NovelToon NovelToon
TWINS (Belenggu Gangster Kejam)

TWINS (Belenggu Gangster Kejam)

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Anak Kembar / Gangster / Balas Dendam / Enemy to Lovers / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:326.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: ZmLing

NOTE : Bagi yang bingung dengan isi cerita, alur, dan juga tokoh2 didalamnya, disarankan untuk membaca "IF LOVE" terlebih dulu...Terima Kasih❤❤❤

Arvina dan Arzena adalah sepasang gadis kembar, putri kembar Darvin Anthony dan Zevina Austin Anthony. Dua gadis kembar dengan wajah identik namun memiliki karakter, sikap, dan pandangan hidup berbeda.

Dave Alexon, seorang gangster kejam yang terkenal di Australia dan sudah kebal hukum. Ia selalu mampu lepas dari jerat hukum hingga para Polisi dan aparat hukum sudah malas berurusan dengan nya.

Dave pernah bertekad untuk membalas dendam pada Arvina karena sudah menampar nya saat mereka masih bersekolah di PAUD. Namun kemudian dendam tersebut seketika berubah menjadi tekad untuk memiliki Arvina saat dewasa nanti.

Akankah Dave berhasil mendapatkan Arvina?

Yukzz ikuti kisah mereka..

WARNING : KONTEN DEWASA!!!
ADEGAN KEKERASAN TIDAK UNTUK DITIRU!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZmLing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Arvina

"Sakit sekali." Gumam Arvina merasakan sakit yang teramat sangat di perutnya.

Ia tertidur saat siang tadi di tempat kerjanya hingga sekarang baru terbangun.

Dave di sampingnya memeluk erat tubuhnya membuatnya tidak berani bergerak kuat, takut jika akan membangunkan Dave.

Arvina meringkuk memegangi perutnya.

Dengan sangat terpaksa akhirnya ia membangunkan Dave.

"Dave, perutku sangat sakit." Ucap Arvina menepuk pelan lengan Dave.

Dave masih tidak bergeming. Dave sangat nyenyak dalam tidurnya padahal biasanya ia sangat susah untuk tertidur.

Arvina benar-benar sangat kesakitan hingga ia terisak.

"Dave, perutku sangat sakit." Ucap Arvina lagi dan kembali menepuk pelan lengan Dave.

"Hem.." Dave menggeliat pelan.

"Sayang, kau kenapa?" Tanya Dave panik melihat Arvina terisak.

"Perutku sangat sakit." Ucap Arvina lemah.

Arvina memang akan merasakan sakit yang teramat sangat setiap kali ia datang bulan, sama seperti Mommynya dulu.

"Bertahanlah sebentar!" Ucap Dave lalu segera turun dari ranjangnya dan berlari keluar kamar menuju ke dapurnya.

Tak lama kemudian Dave kembali dengan membawa wadah kecil berisi air hangat dan handuk kecil. Tak lupa ia juga membuat teh jahe hangat untuk Arvina.

"Luruskan badanmu!" Titah Dave lembut.

Arvina menurut, setelah itu Dave membantu Arvina bersandar pada kepala ranjangnya.

"Ini, minumlah selagi hangat." Ucap Dave memberikan teh jahe hangat tadi.

"Terima kasih." Ucap Arvina dengan suara yang hampir tak terdengar.

Arvina pun segera menyesap teh jahe hangat tersebut.

"Maaf, aku lancang." Pinta Dave lalu menyingkap baju Arvina dari perutnya hingga kedada.

Ia menempelkan handuk kecil yang basah oleh air hangat itu pada perut Arvina.

Arvina hanya memejamkan matanya menahan semuanya.

Dave mengulangi tindakannya hingga air tersebut tak lagi hangat.

"Apa masih sakit?" Tanya Dave cemas sambil menyeka keringat dingin yang membasahi kening Arvina.

"Sudah tidak terlalu." Jawab Arvina pelan.

"Apa perlu memanggil dokter?" Tanya Dave lagi.

Arvina hanya menggeleng.

"Aku ingin tidur lagi." Pinta Arvina memberikan cangkir kosongnya pada Dave.

Dave merapikan semua barang-barangnya tadi dan menyimpannya ke atas nakas disamping ranjangnya.

Ia kemudian membantu Arvina berbaring.

"Dave, siapa yang mengganti pakaianku?" Tanya Arvina penasaran.

"Pelayan." Jawab Dave jujur.

Arvina mulai mencoba memejamkan matanya.

Dave masih duduk memperhatikan Arvina. Ia merasa sangat khawatir dengan keadaan Arvina.

"Tidurlah!" Titah Dave lembut sambil membelai rambut Arvina lembut.

Arvina merasa tenang mendapat perlakuan hangat dari Dave.

