NovelToon NovelToon
Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh

Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh

Status: tamat
Genre:Action / Reinkarnasi / Mafia / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nor Laila Rahmah Wati

Bercerita tentang seorang agen pembunuh yang sangat dicari-cari oleh petinggi-petinggi pemerintahan, terutama pihak kepolisian dan kemiliteran. Dia yang diketahui selalu membunuh mangsanya tanpa meninggalkan jejak.

Dia mati akibat di khianati oleh teman-temannya yang telah dianggapnya keluarga.

Dia seorang perempuan berusia 23 tahun yang haus akan kasih sayang.

Sebelumnya di culik pada usia 10 tahun dan di jadikan mesin pembunuh oleh orang-orang kejam dunia bawah.

Bagaimana jalan ceritanya....
Terus baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nor Laila Rahmah Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamparan Lagi

~Jangan kepo~

Selamat Membaca...

•••••

Yunita yang di abaikan merasa kesal, kemudian dia mengulurkan tangannya dan mengambil kertas pesanan dan juga tagihan yang ada di tangan Nadhira, namun Nadhira tidak membiarkan hal itu terjadi.

Nadhira bergerak sedikit menjauh, dan Yunita hanya menangkap udara kosong, dia merasa sangat malu, kemudian dia langsung meneriaki Nadhira. "Nadhira beraninya kau menjauh," suara marah Yunita menarik perhatian banyak siswa yang lain.

Nadhira sebelum nya mengabaikan Yunita sebelumnya karena dia ingin membuat masalah, akan tetapi sekarang masalah yang mendatanginya, jadi Nadhira memutuskan untuk menghadapi nya.

Dia kemudian berhenti dan menatap ke arah Yunita. "Memangnya kenapa? Ini tubuhku, aku bebas bergerak kemana pun aku mau, bukan?" Yunita tiba-tiba menjadi bisu, dia tidak menyangka kalau Nadhira akan membalasnya. Dia mengira saat kejadian terkahir kali hanya karena berada di dalam kelas, akan tetapi sekarang mereka sedang di depan umum.

Di mata Yunita, Nadhira hanya gadis miskin dan lemah, dia bisa menggertak Nadhira di mana pun dan kapan pun dia inginkan. Tapi sekarang semuanya berbeda, meskipun Nadhira tidak memiliki pendukung apa pun di belakangnya, tapi dia begitu percaya diri bahwa dia yakin tidak akan mendapat masalah serius jika melawan dirinya.

"Nadhira, kau tau bahwa kau hanya gadis miskin, jadi kau tidak punya hak untuk berseteru dengan ku,"

"Apa yang salah kalau memang benar aku hanyalah gadis miskin? Itu bukanlah urusanmu, dan juga kau tidak punya hak untuk menggangguku!!!"

"Kau.." Yunita merasa sangat kesal sekarang. Sebenarnya dia sadar bahwa dia tidak berhak mengurusi urusan Nadhira, akan tetapi, dia telah merasa di permalukan dan dia sadar dia sendiri yang mempermalukan dirinya sendiri.

Di tengah ketidaksukaan semua orang menatap Yunita, dia merasa itu ulah Nadhira. Dia masih tidak terima dengan kejadian terakhir kali dan juga pada dasarnya dia sangat cemburu dengan kecantikan Nadhira.

"Kau...memang ja...," sebelum Yunita bisa menyelesaikan perkataannya, dia di tampar dengan sangat keras oleh Nadhira. Kali ini jauh lebih keras di bandingkan terakhir kali.

Plak!

Apa yang di katakan oleh Yunita benar-benar membuat Nadhira sangat jengkel. Dia telah memperingatkan Yunita terakhir kali dan Yunita masih saja tidak paham?

Yani sangat marah dan tidak tahu apa yang harus dia katakan lagi. Di luar imajinasinya, lagi-lagi Nadhira menamparnya.

"Nadhira beraninya kau menamparku lagi,"

Lagi?

