NovelToon NovelToon
Anak Suamiku

Anak Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 5
Nama Author: Nara

Safira menyayangi Zaini, bocah manis berumur 4 tahun. Pipi tembem dari bocah yang terlantar akibat orang tuanya bercerai itu selalu Safira rindukan.

Safira pikir Zaini akan bersama dia selamanya, tapi tiba-tiba ayah kandung Zaini mengambil bocah malang itu. Membuat mental Zaini terguncang. Satu-satunya cara supaya Zaini bisa kembali normal adalah memiliki keluarga lengkap.

Pada akhirnya Safira dan Ashqar terpaksa menikah demi kesembuhan mental Zaini, akankah pernikahan itu akan menjadi obat ataukah racun untuk kehidupan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaannya Sebagai Orang Tua

Begitu kuat perasaan orang tua terhadap darah dagingnya, karena sejatinya darah lebih kental daripada air

✩。:•.───── ❁ ❁ ─────.•:。✩

Ashqar tidak bicara untuk beberapa saat. Ekspresi kebingungan terlintas di wajahnya. “Aku … aku nggak ingat, Mbak. Sejujurnya aku bahkan nggak memperhatikan wajah anak itu.”

“Kamu bilang, kamu ngajak mereka makan, ‘kan? Masa kamu nggak lihat wajah anak itu?”

“Yang aku perhatikan hanya Alvin karena anak itu yang lebih banyak bicara,” cicit Ashqar, merasa bodoh juga karena tidak memperhatikan sama sekali wajah Zaini. Tetapi entah bagaimana Ashqar merasa yakin jika kemungkinan besar anak itu adalah putranya.

Rahma menegakan tubuhnya dengan penuh kesal. “Yang benar aja Ashqar,” ucapnya dari sela-sela gigi yang terkatup. “Kalau benar anak itu Zain, masa kamu nggak familiar sama wajahnya.” Rahma sangat kesal. Bagaimana bisa Ashqar sangat bodoh di saat-saat seperti itu?

Dani terus mengusap pundak sempit Rahma. “Sabar, Dek,” ucap Dani mencoba menenangkan Rahma. Dia menatap wajah Rahma lekat-lekat, tersenyum tipis sambil memindahkan belaian tangannya yang semula di bahu ke wajah Rahma. “Kamu temani anak-anak aja, ya? Biar mas yang bicara sama Ashqar.”

Rahma memandang wajah Dani dan Ashqar bergantian. Keduanya memiliki ekspresi berbeda. Dani yang tengah menatapnya lembut, seperti yang sudah-sudah. Sementara Ashqar telihat kusut.

Rahma luluh. Namun, hal itu tak lantas menuntaskan perasaan kesalnya terhadap Ashqar. Tanpa bicara Rahma beranjak dari duduknya menuju kamar kedua putri kembarnya.

Begitu Rahma menghilang di balik pintu kamar kedua putri mereka, Dani memanggil Ashqar. “Diminum dulu, jangan tegang begitu.”

“Iya, Mas.” Namun, itu hanya jawaban basa-basi.

Ashqar mengambil napas dalam dan menghembuskannya cepat. Berusaha mengangkat kedua sudut bibirnya walau kenyataanya tidak menutupi perasaan yang terlihat jelas.

Dani mengangkat gelas. “Kamu tahu sendiri perangai mbakmu itu, ‘kan?” tanyanya, menyesap sedikit dari kopi susu buatan Rahma lalu menaruh kembali gelas ke atas meja.

Ashqar tidak menjawab kecuali hanya sebuah gumaman kecil. Dia melemparkan punggungnya ke kepala sofa dan menutup wajah dengan lengan kanan. “Walaupun aku nggak tahu anak itu Zain atau bukan, tapi aku rasa aku tetap harus memastikan itu, Mas. Sekalipun kemungkinan anak itu adalah Zain hanya dua puluh persen, tapi aku nggak mau melepas kemungkinan itu.”

Dani tersenyum maklum, berempati dengan perasaan Ashqar. Jika ia ada di posisi Ashqar seperti sekarang, Dani pun akan melakukan hal yang sama. Begitulah orang tua, perasaannya begitu kuat terhadap darah daging sendiri.

