NovelToon NovelToon
Perfect Oracle

Perfect Oracle

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:417.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ulfa Fauzi

Hidup Jemima serasa dijungkirbalikkan ketika tiba-tiba orang tuanya memaksanya menikah dengan orang asing yang tidak dia kenal.

Jemima terpaksa menerima. Demi kebahagiaan kedua orang tuanya. Namun, di saat dia mulai bisa menjalankan pernikahan 'terpaksa' ini, satu per satu rahasia suaminya terkuak.

Antara pergi atau bertahan demi orang-orang yang dicintainya. Jemima dihadapkan pada pilihan yang sulit.

Namun, bagaimana cara dia bertahan jika nyawanya sendiri berada dalam bahaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Fauzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Silence

Tiba-tiba saja London diguyur hujan. Bukan hal baru memang, karena beberapa hari ini cuaca sering tidak menentu.

Jemima menyapukan matanya ke setiap sudut jalan yang dilaluinya melalui kaca jendela taksi. Dengan tubuh yang masih saja gemetar, bahkan setelah dia mencoba sebaik mungkin menenangkan dirinya, tidak mungkin dia bisa selamat sampai ke rumah sakit dengan menyetir sendiri.

"Jangan takut. Saya tidak akan melukai Anda, Nyonya."

Kalimat pertama yang diucapkan Clayton terngiang jelas di telinga. Membuat Jemima bergidik ngeri membayangkan kembali peristiwa yang terjadi beberapa jam ke belakang. Matanya terpejam. Semakin tercetak jelas semua peristiwa tadi.

"Saya hanya harus memeriksa dokumen ini."

Lelaki itu menyimpan kembali senapan yang sempat teracung. Tangannya mulai bergerak memberesi dokumen milik Alek yang tercecer. Tubuh Jemima masih bergetar. Duduk di lantai dan bersandar pada pintu masuk utama.

Antara percaya dan tidak, Jemima membiarkan lelaki itu melakukan apa yang dia inginkan. Mereka belum lama saling mengenal. Tapi setidaknya, tidak ada lagi pistol yang mengancam jiwanya.

Jemima mengamati lelaki itu dalam diam. Tidak berani bergerak maupun berbicara. Menunggu langkah selanjutnya yang akan dilakukan Clayton.

Selesai membaca, lelaki itu berjongkok di hadapannya dan menyerahkan kembali dokumen milik Alek.

"Dengar, Nyonya. Xander menyuruhku untuk mengambil dokumen itu. Dia sangat..sangat menginginkan perusahaan milik suamimu untuk menjalankan bisnis ilegalnya. Dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan yang dia inginkan. Termasuk membunuhmu." Lelaki itu tersenyum tipis ke arahnya, kemudian melanjutkan. "Larilah, Nyonya. Lari selagi kau bisa sebelum aku berubah pikiran. Dan jangan beritahukan suamimu."

Rem yang diinjak mendadak membangunkannya dari lamunan. Jemima kembali fokus pada jalanan. Di sinilah dia sekarang. Duduk diam di dalam taksi yang sudah dia tumpangi hampir dua jam. Membawanya berkeliling tak tentu arah.

Jemima tidak ingin Alek tahu. Dia harus menenangkan dirinya terlebih dahulu sebellum bertemu dengan suaminya.

"Nyonya, kita sudah sampai."

Jemima menggigit bibir. Menghembuskan napas pelan melalui mulut. Kemudian turun dari taksi untuk bertemu dengan Alek dan menjelaskan alasan keterlambatannya. Dengan cerita-cerita karangan yang sejak tadi sudah menari-nari di otaknya.

——

Alek hampir saja nekat keluar rumah sakit untuk mencari istrinya ketika akhirnya wanita itu dengan anggun melangkahkan kaki memasuki kamar.

"Where have you been? Ini sudah lewat jam makan malam dan kau baru kembali."

"Maaf." Pertanyaannya hanya dijawab singkat. Tidak ada penjelasan yang menyertai.

"Are you okay?" Alek mengerutkan kening melihat wajah pucat istrinya.

Jemima menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Ada raut ketakutan di wajahnya. Matanya juga terlihat sembab. Baru menangiskah dia? Apa penyebabnya? Alek akan mencari tahu nanti.

"Kamu sendiri baik-baik saja bukan selama aku tinggal?"

"Yeah. Aku hanya khawatir karena kamu tidak juga kembali. Ponselmu pun tertinggal."

"Maaf, aku benar-benar lupa membawanya." Permintaan maaf lagi. Wanita itu hanya berdiri diam di sisi ranjangnya. Sama sekali tidak menyentuhnya. Seolah-olah tidak berani mendekat.

Memang terjadi sesuatu pada istrinya. Jemima tidak pernah pandai berbohong. Bahkan, sekarang pun dia bisa melihat bahwa tubuh istrinya gemetar.