Semua siswa yang menonton nampak berpikir, lagi? Kapan? Mereka tidak tahu kapan Nadhira menampar Yunita pertama kali.

Yunita tersadar dan dia akan membalas tamparan Nadhira, namun, begitu dia mengangkat tangannya, tangannya di tangkap dengan kencang oleh Nadhira. Yunita langsung kesakitan, tetapi tidak bisa melepaskan cengkraman Nadhira. "Nadhira lepaskan aku," wajah Yunita berubah merah karena rasa sakit pada tangannya yang di cengkram kuat oleh Nadhira.

Nadhira mengabaikan ocehan Yunita, dia menatap dingin ke arah Yunita, pandangan itu terasa seperti pedang es di leher Yunita. Yunita langsung membeku dan merasa terancam dengan ekspresi mengerikan Nadhira.

Yunita bahkan gemetaran di bawah tekanan Nadhira. Semua orang juga sangat kagum dengan kekuatan yang di keluarkan oleh Nadhira, dan kanti itu menjadi sangat sunyi seperti kuburan tanpa satu orang pun yang berbicara.

Nadhira membuka mulutnya dan berkata, "Yunita aku tidak berpikir kalau aku pernah menyakiti mu, kenapa kau tidak berhenti membuat masalah denganku? Apakah kau berpikir aku akan membiarkanmu pergi setelah kau mempermalukan ku?" Kemudian Nadhira menghempas Yunita yang terakhir kali dia cengkeram kuat.

Yunita tersandung dan hampir saja jatuh tersungkur kalau tidak di tahan oleh Mega.

Gadis yang bernama Yunita tidak berani lagi mengatakan sepatah kata pun. Yunita masih merasa sangat syok, begitu juga Mega yang hanya mampu menenangkannya.

Yunita tidak tau harus berkata apa sekarang, yang dia lakukan hanya memelototi Nadhira dengan marah, yang merupakan jawaban atas perasaannya sekarang.

"Apa? Siapa yang menampar Yunita? Itu sungguh sangat konyol. Seorang anak laki-laki yang bernama Azam yang sedang bersama dengan anak laki-laki lainnya, tiba-tiba dia berkata dengan keras, dia merasa tidak percaya dengan kejadian yang baru saja terjadi.

Semua orang belum mengetahui kalau Nadhira adalah siswi baru, akan tetapi teman sekelas Nadhira tahu akan hal itu, tetapi mereka bungkam tak ingin menjelaskan siapa itu Nadhira.

"Dia Nadhira," tunjuk seorang siswi perempuan sambil menunjuk Nadhira. Dia adalah siswi yang satu kelas dengan Nadhira.

"Oh, aku tidak percaya kalau ada yang berani menampar Yunita," ucap bocah laki-laki lainnya yang bernama Aldy.

"Aku memang memukul Yunita, jadi apa masalahnya?" Nadhira mengakui kalau dia baru saja menampar Yunita, kemudian dia berbalik ke arah Yunita lagi.

"Ku peringatkan sekali lagi, jangan membuatku marah, jika sekali lagi kau membuat ulah denganku, maka kau akan merasakan lebih sakit dati hanya sekedar tamparan," ucap Nadhira dengan nada dingin kemudian dia pun pergi ke tempat duduk di kantin kemudian memakan makanannya.

Clara dan Bagas mengikuti Nadhira dan memakan makanan mereka juga mengabaikan semua tatapan orang lain.

Tepat saat mereka bertiga duduk untuk makan datang lah Rima yang langsung duduk tanpa permisi.

"Kau seharusnya tidak membiarkan mereka pergi begitu saja, jika aku berada di posisimu, aku akan menghajar mereka semua, aku rasa kau memang perlu memberi pelajaran kepada mereka terlebih dahulu, baru mereka akan membiarkanmu hidup tenang di sekolah ini," Rima mengeluh tanpa memperhatikan apa yang di keluhkan nya.

"Memangnya kesalahan apa yang telah kau lakukan kepada Yunita sebelumnya sehingga dia mengganggumu hanya karena kau miskin?" Rima berbicara dengan nada tak suka dengan Nadhira.

