NovelToon NovelToon
Cinta Tak Sehangat Mentari

Cinta Tak Sehangat Mentari

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:146.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Dini Thamara

Aditya permana, dokter muda yang terpaksa harus kehilangan cintanya, lantaran kekasihnya yang bernama Nadia mahardika, menikah dengan ayahnya sendiri, tanpa sepengetahuannya. Hubungan yang tidak harmonis antara Adit dan ayahnya, semakin memanas ketika mengetahui kekasihnya menjadi ibu tirinya. Sejak kematian ibunya, hanya Nadia lah tempatnya mengadu.

Suatu ketika, pertemuan tidak sengaja Aditya dan Alexa terjadi, Alexa bekerja di bawah tanggung jawab Aditya, Aditya yang selalu bersikap dingin, suatu saat menjadi luluh dan mulai mencintai Alexa.
Tapi sebuah teror melanda, Aditya harus bekerja keras bersama Rangga, sahabatnya untuk dapat mengungkap sang peneror.


Hingga sebuah insiden terjadi, membuat Aditya harus kembali hancur untuk kedua kalinya, tapi sebagai seorang dokter, Aditya harus profesional dalam pekerjaannya, di tengah kesibukannya, Aditya tetap menjalankan misinya untuk mengungkap pelaku kejahatan itu.


Lalu bagaimana setelah itu?

Siapakah sang peneror sebenarnya?

Dan ada motif apa dibaliknya?

yuk baca kelanjutan ceritanya.

beri dukungan untuk author ya, terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Dini Thamara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diantara mereka berdua.

Sudah tiga hari sejak operasi Nadia berlangsung, tapi Nadia belum kunjung siuman, Adit yang setiap hari selalu menjaganya menjadi sangat khawatir.

Trekk..

Terdengar suara pintu ruangan itu di buka, Adit menoleh dan melihat Anita sedang berdiri disana.

"Ada apa?" tanya Adit yang pandangannya kembali fokus pada Nadia.

"Dokter ada pasien yang harus segera di operasi" jawab Anita pelan.

Adit diam sejenak, sebenarnya dia tidak ingin meninggalkan Nadia sendirian walaupun untuk beberapa saat.

"Hm, baiklah aku akan kesana"

Anita menunduk hormat dan keluar dari ruangan itu, kini kembali hanya Adit dan Nadia yang berada di ruangan itu.

"Aku akan segera kembali" ucap Adit pelan kepada Nadia yang masih terbaring lemah.

Adit segera menuju ruang operasi, dia melaksanakan tugasnya dengan tenang, Adit memang seorang dokter yang profesional tidak heran jika banyak dokter dari luar kota bahkan luar negeri yang meminta bantuannya.

Begitupun dengan Alexa, walaupun hatinya sedang kalut, tapi dia tetap membantu operasi dengan tenang dan mengesampingkan urusan pribadinya.

***

Setelah tujuh jam melakukan operasi, akhirnya mereka bisa beristirahat, pasien dibawa keruang perawatan khusus pasca operasi.

Adit segera keluar dari ruangannya setelah berganti pakaian.

"Tuan" panggil Alexa.

Adit yang mendengar panggilan itu segera menoleh dan melihat Alexa yang sedang berdiri di belakangnya.

"Bisakah kita bicara sebentar" lanjut Alexa.

Adit terlihat sangat bingung, disisi lain dia harus kembali merawat Nadia sedangkan Alexa adalah kekasihnya.

"Nona Nadia sudah siuman" seorang perawat berlari menuju ruangan Nadia.

Mendengar kabar itu, Adit ikut berlari menuju ruangan Nadia, Dia kembali meninggalkan Alexa yang masih berdiri menunggu jawabannya.

Alexa kembali merasakan kecewa di dalam hatinya, tanpa disadari dari sudut ruangan yang jauh Irwan sedang menatapnya.

**

Ruangan Nadia.

"Nadia, kau sudah siuman?" tanya Adit setelah perawat selesai memeriksanya.

"Iya" jawab Nadia.

"Syukurlah, aku sangat senang" Adit menggenggam tangan Nadia erat.

Nadia tersenyum merasakan kehangatan yang di tunjukkan Adit kepadanya, di dalam fikirannya dia teringat masa lalu saat mereka masih bersama.

Adit sangat telaten dalam merawat Nadia, dia bahkan menyuapi Nadia dengan penuh kasih sayang.

"Adit, aku bosan didalam kamar, aku ingin keluar" ucap Nadia.

"Kau mau kemana, kau masih lemah Nadia" jawab Adit.

"Aku akan sangat lemah jika harus selalu berada di ruangan ini Dit" ucap Nadia dengan wajah memohon.

