NovelToon NovelToon
Istri Kedua Kepala Desa

Istri Kedua Kepala Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Sinta harus membayar hutang keluarganya dengan cara dia menikah dengan kepala desa dan menjadi istri keduanya.
Pernikahan ini diatur oleh mama sangat kepala desa dengan harapan agar Sinta bisa membuat sang kepala desa berpisah dengan istri pertamanya.
Sebuah pernikahan yang penuh misteri sampai akhirnya Sinta tahu rahasia yang membuat nya terjebak dalam pernikahan neraka ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Mengerti

"Paman, aku pulang dulu ya? Nanti besok aku datang lagi. Jangan khawatir soal biaya rumah sakit. Serahkan semuanya padaku." pamit Sinta saat hari menjelang sore.

Pamannya mengangguk dan mengantarkan Sinta sampai ke lobby rumah sakit karena bibinya sedang tidur.

Sinta memang memakai uang yang Mahendra berikan padanya. Dua dua bulan Sinta menjadi istri Mahendra. Namun baru kali ini ia menggunakan kartu yang Mahendra berikan padanya. Saat kartu itu diberikan, ada saldo sebesar 50 juta di dalamnya. Dan setiap bulan, Mahendra memberikan padanya 20 juta. Bagi Sinta uang itu terlalu banyak. Sementara dia tak mengeluarkan uang apapun selama tinggal di sana. Untuk belanja keperluan pribadinya seperti bedak, handbody, sabun mandi, pembalut dan tissue, semuanya sudah dibelikan oleh mbo Sarmi sebagai kepala rumah tangga yang ada di mansion Atmaja. Kartu yang ada di ponsel Sinta sudah dirubah oleh Mahendra ke jenis kartu prabayar yang unlimited.

Sinta sudah memesan taxi online yang akan mengantarnya sampai di kampung. Jaraknya juga tak begitu jauh. Hanya sekitar 30 menit saja.

Saat ia tiba di rumah, nampak mama mertuanya juga baru tiba.

"Sinta, dari mana kamu?"

"Dari rumah sakit kecamatan. Bibi aku semalam sakit."

"Kenapa baik taxi online. Kenapa tak minta sopir untuk mengantarmu?"

"Eh, aku buru-buru, ma."

Risna melangkah masuk ke dalam mansion sedangkan Sinta memilih untuk berjalan ke arah taman samping. Di sana ada ayunan dan ia tenang duduk di sana. Sinta juga tak melihat mobil Arsen. Mungkin cowok itu sudah pulang ke kota. Tapi mobil mamanya Arsen masih ada di sana. Di parkir di samping mobil Gizel.

"Nyonya, ngapain duduk di sini? Sudah mau magrib. Nggak baik. Ayo masuk dan mandi." kata mbo Sarmi.

"Iya, mbo. Oh ya, mbo masak apa?"

"Saya nggak masak, nyonya. Ada nyonya Gizel dan nyonya Gina di dapur. Mereka yang menyiapkan makan malam."

"Arsen nggak ada?"

"Katanya ke kota. Tapi mau balik lagi ke sini."

Sinta sebenarnya menginginkan agar Arsen tak kembali lagi ke sini. Berada di dekat lelaki itu membuat Sinta merasa ada getar aneh di dadanya. Bagaimana pun juga ia pernah suka dengan Arsen. Namun dia juga tahu sekarang dia adalah istri dari Mahendra. Sinta tak mungkin membuka hatinya untuk cowok itu.

Akhirnya Sinta pun masuk ke dalam mansion. Ia segera menuju ke kamarnya untuk mandi. Tak lupa dia sholat untuk mencari ketenangan batinnya karena sempat bertengkar dengan Mahendra semalam.

Selesai sholat, Sinta membaca novel kesayangannya. Sebenarnya ia hampir saja tidur, saat pintu kamarnya diketuk oleh mbo Sarmi.

"Nyonya, ayo makan malam. Semua sudah menunggu di ruang makan."