"Hei. Kemarilah." Alek mengulurkan tangan. Menyuruh Jemima mendekat. Istrinya tampak ragu. Seolah-olah jika dia menyentuhnya, tubuh ringkihnya akan tersakiti.

"Jem," panggilnya lagi. Ketika istrinya mendekat, Alek langsung menariknya untuk duduk di atas ranjang. "Ada apa?" ujarnya sembari merapikan rambut panjang istrinya yang tergerai.

"Nothing. Aku hanya lelah dan ingin tidur."

"Naikkan kakimu kalau begitu. Aku akan memelukmu supaya kamu cepat tidur." Ucapannya ditanggapi cubitan keras di lengannya.

"Ini rumah sakit. Aku akan tidur di sofa seperti biasa. Lagipula ranjang ini tidak akan cukup untuk kita berdua."

"Hell."

Alek tidak peduli. Dalam sekali angkat tubuh Jemima sudah berpindah di sisinya. Tapi setelahnya dia meringis.

"Apa kubilang. Ranjang ini terlalu sempit. Kaki kananmu bisa..."

Bibirnya langsung menekan bibir Jemima. Istrinya akan tetap menyerukan serentetan protes jika tidak dibungkam paksa.

God. It's heaven!

Betapa dia sangat merindukan bibir istrinya yang berasa leci. Sepertinya sudah lama sekali mereka tidak berciuman dengan benar.

Alek tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia mengalungkan kedua tangan Jemima ke lehernya dan menariknya lebih dekat. Memperdalam ciuman mereka.

"Alek, we have to stop!" Alek tidak mempedulikan permintaan istrinya. Dia menjelajahi seluruh wajah Jemima dengan bibirnya. Mulai dari bibir, hidung, dahi, kedua pipi, telinga, dan berakhir di lehernya. Apa yang dia lakukan membuat istrinya kewalahan.

"For God's sake, Alek! We're in hospital!" desis Jemima di antara napasnya yang terengah.

"So?" Hanya itulah tanggapan Alek. Dia masih melanjutkan serangan ciumannya yang bertubi-tubi.

"Bagaimana kalau ada yang masuk dan melihat kita?"

"I don't care."

"But, I care."

Kepanikan istrinya berhasil membuatnya berhenti. Dengan napas yang sama terengahnya Alek menempelkan keningnya ke kening Jemima.

Berengsek.

Dia menginginkan istrinya. Bahkan setelah apa yang Jemima lakukan di belakangnya bersama Max. Dia menginginkannya untuk selalu ada di sampingnya. Menjadi miliknya seorang.

Dia akan tetap mempertahankan Jemima di sisinya, apapun caranya.

——

Posisi tidur yang tidak nyaman membuatnya terbangun. Matanya hanya mampu terpejam tidak lebih dari tiga jam. Selebihnya, Jemima terjaga sepenuhnya.

Alek sendiri sudah tertidur pulas. Mereka tidur saling berhadapan. Tangan kanan Alek melingkari pinggangnya erat. Sementara tangan kirinya dia pakai sebagai bantal.

Rasa bersalah itu kembali muncul ketika melihat wajah damai suaminya. Belum juga dia meminta maaf, dirinya harus kembali berbohong. Kejadian tadi siang tidak boleh diketahui Alek.

Diam tidak pernah menjadi pilihannya. Jemima ingin membagi semuanya dengan Alek. Seperti janji pernikahan mereka dulu. Dalam suka maupun duka.

Dia membayangkan mereka layaknya dua sahabat. Yang duduk berdampingan. Menceritakan apapun yang terjadi tanpa ada rahasia.

Jemima menginginkan itu semua.

Bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dengan Max. Bercerita tentang neneknya yang memaksa mereka berdua untuk bercerai. Bercerita tentang kejadian hari ini. Ancaman yang dia dapatkan. Dan bagaimana dirinya hampir saja kehilangan nyawa.

Tapi dia tidak bisa melakukan itu semua. Rasanya sakit sekali ketika harus menyembunyikan segala sesuatu dari orang yang kita cintai.

"Maaf." Jemima berujar lirih. Jari-jarinya menyusuri wajah Alek dengan lembut. "Aku tidak bermaksud menyembunyikan semua ini darimu," lanjutnya masih dengan berbisik.

"Aku benar-benar minta maaf."

Jemima menempelkan bibirnya ke bibir Alek. Menciumnya seringan mungkin. Satu isakan lolos dari mulutnya.

Jemima langsung menutupi mulutnya dengan tangan. Meredam tangisannya. Berharap Alek tidak akan terbangun gara-gara mendengarnya menangis.

Masih sambil memandangi wajah pulas suaminya, Jemima melanjutkan tangisannya tanpa suara.