"Hm, baiklah. Aku akan mengajakmu keluar, tapi kau harus habiskan makananmu dulu".

Nadia terlihat senang, dia segera menghabiskan makanannya dengan suapan-suapan dari Adit.

Setelah selesai, Adit segera membawa Nadia menuju taman yang ada di rumah sakit dengan menggunakan kursi roda.

Nadia terlihat sangat bahagia, kini mereka berada di bawah pohon yang rindang dengan di temani suara musik alami dari kicauan burung-burung di sekitar pohon itu.

"Bagaimana kabarmu nona Nadia?"

Adit dan Nadia melihat ke sumber suara, ternyata disana sudah berdiri Alexa dengan senyuman di wajahnya.

"Aku sudah lebih baik" jawab Nadia pelan.

"Syukurlah, kau pasti tidak akan kekurangan apapun selama dokter Adit bersamamu" ucap Nadia sambil menatap Adit.

"Ah, iya"

"Apa kau tidak ada pekerjaan?" tanya Adit kepada Alexa.

"Tidak ada, aku sudah selesai mengerjakan tugasku" jawab Alexa sambil melipat kedua tangan di dada.

"Hm, begitu ya" jawab Adit.

Kini mereka bertiga berada di bawah pohon yang sama, Alexa selalu mengajak Nadia bicara hingga tidak ada kesempatan untuk Adit dekat dengan Nadia.

"Kepala ku pusing, aku ingin istirahat" ucap Nadia sambil memegang kepalanya.

"Baiklah, aku akan mengantarmu" ucap Adit, dia sudah siap mendorong kursi roda Nadia, tapi Alexa ikut memegang kursi roda itu membuat Adit terkejut.

"Biar aku saja" ucap Alexa dengan senyuman di wajahnya.

"Tapi..."

"Kau harus membantu dokter Rangga tuan Adit, dia sedang menunggumu di ruang operasi" Alexa menunjukkan ponselnya yang berisi pesan dari Rangga.

Adit melepas pegangan kursi roda Nadia, Alexa segera membawanya ke kamar.

**

Malam harinya.

Nadia sedang duduk bersandar di tempat tidurnya sambil membaca novel kesukaannya, tiba-tiba seseorang membuka pintu dan masuk tanpa permisi.

Nadia terkejut dan meletakkan buku novelnya di tempat tidur.

"Tuan Brata? kau kesini di jam seperti ini?" tanya Nadia.

"Apa kau sudah merasa baikan?" Brata balik bertanya.

"Hm.." jawab Nadia menganggukan kepalanya.

"Ini, tanda tangani berkas ini" Brata menyerahkan sebuah berkas kepada Nadia.

Nadia menerimanya dan segera membaca isi berkas itu.

"Apa ini tuan? kau ingin menceraikanku?" Nadia sangat terkejut.

Brata sedikit berjalan dan kini membelakangi Nadia.

"Aku tidak ingin bertahan dengan pernikahan palsu, bukankah kau juga begitu? setelah kita bercerai kau bisa menjalin hubunganmu kembali dengan Aditya" ucap Brata.

Nadia hanya terdiam sambil terus menatap berkas yang ada di tangannya.

"Kau bisa fikirkan itu terlebih dahulu, aku tidak akan terburu-buru" ucap Brata yang kini berdiri di hadapan Nadia.

"Sudah sangat larut, kau istirahatlah, setelah kau memutuskan kau bisa hubungi aku" Brata melihat jam tangannya dan pergi meninggalkan Nadia.

Nadia masih tetap tidak percaya dengan keputusan Brata, dia terus membaca isi surat itu sampai puluhan kali.

Disisi lain.

"Alexa.." Adit menarik tangan Alexa yang sedang berjalan melewatinya.

"Lepaskan!" Alexa terlihat kesal.

"Ada apa denganmu? kenapa kau seperti ini?"

Alexa berbalik dan menatap Adit yang berada di hadapannya.

"Aku?, bukan aku tuan, tapi kau" Alexa menunjuk dada Adit.

"Kenapa? apa yang salah denganku?"

Alexa menyeringai sambil melipat tangan di dadanya.

"Apakah kau masih mencintai Nadia?" tanya Alexa tiba-tiba.

Adit terdiam mendengar pertanyaan Alexa.

"Kenapa? kau tidak bisa menjawab? baiklah itu sudah cukup bagiku".

Alexa pergi meninggalkan Adit yang masih berdiri di tempatnya.

"Kau, apakah kau memiliki hubungan dengan Irwan?" Adit sedikit berteriak membuat Alexa menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Adit.

