NovelToon NovelToon
Annekke Van Beek (Ibuku Bukan Gundik)

Annekke Van Beek (Ibuku Bukan Gundik)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa pedesaan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anna

Rusaknya beberapa hektar tanaman padi yang tiba-tiba menguning, membuat penduduk desa yang khawatir akan gagal panen menyerbu balai desa. Mereka menuntut kelompok tani yang dipimpin Anneke Van Beek untuk bertanggung jawab.

Keadaan semakin pelik saat masa lalu sang ibu—Sulastri yang dianggap sebagai gundik kembali merebak, ditambah kedekatannya dengan Hans Williams, membuat Anne terjebak dalam pusaran tuduhan keji itu.

Mampukah Anne menyelesaikan kemelut ini dan membongkar dalang di balik terancam gagal panennya pertanian desa?

“Putra mu memanglah tampan paras rupa, bersahaja dalam tutur kata, tapi dia tak lebih dari keledai dungu yang bersembunyi di balik ketiak ibunya.” Anneke Van Beek.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AVB 21

“Bisa-bisa nya ketua kalian malah bersenang-senang di kota, sedang kita harus bermandi keringat demi menyelamatkan perut yang terancam kelaparan,” seru Argono yang seketika memantik amarah penduduk desa. 

“Ini sudah benar-benar kelewatan saudara-saudara. Bahkan dia tidak peduli dengan balak yang sedang menimpa desa kita!” timpal Sugi.

“Betul sekali. Secepatnya kita harus turunkan dia dari kursi pimpinan dan usir dari desa ini. Jika perlu, bocah Londo itu kita larang masuk desa agar tak kembali membawa malapetaka.” Petani tua turut menyampaikan pendapat.

Mendengar kata Londo, Maria buru-buru maju dua langkah. Jelas yang mereka maksud adalah Hans Williams. Tanpa berpikir dan melihat sekitar, ia langsung menyahut, suara biasa terdengar begitu lembut, berubah tegas dan penuh penekanan.

“Tunggu. Bagaimana bisa kalian melarang orang tak bersalah masuk ke desa kita? Di sini jelas Hans tak tau apa-apa, bisa jadi dia juga korban. Bukankah kucing tak kan datang bila tak diberi umpan yang menggiurkan?” katanya, netra biru nya mengilatkan amarah yang kentara. 

“Noni mantri benar. Tak mungkin, kucing datang kalau tak karena mengendus bau ikan asin. Apalagi ini sengaja memang disiapkan untuk mengundangnya,” imbuh Argono memancing kasak-kusuk warga yang kembali menerka-nerka. 

“Betul-betul bejat! Anak-ibu tak ada beda. Bisa nya hanya merusak ketenangan desa!” teriak Sugi dengan napas memburu, dada naik turun. 

Penduduk desa kembali sahut-menyahut, beberapa yang berada di barisan Anne terdesak mundur. Kalah sebelum melakukan perlawanan, terpaksa menerima suara sumbang tertuju untuk gadis telah menyerahkan masa mudanya pada pertanian desa. 

Di tengah ketegangan penduduk desa, Broto berdehem keras, bibir hitam sebagian tertutup kumis tebal melengkung samar. “Kalian ini asal bicara tanpa mencari tahu dulu apa kepentingan ketua pergi ke kota. Dan kau … Noni Maria Anderson. Sejak kapan mulut wanita bangsawan bisa berkata demikian?” 

Maria tersentak, lupa kalau ada Broto dalam kerumunan. Tatapan gadis itu seketika blingsatan saat netra mereka bertemu pandang, tangan saling bertaut—tak mau diam. Broto bukan hanya orang kepercayaan keluarga Van Beek, tapi juga orang yang diutus langsung oleh sang papa—dr Anderson untuk mengawasi serta menjaganya, dan yang paling membuatnya khawatir pria tua itu tahu dan paham cerita yang sebenarnya.  

Gadis masih berusaha menutupi kegelisahan itu, memberanikan berdiri mengangkat kepala, namun kembali ciut saat suara Broto lebih dulu menyerbu.

“Cepat kembali ke tempatmu, Noni, atau perlu saya yang mengantarkan sekaligus mengabarkan kepada papa Anda.”

Tanpa berpamitan Maria gegas berbalik badan, berjalan cepat menuju mobil yang terparkir di pinggir jalan. 

