NITA WULANDARI
Orangtuanya ditipu bisnisnya pun hancur gulung tikar, kedua orangtuanya bercerai dan parahnya lagi ia menjadi gelandangan dan pengemis.
......
REVAN PRADIVA WILSON
Seorang pemuda tampan yang tiba-tiba saja masuk kedalam kehidupan Nita mengangkat derajat hidupnya dan menjadi suaminya.
......
Menikah karena terpaksa akankah cinta bersemi dihati keduanya? Atau hanya akan saling meyakiti..?
......
copyright @Nona Kireina terbitan februari 2020
......
Jangan lupa untuk terus dukung Author dengan cara like, comment, dan jangan lupa vottngnya juga ya hehehe 😋
Novel ini tidak di buat dengan mencontek, asli buatan sendiri sesuai dengan apa yang ada di dalam fikitan author.. siang malam author ngetik membuat alur ceritanya sangatlah tidak mudah..
Author sedih saat ada yang mengatakan novel ini mirip dengan novel sebelah, author mau bilang karakter Revan tidak sama dengan yang di sebelah, begitu juga dengan Nita. jika kalian baca di chatper selanjutnya itu jelas berbeda..
selamat membaca readersku...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Kireina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21 - TIDUR SERANJANG
Sikring listrik rusak Vila mendadak menjadi gelap gulita, “Aaaaaa....!!” terdengar suara teriakan Nita dari dalam kamarnya yang tak jauh jaraknya dengan kamar Revan.
Terkejut mendengarnya berteriak, Revan yang saat itu sedang bertelanjang dada tak memperdulikan lagi dengan keadaannya dan segera berlari menghampirinya.
Revan mendobrak pintu kamar yang terkunci, “Nita... kau dimana..”
“Disini.. aku takut..” teriaknya ketakutan, bersembunyi di samping lemari pakaian.
Revan berjalan dengan hati-hati bermodalkan senter hp yang ada di tangannya, “Kemarilah..” memberikan uluran tangan.
“Aku takut..” matanya mulai berkaca-kaca, tak lama kemudian terdengar suara petir yang menggelegar, “Aaa...” Nita menutup kedua telinganya sembari menunduk ketakutan.
Sontak saja melihatnya seperti itu bukannya merasa kasihan, tetapi malah ingin tertawa.
Revan menggigit ponselnya dan menggendong Nita lalu merebahkannya di atas ranjang, dan meletakan ponselnya di atas meja lampu, “Istirahatlah..”
Dengan cepat Nita memegang erat tangan kekar dan hangat itu, “Tidak..” sembari menggeleng, “Aku takut gelap.. hiks.. hiks....”
“Lalu..?” duduk di samping Nita dan menghela nafas, “Ku temani tidur..?”
Malu-malu Nita mengangguk, “Emh..”
Di sepanjang malam hujan deras mengguyur masih dalam keadaan listrik yang mati, pelukan itu semakin erat, terdengar suara rintihan yang dipenuhi rasa takut.
Perlahan Revan mengusap lembut wajah gadisnya dengan ibu jari, dari pelipisnya, hidung, dan turun hingga ke bibir merah bak buah cherry itu.
Glek..! Revan menelan ludah dengan sangat kerasnya, Aaah.. sial.. ada apa denganku? Dia hanya sedang menggodaku..
Entah apa yang ada sedang ia fikirkan, tiba-tiba saja tragedi malam pertama mereka terlintas dengan sangat jelas di dalam otaknya, oh.. astaga.. aku pasti sudah gila.. mengingkari semua perjanjian itu karena emosiku semata.. Haah... Revan berdecak kesal.
***
Pagi hari Revan bangun lebih awal, mengerjap-ngerjapkan mata kemudian memandangi Nita yang masih tertidur pulas didalam pelukannya.
“Hey.. enak sekali tidurmu? Menjadikan tubuhku sebagai tumpuan tidurmu..? dasar perempuan kaktus..” lirihnya sembari memijit pelan hidung Nita dan perlahan membangunkannya.
“Emh..” perlahan terbangun dan mengusap-ngusap kedua matanya. Setelah matanya tebuka dengan sempurna ia terkejut saat mendapati Revan menatapnya dengan senyum menakutkan.
Oh tidak.. apakah aku membuatnya marah..? segera Nita membalikan badan membelakanginya, menarik selimut itu menutupi sekujur tubuhnya.
Wajahnya memerah jantungnya berdegub kencang, apakah dia marah? Sesekali mengetuk keningnya, bodoh sekali aku..
Tangan Revan melingkar sempurna diperut Nita, wajah tampan itu terbenam di punggung gadis yang saat ini sedang membelakanginya.
“Tu.. tuan..?”
“Hm...?” semakin mengeratkan pelukan.
“Sudah pagi..” ragu-ragu memegang tangan itu.
“Lalu..? aku bahkan tidak dapat tidur semalaman penuh karena harus menjagamu.. sekarang kau harus menebusnya..”
“Me.. menebusnya..?
“Hm..!”
Bagaimana caranya aku bisa menebus itu semua..? “Tu.. tuan..? a.. aku..” seketika terkejut saat Revan membalikan tubuhnya, kini posisinya tepat berada dibawah tubuh Revan.
Kedua insan itu saling memandang, “Tu.. tuan.. aku..”
“Sssstt...” telunjuk itu mendarat mulus di bibir merah Nita, sementara itu sipemilik bibir tersebut hanya mampu menelan ludah.
Perlahan Revan mendekatkan wajahnya tepat di telinga Nita, membuat gadis itu gugup bukan main. Jantungnya berpacu dengan cepat wajahnya semakin memerah.
“Tuan.. jangan...” pintanya dengan suara lirih, tubuhnya menggeliat kesana kemari meminta di lepaskan.
“Aku belum selesai menyiksamu..” tangannya mencengkram kuat kedua tangan Nita yang ia letakan di atas kepala.
Wajah tampan tanpa ekspresi itu memandangi lekat wajah Nita yang ketakutan. Beberapa menit kemudian Revan tertawa, “Pft.. hahaha..” ia menyentil hidung Nita hingga merah, “Kau mengira aku akan menyentuhmu untuk yang kedua kalianya?”
A.. apa..? dia menggodaku sepagi ini.. segera Nita bangun dan menggigit dada bagian atas Revan.
“Aaaa.. sakit.. sakit.. berani sekali kau menggitku..!”
“Hm.. lasakan itu dasal..!! aarrgghh...” imbuhnya sembari menggigit dengan semakin kuat.
udah biarin aja istri mu tenang ga usah di cari urusin aja tuh pacar jalang kesayangan km...