🌺 Arsenio Putra Atmadja * Bianca Mahendra 🌺
Judul sebelumnya "Aku Ingin Hidup Sekali Lagi!"
Sebuah janji sepuluh tahun lalu membawa Bee dan Arse bertemu kembali dalam situasi rumit.
Bee yang menjadi arwah karena koma mencari cara untuk kembali ke tubuhnya dan mempertemukannya dengan Arse sang penyelamatnya yang dianggapnya sebagai jodohnya kelak.
Hingga akhirnya Bee menyadari cara kembali ke tubuhnya adalah dengan menyadari perasaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Akan Membantumu
...
Jalanan begitu padat, mobil mobil berderet begitu panjang. Suara klakson saling bersahutan satu sama lain dan itu membuat Arse gusar, kenapa saat terburu buru begini jalanan malah macet. Suara ponsel Arse berdering sejak tadi, nomor Sam yang muncul di layar ponselnya, Arse begitu malas menjawab tapi ponsel itu nyatanya tak berhenti berdering dengan malas Arse pun menjawab.
"Anak tengik, aku tidak ada waktu untuk meladenimu!" kata Arse saat panggilan sudah tersambung.
"Aku terus menelponmu karena kau belum membaca pesanku," ucap Sam di seberang telepon.
"Oh ya! Nanti pasti akan ku baca sekarang aku sedang sibuk."
"Jangan bilang kau sedang bercocok tanam sekarang."
"Bukan urusanmu!"
"Cepat baca pesanku sekarang!" perintah Sam. Dan sambungan telepon pun langsung terputus.
Ck! Arse pun berdecak dan membuka pesan yang dikirim Sam ternyata sebuah link berita, mata Arse terbelalak saat membaca berita tersebut. Dia mengacak rambutnya kasar dan segera keluar dari mobil, sebelumnya dia menghubungi Kyle untuk mengurus mobilnya. Berita itu berisi tentang penangkapan sebuah penipu yang berkedok sebagai paranormal. Ya, orang itu Mbah Wijen yang sempat didatangi Arse dan kedua sahabatnya.
Arse berlari menuju rumah sakit karena memang jaraknya tidak jauh lagi, dia semakin merasa bersalah karena ide dan kebodohannya percaya kata kata paranormal gadungan itu membuat Bianca menyerah dan ingin pergi, dia juga teringat kata kata Bianca yang menyuruhnya hadir di pemakamannya.
Sampai dirumah sakit, Arse segera menuju ruangan Bianca dirawat. Saat menuju keruangan Bianca tampak beberapa perawat berlarian dan membawa defibrillator jantung, seketika Arse merasa panik. Dibukanya pintu dengan keras dan melihat sosok Bianca yang akan menghilang pandangannya juga tertuju pada alat pendeteksi jantung yang berbunyi. Dia tidak boleh mati.
"Jangan pergi!" teriaknya.
Dia segera mendatangi tubuh Bianca yang koma, tanpa ba-bi-bu dia langsung mencium bibir Bianca, sosok arwah Bianca pun terkejut bukan main atas apa yang dilakukan Arse. Dan anehnya alat pendeteksi jantung mulai berdetak normal lagi.
"It's Work," Arse membatin.
Dokter dan beberapa perawat tampak lega, akhirnya sang pasien kembali lagi. Mereka pun pamit untuk keluar dari ruangan, menyisakan Lili Cello dan Papa Mahendra yang masih kebingungan dengan sosok pria yang mencium Bianca dan kini mereka menatap pria itu dengan begitu tajam.
Arse yang sadar di tatap pun merasa salah tingkah, bagaimana caranya menjelaskan pada keluarga Bianca. Apa dia memberitahunya saja keadaan arwah Bianca yang masih gentayangan, kira kira apa mereka akan percaya.
"Jangan beritahu mereka!" bisik Bianca di telinga Arse, sontak Arse terlonjak kaget melihat Bianca yang sudah berada disampingnya. Seolah Bianca tahu apa yang sedang dia pikirkan sekarang.
