NovelToon NovelToon
Naruto : Sistem Shinobi Tanpa Batas

Naruto : Sistem Shinobi Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Barr

Ren, seorang pemuda yang hidupnya hancur di dunia modern, terbangun di dunia yang ia kenal hanya melalui layar kaca—dunia Shinobi yang penuh dengan darah, air mata, dan pengkhianatan.

​Tepat saat ia lahir di tengah kekacauan serangan Kyuubi, Ren menyadari bahwa ia tidak memiliki garis keturunan klan hebat, tidak memiliki chakra yang melimpah, dan hanya dianggap sebagai sampah oleh dunia.

​Namun, tepat saat ia menginjak usia 6 tahun, sebuah layar transparan muncul di depannya: [Selamat datang, Ren. Sistem Evolusi Shinobi telah aktif.]

​Dengan pengetahuan tentang masa depan yang pahit dan sistem yang memungkinkan segalanya, Ren bersumpah untuk mengubah nasib. Dari seorang anak yatim piatu yang diabaikan, ia akan bangkit, melampaui para Hokage, hingga menantang para dewa yang bermain-main dengan takdir dunia ini.

​Bukan sebagai pahlawan, bukan pula sebagai penjahat. Dia adalah Faktor X yang akan mengubah dunia Shinobi selamanya.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Neji dan Sasuke

​Di bawah kanopi pepohonan yang rapat, kegelapan terasa begitu absolut. Sisa demam akut dari siang tadi masih menyisakan sensasi ngilu di setiap persendian Ren, membuat indikator daya di sudut retinanya berkedip kritis di angka 15%. Tubuhnya butuh asupan biomassa segera.

​Melalui lensa Indra Pelacak Tahap Tiga yang diaktifkan dalam mode intermiten, kegelapan itu terbelah oleh rona termal jingga kemerahan dari kawanan ular viper malam yang bersembunyi di rongga-rongga akar raksasa.

​Ren bergerak tanpa suara, bergelantungan di dahan rendah layaknya predator arboreal. Dengan seutas kawat tipis yang digerakkan oleh jentikan saraf otonomnya, dia menjerat leher reptil pertama. Tanpa cicitan, tanpa deburan daun jatuh. Begitu jemarinya menyentuh bangkai ular yang masih hangat, Sistem langsung melakukan dekonstruksi seluler secara masif.

​[Ekstraksi Biomassa Organik Selesai: +20% Cadangan Energi]

[Status Daya: 35%]

[Efek Fisiologis: Suhu Tubuh Turun Menjadi 37,5°C, Pandangan Visual Mulai Stabil]

​Sensasi hangat yang menenangkan mulai merayap dari telapak tangannya, menepis rasa kebas di lengan kiri. Merasa kapasitasnya belum cukup, Ren melesat lebih dalam ke area rawa kecil di dalam hutan. Kali ini, indranya mengunci target yang lebih besar: seekor musang hutan malam yang sedang mengendap-endap berburu mangsa.

​Ren menjatuhkan diri dari ketinggian tiga meter tanpa ancang-ancang. Lututnya mengunci pergerakan si hewan, sementara telapak tangan kanannya langsung menekan jalur napas musang tersebut hingga lemas dalam hitungan detik. Proses penyerapan kembali diaktifkan.

​[Ekstraksi Biomassa Organik Selesai: +35% Cadangan Energi]

[Status Daya: 70%]

[Efek Fisiologis: Kelelahan Metabolik pada Otot Paha dan Dada Tereduksi Sempurna]

​Napas Ren yang tadinya agak berat kini kembali teratur dan sunyi. Energi murni mengalir deras mengisi setiap sel darahnya yang sempat terkuras. Mengincar kepuasan mutlak, Ren membersihkan satu sarang ular viper terakhir yang berisi tiga ekor indukan berbisa di balik batu lumut. Begitu absorbsi seluler dari ketiga reptil itu selesai, sebuah letupan energi dingin yang menyegarkan menyapu seluruh sirkuit sarafnya dari tulang belakang hingga ujung rambut.

​[Ekstraksi Biomassa Organik Selesai: +30% Cadangan Energi]

[Status Daya: 100% - Kapasitas Maksimum Terpenuhi]

[Status Fisiologis: Homeostasis Sempurna. Seluruh Skenario Tempur Siap Dieksekusi]

​Ren mengepalkan jemarinya. Tubuhnya kini terasa seringan kapas namun sepadat baja, siap untuk meledakkan daya ledak kinetik kapan pun dibutuhkan.

​Namun, tepat saat Ren hendak menarik diri mundur ke arah panti asuhan, indra elektromagnetiknya yang kini telah aktif 100% menangkap distorsi aneh. Dua arus energi besar yang luar biasa kontras mendadak meledak di area kliring hutan yang hanya berjarak beberapa puluh meter di sebelahnya. Ren menurunkan pusat gravitasinya, merayap senyap ke balik rimbun semak belukar pekat untuk mengamati situasi.

Indra elektromagnetiknya menangkap distorsi aneh. Dua arus energi besar yang luar biasa kontras mendadak meledak di area kliring hutan yang hanya berjarak beberapa puluh meter di sebelahnya. Ren merayap senyap ke balik rimbun semak belukar pekat untuk mengamati situasi.

​Di sisi kiri area kliring, siluet Sasuke Uchiha bergerak dalam ritme yang luar biasa cepat. Melalui spektrum visual Tahap Tiga, Ren bisa melihat bagaimana serat otot paha dan lengan Sasuke berkontraksi secara instan sebelum melepaskan rentetan senjata rahasia. Sistem Ren merekam setiap detail mikro: kalkulasi sudut pantulan antarkunai di udara, rotasi aerodinamis, dan bagaimana Sasuke memanipulasi lintasan shuriken menggunakan benang chakra tipis yang nyaris tak kasat mata. Itu adalah Shurikenjutsu tingkat tinggi klan Uchiha.