Perubahan yang terasa begitu ketara itu pun, menarik perhatian penduduk desa, beberapa ada yang langsung berbisik-bisik, beberapa memilih diam, tak berani mengucap sepatah kata sebab tatapan tajam Broto tertuju ke arah mereka. 

“Kalian menunggu apalagi? Cepat selesaikan pekerjaan kalau tak mau pulang dalam keadaan meriang!” Suara Broto yang begitu tegas, membuat penduduk tunggang langgang, kembali ke tempatnya tanpa lagi bersuara dan berpamitan. 

“Kowe ….” panggilan Broto menghentikan langkah Argono yang berjalan paling belakang. 

Pemuda tak kenal rasa takut itu berbalik badan, netra elang nya pun langsung beradu dengan manik tajam pria sepuh seusia kusir dokarnya. 

“Jaga sikapmu kalau tak mau menyesal. Anne tak pernah main–main pada siapapun, sekalipun itu darah nya sendiri.”

Alis tebal Argono mengerut dalam, sudut matanya memicing, menatap pria sepuh yang langsung meninggalkannya begitu selesai memberi peringatan. Rasa ingin tahu nya kian menggebu, terlebih mengingat bagaimana Maria juga tunduk di bawah perintah orang kepercayaan gadis yang ia percaya sebagai penyebab ibu nya menderita.

“Siapa sebenarnya anak gundik itu. Mengapa ia begitu disegani?” Pikirannya masih berkelana, menerka kemungkinan di depan mata sampai seruan para petani menyadarkannya. 

Buru-buru ia melunakkan sikap, memasang raut sopan, tak lupa menyunggingkan senyum di wajah rupawan, lalu gegas berlari menghampiri para petani, melanjutkan pekerjaan mereka. 

Sementara itu di jalan desa, mobil Volkswagen kodok tua melaju dengan kecepatan penuh, membelah rombongan itik yang digiring menuju bantaran sungai. Tak memperdulikan teriakan si pemilik, Maria terus menginjak pedal gas, tangan memukul kemudi, mulut meneriakkan umpatan. 

“Sial! Sial! Kenapa Anne selalu selangkah di depan ku. Kenapa!” 

“Aku tak bisa terus begini. Hans milikku! Semua perhatian itu milikku! Milikku. Bukan milik keturunan pribumi itu!” 

Ia terus mengumpat hingga mobil yang dikemudikannya meninggalkan perbatasan desa.

Di tempat yang berbeda saat senja mulai merona di balik rimbun dedaunan, anak-anak berlarian menyambut mobil sedan chevrolet styleline keluaran tahun 1949 warna abu-abu tua yang memasuki pelataran panti werdha. Beberapa orang tua turut keluar dari ruangan-ruangan tempat mereka beristirahat. 

Ibu panti—wanita asli keturunan Belanda menyambut dengan rentangan tangan begitu Anne turun dari mobilnya. 

“Juffrouw Anneke.” (Juffrouw\= Nona)

 “Anne, Madam,” protes gadis yang memang tak suka dipanggil dengan embel-embel tambahan selain ‘Nduk’.

“Kau itu putri kebanggan keluarga Van Beek, sudah sepantasnya dipanggil dengan sebutan Juffrouw,” ibu panti yang akrab dipanggil Madam, bernama asli Helena, langsung membawa tubuh mungil Anne dalam pelukannya. 

“Tapi aku ini asli keturunan pribumi. Tak ada darah Eropa selain daripada nama yang entah atas keinginan siapa disematkan padaku.” Ia kembali memprotes, dan memang selalu begitu bila bertemu Madam Helena. 

Madam Helena mengurai pelukan, tangan berhias cincin pada jari manisnya mengusap wajah ayu gadis kecil yang sempat membuatnya kagum karena kecerdasannya. 

“Kau sudah semakin dewasa rupanya. Semakin pandai memprotes,” bibir dengan polesan lipstik warna merah tua mengulas senyum hangat, satu tangan tetap bertengger di pucuk kepala, membelai lembut anak rambut yang keluar dari gelungan. 

“Apa yang membawamu kemari, Sayang? Ibu mu bilang kau sedang tertimpa masalah rumit di desa?” tanya madam Helena, sebelumnya memang sempat dihubungi oleh Sulastri. 

“Hanya ingin mengobrol dengan nenek tua dan cucu nya. Juga ingin bermain sejenak dengan bocah-bocah itu.” Anne melambaikan tangan pada anak-anak usia tujuh sampai sepuluh tahunan, berdiri berjejer di depan pintu utama, siap menyambutnya.  