Sinta pun mengikat rambut panjangnya. Lalu segera menuju ke ruang makan.

Mahendra sudah duduk di kepala meja dan saat melihat Sinta, tatapan dingin namun menusuk ke jantung Sinta karena ia merasa ada kemarahan yang sengaja Mahendra simpan.

"Sinta, bagaimana kabar bibi mu?" tanya Gizel. Terlihat jelas ia basa-basi untuk sekedar menunjukkan kepeduliannya pada Sinta.

"Alhamdulillah, sudah membaik." jawab Sinta sambil tersenyum.

"Arsen di mana?" kali ini Risna yang bertanya.

"Arsen sedang ada acara dengan teman-temannya. Tapi dia akan kembali ke sini lagi besok karena wawancaranya belum selesai." jawab Gizel. "Oh ya Sinta, tadi Arsen bilang akan mengunjungi bibimu. Dia nampak khawatir saat mendengar kalau bibimu sakit. Memangnya dia kenal dengan bibimu?" tanya Gizel seakan ingin mengatakan pada Mahendra bahwa Arsen mengunjungi Sinta.

"Iya. Waktu kuliah dulu, Arsen pernah ke rumahku. Makanya dia kenal bibi." jawab Sinta sambil melirik ke arah Mahendra yang nampak tenang menikmati makan malamnya.

Gina sebenarnya agak kesal juga dengan adiknya. Makanya selesai makan malam, ia langsung menginterogasi adiknya.

"Kok kamu nggak bilang kalau Arsen mengunjungi bibinya Sinta?" tanya Gina saat ia sudah berada di kamar Gizel.

"Biar sajalah, kak. Mereka kan berteman."

"Arsen itu masih mencintai Sinta. Kakak justru takut kalau dia akan nekat merebut Sinta dari Mahendra. Apa nanti kata papanya Arsen? Dia akan menganggap Kaku nggak becus mengurus Arsen."

"Kakak, Arsen itu sudah dewasa. Dia tahu mana yang benar dan tidak. Jangan terlalu menekan nya. Nanti hubungan kalian akan menjadi retak."

Gina menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Ia bingung harus bersikap bagaimana.

Sementara Sinta di kamarnya sedang dimarahi Risna.

"Sinta, jangan sampai membuat perasaan Mahendra yang sudah condong kepadamu menjadi berbalik. Mama mendengar kalau kalian kemarin bertengkar. Makanya mama datang. Mahendra itu paling tak suka apa yang menjadi miliknya diganggu oleh orang lain. Jaga sikapmu!" kata Risna dengan wajah kesal.

"Ma, aku dan Arsen hanya berteman."

"Tapi Mahendra tak suka. Jauhi laki-laki itu atau kamu akan menerima sendiri akibatnya jika aku menjual rumah ibumu dan juga bibimu." kata Risna dengan tatapan tajam. "Ke kamar Mahendra sekarang dan minta maaf."

"Tapi ma, ini masih gilirannya mba Gizel."

"Gizel sedang datang bulan. Ayo ke sana!"

Sinta akan membuka pintu namun Risna kembali memanggilnya. "Sinta, ganti bajumu itu dengan gaun tidur."

Sinta terpaksa membuka celana dan kaosnya dengan gaun tidur. Ia membuka rambutnya agar dapat menutupi bagian punggungnya yang terbuka karena sang mertua melarangnya untuk mengenakan kimono.

Dalam hati Sinta memaki. Andai saja tak ada ancaman, ia tak akan mau minta maaf pada Mahendra.

Saat ia akan menaiki tangga, pintu depan dibuka. Nampak Arsen yang baru saja masuk.

"Sinta, Bagaimana bibimu?" tanya Arsen.

"Bibiku sudah lebih baik. Tadi aku telepon, paman mengatakan kalau bibi sudah tidur." kata Sinta sambil menarik sebagian rambutnya ke arah depan untuk menutupi bagian dadanya yang terbuka.

