NovelToon NovelToon
Sepenggal Luka "Rania"

Sepenggal Luka "Rania"

Status: tamat
Genre:Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:84.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aryani_aza

Follow IG : @aryani aza

Ini kisah tentang seorang Rania yang tidak diinginkan oleh sang ibu. Seorang Rania yang tumbuh besar tanpa kasih sayang, yang selalu tegar dalam menghadapi segala ujian dalam hidupnya.

Seorang Rania yang tengah berusaha keras untuk terlihat baik-baik saja, padahal dia sendiri ingin melarikan diri dari hidupnya.

Begitu keras kisah hidupnya yang menabrak dirinya untuk pergi jauh dari kehidupan yang tengah dia jalani. Hingga Rania kehilangan arah dan tidak ada yang menuntunya ke jalan yang benar.

Tidak ada yang memberi pelukan kasih sayang terhadapnya, seorang Rania yang mencoba untuk berdiri di atas kakinya sendiri dan menopang segala beban kehidupan nya sendirian..

Akankah Rania bisa mengubah takdirnya? Dan menemukan pria yang bisa membuat hatinya bergetar serta menerima dirinya apa adanya?

LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani_aza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SLR. Puncak kemarahan yang di pendam

Tak lama, madam Zena dan Baba Khamid datang karna mereka mendengar suara gaduh di dapur.. Namun setelah sampai di dapur, mereka terkejut melihat kedua pembantunya saling baku hantam..

''Hamid, lihatlah kedua pembantu mu berkelahi.'' tunjuk madam Zena.

''BERHENTI!'' Suara bariton menghentikan perkelahian antara Nina dan Rania..

Deru nafas Rania memburu naik turun karna emosinya masih belum reda, sorot mata Rania seakan ingin memakan Nina bulat-bulat..

Sedangkan Madam Zena merasa kesal karna barang-barang yang ada di dapur hancur tak tersisa.. ''Siapa yang akan bertanggung jawab dengan kerusakkan ini.'' teriak madam Zena.

''KAMU! KAMU LAH YANG HARUS MENGGANTI SEMUA BARANG MU SENDIRI. KARNA KAMU LAH DALANG DARI PERKELAHIAN INI.'' teriak Rania yang masih tersulut emosi. ''KALIAN.'' Tunjuk Rania pada Nina dan Madam Zena serta tuan Khamid. ''Kalian orang orang munafik dan bodoh! yang satu tidak tau malu, yang satu dungu, dan yang satu tidak sadar diri.'' tunjuk Rania satu persatu. ''Aku tidak sudi bekerja dengan kalian dan aku meminta di kembalikan ke Kantor sekarang juga.'' Rania berteriak dan pergi meninggalkan ketiga orang yang sedang diam mematung..

Mereka bertiga tidak menyangka, jika Rania akan meluapkan emosi dan berteriak kepada mereka. Dan berbuat di luar akal sehat dengan menyerang Nina.

''Zena, bawa Nina ke rumah sakit dan obati dia sampai sembuh! aku ingin berbicara dengan Rania.''

Zena mengangguk lalu membawa Nina ke rumah sakit tanpa curiga pada suaminya, yang akan berbicara empat mata dengan pembantunya..

Sedangkan Rania berada kamarnya tengah mengemasi barang-barang miliknya, dia akan pulang ke kantor agensi dan berganti majikan dari pada di sini memakan hati terus menerus..

Ia sudah cukup muak berada disini, menyaksikan drama perselingkuhan antara pembantu dan majikan laki-laki yang tidak tau malu. Bercinta di sembarang tempat di saat istrinya tidak berada di rumah, dan sialnya Rania selalu menyaksikan adegan-adegan yang tidak sepantasnya Rania saksikan..

Rania harus menjadi saksi bisu kedua insan yang sedang di mabuk gairah, dan Rania tidak bisa berbuat apa-apa selain mengelus dadanya.. Rania juga sudah muak menjadi bahan omelan dari majikan perempuan nya, dan menjadi sasaran empuk dari kesalahan yang selalu Nina perbuat..

