NovelToon NovelToon
Pangeran Bertopeng

Pangeran Bertopeng

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyelamat / Perperangan
Popularitas:277
Nilai: 5
Nama Author: Anand Mehra

Sudah genap dua puluh tahun pangeran Syah Hang diungsikan. Kini saatnya dia harus kembali ke Kerjaan untuk mengambil hak tahtanya yang sedang diperbutkan oleh dua saudara tirinya. Yaitu Pangeran Hang Djie dan Hang Tsu anak dari selir ayahnya. Karena keserakahan dari selir Tsu En, pangeran asli pewaris tahta harus terasingkan. Tapi takdir kebaikan akan selalu mencari jalannya. Hingga sampailah di hari pangeran Syah Hang pewaris tahta asli kembali dan mendapatkan tahtanya dan memimpin Kerjaan dengan kebijaksanaan.

Tapi kedua saudara tirinya tidak mau tinggal diam. Keduanya bersekutu untuk menjatuhkan pangeran Syah Hang dari tahtanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anand Mehra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pangeran Yang Kembali Ke Istana part 2

"Ayah, apakah ayah benar-benar akan memberikan sebagian wilayah tepi barat kota ke pendekar bertopeng" putri Zhang Haire menuangkan teh hangat kesukaan sang ayah.

"Seorang kesatria itu harus selalu menepati janjinya. Dan ayah sudah berjanji akan memberikan hadiah sebagian wilayah tepi barat kota pada siapapun pemenang sayembara"

Putri Zhang Haire melirik ke More dayang setianya. Matanya berkedip memberi kode untuk More supaya keluar sebentar dari ruangan.

"Hamba permisi ke kamar kecil tuan putri Zhang Haire" More pun mengerti kode dari majikannya.

More pun segera keluar dari ruangan, meninggalkan putri Zhang Haire berdua dengan perdana menteri Dong Zhang.

"Ayah....."

"Ada apa putriku?" Sorot mata perdana menteri Dong Zhang kali ini sayu dan sendu.

Sorot mata yang sangat langka. Bahkan hampir tidak pernah dijumpai dalam kesehariannya.

"Ayah......kenapa ayah bersedih?" putri Zhang Haire memeluk sang ayah dengan penuh kasih sayang.

"Ayah tidak sedih, tapi ayah bahagia"

"Bahagia? Karena apa ayah bahagia?"

"Karena gadis kecil ayah ternyata sudah dewasa" senyuman kecil terkembang di bibir perdana menteri Dong Zhang.

"Lalu apakah Haire selamanya harus menjadi anak-anak? Itu tidak mungkin kan ayah"

"Apakah kamu tau Haire. Seorang ayah akan merasa tenang ketika putrinya sudah mendapatkan pasangan yang bisa menggantikan sang ayah untuk menjaganya" tarikan nafas panjang mengiringi diakhir kalimat perdana menteri.

"Haire masih ingin selalu bersama ayah. Lagipula Haire juga belum menemukan seseorang yang cocok dengan Haire ayah"

Putri Zhang Haire duduk di samping ayahnya. Putri Zhang Haire sadar jika ayahnya sudah tidak muda lagi. Bahkan terlihat sangat tua. Jika takdir berkata, kapan saja ayahnya bisa saja pergi meninggalkannya.

"Ayah hanya ingin melihatmu bahagia bersama pasanganmu kelak. Agar ayah bisa pergi dengan tenang" air mata perdana menteri Dong Zhang perlahan menitik.

"Ayah kenapa bicara begitu? Cukup.....ayah akan selalu menemani Haire kan" Haire memeluk tubuh renta sang ayah dengan erat.

"Kodrat manusia pasti akan pergi meninggalkan dunia fana ini. Jadi kita harus bisa menerima kenyataan sepahit apapun itu putriku" ucapnya sambil mengusap pucuk kepala putri kesayangannya itu.

"Pendekar bertopeng tiba...!!" penjaga mengumumkan kedatangan pangeran bertopeng bersama Wai Hang.

Putri Zhang Haire segera melepaskan pelukannya dari sang ayah. Diusapnya titik air mata yang sempet menggenangi pelupuk matanya.

"Hormat pada perdana menteri" pangeran bertopeng dan Wai Hang memberi hormat.

"Selamat datang tuan bertopeng dan tuan Wai. Silahkan duduklah"

"Terima kasih tuan perdana menteri" Wai Hang dan pangeran Syah Hang alias pangeran bertopeng pun duduk bersampingan.

"Tuan bertopeng dan tuan Wai, aku akan langsung pada tujuanku mengundang kalian" perdana menteri Dong Zhang duduk di depan keduanya.