“Kau akan menginap malam ini?” seru madam Helena, kepala nya sedikit terangkat, belaian pada rambut berpindah ke tangan. 

“Hanya semalam. Esok aku harus kembali ke desa, ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan,” jawab Anne. 

“Semalam pun sudah seperti keberuntungan untuk kami semua di sini. Madam akan siapkan kamar, kau bermain lah dulu dengan anak-anak, atau mau langsung menemui nenek tua?” tanya madam Helena kembali.

“Bermain dengan anak-anak dulu,” jawab Anne, lalu berjalan menghampiri anak-anak yang seakan tak sabar ingin menyapanya. 

Panti werdha milik kerabat Petter tak hanya menampung para lansia, tapi juga anak-anak kurang beruntung yang ditinggalkan orang tua nya, atau mereka yang sengaja dititipkan di panti dengan dalih orang tuanya akan pergi merantau—sebuah ironi halus dari pembuangan yang dilakukan diam-diam. 

Tawa hangat merekah dari bibir Anne, tangan terulur menerima satu-persatu salam dari anak–anak, sebelah mengusap pucuk kepala bocah-bocah yang akrab memanggilnya dengan sebutan—Mbak. 

Di tengah keseruannya menyapa anak-anak, gendang telinganya menangkap suara terbata menyapanya dari balik pintu yang belum sepenuhnya terbuka, kepala dengan surai tergelung rapi itu seketika menoleh cepat.

“K-au dat-tang hari i-ini …?”

Bersambung

1
Muhammad Arifin
embo komen OPO
❤️❤️❤️❤️❤️
Anna: Kakak hadir saja author sudah senang, terima kasih, kakak. 🫶
total 1 replies
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
sabarr yaa hanss
ada saat nya Anne jatuh cinta pada mu
Anna: "Kapan?" tanya Hans.
total 1 replies
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
Mbak Wulan
ada info apa
Anna: Sotonya sudah mateng.
total 1 replies
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
pantesan tak tengok blm ada up
nayla tsaqif
Visualnya gk ada kah,, thorr,,?? 🤭
Anna: Sedang di persiapkan, untuk Anne sama yang ada di cover. 🙏
total 1 replies
Ratih Tupperware Denpasar
Kuhadiahi secangkir kopi unt pakde broto dkk biar kuat melek mengawasi cecunguk yg mau menebar pesrisida disawah
Anna: Di sampaikan matur nembah nuwun dari Pakde Broto and the gengsssss 🫶
total 1 replies
rama Rasyidin
sehat sehat Ndoro
Anna: Sendiko dawuh, Gusti. 🙏
total 1 replies
Lylia Yuu
udah bangkotan bjirrrr masih aja 😭
Anna: Nafsu bagai kuda 🫢
total 1 replies
𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
argono anake sopo jane
saudara tiri anne duduu ?
𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully: iyyuuhh , gimna itu sii kecebong meluncurr 🤣🤣🤣
total 2 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
walahhhh , .....
di gelitik pakee jariii too,
🤣🤣
Anna: Pucek kalo kata anak sekarang. 🫢
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
itu ulahmu sendiri man, manukk di umbar sembarangan..
Anna: Di umbar banget nggak tuh 🤣
total 1 replies
Muhammad Arifin
kok gak kapok Kasman iku 😒😒
Anna: kapok lombok kalo kata orang Jawa 🤣
total 1 replies
Lylia Yuu
anak e amina 😭😭
Aisyah Suyuti
good
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
teman tapi menusuk di belakang
apa ngga muall kamu maria
harus akting bermanis2 di depan anne
Anna: real bangetttt, ntar suatu saat tk masukin ke sebuah judul naskah 😆
total 3 replies
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
cangkem mu Maria
wis eruh kedok asli mu topeng mu wujud Rahwana
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅: 🤭 jiian
total 2 replies
Muhammad Arifin
kangenmu ngapusi 😒😒😒
Anna: hanya di bibir saja 🫢
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
hansss ohh hanss
licik juga kau
apa iyaa anne bakal tunduk padamu
jgn2 malah kena seruduk
Anna: Apapun cara akan ditempuh demi sang jelita ... eyaaaaa 🤣
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
siapa yg dendam ke maria
makin ruwett
siap mobat mabitt Maria
Anna: Tebak. 🫢
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
itu pasti pakdhe broto
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!