Anak dari ayah Bian dan bunda Ariel 'Storry of Maid'
Follow IG mommy : @Mommy_Ar29
Apa yang di cari oleh seorang wanita bayaran?
Uang?
atau kepuasan?
Nyatanya seorang Clarystal Anjani tidak membutuhkan semua itu.
Sejak pertemuannya dengan sang Cassanova tanggung, Farel Pranata. Hidupnya yang tadinya berwarna abu-abu, secara perlahan mulai berwarna. Namun, saat warna itu hampir sempurna,
sebuah badai datang dan menghantam hubungan mereka.
Akankah, Crystal bisa bahagia dengan Farel?
akankah Farel bisa berubah saat bersama Crystal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panas loh hati-hati yaa ...
Suara ******* terus menggema di dalam kamar apartemen Farel. Keduanya sudah sama-sama hanyut dalam kemesraan.
Sudah terbiasa bagi keduanya bila sama-sama polos dan melakukan kegiatan ITU.
Tapi, entah mengapa, malam ini keduanya seolah menuntut 'Lebih'
Farel yang sedari tadi bermain maju mundur tanpa masuk, terus memejamkan matanya. Menikmati setiap sentuhan kedua benda yang sangat di larang ( sebenarnya )
"Sayang ... " gumam Farel dengan suara lirih dan parau nya. Tatapan nya begitu sayu, begitupun dengan Crystal.
Crystal terdiam, ia juga bingung. Di satu sisi ia juga ingin. Namun di sisi lain, ia tidak ingin kelewatan. Saat Crystal terus bergelut dengan pikirannya, tiba-tiba ia terkejut dan seketika berteriak sekencang mungkin.
"Aaaarrkkkhhh,,,, Fareelllll!" Pekik Crystal mencengkram kuat bahu Farel, bahkan lengan Farel sampai berdarah karena kuku Crystal yang panjang.
"Hemmm ... Maaf Sayang," gumam Farel menyesal setelah sadar tentang apa yang dia lakukan.
Namun, meskipun Farel menyesal, ia tidak menghentikan aksi nya. Ia malah meneruskan jalannya untuk mencapai puncak.
"Farel hiks hiks," Crystal memejamkan matanya kuat, air mata terus berjatuhan mengalir membasahi wajahnya.
Hingga beberapa saat kemudian, Farel sudah mencapai puncaknya, ia berhasil menembakkan ribuan kecebong nya untuk menyusuri kolam air Crystal yang berada jauh di dalam goa sana.
Farel ambruk tepat di samping Crystal karena kelelahan, sedangkan Crystal langsung berbalik memunggungi Farel. Hatinya sakit dan hancur.
Satu yang Crystal takutkan,
Kini, Farel sudah mendapatkan nya, ia takut bila Farel akan meninggalkannya dan mencampakkannya.
Hiks hiks hiks
Farel membuka matanya, dan membalikkan tubuh Crystal agar menghadap ke arahnya. Ia usap lembut kepala dan wajah Crystal, lalu ia kecup mesra.
Mata Crystal memerah, bibirnya bengkak dan bahkan sampai berbekas darah di sisinya. Rasa bersalah menyelimuti hati Farel, namun semua sudah terlambat. Semua sudah terjadi, menyesal pun percuma. Farel tidak sengaja, adiknya terlalu liar dan semangat untuk menyusup dan menembak. Jadi lah itu terjadi.
"Maaf, aku janji kita akan segera menikah," kata Farel berusaha menenangkan Crystal.
"Hiks hiks hiks, kamu jahat Rel, kamu jahat hiks hiks,"
"Kamu sudah janji Rel, kamu janji tidak akan melakukan itu,"
"Tapi kenapa kamu malah tega merebutnya sekarang."
Crystal terus menangis dsn memukul dada bidang Farel, meluapkan semua emosi dan rasa kecewanya terhadap Farel.
Farel menerimanya, karena memang dia yang salah. Tapi, sama sekali jauh dalam lubuk hatinya ia bahagia. Karena dengan begini, ia bisa memiliki Crystal seutuhnya. Dan ia akan segera menikahi Crystal.
"Iya, aku jahat, aku baji ngan dan aku breng sek. Tapi aku bahagia, karena aku yang pertama buat kamu. Dan dengan ini, kamu resmi menjadi milik aku," kata Farel lalu menarik tubuh Crystal ke dalam pelukannya.
"Hiks hiks, kamu jahat, kamu tega."
"Sayang, aku mencintai kamu, ku mohon maafkan aku. Aku janji, sepulang aku dari Jerman, aku akan segera mengurus pernikahan kita. Aku hanya tiga hari di sana, setelah itu, aku akan membawa kamu menemui Ayah dan Bunda ku."
Crystal tidak menjawab, ia masih sibuk menangis sambil menenggelamkan kepalanya di dada bidang Farel. Entah mengapa, setelah mendengar ucapan Farel, hatinya sedikit lega. Hanya tiga hari, yah tiga hari dan setelah itu mereka akan bersama terus.
Bersatu dalam sebuah ikatan suci, sebuah keluarga yang bahagia, itulah impian Crystal.
"Aku janji Sayang, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kamu. Tunggu aku pulang dari Jerman dan kita akan segera menikah."
"Bagaimana bila orang tua mu tidak setuju?"
"Hey, apakah menurut kamu Bunda ku orang seperti itu?"
"Tidak, tapi—"
"Sayang, Ayah dan Bunda ku orang nya apa adanya. Begitupun dengan keluargaku yang lain, tidak akan ada yang melarang hubungan kita, kami saling menghormati keputusan satu sama lain, asal kita bisa menjaga komitmen kita,"
"Farel,"
"I love you Crystal," gumam Farel lalu ia kembali mencium bibir Crystal.
.
.
.
Kira-kira mereka cuma ciuman atau nerusin 🙈🙈🙈
ya Allah cristy 😭😭😭😍😭