"Nah.. Aku juga bingung di mananya kemiskinan ku ini menjadi masalah baginya, seperti nya aku harus menjadi orang yang super kaya suatu hari nanti," Nadhira menjawab cepat. Karena cepat atau lambat dia pasti akan menjadi kaya, itulah tekad dari Nadhira.

"Ku pikir itu juga merupakan sebuah kemungkinan yang akan terjadi," Rima menyetujui perkataan Nadhira. Dia merasa bahwa Nadhira bukan lah gadis biasa.

Orang-orang yang masih berada di kantin terkejut dengan kedekatan Rima dan Nadhira, karena pada dasarnya tidak ada yang berani terhadap Rima, baik itu hanya sekedar untuk bicara di depan banyak orang.

Bibir Nadhira berkedut membentuk senyum. Rima benar-benar gadis yang nakal dan sangat suka untuk berkelahi. Meskipun Nadhira menghargai apa yang telah di katakan oleh Rima, dia sangat tahu bahwa dia bukanlah gadis remaja lagi, jiwanya sekarang adalah jiwa dari seorang wanita yang sudah berumur dua puluh tiga tahun.

Nadhira tidak akan memukul seseorang sembarangan kecuali memang itu sangat di perlukan. Nadhira bukanlah seseorang yang akan main tangan secara langsung tanpa berpikir akibatnya. "Jika aku memukul mereka, takutnya nanti aku perlu membayar biaya perawatan mereka, dan aku tidak mau hal itu terjadi," ucap Nadhira.

Seketika dia baru menyadari apa yang telah dia katakan, bahwa Nadhira hanya seorang gadis yang berasal dari keluarga yang miskin, seketika dia merasa sangat malu dan tak enak hati.

¤

¤

¤

Semoga Suka...

1
Nf@. Conan 😎
👍👍👍👍👍
Sri Tati
Luar biasa
Nf@. Conan 😎
yg bngung mata ajaibnya sma kalung gioknya nggak kbar, kmna thor
Nf@. Conan 😎: 🤣🤣🤣🤣🤣
wuuuuuuiiiiiihhhh
laku brapa thor boleh nih traktir seblak 🤭
total 2 replies
Nf@. Conan 😎
korban apa koran
Nf@. Conan 😎
laaaaaah emang nya blum d ksi thu klau mau d ajak pndah rmah
Nf@. Conan 😎
laaaaaah bkannya dpat mobil ya dri kakek Ling, d bwa Andhara kah
Nf@. Conan 😎
knapa si Nadhira nie nggak bntu tman s kelasnya bljar biar pndai smua, kyak Novel Gu Xiqiao, jdulnya apa ya Aakkkhh lpa, pkoknya tman sklasnya nila nya bgus smua
Nf@. Conan 😎
loooh kok d ulang
Nf@. Conan 😎
Chloe spa lgi thor, bnyak amat nma nya si Nadhira
Nf@. Conan 😎
geng king???
Nf@. Conan 😎
nggak ada ruang dimensi nya thor, buat penyimpanan
Nf@. Conan 😎
krang kta Irama nya thor
Nf@. Conan 😎
otaknya si Nadhira foto grafis ya thor
Nf@. Conan 😎
spa lgi si Yu Jian nih
Dede Mila
Kay pernah baca... tapi yg ada audio suaranya... cuma blom Ampe tamat. mudah mudahan yg ini Ampe tamat.../Determined//Determined//Determined/
Nf@. Conan 😎
50%mrip
Nf@. Conan 😎
Isabel spa lgi
Nf@. Conan 😎
Ehh...
ganti nma thor, bikin bubur mrah sm ptih nggak thor 😬😬😁😁😁
Nf@. Conan 😎
ini nggak nyontek novel Gu Ning kan thor kok bsa mirip bedanya dy pnya saudara, bkannya anak tnggal d awal
Nf@. Conan 😎
kepada=kepala
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!