Karya pertama ku. jangan ada plagiat di antara kita❌❌❌
Apa jadinya, jika sang putri mafia, bertransmigrasi ke dalam sebuah novel cinta remaja. Menjadi tokoh figuran sebagai sahabat sang Antagonis wanita.
Yang akan mati di bunuh oleh sang Antagonis pria.
Sang antagonis pria, yang di gambar kan sangat terobsesi dengan sang protagonis wanita.
Dia yang akan membunuh sang antagonis wanita beserta kedua sahabat nya.
Namun sang Antagonis pria pun mendapat kan akhir yang buruk.
Mampu kah sang penjelajah waktu ini, merubah alur novel asli?
Atau, dia akan mati sama seperti di novel yang pernah ia baca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ardi kecewa
sudah beberapa pekan ini Amelia kembali ke sikapnya yang dulu pada ardi cuek dan tak meganggap nya ada .
Ardiansyah ini sering sekali berada di rumah nya bisa di katakan ardi lebih sering di rumah nya dari pada di kontrakan nya sendiri.
tentu saja ardi di rumah nya karena ada sean mana mungkin karena dirinya.
Mereka berdua itu seperti sejoli yang tidak terpisahkan.
bahkan jika Amelia tidak membaca novel aslinya pasti ia akan mengira bahwa mungkin saja ardi adalah sang kekasih kakak nya.
Akhir akhir ini Amelia lebih sering menghabiskan waktunya di markas, mengurus investasi dan pekerjaan sebagai hacker.
ia juga jarang di rumah.
Amelia masih tidak terima gais di usir sama Ardiansyah padahal dia Udah di tolong nya.
...----------------...
sore ini Ardiansyah ada janji dengan Shofia untuk bertemu di sebuah kafe langganan mereka.
rencananya Shofia ingin mentraktir ardi karena telah membantu nya dalam belajar.
tentu saja ardi sangat antusias hingga datang lebih awal agar dia yang menunggu shofia bukan sebaliknya.
Lama Ardiansyah menunggu namun Shofia tidak muncul juga hingga hari telah gelap namun Shofia belum menunjukkan batang hidungnya juga.
Hingga hujan deras mengguyur kota Ardiansyah yang memiliki trauma berat pada air hujan menjadi gemetar tak menentu,
kilatan ingatan tentang tanggan mamah nya yang dingin terus menghantuinya.
Ardiansyah menggenggam tangan nya sendiri dan terus meracau meminta maaf pada sang mamah...
Tak sengaja Amelia kebetulan baru pulang dari markas nya,karena hujan yang begitu lebat ia memutuskan untuk mampir di kafe yang Ardiansyah ada di dalam nya.
tujuan nya untuk menghangatkan perut nya sebelum pulang.
Awalnya Amelia tidak menyadari keberadaan Ardiansyah hingga bisik bisik di meja sebelah nya yang mengakibatkan ada orang aneh dan presentasi lain nya.
Saat Amelia ikut menoleh ke arah orang itu memandang, barulah Amelia melihat Ardi yang tengah gemetar dengan mulut yang terus mengucapkan maaf mamah....
Amelia sempat celingukan mencari sosok kakak nya, karena Amelia fikir ardi tengah pergi bersama sean .
namun Amelia tidak menemukan keberadaan sang kakak.
Amelia segera mendekat ke arah Ardiansyah sebelum dia di usir karena di anggap gila.
Amelia memegang tangan Ardiansyah yang saling bertautan dengan gemetar.
Namun Ardiansyah segera menepis nya dan malah mendorong Amelia hingga Amelia terjatuh.
Amelia yang sudah ke habisan kesabaran nya segera melangkah dan menendang ardi hingga terjungkal dari kursi
Tak hanya menendang Amelia juga segera menampar Ardi.
Ardi pun tersadar,dan sangat marah dengan Amelia ia segera membalas namun Amelia tidak tinggal diam dan terjadilah perkelahian.
semua pengunjung kafe sampe ketakutan dan segera keluar, sedangkan sang pegawai kafe beserta manajernya hanya mampu menyaksikan semua itu dari pojok.
Perkelahian itu di akhiri dengan Amelia yang berhasil memiting tangan Ardiansyah.
"wah kamu cepat belajar juga ya,gerakan mu sudah mulai bisa menyeimbangi ku.
Kata Amelia.
"dan untuk kalian, semua kerugian ini akan saya tanggung.
Kata Amelia sembari melepaskan ardi ke lantai dan melangkah begitu saja meninggalkan kan Ardiansyah sendirian.
Padahal di luar masih hujan lebat namun Ardiansyah tidak mendapati dirinya gemetar dan panik yang berlebihan.
Lagi lagi ia di tolong oleh orang yang ingin ia musnahkan.
sedangkan orang yang ia bela mati matian malah mengecewakan nya.
seolah dunia tengah mempermainkan nya.
Ardiansyah bergegas meninggalkan kan kafe itu juga dan pergi menuju apartemen Shofia. Ia ingin tau kenapa shofia tidak datang dan tidak bisa di hubungi.
Saat Ardiansyah sampai di basement tempat apartemen Shofia dan hendak turun. Kebetulan ada sebuah mobil yang berhenti dan menurunkan seorang gadis, yaitu Shofi yang tengah menenteng kantong belanja yang begitu banyak.
sedangkan orang yang berada di mobil itu adalah orang yang tempo hari Ardiansyah lihat di pesta jenny.
Ternyata shofia mengingkari janji demi bisa belanja dengan pria tersebut. Jadi Shofia yang pernah bilang bahwa harta bukan segalanya, adalah kebohongan belaka. Buktinya shofia begitu bahagia bersama pria kaya tersebut.
Buktinya dia sampai lupa dengan janji nya pada nya, Ardiansyah tersenyum getir, hatinya terasa perih, kecewa dan marah. Ternya ketulusan itu tetap kalah dengan harta. Apakah dia harus kembali ke keluarga William, agar shofia mau melihat nya.
Ahh, jika itu yang ia lakukan, bukan kah shofia hanya mencintai uang nya, bukan diri nya. Tiba-tiba Ardiansyah teringat dengan Amelia. Padahal Amelia sudah mengetahui, bahwa dia menginginkan nyawanya, tetapi gadis itu tetap baik pada nya. Dan mau menolong nya.
Ardiansyah berbalik begitu saja meninggalkan gedung apartemen shofia, dengan perasaan teramat kecewa. Namun botaknya menolak untuk tidak perduli lagi pada Shofia. Bagaimana pun mereka telah bersama dari kecil. Akan sangat sulit untuk membenci nya.
Ardiansyah Kembali ke kontrakan sederhana nya, membaringkan tubuhnya di kasur busa, yang sudah mulai menipis. Di pandangannya se isi kamar nya, ternyata tidak ada barang yang berharga di tempat nya, satu-satunya benda yang berharga miliknya hanya lah mobil nya, yang di berikan kakek Grisyam dengan paksa.
hai hai raider author kasih bonus lagi ini.....
Semoga suka