"Baguslah. Kamu mau tidur di atas?" tanya Arsen sambil menahan cemburu di hatinya.

"Aku mau bicara dengan Abang. Selamat malam." pamit Sinta lalu mulai menaiki tangga.

Arsen menelan ludahnya saat melihat tubuh seksi Sinta. Hatinya begitu ingin memeluk tubuh mungil itu namun ia harus bertahan.

Sementara Sinta sudah tiba di depan kamar Mahendra. Tak ada yang membukanya. Sinta memutuskan untuk membuka pintu kamar. Mahendra tak terlihat namun ada bunyi air dari kamar mandi. Sinta menunggu sambil duduk di sofa.

Tak berapa lama, Mahendra keluar. Ia kaget melihat Sinta ada di kamarnya.

"Abang, aku ingin bicara."

Mahendra menatap.Sinta dengan tatapan yang dingin. "Tak ada yang perlu dibicarakan diantara kita."

"Abang......!" Sinta langsung berdiri. Ia menghadang langkah Mahendra. "Abang dengarkan dulu."

"Aku harus ke kamar Gizel."

"Tapi dengarkan aku dulu?"

"Apa yang harus ku dengar? Tentang kamu yang makan berdua dengan Arsen siang tadi?"

"Bagaimana Abang tahu?'

"Aku punya seribu mata di sekitarmu." Mahendra segera meninggalkan Sinta. Gadis itu duduk dengan lesu. Ia tak tahu apa yang harus dilakukannya. Haruskah ia menyerah malam ini?

.

1
Eka ELissa
karna cinta♥️♥️♥️lah pak kades gimana cih 🤣🤣🤣🤣🤣
Azril Ali
dh lama bgt Bru baca lagi..💪 ka autornya.
Enny Olivia: selamat datang
total 1 replies
Fitria Syafei
waduh Emak Gisel dan Arsen Emak... gimana nih ...😲 Emak cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Maria Kibtiyah
duh semoga mahendra ma shinta bisa bahagia
Eka ELissa
bikin Hendra jatuh ♥️♥️♥️♥️dgn mu Sinta.....
nackal kan yg ajarin emak🤣🤣🤣🤣
Enny Olivia: nakal emak kayak gimana ya 😄😄
total 1 replies
Eka ELissa
dasar gizel gundik murahan...🫣🫣🫣 slingkuh ma pilot yg udh punya bini dan mreka ceray juga mungkin karna gundik mcem kmu kan gizel 😡😡🫣🫣
Eka ELissa
yg jawab ikan 🐟🐟🐟 tapi gizel GK ngerti bhsa ikan sungai 🤣🤣🤣🤣
Enny Olivia: ikannya bisa jadi panjang dan keras 🤣🤣
total 1 replies
Fitria Syafei
wow Emak cantik mantaf 🥰 kereen 🥰 terimakasih 😍
Maria Kibtiyah
semoga mahendra dan sinta nanti jatuh cinta
Fitria Syafei
Sinta kereeen 👏 Emak cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Maria Kibtiyah
bagus shinta buat si gizel tersisih
Eka ELissa
Nex.....Mak....♥️♥️🌹🌹🌹🌹
Eka ELissa
Abang bkln dtang ke pondok tau.....dia udh jatuh cinta dengan mu Sinta ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Eka ELissa
tunggu waktu khncuran mu gizel.....🤣🫣🫣
Eka ELissa
up nya jgn lma2 ya Mak...♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Eka ELissa
dia cmburu dgn mu Sinta udh mulai ♥️♥️♥️cinta tu ma bini kedua 🤣🤣🤣👍👍👍
Fitria Syafei
Hendra cemburu nih Yee 🤪 Emak cantik kereen 😍 kereen 😍
Eka ELissa
maak....♥️♥️♥️kmna PK Kades mak
Eka ELissa
Nex Mak.....
Eka ELissa
akhir nya smpe cini juga Mak...♥️♥️♥️dri mlem kmrin kjar bab ♥️♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!