Nina selalu merecoki pekerjaan nya dan membuat Rania dalam kesulitan, dan bukan hanya itu. Nina selalu membuat tuan Khamid dan Madam Zena bertengkar karna hal sepele, hingga Rania mengetahui tujuan Nina untuk apa. Yaitu memisahkan kedua majikannya dan menjadikan dia nyonya di rumah ini..

Sungguh tidak tau malu memang, Nina seakan tidak tahu berterima kasih terhadap madam Zena yang percaya padanya seratus persen..

Setelah perkelahian dan suasana mereda, madam Zena membawa Nina untuk berobat. Sedangkan baba Khamid akan membujuk Nina agar tidak minta di pulangkan ke kantor, karna akan rugi dirinya jika kontrak belum selesai tapi Rania meminta di pulangkan ke kantor..

Tok.. Tok.. Tok.. Baba Khamid mengetuk pintu kamar Rania, namun tak ada sahutan dari dalam..

Ceklek.. Pintu terbuka bersamaan tuan Khamid masuk kedalam dan melihat Rania tengah mengemasi barang-barangnya. ''Rania?'' panggilnya..

''Ada apa tuan?''

''Bisa ikut ke ruang kerjaku? aku ingin bicara.''

''Baiklah.'' jawab Rania patuh, ia pikir tuan Khamid akan membicarakan soal ia meminta di pulangkan ke kantor. Untuk itu Rania tidak curiga sama sekali.

Tuan Khamid membawa Rania ke ruang kerjanya, dan menyuruh Rania duduk di kursi yang ada di sebrang mejanya.

''Begini Rania, kita bisa membicarakan ini semua baik-baik dan tidak perlu untuk dirimu pulang ke Kantor..'' tuan Khamid mencoba berbicara dari hati ke hati, agar Rania mengurungkan niatnya untuk berganti majikan.

Sebenarnya buukan masalah ingin di pulangkan ke kantor Agensi, namun ada sesuatu yang belum tuan Khamid dapatkan dari Rania.. Yaitu tuan Khamid belum merasakan nikmatnya tubuh Rania, walau sebenarnya tubuh Rania tidak berlekuk namun mempunyai daya tarik tersendiri bagi kaum adam yang melihatnya..

Membuat seorang Khamid selalu meneteskan air liurnya ketika melihat Rania sedang membereskan rumah. Ia selalu memperhatikan Rania dari jauh, terbesit dalam kalbu, berdesir gairah yang bergejolak ingin menerkam. Namun apalah daya, Rania tidak seperti pembantu-pembantunya yang pernah ia rasakan.

Gadis di depannya ini terasa dingin, dan tidak memperdulikan dirinya yang selalu curi pandang saat melihatnya. Bahkan ia pernah melihat Rania yang tidak perduli saat dirinya di pergoki sedang bercinta dengan Nina..

''Akan aku naikkan gaji mu jika kau bertahan selama satu tahun'' Tuan Khamid meng'iming-imingi Rania dengan gaji besar.

''Tidak terima kasih, aku sudah bertekad untuk minta di pulangkan tuan. aku sudah tidak tahan dengan istrimu yang selalu memarahiku tanpa asalan, dan selalu menyalahkan ku dengan apa yang tidak pernah aku perbuat!''

Terlihat tuan Khamid menghela nafasnya. ''Aku mewakili istriku meminta maaf pada mu Rania, tolong urungkan niat mu untuk pergi dari sini.'' mohon tuan Khamid..

''Aku tidak mau bekerja satu atap dengan Nina tuan. Bla bla bla bla.'' Rania terus mengoceh, mengeluarkan unek unek yang ada di dalam hatinya. Namun tuan Khamid tak mendengarkan keluhan Rania, dia malah menatap Rania dengan tatapan lapar dan ingin menerkam..

