NovelToon NovelToon
MY HANDSOME DAD (Selamanya Kanaya Malaikat Yanda)

MY HANDSOME DAD (Selamanya Kanaya Malaikat Yanda)

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:927.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bubu.id

Bumi Pranadipta Abadi, diusianya yang baru menginjak 20 tahun ia sudah memiliki seorang bayi. Tak ayal setiap gadis yang dikencaninyapun menjauh.

5 tahun berlalu, takdir mempertemukannya dengan wanita berhijab yang menjadi OB di tempatnya bekerja.

Siapa sangka Khalea Azalea Zuri, 27 tahun. Wanita muda yang telah memiliki putra berusia 7 tahun hasil pelecehan yang menimpanya bertahun silam mampu menggetarkan hatinya.

Apa yang terjadi jika keadaan memaksa 2 insan itu bersatu?
Mampukah mereka membuka hatinya kembali?
Akankah cerita kelam masa lalu akan menjadi penghalang keduanya untuk tetap bersama?
Bagaimana Bumi menyikapi takdir yang mempertemukan Kanaya dengan orang tua kandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubu.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wajah Pucat

3 hari berlalu sudah. Aku semakin sering menanti seorang dengan seragam hijau masuk ke ruanganku, walau 3 hari ini nyatanya nihil. Ia seakan terus sibuk dengan pekerjaannya, hanya di pagi dan siang hari saat mengantar teh panas ia masuk. Dan itupun tak lama, ia segera beranjak dengan aktifitasnya kembali.

Paling aku bisa mencuri pandangnya saat aku mengamati anak buahku di ruang depan. Tapi ia lagi-lagi hanya menunduk, dan ia tampak tak semangat seperti hari sebelumnya kurasa. Hingga aku mendengar obrolan di jam istrirahat antara Intan dan Siska, Staff Tellerku.

"Tuh OB udah gak pernah gue lihat ke ruang Pak Bumi lagi kok," ujar Siska.

"Good, emang lo ancem apaan?" tanya Intan.

"Gue bilang kalau gue akan buka kedoknya tentang dia yang udah punya anak tanpa suami kalau dia ganjen dan sering ke ruangan pak Bumi," ujar Siska kembali.

"Lo emang temen gw yang pinter." Dan Intan tampak tertawa menyeringai.

"Tuh emak-emak emang harus di kasih pelajaran karena berani sok kecakepan. Bahkan setelah kita kerjain suruh nganter kopi susu hari itu, bukannya pak Bumi illfeel malah kayaknya tuh cewek sering banget ke ruangan bos kita. Siapa juga yang mau bos kita yang super cool deket sama OB. Kita aja yang jelas-jelas cakep gak pernah dilirik Bos."

"Emang, jangan lupa suruh fotokopi modul lagi aja tuh emak-emak biar naik turun tangga ke atas, bikin doi capek dan gak nongol-nongol ke depan tuh orang," ucap Intan kembali.

"Yup. Tapi gue denger besok hari terakhir doi kerja," ujar Siska.

"Oya, maksud lo Teh Marni udah sehat?"

"Yup."

"Baguslah, oya udah yuk balik ke depan bentar lagi jam 1!"

Rupanya semua pekerjaan mereka. Benar Khal hanya dikerjai tentang kopi susu itu. Tapi benarkah ia sudah punya anak tanpa suami? Apa kondisinya sepertiku? Tapi mengapa harus ditutupi? Besok hari terakhirnya, kuharap kami bisa berbincang sebelum ia pergi.

🐣Pukul 16:30 saat ini. Para karyawan terlihat telah sepi meninggalkan gedung, tapi aku masih di ruanganku. Ada berkas pengajuan pinjaman yang masih harus aku cek. Hingga 10 menit berlalu, kututup berkas kedalam map coklat kembali.

Dengan langkah cepat kumenuju Brio-ku dan bergegas menjemput putri kecilku. Namun kondisi jalan tampak tak bersahabat, Kukemudikan perlahan mobilku dikarenakan sedang ada perbaikan jalan yang membuat macet lalu lintas. Akupun menelepon ibu Salamah dan menyatakan akan telat menjemput Naya, dan segera kututup panggilanku setelahnya.