1
Mooie Jkt
Menarik..
Rhenii RA
Anak buah si Alek dan yang lainnya kemana? Kok bisa pergi sendiri tanpa perhitungan lebih dulu? Padahal untuk ukuran pengusaha yang musuhnya banyak sudah pasti jago pegang senjata dan jago berkelahi sedangkan dia gak bisa apa2😂
Rhenii RA
Emang beneran bodoh sih si Alek, niat mau nolongin istrinya malah jadi beban batin
Rhenii RA
Mau ngakak rasanya😆
Rhenii RA
Dungu sih lu jadi orang
meitree
ini sambungan atau cerita baru ??
meitree: lama..bgtss..kayana harus baca depan n tengah nya dikit ni.. 😃😁✌🏾✌🏾
total 2 replies
ngrajut story
Nama suaminya Alek ya? Bukan alex thor?
Ulfa Fauzi: Iya. Alek. Pake 'K' ya..bukan 'X'.
total 1 replies
ngrajut story
Terharu aja baca percakapan ayah anak ini.
Ulfa Fauzi: hehehehe...aku yg nulis juga terharu kok.
total 1 replies
ngrajut story
Sepertinya bagus. Lanjut baca ya.
Ulfa Fauzi: makasih...
total 1 replies
Qeena
hai kk..aku mmpir..dari LELAKI MASA DEPAN..mkasih kk..
Dewi Djordan
lanjut
Ulfa Fauzi: makasih. Semoga suka dengan ceroitanya dan bisa melanjutkan sampai selesai. 🥰
total 1 replies
Yulestiani Desy Wulandari Soewarno
Novelmu keren thoor... Ditunggu karya mu selnjutnyaaa 😘
Ulfa Fauzi: Aakkk..Terimakasih..terimakasih....Semoga bisa bersabar menunggu karyaku slanjutnya ya.
total 1 replies
Dina Avioni
thanks thor ceritamu sangat bagus. semangat untuk terus berkarya. kutunggu karyamu selanjutnya
Ulfa Fauzi: Terimakasih juga sudah mau membaca sampai akhir. Jangan lupa nonton lanjutannya ya...Uhm, bukan lanjutan sih, tapi buku ke dua dengan tokoh beda tapi berkaitan. Prolog sudah aku up di sini juga. Silakan dibaca. xixixi....
total 1 replies
Dina Avioni
woah terimakasih thor karyamu bagus bgt aku suka feelnya dpet smpek aku ikut greget
Ulfa Fauzi: Terimakasih..Terimakasih...... Yang nulis juga ikutan gereget ini. hehe...
total 1 replies
Yenni Efita
bagus ,,,, g bertele tele jln ceritany. singkat padat jelas😁
season 2 ny Thor , rada nanggung ceritanya , happy ending sih tp sep kurang ja. season 2 in skalian sm anak'' ny
Ulfa Fauzi: Waaah.. Terimakasih. Ga ada Season 2 sih.. Tapi ada novelku satu lagi yang berkaitan sama buku ini. Judulnya Perfect Match. Sudah ada prolog-nya. Mungkin bisa dibaca dulu prolognya. xixixi.. Terimakasih ya sudah mau mampir.
total 1 replies
sweet martabak
mksh utk novel nya thor..🙏🙏😍
ini novel pertama yg sy kasih like setiap bab nya krn tak terlalu bnyk.. dan bisa kebut semalam smpe slesai.. 😀
sukaaaa bngt novel nya gak terlalu panjang tp berkesan..
semangat trs ya thor..
tetap berkarya.. 👍👍👍
Ulfa Fauzi: Waaahhh.. Terimakasih ya. Saya amin kan untuk doanya. Semoga doa yang sama kembali ke kamu. Terimakasih sudah mau bertahan membaca cerita ini sampai selesai.
total 1 replies
Mendez Ae
baru kali ini aku maraton baca novel sampai tamat.
cerita yang menarik walaupun perlu kesabaran untuk memahami alurnya..
terimakasih tor.
Ulfa Fauzi: Terimakasih...Terimakasih..... Seneng bnaget kalau ada yang suka. Saya juga menerima kritik lho ya. Kalau mau kritik yang pedes juga gapapa. Buat saya belajar. :))
total 1 replies
Ranella Verghea
beneran suka dan jatuh cinta sama karyamu thorr!! sukses selaluuu 🥰🥰
Ranella Verghea: amin...
Terima kasih kembaliii 😆😆😆
total 2 replies
Juli Trisnawati Pane
ceritanya banyak b.inggrisnya gäk ngerti dah
Ulfa Fauzi: Mungkin jika dibaca dulu sampai akhir nanti akan bisa dimengerti. Hehe.. Terimakasih btw sudah mau mampir.
total 1 replies
Siti Julaeha Julai
sampe sini aku masih blm ngerti alurnya thorr
Ulfa Fauzi: Yang bagian belum dimengerti di mananya? Mungkin bisa lebih diperjelas? Biar bisa saya jadikan koreksi untuk diri saya juga. hehe...Terimakasih sudah mau mampir kak.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!