"Kami mengerti tuan perdana menteri"

"Baiklah, jadi sesuai janjiku tentang hadiah sayembara. Maka aku ingin menyerahkan wilayah kota Wunan kepada tuan bertopeng"

Mata putri Zhang Haire membulat penuh. Mendengar kota Wunan disebut oleh ayahnya. Ada rasa senang yang tiba-tiba menyeruak di hatinya. Wunan adalah kota dimana ia dilahirkan. Tempat yang penuh dengan kenangan-kenangan indah masa kecilnya.

"Maaf tuan perdana menteri. Apakah ini tidak berlebihan. Hamba bukan siapa-siapa. Dan seharusnya sebuah wilayah kota itu dipimpin oleh keluarga istana"

Ucapan pangeran bertopeng membuat kening perdana menteri Dong Zhang berkerut. Karena biasanya siapapun orangnya ketika mendapatkan keuntungan akan langsung menerima tanpa basa-basi apapun. Tapi kenapa justru pangeran bertopeng menolaknya.

"Hampir semua orang menginginkannya, tapi anda malah menolaknya. Anda sungguh istimewa tuan bertopeng" perdana menteri Dong Zhang menepuk-nepuk pundak pangeran bertopeng.

"Wunan kota yang sangat istimewa bagiku. Karena itu aku percayakan pada tuan bertopeng. Karena aku yakin tuan bertopeng pasti bisa menjaga dan memajukan kota Wunan"

"Sebaiknya pangeran harus menimbang kembali untuk mengambil keputusan ini" Wai Hang pun mendekat dan berkata setengah berbisik pada pangeran bertopeng.

"Baiklah tuan bertopeng, aku tidak akan memaksa anda. Jika memang tidak mau menerima wilayah Wunan, maka Wunan akan aku serahkan pada putriku untuk memimpinnya"

"Ayah......." mata putri Zhang Haire membulat penuh.

Dadanya tiba-tiba sesak. Bagaimana mungkin memimpin sebuah wilayah, menjadi seorang istri untuk mengurus sebuah rumah tangga saja belum ia bayangkan.

"Tuan putri ada aku yang akan selalu mensupport mu" More muncul sambil membawa dua nampan buah-buahan segar.

"Ini urusan negara More. Jangan main-main" putri Zhang Haire mendekati sang Ayah.

"Mana mungkin Haire bisa ayah .... Sebaiknya biarkan pendekar bertopeng yang menjadi pemimpin wilayah Wunan. Dan....aku menjadi wakilnya saja"

Deg.....

Entah ide darimana tiba-tiba saja muncul di otak Haire. Sejujurnya Haire memang benar tidak mungkin bisa menjadi seorang pemimpin wilayah secara tiba-tiba. Tapi tidak seharusnya juga ia menawarkan diri menjadi wakil pemimpin. Tapi yang jelas itu karena Haire sungguh selalu ingin bisa berada dekat dengan pangeran bertopeng. Dan ketika kesempatan itu muncul, Haire tidak akan menyia-nyiakannya.

"Bagaimana tuan bertopeng, itu usul dari putriku. Jika anda mau menerima wilayah Wunan, maka putriku akan menjadi wakil anda memimpin Wunan" pandangan perdana menteri Dong Zhang terlihat penuh harapan pada pangeran Syah Hang.

"Perdana menteri, hamba mohon waktu untuk memutuskannya"

"Baiklah, aku harap secepatnya anda memberikan keputusannya"

"Kalau begitu kami undur diri dulu perdana menteri" ucap Wai Hang sambil memberi hormat.

"Tapi sebaiknya mari kita cicipi dulu jamuannya" perdana menteri Dong Zhang pun menyodorkan buah anggur terbaik dari kebun istana tepi barat kota.

"Baiklah tuan" pangeran bertopeng pun memakan anggur itu dengan cara sedikit mengangkat topeng Hua Khon nya.

Di saat itu juga, putri Zhang Haire dan More saling melirik serta mengawasi pergerakan pangeran bertopeng secara seksama. Harapan mereka hanya ingin bisa melihat wajah asli dari pangeran bertopeng.

"Haire.....apa kau sakit?" perdana menteri Dong Zhang melihat anaknya sampai memerengkan wajahnya berlebihan.

"Oh tidak ayah...aku baik dan sehat" putri Zhang Haire terkekeh malu sendiri menyadari tingkahnya.

"Dia benar-benar membuatku jatuh" ujar putri Zhang Haire sambil tersenyum sendiri.

"Ada yang sedang terbakar tapi bukan api"

"More......" mata putri Zhang Haire mendelik ke More.

Pangeran bertopeng pun malah tersenyum dari balik topengnya begitu melihat tingkah dari putri Zhang Haire dengan sang dayangnya.

"Wah anggurnya segar sekali" Wai Hang melahap anggur yang tersaji untuknya.

"Cobalah yang hijau tuan" Sahut More yang kali ini membuat putri Zhang Haire mendengus kesal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!