Namun Khamid tidak bisa melakukan pemaksaan, untuk itu tuan Khamid berdiri dan melangkah ke arah Rania lalu berdiri di belakang Rania. ''Kalau kamu tidak mau bekerja satu atap dengan Nina, bagaimana jika kamu bekerja untuk ku?'' bisik tuan Khamid tepat di belakang Rania, membuat Rania merinding dengan bisikkan itu lalu menoleh dan menatap majikannya dengan tatapan tak mengerti..

''Kau bekerja untukku, melayaniku, dan aku akan berikan semuanya untuk mu.'' Tutur tuan Khamid, membuat Rania menelan ludahnya dengan kasar..

Yaa Rania tak menampik jika pria di hadapannya ini sangat lah tampan dan mempesona, membuat kaum hawa terbuai akan ketampanannya ini. Termasuk Rania di awal pertemuannya dengan tuan Khamid membuat jantung Rania berdegub kencang..

Pada awalnya Rania juga terpesona, namun melihat kelakukannya yang celap clup kesana kemari, membuat Rania jijik melihat majikannya ini dan membuang rasa kagum akan ketampan yang di miliki tuan Khamid..

''Tidak! aku ingin di pulangkan ke Agensi.'' tolak Rania dengan tegas, dan itu yang membuat tuan Khamid mengeraskan rahangnya..

''Kau keras kepala Rania! jangan salahkan aku berbuat kasar padamu.''

Aahhhkk.. Rania menjerit ketika tubuhnya di tarik lalu di sudutkan ke dinding.. ''Kau berani sekali menolak ku Hah!'' tuan Khamid menghempit Rania ke dinding. Jarak antara dirinya dan tuan Khamid saling berdempet tak mempunyai jarak sama sekali..

''Tuan lepaskan.'' Rania memberontak.

''Aku tidak akan melepaskan mu, sebelum kamu bisa menjadi milikku.'' ucap Tuan Khamid memaksa Rania untuk berhubungan intim, namun Rania memberontak dan menolak..

...••••...

...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...

1
Wartini
lah lah lah kok tamat tanggung lho
Wartini
jangan terlalu dekat Ran sm tuan Amar nanti kayak ibumu dilabrak istrinya
Wartini
😭😭😭😭
Wartini
ya Allah kasihan sekali rania, ternyata Ainun kurang tulus y merawat keponakannya sendiri
martina melati
kdrt nih... buat apa nyiksa istri ... tindakan kekerasan nih
martina melati
aneh... bukan menghujat ato menghakimi y, berbuat asusila ini dosa, menggugurkan kadungan jg berdosa. masa sdh jatuh tertimpa tangga sih???
Des Nita
Buruk
Des Nita
Kecewa
E Risyad
enk
VaNiLaLuLaBo
ckp melayu memang a bunyi e... tp tk perlu laaa tulis e gitu... kita² org Melayu tau beza sebutan ayat Melayu ..
Deni Prasetyawati
sangat menyentuh dan terasa nyata cerita ini Sampek aq ikutan sedih😭😭😭😭😭
tpi kok g lanjut lagi kongslett ya author nya 🤔🤔🤔
tetap semangat kak
VaNiLaLuLaBo
jgn nikah siri laaah.... kasihan Ranianya ... selesaikanlah dulu rumahtangga mu jika tidak bahagia... aduhaiiiiii....
VaNiLaLuLaBo
aduhaiiiii....
VaNiLaLuLaBo
jembalang rupanya.... ggggrrrrrrrrr
VaNiLaLuLaBo
ni lagi seko.... kau pedajal..menggarah yg tk halal.... kau laa pembawa sial... Kaki mn kakiiiii... !!!!
VaNiLaLuLaBo
kau yg sial... berzina tak ingat anak² dgn mak bapak di kampung... dh tau miskin... masih nk SEDAP²... apooooo???!!!! ...nak je aku bg kaki
Venus Queen
ceritanya bagus banget, sayang gk lanjut,
lili
tuan amar machonya gumuus dech...😀😀😀
lili
sabar ya rania
lili
ceritanya bgs bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!