*Ahh, benar-benar tak bergerak, hanya merayap. Sampai jam berapa ini nanti*?

Aku terus mendengus kesal, hingga tampak di kaca spionku seorang wanita berjalan perlahan di trotoar dengan membawa kotak yang tak asing untukku di tangannya, tampak sekali gurat letih tanpa semangat disana.

Kubuka kaca mobil, dan kupanggil namanya saat jarak kami telah dekat ...

"Khal ...."

Ia yang merasa namanya dipanggil seketika mengangkat wajahnya. Ia tampak kaget melihatku memanggilnya.

"Ayo bareng!!" ujarku.

"Maaf Pak, saya jalan saja," ucapnya.

"Cepat naik!! Atau besok saya tidak akan memberi gajimu." Seruanku tentang gaji sepertinya langsung di rekam Khal.

"Tolong jangan Pak, saya butuh gaji saya!!" ucapnya mendekat kearah mobil.

"Ayo naik!"

Khal tampak menggeleng.

"Mau gajimu tidak? Ayo naik!" ujarku membuka pintu mobilku yang berhadapan dengan trotoar.

Dengan ragu wanita yang tampak berbeda tanpa seragam itu perlahan masuk ke mobil.

Kutatap sekilas wajah yang terus menunduk, ia diam tanpa kata. Semangat dan senyum yang pernah ia katakan mendadak hilang. Tanpa seragam ia seakan jadi wanita berbeda, tidak seceria saat di kantor.

Dan kotak di tangannya, itukan kotak nasi yang diam-diam kutaruh dipastri untuknya makan siang. Kenapa ia tidak memakannya malah membawanya pulang?

"Kamu ada masalah?" tanyaku berusaha menghilangkan keheningan kami.

Ia tampak diam, tak mengangguk atau menggeleng.

"Pasti kau sedih sebab besok hari terakhirmu bekerja. Jangan-jangan kamu sedih tidak bisa bertemu dengan saya lagi, kan?" Ungkapan untuk memancingnya bicara. Dan aku ternyata berhasil.

Senyum kecil tersungging dibibirnya, terdengar kemudian ucapannya. "Bapak sangat percaya diri, yahh ... orang seperti Bapak tentu tidak punya masalah seperti saya," ujarnya.

"Apa masalahmu? Kamu bisa bercerita jika kamu ingin," ucapku.

"Bapak atasan saya, mana mungkin saya curhat sama Bapak."

"Kita tidak sedang di kantor, mungkin kita bisa berteman saat di luar." Kata-kata apa ini, terasa aneh mengucapkan hal seperti ini sebetulnya. Ajakan berteman, aku seolah seperti anak ABG saat ini walau nyatanya ada putri kecilku di rumah.

"Saya tidak suka berteman dengan laki-laki," singkatnya.

"Kenapa? oiya, kudengar kamu memiliki anak."

"Bapak sudah tau rupanya," ucapnya datar.

"Apa ada masalah jika saya tau? Setiap orang yang memiliki anak pasti akan senang. Kenapa kamu malah menyembunyikannya?" selidikku. Jujur aku penasaran apa benar ia memiliki anak tanpa ayah, apa kondisinya sepertiku yang mengadopsi bayi dan menjadikannya anak?

"Hidup saya tidak semudah itu Pak. Kisah saya rumit."

"Mungkin dengan bercerita bebanmu akan berkurang," ucapku kembali.

"Saya tidak yakin akan berkurang Pak."

"Dimana Ayahnya?" Entah mengapa aku tiba-tiba spontan menanyakan itu. Dan wanita bernama Khal terlihat kaget aku menanyakan hal itu.

"Maaf ini masalah pribadi saya Pak."

"Oke, maaf jika pertanyaan saya mengusikmu."

Dan lalu lintas terlihat telah lancar kini. "Oya, dimana rumahmu? Biar aku antar," ucapku.

"Turunkan saya di depan saja Pak, biar saya pulang sendiri. Rumah saya jauh nanti merepotkan bapak."

