Seorang pemuda tampan dari sebuah alam bawah dan dari sebuah perkumpulan keluar SING yang ada di sebuah wilayah mencoba dan terus mencoba. Entah apa yang akan di laluinya.
simak terus jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Aiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NoNa MENG DISE...
Di atas panggung, Nona MENG DISE mulai menjelaskan cara lelang kali ini.
"Baiklah, untuk lelang kali ini di bagi menjadi dua sesi. Sesi pertama ada dua puluh item yang akan di lelang. Di sesi kedua kita akan melelang beberapa informasi item, termasuk item utama. Mengerti kalian!" Ucap Nona MENG DISE sedikit menjelaskan.
Para peserta yang mendengarnya sangat bersemangat. Mereka ingin secepatnya melakukan penawaran. Setelah mendengar banyaknya item yang akan di lelang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang cuma beberapa item saja.
"Baiklah, berhubung karena kalian sudah tidak sabar ingin melakukan penawaran. Maka dengan ini lelang resmi di buka!"
Untuk item pertama yang akan kami lelang berupa..
"Bawa kemari" Ucap sang Nona MENG DISE sambil melihat kearah belakang panggung.
Beberapa gadis berjalan dari arah belakang panggung sambil membawa beberapa barang yang akan di lelang pada sesi pertama.
Nona MENG DISE berjalan kearah kiri menuju kearah barang yang tertutup kain hitam dan langsung membukanya.
"Untuk item pertama adalah Teknik pukulan besi, kami buka harga awal sebanyak lima ratus koin emas. Apakah ada yang mau menaikkan harga?"
Tanya Nona MENG DISE menatap kearah para peserta yang ada di depannya.
Baru saja Nona MENG DISE menyelesaikan ucapannya. Tiba-tiba ruangan itu menjadi riuh oleh seseorang yang menaikkan harga item tersebut.
"Enam ratus koin emas!'
"Tujuh ratus koin emas!"
'Delapan ratus koin emas!"
"Sembilan ratus koin emas!'
"Seribu koin emas!"
Harga penawaran semakin lama semakin meningkat hingga menjadi seribu tiga ratus koin emas.
"Apakah tidak ada lagi yang ingin menaikkan harga untuk item pertama ini!" Ucap Nona MENG DISE sambil menatap kearah para peserta, ia berharap ada peserta lain yang mau menaikkan harga item ini.
Setelah di tunggu beberapa menit, tidak ada lagi orang yang mau menaikkan harga item ini.
Baiklah, untuk di item pertama ini terjual dengan harga seribu tiga ratus koin emas kepada para peserta yang ada di sebelah kiri.
Acara lelang terus berlanjut hingga tiba pada item ke lima belas berupa pedang panjang dengan harga tiga ribu koin emas.
Item ini pun jatuh kepada para peserta yang ada di ruangan bawah dengan harga tujuh ribu koin emas.
Begitu juga item ke dua puluh yang berupa Kapak besar, juga di menangkan oleh peserta yang ada di ruangan bawah dengan harga sepuluh ribu koin emas.
Untuk para peserta yang ada di ruangan VlP maupun para peserta yang ada di ruangan tingkat dua, tiga,empat lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, maupun sembilan belas. Belum ada satupun yang coba menawarkan harga. Mungkin mereka tidak tertarik akan semua barang yang telah di lelang tadi.
Termasuk juga SING KANG, dia masih asyik mengobrol dengan Tetua MENG DI dan manager MENG TENG sambil menikmati Tuak Kayangan dan beberapa cemilan.
"Untuk sesi pertama, semua barang telah habis terjual. Bagaimana, apakah tuan tuan, nyonya, tuan muda merasa puas dan masih bersemangat?" Tanya Nona MENG DISE sembari menatap kearah semua peserta lelang dengan senyum menggoda.
Baiklah, sebelum memasuki sesi kedua. Ada satu item lagi yang belum kami keluarkan. Item ini termasuk barang utama, tapi oleh karena pemiliknya tidak ingin di masukkan kedalam item utama. Terpaksa pihak kami melelangnya pada sesi pertama.
"Bawa kemari!" Nona MENG DISE berseru sembari matanya melihat kearah belakang panggung.
Sorang pelayan wanita datang membawa suatu benda yang tertutup kain putih.
Nona MENG DISE datang kearah sang pelayan itu langsung membuka kain penutup. Terlihatlah sebuah benda seperti besi berkarat dan sangat besar. Tapi sangat ringan seperti kapas.