"Kamu siapa Nak?" tanya Lili lembut.
"Kenapa tiba tiba mencium putriku!" bentak Papa Mahendra.
"Ngh, anu Om dan Tante perkenalkan nama saya Arsenio, saya kekasih dari Bianca" kalimat itu lolos begitu saja keluar dari mulut Arse dia tidak tahu harus beralasan apa lagi.
"Apa? kekasih Bianca?" tanya Papa Mahendra.
"I-iya Om, saya baru kembali dari luar negeri dan baru mendengar kalau Bianca koma," dustanya lagi.
"Ya ampun Pa, Bee ternyata sudah punya kekasih. Apa dia tidak pernah memberitahumu?" tanya Lili.
"Tidak pernah Ma.. kau tau sendiri gimana sikap Bee, aku tidak menyangka dia bisa mempunyai seorang kekasih, tapi tunggu dulu sepertinya wajahmu sangat tidak asing" Papa Mahendra mulai curiga.
"Ah, wajah saya memang pasaran Om!" elak Arse.
Setelah mengalami beberapa perdebatan kecil akhirnya keluarga Bianca percaya pada Arse.
...
Sekarang Arse dan Bianca duduk di kursi taman rumah sakit, mereka saling terdiam dalam pikirannya masing masing.
"Apa maksudmu mengaku sebagai kekasihku?" tanya Bianca memulai pembicaraan.
"Hanya itu yang terlintas dipikiranku."
"Kenapa juga pake acara cium cium, kau tahu tidak menodai bibir suciku," geram Bianca.
"Aku melihatmu akan menghilang jadi ku cium saja agar kau terpesona dengan ciumanku," Arse berbicara dengan santainya.
Puk!
Satu tepukan mendarat di pundak Arse. Bisa bisanya itu dijadikan alasannya, tapi benar juga cara Arse ternyata berhasil dia tidak jadi menghilang.
"Jadi kenapa kau kembali?" tanya Bianca lagi.
"Aku akan membantumu, kali ini dengan cara yang benar," Arse pun meraih ponselnya dan memperlihatkan berita yang dikirim Sam pada Bianca.
"Jadi paranormal itu penipu?"
"Yap! dan aku minta maaf membawamu pada orang salah dan membuatmu menyerah," Arse berkata dengan begitu tulus.
"Sudah ku bilang bukan salahmu walaupun tidak bertemu denganmu cepat atau lambat aku juga akan mati," jawab Bianca.
"Untuk sekarang aku tidak tahu cara membuatmu kembali tapi kita akan cari bersama caranya."
"Jadi benar kau akan membantuku kali ini?"
"Tapi tidak gratis!"
"Dengan keadaanku sekarang aku tidak bisa memberimu apapun!"
"Aku akan memintanya nanti tidak sekarang."
"Aku harap kau bersungguh sungguh kali ini Tuan Muda."
"Tentu, aku juga berpikir kenapa kita dipertemukan dan hanya aku yang bisa melihatmu mungkin ada alasan dibalik itu."
"Apapun alasannya hanya kau yang bisa membantuku, Terima kasih karena sudah kembali" Ucap Bianca tulus.
"Hem, Oh iya aku begitu keren kan tadi.. Kau suka kan dengan ciumanku, bibirku ini tidak sembarangan mencium orang," Arse mulai dengan mode mesumnya.
Bianca memutar bola matanya malas, walaupun dia tidak merasakan tapi entah kenapa hatinya bergetar saat Arse menciumnya tadi. Apa yang sebenarnya terjadi, benar kata Arse pasti semuanya memiliki alasan.
...
makin kesini makin kesana
endingnya bikin termehek-mehek.. 😭😭😭
wes g usah banyak komen, intinya cerita ini luar biasa banget..
jangan dilewatkan untuk dibaca.. 🥰🥰🥰
sehat2 terus ya kak..
jgn capek untuk terus berkarya...
mau lanjut baca oh my bee😘😍🤩🥰