"Katakan dimana? Saya senang melakukannya." Dan Khal tampak menatapku kini.

"Jangan berfikir macam-macam, saya bukan lelaki seperti itu," ujarku menangkap ketidaknyamanan dari mata Khal.

Setelah beberapa lama terdiam Khal akhirnya mengangguk, walau jelas tampak keraguan disana.

"Jadi kearah mana kita akan pergi?"

"Bapak ikuti saja arahan saya. Kita masih lurus, dan di pertigaan ambil kiri Pak."

Dan Khal terus mengarahkan kemudiku hingga melewati jalan-jalan yang tak asing untukku. Sebenarnya dimana rumah wanita ini, kenapa arah jalan ini searah dengan rumahku?

"Didepan sebelah kanan kontrakan saya Pak," ujarnya.

Dan di depan kontrakan yang khal tunjuk tampak pria kecil sekitar 7 tahun keluar dari dalam rumah dalam keadaan pucat.

Tak menunggu lama Khal segera berhambur keluar mobil dan menghampiri pria kecil yang ternyata adalah putranya. Kuikuti Khal, dan kulihat wanita itu tampak panik.

"Inikah anakmu? Apa ia baik-baik saja?"

"Pak, anak saya demam."

Kuraba tubuh sang anak, sangat panas sekali suhu tubuhnya.

"Ayo kalian berdua naik ke mobil!"

"Mau kemana Pak?"

"Kemana lagi, tentu membawa anakmu ke dokter."

"Ta-pi Pakk ....

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

🐢Happy Reading

1
Batriani
Lumayan
Rafinsa
untung bukan anaknya Rana..
Rafinsa
ya Allah.. semoga segera dipertemukan ..
Rafinsa
Luar biasa
Anonim
.
Rafinsa
terlalu banyak povnya..kayak baca ulang jadinya ..bagusnya pake POV aothor aja.. gak ngulang j.
Rafinsa
laaah . ceweknya kok agresif
Rafinsa
jangan2 calonnya udah hamil anak orang lain ..
Suyatno Galih
ajak gelud bum.....
Suyatno Galih
cerita nya Arini ketipu trus anaknya mau dijadikan tumbal gitu, wah parah
Suyatno Galih
kl bgtu bs2 sonop tuh bocah apalagi sampai pisah 5 th ke ausi
Suyatno Galih
kl modelan bgni bs2 jiwa Naya yg brontak (sakit misal) apa lagi dibawa jauh ke ausi malah Dimas n klrga nya yg repot
Suyatno Galih
dr awa sampai eps ini nyebut bumi sm khalea utk Naya kok ayah dan ibu sambung Thor sedangkan mrk gak pernah nikah sm org tua kandungnya, tepatnya ortu angkat, mf meluruskan
Suyatno Galih
nah gawat kl bgn, prilaku Dirga yg nantinya buat Naya nggak bisa lepas dr bumi dan khalea
Suyatno Galih
saran utk bumi, biarkan Dimas yg egois tak sabaran ngomong dan mejelaskan sendiri pada Naya kl bisa, kl tdk malah Naya lari menjauh dan tak tergapai olehnya. baru tau rasa dia
Suyatno Galih
sabar Dimas jgn terbawa emosi bukannya mendekat tp malah menjauh jgn seperti istrimu yg membuat Naya ketakutan
Suyatno Galih
lyra ngeyelan, bawaan depresi ya gak sabaran dan ceroboh kl Kanaya gak bs paham nambah strok lho dia msh kecil blm paham org tuanya yg mn setaunya yg deket dr kecil itulah org tuanya
Suyatno Galih
itu lira ceroboh gak sabaran, bisa2 Kanaya malah menjauh, mana tau itu Kanaya namanya DNA yg dia tau org terdekat yg merawat itulah keluarga maupun org tuanya,
Suyatno Galih
alhamdulillahhhhh slamet2 si bumi tdk jadi dpt perahu bocor
Bundanya Pandu Pharamadina
sedih campur senang dan terharu dgn pertemuan ortu Khal😭❤👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!