NovelToon NovelToon
ANAK RAHASIA SANG SUPERSTAR (REVISI)

ANAK RAHASIA SANG SUPERSTAR (REVISI)

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: HANA ADACHI

Bertemu kembali dengan Althan Alaric, mantan pacarnya yang sekarang menjadi aktor terkenal, bukanlah kabar baik bagi Vivi. Ia berusaha menjauh, tapi pria itu seolah sengaja mendekatinya untuk membalas dendam.

Vivi bisa memahami alasan Althan bersikap demikian. Namun masalahnya bukan itu. Jika Althan terus berada di dekatnya, Vivi takut pria itu akan mengetahui keberadaan Mikaila, anak yang dirahasiakan Vivi selama ini. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Sanggupkah Vivi terus menyembunyikan anak itu dari sang superstar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HANA ADACHI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Cari Apa?

"Loh, gelangku mana?"

Vivi dibuat terkejut karena gelang benang merah yang setiap hari Ia bawa tiba-tiba sudah tidak ada di dalam tas. Hal itu membuatnya panik, lantaran belum pernah sekalipun Vivi meninggalkan benda itu dimanapun. Vivi menganggap benda pemberian Althan itu sebagai jimat, makanya dia selalu membawanya kemana-mana.

Vivi mencoba membongkar tasnya, mengeluarkan seluruh isinya dengan sedikit panik.

"Hah?! Ilang? Jangan jangan jatuh?"

Vivi mencoba mengingat ingat, kapan terakhir kali ia membawa benda itu. Matanya terbelalak saat ia menyadari sesuatu.

"Jangan jangan, ketinggalan di apartnya Althan?"

Vivi kembali teringat kejadian tadi pagi, saat dirinya tak sengaja melihat Althan yang sedang berciuman dengan Kamelia. Ia sangat terkejut dan hal itu membuat semua barang barang yang ada padanya jatuh, termasuk tasnya. Mungkin gelang itu jatuh pada saat itu.

"Gawat nih, gawat! Bagaimana kalau Althan sampai tau?"

Vivi buru buru menyambar ponselnya, bimbang sejenak mau menghubungi siapa. Kalau menghubungi Althan, jelas tidak mungkin, akan ada banyak pertanyaan dari pria itu, kalau kalau ia masih ingat dengan gelang pemberiannya sendiri.

"Ah, Mas Roni," Vivi bergumam sembari mencari riwayat panggilan telepon. Nama kontak Roni tepat berada di paling atas. Vivi langsung menghubunginya.

"Halo?" Tak butuh waktu lama, langsung terdengar suara Roni dari seberang sana.

"Ada apa, mbak Vivi?"

"Eng, itu Mas, saya mau tanya..." Vivi berkata ragu ragu.

"Iya Mbak, ada apa?"

"Itu... Mas Roni ngeliat barang saya yang ketinggalan di sana nggak?"

"Barang? Barang apa mbak?"

"Eng, itu.. dia gelang, tapi benangnya warna merah. Terus ada inisial A sama V di manik maniknya,"

"Oh, aku nggak liat mbak. Coba ku cari dulu ya,"

"Iya Mas, minta tolong banget ya..."

"Oke mbak, tunggu sebentar,"

Lalu telepon terputus.

Vivi menunggu dengan harap harap cemas. Ia berharap, Roni bisa menemukan benda itu, tapi di sisi lain, ia berharap kalau benda itu tak pernah ada di sana, supaya tidak ada kemungkinan Althan menemukannya. Entahlah, dia juga bingung dengan keinginannya sendiri.

Setelah lima belas menit berlalu, ponsel Vivi berdering. Roni memanggil. Vivi langsung mengangkatnya.

"Ya Mas? Gimana? Sudah ketemu?"

"Nggak ada Mbak, saya nggak nemu apa apa di dalam sini. Apa mungkin sudah ditemukan yang lain ya, mbak? Coba saya tanya bibi tukang bersih bersih atau Althan, ya?"

"Eh, jangan Mas!" Saking paniknya, Vivi sampai berdiri. "Ng-nggak usah tanya siapa siapa, nanti saya cari sendiri aja kalau boleh,"

"Boleh sih mbak. Kebetulan nanti sore Althan ada jadwal rapat sama salah satu brand. Mbak bisa kesini aja kalau nggak enak sama Althan,"

"Eh, beneran Mas saya sendirian ke sana aja? Emang boleh?"

"Boleh aja sih, mbak, Nanti saya kasih kode aksesnya,"

"Eh, tapi... jangan deh Mas. Saya khawatir nanti kalau ada barang yang hilang gimana,"

"Gampang Mbak, kan sudah ada CCTV. Lagian, kalau Mbak Vivi emang berniat jelek, seharusnya dari awal Mbak Vivi kesini sudah ada barang yang hilang. Tapi buktinya nggak ada, kan?"

Vivi menghela napas lega. Ternyata ada solusi semudah ini. "Terima kasih ya Mas,"

"Iya mbak, sama sama,"

Vivi menutup telepon sambil tersenyum lega. "Mudah mudahan benda itu masih ada di sana, Aamiin.."

...----------------...

Sore harinya, Vivi langsung menuju ke lokasi.

Benar saja, apartemen itu tampak sepi, sepertinya Althan dan Roni sudah pergi.

Berbekal kode akses yang diberikan Roni, Vivi bisa masuk ke dalam apartemen dengan mudahnya. Ketika ia masuk, apartemen tersebut gelap gulita.

Vivi tidak mau repot-repot menghidupkan lampu. Ia tak mau menarik perhatian dari penghuni lain, maupun Althan yang nanti pulang ke apartemen.