Perlahan ia pun terlelap kembali.

Dave baru berbaring dan kembali memeluk Arvina saat ia yakin Arvina sudah terlelap.

"I love you." Bisik Dave lembut di telinga Arvina.

Ia kemudian perlahan pun ikut terlelap kembali dengan tangan setia memeluk Arvina.

•••••••••

Malam yang panjang telah berlalu diusir oleh fajar yang menyongsong.

Dave terbangun duluan, ia melihat Arvina masih nyenyak bahkan Arvina juga memeluk erat pinggangnya.

Dave tersenyum bahagia.

"Apakah itu tandanya kau mulai menerimaku?" Gumam Dave mengecup lembut kening Arvina.

Diperhatikan nya wajah cantik nan damai itu.

"Engh.." Arvina melenguh pelan dan perlahan membuka matanya.

CUP

Dave melayangkan kecupan manis di bibir Arvina.

"Good morning, babe." Ucap Dave tersenyum.

"Morning." Balas Arvina menggeliat malas.

"Apakah masih sakit?" Tanya Dave khawatir menyentuh pelan perut Arvina.

"Sudah tidak terlalu." Jawab Arvina tersenyum.

"Aku harus bekerja lagi." Ucap Arvina menyemangati dirinya sendiri.

"Sebaiknya hari ini kau tidak perlu masuk dulu." Saran Dave.

"Tidak. Aku tidak boleh bolos. Apa kau khawatir padaku?" Tanya Arvina bangkit dari posisinya menjadi duduk.

"Tentu saja aku khawatir." Jawab Dave tegas.

"Tenang saja, aku sudah baikan." Ujar Arvina jujur.

"Baiklah, aku akan menjagamu hari ini." Usul Dave.

"Tidak perlu Dave, sungguh." Ujar Arvina menolak halus.

"Aku mandi dulu. Apa ada pakaian ganti untukku?" Tanya Arvina cemas.

"Semuanya ada dilemari." Jawab Dave tersenyum penuh arti.

Arvina pun berjalan menuju lemari dan memilih pakaian yang ingin ia kenakan.

Arvina cukup kaget melihat lemari Dave terdapat banyak pakaian perempuan yang memang adalah ukurannya, begitupun pakaian dalamnya.

"Aku meminta pelayan menyiapkan nya." Ujar Dave seolah tahu apa yang Arvina pikirkan.

Arvina hanya mengangguk lalu masuk kedalam kamar mandi.

Dave memilih menggunakan kamar mandi lain diluar kamarnya, agar tidak perlu menunggu terlalu lama.

Selesai mandi, Arvina pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi.

"Dimana Dave?" Gumam Arvina saat tidak melihat keberadaan Dave.

CEKLEK

Pintu kamar Dave terbuka, Dave masuk dengan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.

Dave tersenyum melihat Arvina menatapnya.

"Boleh tolong pilihkan pakaian untukku sayang?" Tanya Dave lembut.

Arvina otomatis mengangguk dan berjalan ke arah lemari lalu memilihkan pakaian untuk Dave.

"Kenapa hampir semuanya warna hitam? Apa kau membeli pakaian secara lusinan?" Tanya Arvina bingung.

Dave terkekeh dan melangkah lalu memeluk Arvina dari belakang.

"Tidak peduli warna pakaian hitam semuanya, asalkan kau bersamaku, hidupku akan terasa lebih berwarna." Ucap Dave.

"Ini." Arvina memberikan pakaian yang ia pilih untuk Dave.

Dave mengambilnya lalu segera mengenakannya.

Selesai dengan semuanya, mereka pun turun untuk sarapan bersama.

Para pelayan dan pengawal mansion Dave terkejut melihat senyum Dave yang begitu merekah.

"Makanlah yang banyak." Ucap Dave memberikan dua potong sandwich pada Arvina.

Arvina tersenyum dan melahap nya dengan berselera.

Dave memberi kode pada salah satu pelayan untuk membawakan sarapan untuk Arzena yang ia tempatkan disalah satu ruangan rahasianya.

"Dave, aku ... " Arvina ingin mengatakan sesuatu namun juga ragu.

"Katakan saja sayang." Ucap Dave lembut.

"Aku menerima mu. Aku menerima ajakanmu untuk menjadi kekasih mu." Ucap Arvina dalam satu tarikan nafas.

Dave ternganga tak percaya.

Ia keluar dari tempat duduknya dan sigap mengangkat tubuh mungil Arvina lalu berputar semangat.

"Akhirnya gadisku menerima ku." Ucap Dave bahagia. Sungguh, ia tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya.

"Dave, aku pusing." Pinta Arvina.

Dave pun segera menurunkan Arvina dan mendudukkan Arvina kembali ke tempatnya.