“Ngomong-ngomong, nggak tahu mbakmu sudah memberi tahu kamu atau belum, tapi teman mas menjanjikan dua atau tiga hari lagi untuk memberikan kabar perihal Zain. Mungkin juga bisa lebih cepat dari perkiraan, mudah-mudahan aja.”

Ashqar menurunkan lengan dan menegakan tubuhnya. Terlihat cukup antusias meskipun tak menghilangkan kalut dari wajahnya. “Apa teman Mas Dani juga bisa mencari informasi perempuan yang bersama Zain saat ini?”

“Maksud kamu, perempuan yang menuduh kamu sebagai penculik anak itu?”

“Iya, Mas.”

“Kamu kirim aja kontak perempuan itu, nanti mas coba tanyakan.”

Mendengar jawaban Dani membuat beban di pundak Ashqar terasa lebih ringan. Meskipun hanya sedikit, tapi setidaknya harapan untuk segera menemukan Zain jauh lebih besar dari sebelumnya.

Selama ini Ashqar selalu diam-diam mencari keberadaan Zain. Sekalipun keluarganya menyayangi Zain, tapi hal itu tidak menutupi kenyataan bahwa wanita yang telah membawa Zain ke dunia ini adalah salah satu sumber kebencian keluarganya.

Nita tidak pernah terlihat baik di mata keluarga Ashqar terutama Ibu dan Rahma sejak mantan istrinya itu mengajukan perceraian. Terutama Rahma, kakak perempuannya itu bahkan sejak awal terlihat tidak menyukai hubungannya dengan Nita.

Rahma adalah satu-satunya yang terus mendesak Ashqar untuk memutuskan hubungannya dengan Nita. Namun, karena insiden yang menyebabkan hadirnya Zain, Rahma terpaksa menerima pernikahan mereka. Dan sekarang, Ashqar harus menerimah buah dari keras kepalanya. Namun, dia tidak pernah merasa menyesal mengenal Nita karena dengan wanita itulah Ashqar mendapatkan Zaini sebagai putranya.

1
365 degree channel
bagus masi jadi favorit
Massunamiyatha
jangan kata nanti si zain bukan anak kandung asqar, kayak dinovel2 yg laen...
Massunamiyatha
nah betolkan blm selesai kasus penculikan skrg datang kasus baru rebutan hak asuh kasian jiwa alvin sm zain.....
Massunamiyatha
aduh mulai puyeng bc novel ni dah kayak sinetron ditv2 alurnya kemana2
Massunamiyatha
waaaahhh ternyata vera polisi intel ya....mantappppp seru ni kisa rafa sm vera ni
Massunamiyatha
terus aja nasib alvin dama zian kenabculik ntar lagi diculik ama nita kan thor.....
Massunamiyatha
kok alvin sm zain tak lepas dr penculikan ya....kapan bahagianya kasian mereka b2 blm sembuh trauma dah kena lagi
Massunamiyatha
baru mampir thor....
Indriyani
baik
Badardi Badardi76
mungkin safira sdh menyerah kan kesucian nya pada kekasih nya waktu masih remaja..
Sulati Cus
entah mengapa para suami jk klh debat sm istri jln satu2nya y di bungkam 😂
Sulati Cus
kita senasib ternyata Fi
Sulati Cus
g akan berpikiran sama klu mereka jg mengalami apa yg pernah km alami
Uti Gaol
lanjuut baru baca tp kayaknya seru thor
Bunga Dwi Femina
kenapa?? ya ngapain bertahan ama perempuan kek gitu..mengerikan..
Bunga Dwi Femina
kecewa sari gak dipenjara..enak bener
Bunga Dwi Femina
pak edi klo masih bertahan ama lampir sari keterlaluan... perempuan kayak gini yg mengerikan..diam2 bikin tenggelam
Bunga Dwi Femina
sekarang ketauan kenapa maya bisa gitu... induknya aja begitu modelannya 🤣
Bunga Dwi Femina
memaafkan bukan berarti melupakan.. ibu tirinya bicara seolah2 paling mengerti.. cobain dulu diposisi shafira..dilupakan..diabaikan bertahun2..
Bunga Dwi Femina
untung ada alvin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!