SING KANG yang melihatnya langsung sangat terkejut, ia sudah di bisik oleh Kakak rajawali petir bahwa benda itu adalah sebuah Teknik yang sudah di segel menjadi sebuah besi yang sangat ringan bobotnya.
"Baiklah, untuk barang ini. Kami pihak Gedung HARTA dan SUMBERDAYA belum tau benda apa ini dan juga kegunaannya. Bahkan orang yang melelang dan menemukannya juga tidak tau benda apa ini" Ucap Nona MENG DISE sedikit menjelaskan.
Semua peserta di dalam gedung tersebut menjadi terdiam dan kebingungan. Terlebih lagi benda itu tidak memancar apapun, tidak ada ada energi, tidak ada sedikitpun kehidupan yang ada di dalamnya. Sungguh sangat aneh.
SING KANG terus memperhatikan benda tersebut dengan sangat antusias.
"Untuk item yang ini kami pihak Gedung HARTA dan SUMBERDAYA menawarkan harga dua puluh ribu koin emas" Ucap Nona MENG DISE.
Semua peserta lelang sangat terkejut mendengar harga dari benda tersebut.
Tiba tiba terdengar sebuah suara yang langsung membuat seisi gedung tersebut menjadi gempar.
"Aku menawarkan Tiga puluh ribu koin emas" Ucap SING KANG dengan santai.
Para peserta lelang mulai mengalihkan pandangannya kearah ruangan VIP no dua tempat SING KANG berada.
Mereka semua nampak sangat penasaran dengan orang yang ada di dalam ruangan VIP no dua.
Bukan itu saja, bahkan Tertua MENG Di dan Manager MENG TENG juga sangat terkejut. Mereka mengira bahwa tuan Muda SING KANG sudah gila mau menawar barang yang pihak Gedung HARTA dan SUMBERDAYA saja tidak tau benda apa itu.
"Tuan muda!" Ucap Paman TIGER LON menatap kearah SING KANG.
SING KANG tersenyum kearah Paman TIGER LON dan berkata.
"Paman TIGER LON tenang saja, aku merasa tertarik dengan benda yang sangat unik ini" Ucapnya.
"Empat puluh ribu koin emas!"
Tiba-tiba terdengar sebuah suara memecah kesunyian di tempat tersebut.
Semua orang yang ada dalam gedung itu mengalihkan tatapannya kearah ruang VIP no dua. belas.
Sekarang terjadi persaingan sengit antara peserta ruangan VIP nomor dua dan ruangan VIP nomor dua belas.
Semua orang mulai membicarakan dan penasaran dengan dua orang yang sudah gila menawarkan barang sampah yang tidak berharga dengan harga yang sangat mahal.
"Lima puluh ribu koin emas" SING KANG mencoba menaikkan harga lebih tinggi lagi.
"BOCAH!" Teriak sebuah suara dari ruangan VIP nomor dua belas dengan marah.
Dia sungguh tidak menyangka dan menduganya bahwa bocah yang ada di dalam ruangan VIP nomor dua berani menaikkan harga lagi semakin tinggi.
Ruangan itu menjadi hening, bahkan ada para peserta yang menggelengkan kepalanya. Mereka yang menggelengkan kepalanya sudah tau siapa yang ada di ruangan VIP nomor dua belas lewat suaranya.
Manager MENG TENG juga menggelengkan kepalanya dan menatap kearah Ayahnya MENG DI.
Melihat tatapan Anaknya MENG TENG yang penuh harap.
Tetua MENG DI menatap kearah SING KANG dan sedikit menjelaskan mengenai siapa orang yang berada di ruangan VIP nomor dua belas tersebut.
"Tuan Muda SING KANG! Orang yang ada di dalam ruangan VIP nomor dua belas adalah Orang dari Aliansi KANDOLE. Tetua kedua puluh MO DANG dan Tetua sembilan belas MO DAL. Orang orang dari aliansi KANDOLE sangat licik, kejam dan bertangan ganas"
"Para anggotanya saja sering berbuat mesum dan berbuat jahat, mereka juga tidak segan segan membunuh mangsanya, bahwa sering menindas keluarga Keluarga yang lemah" Ucap sang Tetua MENG DI sedikit menjelaskan.
Dukung terus cerita ini dengan cara sebagai berikut...
Like...
vote...
Hadiah...
Iklan...
Suka.
Vaforite...
Jangan lupa masukan dan sportnya...
Ada kelanjutannya pada halaman sebelah kanan tunggu aja ya...