"Terima kasih sayang." Ucap Dave mengecup sayang kening Arvina.

Arvina hanya mengangguk dan tersenyum tersipu.

"Dave, bolehkah kau mengijinkan aku untuk menyelesaikan masalah ku dengan Ken? Maksudku, ijinkan aku mengakhiri hubungan ku secara baik-baik dengannya. Setelah selesai, aku janji akan segera kembali kesini." Tanya Arvina ragu dan berjanji pada Dave.

"Tentu saja sayang. Kau memang harus melakukan itu. Dan setelah itu aku berjanji akan mengembalikan pekerjaan nya. Dan aku juga akan mencarikan dokter atau pusat rehabilitasi terbaik untuk adikmu." Ucap Dave menangkup wajah Arvina.

"Terima kasih Dave." Ucap Arvina spontan memeluk Dave yang sedang berjongkok didepannya.

"I love you Arvina. Aku mencintaimu, sangat." Ucap Dave bahagia.

Arvina tersenyum.

"Aku juga akan mencoba untuk mencintaimu Dave." Ucap Arvina yakin.

"Tidak perlu memaksakan diri sayang. Asal kau mau bersamaku itu sudah cukup bagiku." Ucap Dave mengelus pipi Arvina.

Arvina tersenyum.

"Ya sudah, sekarang habiskan makanan mu dan aku akan mengantar mu pergi bekerja." Ucap Dave bahagia lalu duduk kembali ke tempatnya.

Mereka pun kembali menyantap sarapan mereka. Setelah selesai Dave segera mengantar Arvina ketempat magangnya.

...~ TO BE CONTINUE ~...

1
Ricka Monika
sebenarnya Aston baik dalam hal besama wanita hanya pekerjaan nya yg menuntutnya tuk berlaku jahat Krn mafia emang seperti itu
Ricka Monika
si ken ini otak apa sih,gerem aku bacanya,dulu disuruh tanggung jawab kagak amu sekarang malah mau rencana ngambil anaknya kalo udah lahir dan sok perhatian LG kasih kasih susu hamil😡
Ricka Monika
begitulah kalau sudah Bucin,tak memandang siapapun mau itu ayah,adek saudarah sepupu sekalipun pasti tetap cemburu😁
Ricka Monika
lah tak pikir si ken udah metong rupanya masih hidup🙉
Ricka Monika
saingannya mafia vs mafia seru nih siapa yg menang y dan siapa mafiabyg paling pintar,ah jangan mafianya goblok kayak Dave deh walaupun bukan ketua si drick tp kalo BS LBH pintar lah semangat💪
Ricka Monika
lumayan suka diawal cerita TDK begitu tertarik Krn mafianya agak oon tapi dipertengahan cerita suka sih terutama dngn karakter Hansen,smg ceritanya semakin bagus 😎
Ricka Monika
aku suka sm sifat dan karaktermu Hansen, Bucin bertanggungjawab,penyayang,penyabar aaaa pokoknya sosweet banget🥰
Ricka Monika
kasihan derick kasih jodoh dong Thor😁
Ricka Monika
haduh baru kali ini aku baca cerita mafia kok goblok
Ricka Monika
kalau aku sih gak setuju sm dua duanya,masa tega Dev bersetubuh sm kembarannya,cinta kok seperti itu dan arvina pun bego masak gak bisa dia pergunakan kekuatan Deddy angkatnya,ceritanya menyebalkan
Ricka Monika
kalau menurut ku lebih baik arvina pergi diam diam dr kehidupan Meraka,dan lihat apa yg akan terjadi selanjutnya,apakah makin parah atau tdk,berusah pergi hilang ditelan bumi dan minta bantuan Deddy angkatnya
Ricka Monika
baik Dev maupun Ken sama sama tidak ada yg baik perilakunya
Ricka Monika
ya udahlah Ken mengalah lebih baik dan sadar diri juga jauh lebih baik sekali,Krn Ken TDK punya apa-apa, terima takdir dan nasib ken
Ricka Monika
Ken mulai sekarang harus jg lelaki yg kuat harus banyak belajar,belajar beladiri,meng hek komputer,belajar naik mobil atau kendaraan lainnya,belajarlah dengan orang lain jangan tunggu belajar dr Revina aja,kapan maju dan kuat lo jd orang.
Ricka Monika
yg menjijikkan ni sebenarnya arzena bukan,malah kelakuan arzena seperti perempuan bayaran diclup
Novita Sari
masak dokter nya tidak bisa menemukan zat obat tidur nya kan si Ken ngasih nya hampir seminggu penuh
G
lanjut
Dyass Stia Clalu
😄😄, kok aq suka ya ken dinkerjain
Nur Atirah
Kecewa
Iswantini
wah datang pas perningkahan .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!