Vivi tahu betul, Althan adalah orang yang sangat teliti. Ia bisa tahu ada orang yang masuk ke rumahnya atau tidak hanya berdasarkan posisi benda-benda kecil, entah itu letak remote yang bergeser sedikit, lipatan selimut yang berubah, atau bahkan arah gagang pintu yang tak lagi sama.

Karena itu, Vivi melangkah hati-hati dalam gelap. Setiap langkahnya pelan, hampir tanpa suara. Ia mengingat-ingat posisi barang yang pernah ia lihat sebelumnya, berusaha tidak menyentuh apa pun yang tidak perlu.

Untuk membantu penerangan, Vivi menyalakan senter ponselnya, lalu mulai mencari letak gelangnya di ruang tengah. Ia mencoba mengingat-ingat, di mana kira-kira benda itu terjatuh.

Vivi melongok ke bawah sofa. Ia menunduk lebih dalam, bahkan sampai berlutut, mengarahkan cahaya senter ke sudut-sudut yang gelap.

Debu tipis terlihat, juga beberapa benda kecil yang tak penting seperti kancing baju, kertas kusut, bahkan satu koin yang entah sejak kapan terselip di sana.

“Aduh, kok nggak ada sih…” gumamnya pelan, sedikit kesal. "Dimana ya jatuhnya…”

Ia menjulurkan tangan, meraba-raba bagian bawah sofa, berharap jemarinya menyentuh sesuatu yang familiar. Namun nihil.

Benda itu tak ketemu.

Vivi mendesah pelan, lalu bangkit sedikit, menggeser posisi untuk melihat dari sudut lain.

Saat itulah...

“Cari apa?”

Suara rendah itu tiba-tiba muncul dari belakangnya.

Vivi langsung membeku.

Perlahan, dengan gerakan sangat pelan, ia menoleh.

Di sana, berdiri Althan. Tegak, dengan ekspresi datar, matanya menatap lurus ke arah Vivi.

"Cari ini?" tanya pria itu sambil tersenyum tipis. Di tangannya… tergantung gelang benang merah milik Vivi.

1
Muft Smoker
kayakny ny ad yg gx berees niih ,,
semoga althan segera tau kebenaran ny ,, klo vivi ninggalin dy krn Selina ,,
mungkin vivi di bawah ancaman Selina ,,

next kak
Shee_👚
andai kan roni tau kenapa mereka berpisah juga bakalan iba, selina itu emang harus di kasih pelajaran. kapan ya vivi ngaku kalau dia pergi karena atas perintah Selina
Shee_👚
bukan mantan, lebih tepatnya di paksa jadi mantan😏
kalau kamu g membuat mereka berpisah juga g bakalan mereka pisah😡
Muft Smoker: sabar kak ,, jgn emosii ,,
yuuuk mending pecat aj Selina jd kodok ,, jggn jd manusia lgiii ,,
jd org koq licik ,, 😒😒😒😒😒
total 1 replies
Shee_👚
sumber uang selina dari hasil kerja keras althan. dan hidup althan di buat menderita karena ulah selina😏
aliyya
ap yg udh selina katakan ke roni, tentang althan dan vivi sampai roni ky marah bgt bgtu ,,,,
Shee_👚: yang pasti mengatakan yang tidak-tidak kak, intinya dia jelekin vivi
total 1 replies
Muft Smoker
jgn2 yg nyuruh vivi ninggalin althan tu Selina gemezzz ,,
/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Shee_👚
tes DNA althan biar vivi g bisa ngelak lagi.
sebenarnya vivi juga pengin ngaku kalau Mikaila anak althan, tapi dia takut kejadian masa lalu terulang kembali.
harusnya Vivi terus terang kenapa dia dulu ninggalin althan, biar althan kasih pelajaran sama wanita serakah itu kalau kebahagiaan althan sama Vivi g bakalan menghambat karirnya.
Muhammad lutfi Lutfi
Bagus althan Pepet terus Vivi biar ngaku atau langsung tes DNA diam diam.
Shee_👚
selina orang serakah dan melakukan segala hal hanya demi apa yang dia mau tercapai😏
Shee_👚
astag maen gebuk aja al, sabar dan tanya dulu kenapa sih😂
Shee_👚
dan jawabnya karena althan aja bingung kenapa g melakukan itu🤭
Shee_👚
😭😭😭😭😭😭😭
yang bukan dari harga, tapi dari nilainya siapa yang memberi dan kenanganny😭😭😭😭
Shee_👚
ko sedih ya ngebayangin perjuangan mereka dulu saar kerja di resto, makan seadanya tapi bahagia. sekarang punya segalanya tapi menderita 😭😭😭
Shee_👚
emang betul, karena cinta itu masih sama seperti dulu
Shee_👚
😭😭😭😭😭
sabar vi semua pasti akan terungkap tanpa harus kamu bicara
Shee_👚
andai althan atau di balik vivi melakukan itu semua, althan pasti menyesal dan bakalan marah benget sama agensinya. dia pasti memilih meninggalkan segalanya dari pada harus kehilangan vivi dulu. nyesek nya jadi mereka 😭😭😭
Shee_👚
apa yang kamu pikirkan itu betul semua althan, tpi vivi juga punya rahasia sendiri kenapa g mau mengucapkannya. Vivi takut karir kamu hancur dengan sekejap
Shee_👚
sengaja diem-diem eh malah ketahuan, sia-sia dah gelap gelapan tau gitu tadi nyalain lampu😂
Shee_👚
cantik sekali gelangnya, walau keliatan sederhana tapi bagus
Shee_👚
dah nikmatin aja drama rumah tangga secara live🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!