​Sementara itu, di sisi kanan kliring, pemandangan yang tak kalah impresif tersaji. Neji Hyuga, sang genius dari kelas atas, berdiri kokoh di depan sebuah batang pohon besar. Melalui pandangan energi Ren, sistem sirkulasi chakra Neji terlihat menyala terang benderang. Ren menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana chakra murni dari tangki internal Neji mengalir deras menyusuri jalur meridian lengan, lalu memadat secara ekstrem di ujung-ujung jemarinya sebelum dihantamkan ke target. Jūken—Pukulan Lembut klan Hyuga yang legendaris, menghancurkan serat ban dalam pohon dari dalam tanpa merusak kulit luarnya.

​Masing-masing tenggelam dalam ego dan ambisi latihan mandiri mereka, hingga sebuah anomali kecil terjadi. Gesekan udara dari dahan yang dilewati Ren memicu insting hewani kedua jenius tersebut. Sasuke dan Neji mendadak menghentikan gerakan mereka secara serentak.

​"Siapa di sana?!" Sasuke berteriak rendah. Tanpa menunggu jawaban, tubuhnya berputar di udara, melepaskan dua buah shuriken melengkung yang melesat memotong angin, mengincar tepat ke koordinat semak-semak tempat Ren merunduk.

​[Peringatan: Ancaman Proyektil Fisik & Pemindaian Visual Tembus Pandang Aktif!]

​Ren tidak membiarkan emosinya bergejolak. Sambil mengaktifkan Biometric Masking, dia melakukan gerakan mikro yang luar biasa presisi. Dia tidak melompat atau menghindar secara masif yang bisa memicu suara daun; Ren hanya menggeser kemiringan kepalanya beberapa milimeter ke kanan.

​Sret!

​Bilah baja shuriken lewat tepat di samping telinganya, memotong sehelai rambut hitamnya hingga putus tanpa menyentuh satu pun lembar daun semak di sekitarnya.

​Mendengar arah lemparan Sasuke, Neji tidak tinggal diam. Dia langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Urat-urat di sekitar pelipis dan matanya menegang hebat, menonjol keluar seperti akar pohon yang siap pecah. "Byakugan!"

​Sinar kornea mata Neji memutih, meluncurkan gelombang penglihatan tembus pandang 360 derajat yang menyapu seluruh struktur organik di dalam hutan, menembus lapisan kayu, daun, hingga ke dalam tanah.

​[Mengunci Profil Biologis: Emisi Listrik Tubuh Diturunkan ke 0,02 Mikrowat]

​[Status: Kamuflase Sempurna. Target Dinilai sebagai Komponen Alam]

​Ren mengunci total eksistensinya. Detak jantungnya ditekan paksa di angka 60 bpm, dan emisi listrik sarafnya dijatuhkan hingga ke titik mati terendah. Di dalam layar pandangan monokrom Byakugan milik Neji, koordinat tempat Ren berdiri sama sekali tidak memancarkan sirkuit chakra maupun hawa kehidupan makhluk hangat. Sosok Ren tersamar sempurna sebagai tunggul pohon mati atau batuan dingin yang menyatu dengan vegetasi hutan yang kosong.

​Neji menonaktifkan Byakugannya, lalu mengendurkan kuda-kudanya sambil mendengus kesal ke arah Sasuke. "Hanya angin yang menggeser ranting kering, Uchiha. Berhenti bersikap paranoia dan mengacaukan konsentrasiku."

​Sasuke memicingkan matanya, menatap tajam ke arah semak-semak selama beberapa saat sebelum mendecih pelan. Dia melangkah maju, memungut kembali shuriken-nya yang tertancap di tanah, lalu mulai mengemas seluruh peralatan taktisnya ke dalam tas paha. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi, kedua pemuda klan elit itu berbalik dan meninggalkan area kliring hutan melalui dua jalur yang saling bertolak belakang.

​Suasana hutan lindung kembali sunyi, menyisakan suara derik jangkrik malam yang kembali bersahutan.

​Ren perlahan menegakkan tubuhnya keluar dari bayangan semak pekat. Dia mengembuskan napas panjang secara teratur, membiarkan sirkulasi darahnya kembali ke ritme normal setelah penekanan biometrik yang ekstrem. Di sudut pandang visualnya, rentetan teks hijau dari Sistem mulai bergulir cepat, membawa hadiah yang jauh melampaui ekspektasinya malam ini.

​[Analisis Kinetik Sukses: Berhasil Menyalin Gaya Bertarung Shurikenjutsu (Uchiha) & Mekanisme Arus Chakra Jūken (Hyuga)]

​Ren mengepalkan tangan kanannya yang dibungkus sarung tangan hitam. Di dalam bank data otaknya, memori otot dan kalkulasi trajektori rahasia dari dua klan terkuat di Konoha kini telah terekam secara permanen, siap untuk disimulasikan dan dieksekusi kapan pun dia membutuhkannya. Langkah taktisnya malam ini tidak hanya memberinya daya penuh, tetapi juga senjata baru yang mematikan.

1
Akbar Rifqi
typo
Axel
seringkih bubur itu apa thor?
Axel
dan kesaduran itu apa thor?
Akbar Rifqi: typo k
total 1 replies
Klarasya
lanjutt thorr, semangattt 😻
Mitha: oyong juahattt
total 2 replies
Klarasya
semangatt thorr 😻
Mitha: oyong juahat
total 1 replies
Klarasya
lanjuttt thorrr 😻
Klarasya
semangatt thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!