JAWAB!!! "

"Juandra. " Merasa tidak asing dengan nama itu, Sandra semakin ingin tahu tentang cowok di hadapannya ini. "Dia preman di pasar waktu itu. "

"Lo takut? " Pertanyaan itu memaksa Keano harus menatap manik mata yang ternyata tanpa ia sadari begitu indah. Merasa terhipnotis hingga tidak sadar bahwa ada seseorang menatapnya tajam.

"Jaga mata busuk lo itu." Keano tersentak mendengar teguran dari Al. Sandra menampilkan senyuman smirknya.

"Munafik kalo lo gak takut, wajah lo menunjukkan hal itu. "

"Gue terpaksa. "

"Sampe bikin bapak penjual ikan bertekuk lutut di hadapan lo, gitu?! OTAK LO DI MANA, HAH?!!! " Al segera mencegah Sandra ketika tangannya ingin memukul Keano. "Lo mikir gak sih?! "

"Gue-"

"Gue gak bakal ngelepasin lo. " Detik itu juga, Keano merasa hidupnya semakin dekat di ambang kematian dari pada di kekang oleh Juandra.

🌺🌺🌺🌺

"Kendali'in diri lo, Sandra. "

"Ah!! bacot!! " Bogeman berkali-kali ia layangkan di sebuah dinding dingin berwarna putih, mengabaikan sakitnya dan juga cairan kental yang entah sejak kapan telah mengalir memenuhi ke lima jarinya. "Gak punya hati emang!! "

"Sandra hentikan!!! " Sandra semakin menulikan pendengarannya.

Setelah mencaci maki cowok tadi, Sandra lari entah kemana, Al hampir saja kehilangan jejak Sandra, hingga telinganya mendengar suara racauan dan juga pukulan yang berhasil membuatnya terbelalak kaget. Sandra ada di dalam perpustakaan sambil memukuli tembok di depannya, bahkan darah telah menodai tembok itu.

"Kalo lo gak berhenti juga, Gak lama lagi Sean bakal dateng nemuin lo. "

Berhenti.

Nyatanya, sekuat-kuatnya dan sesangar-sangarnya Sandra, jika berurusan dengan Sean, tentu saja membuatnya takut. Kemarahan Sean tidak sebanding dengan kesangaran Sandra, abangnya itu pasti akan menghkumnya dan memarahinya habis-habisan, bahkan jika itu harus di depan semua orang.

Sandra mendengus sebal, kenapa Al harus mengancam dengan ancaman seperti itu?

"Lo selalu begitu. " Memdudukan pantatnya di kursi panjang. " Gak pernah biarin gue sebentar aja buat menyendiri. "

"Kalo lo gue biarin menyendiri, yang ada lo yang terluka." Kerutan menghias di keningnya. Apa maksudnya?

"Gak usah sok peduli sama gue. " Tatapannya berubah manjadi kosong. " Gue, bukan anak kecil lagi. "

"Pake CD aja harus di ajarin. "

"Lo ngintipin gue?! " Al mengernyit ketika mendengar perkataan Sandra yang berhasil membuatnya tersinggung. Lagipula, untuk apa dirinya harus mengintipnya?

"Lo bego apa gimana?! ya kali gue ngintipin lo? ogah gue. "

"Ya lagian, dari perkataan lo barusan udah membuktikan kalo lo itu seperti udah pernah ngintipin gue. "

"Itukan masih orok, goblok!! "Sandra meringis ketika sebuah jitakan keras mendarat di kepala cantiknya. " Omongan lo semakin ngelantur tahu gak? herman gue. "

"Eh tapi beneran! maksud lo apaan?! ngebiarin gue terluka, seolah gue itu anak kecil yang harus di jaga. "

"Itu emang fakta, Sandra Alfabeth! "

"Fakta? tapi gue ingin tahu penjelasan yang detail Alvaro Sebastian!! "

"Gue cipok juga mulut lo lama-lama!! " Kenapa mulut Sandra tidak bisa di jaga? menyadari bahwa Sandra adalah seorang perempuan. "Lo cewek, mulut lo terlalu bar-bar! "

"Hm, bahkan gue ngerasa kalo gue ini cowok sekarang. "

"Cewek oyyy!!! " Sandra memasang wajah sok serius.

"Apalagi gue itu jago bela diri, dari situ gue ngerasa kalo gue harus operasi kelamin. "

"Lo cewek Dra?? CEWEK!!!! " Al frustasi, mungkin setelah ini, ia akan masuk ke dalam RSJ. "Kapan lo pinternya sih, Sandra?? "

"Lo tuh bego ya, Al? di lihat dari kepribadian gue, dapet di lihat kalo kepinteran gue ini udah di atas rata-rata, bahkan IQ gue udah 100."

"Itu lo, goblok Sandra!!! Ah!! males gue ngomong sama lo. "

"Gue juga males ngelihat muka ganteng lo! rasanya gue pengen mati aja. "

"Segitunya lo sama gue, Dra. " Hingga akhirnya berkata. " Astaga Sandra!! tangan lo berdarah!! "

"Goblok." Al mulai mengambil kotak P3K lalu duduk di sebelah Sandra, mulai mengobati telapak tangan mungil itu dengan pelan.

"Lo tahu Sandra? hal apa yang selalu buat gue takut dari lo? "

"Gak tahu. " Ucapnya malas.

"Karena lo gak bisa jaga diri lo, Sandra. "

Sandra Alfabeth

1
snack
semangat thor
Halima Ma
nyesek 😭😭😭😭
Halima Ma
ko gue seddih ya😭
@azma@
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
@azma@
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
@azma@
lah... kok....
@azma@
masih nyimak
@azma@
😱😱😱😱😱😱
@azma@
🧐🧐🧐🧐🧐🧐sih nyimak
@azma@
uhh... to tweet
@azma@
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
@azma@
confuse
@azma@
atit ati abang neng... 💔💔💔💔💔💔
@azma@
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
@azma@
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
@azma@
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
@azma@
nyimak
@azma@
msih w panto.. 🧐🧐🧐
@azma@
Lannjoooottt
@azma@
ok habis baca sweet izzi lanjut baca ini... 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!