Adit berjalan mendekati Alexa dan memegang erat tangannya.

"Aku melihatmu berada di pelukan Irwan malam itu" ucap Adit.

"Hah, aku bahkan melihatmu selalu menangisi Nadia" jawab Alexa.

Adit diam sejenak mendengar ucapan Alexa.

"Aku hanya merasa harus bertanggung jawab kepadanya, karena aku yang menyebabkan kecelakaan itu"

"Benarkah? apa hanya itu?"

"I-iya, hanya itu"

Alexa tersenyum sinis dan pergi meninggalkan Adit, Adit hanya memandang kepergian Alexa tanpa berkata apa-apa.

Adit duduk terdiam di kursi yang berada disana dia hanya menatap langit-langit ruangan itu dengan tatapan kosong.

"Begitu kah rasanya menjadi orang tampan?"

Adit melihat ke arah sumber suara, ternyata Rangga sedang berjalan mendekatinya.

"Ini!" Rangga memberikan segelas kopi hangat kepada Adit dan duduk di sampingnya.

Adit dan Rangga meminum kopi itu secara bersamaan, Rangga kembali menatap Adit yang sepertinya sedang bingung.

"Apa yang terjadi sebenarnya Dit?" tanya Rangga.

"Soal apa?" jawab Adit sambil menyeruput kopi hangatnya.

"Kenapa kecelakaan itu bisa terjadi, apakah kau sedang dalam masalah?"

Adit kembali terdiam, dia meletakkan gelas kopi itu di kursi yang berada di sebelahnya.

"Baiklah kalau kau tidak mau bercerita kepadaku" Rangga meminum kopinya.

"Sebenarnya pagi itu aku bertengkar dengan pria brengsek itu" ucap Adit.

"Hah, memang apa yang dia katakan sampai kau begitu marah?"

"Semua kata-katanya bagai bumerang bagiku Ngga, dia melemparnya kepadaku dan aku mengembalikannya"

"Kalau selalu begitu, kalian akan salah paham terus sampai kapanpun, sudahlah aku pergi dulu".

Rangga pergi meninggalkan Adit dan kembali ke ruangannya, dia mengemas barang-barangnya dan kembali ke rumah, sementara Adit masih duduk termenung di kursi itu sambil memejamkan matanya.

1
Nelly Djunaidi
terlampau banyak konfliknya gaje
Nelly Djunaidi
penasaran banget nih 🤭 siapa sih yg suka bikin teror itu??
Nelly Djunaidi
Nadia kah otak semua peristiwa ini,??
Nelly Djunaidi
siapa sih yg meneror terus menerus ini??
Nelly Djunaidi
knapa Nadia jadi kek penggoda gitu ya, apa karena ibu tirinya??
Nelly Djunaidi
jadi kepo...siapa tuh yang gak suka liat Adit dan Alexa. akrab
Tatik Purwaningsih
kecewa masa iya peran utama Mala mati
Inez Cacha Maulida
terlalu berbelit dari awal ceritanya
mega keyna
judulnya cakep thor,tp kenapa mlh adit yg mati bukanya yg mati itu nadia,secara nadia udh tau kejahatan kakaknya,tp kenapa malah bahagia hidupnya,dan di sini yg bene2 kehilangan itu bukan keluarganya,tp alexa,kl ada yg bilang atau author bilang keluarganya bahagia itu bohong dan munafik,kenapa sy bilang begitu,mana ada yg mau menerima adik dr se org yg membunuh anaknya atau keluarganya,harusnya nadia jg harus tdk ada di kehidupan mereka lg,kl ada yg bilang bisa memaafkan itu hanya di mulut,mana ada shi yg bsa menerima,,,, udh seru dr awal baca tp endingnya mengngecewakan,,,, haissss,,,, nyesel baca smp akhir aku.
mega keyna
perempuan itu udh pasti nadia...
mega keyna
paling dalangnya nadia,,,,, gelagatnya sudah mulai ketahuan,,,,
krisan
lanjut
IG: @rossy_dildara
Hai Thor aku mampir nih. mampir juga di ceritaku yang berjudul MENIKAH DI ATAS PERJANJIAN yaaa
RN
mampir lagi kk saling support sukses bersama
feedback nya ya kk
Yuliana Ga
kenapa lama sekali lanjutanx.
Yuliana Ga
lanjut thor.
Susi Ana
semangat, mampir ya
Ibunya Esbelfik
semangaaaaaatttt💪💪💪💪💪💪
awaa
semngat akak...
SIMPANAN OM AROGAN
jangan lupa mampir semua
IG harumini_12
Salam dari
CUKUP! Aku Dan Anakku

Semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!