rena seorang gadis cantik yang hidup sebatang kara dikota besar...trauma masa lalu membuat dia tidak mempunyai pasangan meskipun usianya sudah cukup dewasa untuk menikah..waktu liburan kantornya keluar kota sesuatu yang buruk terjadi padanya yang membuat hidupnya jadi berantakan
apakah yang terjadi sama rena..??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kewajibanku
sudah 3 hari berlalu ,tapi dava belum juga memberi kabar
pagi ini rena merasa gelisah dikamarnya,kebetulan hari ini kantornya meliburkan semua karyawannya ,jadi rena bisa bersantai dikosan sambil menunggu dava.
" kemana ya dia perginya" gumam rena kepada dirinya sendiri.dia ingin menelepon nomor dava ,tapi dia malu
tok..tok..tok" terdengar bunyi ketukan pintu diluar kosan rena
"dava" gumam rena bersemangat langsung membuka pintu
ta da" ucap tasya dipintu kos nya rena
"tasya,tumben kemari ga kasih kabar dulu?tanya rena mengernyitkan dahinya
sekali sekali bikin suprise dong"sahut tasya masuk ke dalam kos rena tanpa disuruh
"masak apa hari ini kakakku cantik,laper nih? tanya manja tasya sambil memeriksa dapur
" ga perlu nanya ,tengok aja sendiri" sahut rena berjalan masuk kedalam kamar
"wah enak banget nih,aku jadi lapar!" teriak rena dari arah dapur
ga usah teriak- teriak,makan aja kalau mau" sahut rena dari dalam kamar
"okelah,karena tuan rumah sudah mengizinkan,ayo serang makanannya" ucap tasya dengan suara keras kayak mau berperang
rena yang mendengar dari kamar hanya tersenyum melihat tingkah lucu tasya di dapur
lagi asyik asyik nya dia memikirkan dava yang belum pulang juga ,tiba tiba dia dikagetkan tasya yang sudah ada dalam kamar
pagi pagi kok masih melamun sih,lagi kasmaran ya" sahut tasya asal nebak
"cepat kali kamu makannya" tanya rena yang heran kok tasya sudah ada dikamarnya aja
kamu makan atau lomba lari" tanya rena lagi sambil melihat kearah tasya
makan sambil lari" canda tasya dengan tersenyum
hmmm" sahut rena cuek
"kak rena,aku boleh tanya sesuatu ga sama kakak? tanya tasya melihat rena dengan wajah yang serius
"boleh..tapi tu muka biasa aja,serius amat" jawab rena yang geli jika tasya sudah serius
"kemaren aku dengar gosipnya kakak mengundurkan diri dari kantor ya" ucap tasya sambil duduk didepan rena
"bukan gosip,itu beneran" sahut rena jujur
"hah"ucap tasya dengan mulut terbuka
rena jadi tersenyum geli melihat ekspresi tasya
"tutup tu mulut,jangan lebar lebar bukanya.ntar lalat pada datang,kakak yang repot buat ngusir" sahut rena menahan tawanya
eh iya,lupa" ucap polos tasya sambil menutup mulutnya ,yang membuat rena jadi tertawa.
"kok malah ketawa sih "sungut tasya yang melihat rena tertawa
habis kamu lucu sih." sahut rena lagi
"kakak kok menyembunyikannya dari aku sih,kakak udah ga menganggap aku sebagai adek kakak lagi ya"tanya tasya dengan wajah yang sedih
rena yang merasa bersalah,akhirnya menceritakan semuanya kepada tasya,bahwa dia telah menikah akibat kejadian dipulau bali karena ulah sinta dan adam.
tasya yang mendengarkan cerita rena jadi ikut bersedih,dia tidak tahu yang dialami rena sendirian disana
"syukurlah mereka berdua sudah terima karmanya" geram tasya lagi mengingat perbuatan kedua orang itu terhadap rena
tapi kok kakak ga mengundang aku dihari pernikahan kakak" tanya tasya hati hati karena tidak ingin menyinggung rena
"kakak takut kamu kaget aja kakak tiba tiba menikah,rencananya kakak akan menjelaskan langsung kepadamu.tapi karena pekerjaan kantor numpuk,jadi kakak lupa terus" ucap rena panjang lebar
"ya kak,tasya ngerti kok" ucap tasya lagi yang tidak ingin menambah beban pikiran rena lagi
makasih ya adekku" ucap rena sambil tersenyum
"tapi kakak iparku kok ga kelihatan ya,apa dia ga ikut nemenin kakak kesini? tanya tasya yang mulai kepo
ikut ,tapi sekarang lagi keluar" sahut rena pendek
"ya udah deh, tasya mau pulang dulu kak" ucap tasya sambil berjalan keluar
ga nunggu " ucap rena yang melihat tasya berjalan keluar kamar
"nunggu apa kak? tanya tasya sambi berbalik menoleh kearah rena
"nunggu di usir" jawab rena sambil tertawa
dasar jomblo dah laku" ucap tasya meninggalkan kamar rena berjalan keluar
setelah tasya pulang rena langsung mengambil berkas yang diberikan tasya semalam,karena kesibukan dikantor dia jadi lupa buat menanda tangani berkas yang sudah dikirim pak dion
aku harus mengirimnya kembali ke pak dion" gumam rena bergegas mau kekantor pos
rena menaiki taksi menuju kantor pos yang lumayan jauh dari kosannya,setelah selesai dengan urusan dikantor pos,rena menuju sebuah restoran yang berada didekat kantor pos untuk makan siang.
tapi tiba tiba dia melihat sesosok orang yang dikenalnya,"dava" gumam rena
"kenapa dia ada disini,siapa pria yang bersamanya itu" sahut rena sendirian
rena tidak jadi menuju restoran,dia malah mengikuti dava yang berjalan menuju sebuah restoran mewah.
rena memasuki restoran mewah itu dan mencari tempat duduk yang agak tersembunyi dan memperhatikan dava dan pria itu lagi membicarakan tentang pekerjaan
"kenapa dava tidak pulang kerumah kalau dia sudah disini"gumam rena sendirian
sedang asyik memperhatikan dava tiba tiba rena dikejutkan dengan pelayan restoran yang memberikan menu kepadanya ,setelah memesan makanan ,rena bermaksud mau mengirim pesan kepada dava.
tapi sayup sayup dia mendengar dava berbicara mengenai adam dan sinta,dan pria didepannya dengan hormat memberitahu dava bahwa kedua orang itu sudah dipecat dan dipastikan tidak akan mendapat pekerjaan diperusahaan lain dikota ini.
rena yang mendengar itu jadi terkejut,ternyata dalang dari semua kejadian adam dan sinta adalah suaminya sendiri.
"seberapa kaya dan berkuasakah pria ini" gumam rena dalam hati terkejut dava mampu membuat seseorang tidak dapat bekerja dimana pun.
lagi asik dengan pikiran yang penuh dengan berbagai macam pertanyaan tentang dava,pelayan restoran datang menghidangkan makanan di meja rena
karena merasa lapar,akhirnya rena makan dengan lahapnya dan meninggalkan restoran tanpa diketahui dava dan menuju pulang ke kosannya.
dikosan rena merebahkan dirinya ditempat tidur sambil memikirkan tentang dava,karena kelelahan akhirnya dia ketiduran
sore hari dia terbangun mendengar ketukan diluar rumahnya ,dengan wajah yang masih mengantuk ,dia turun dari tempat tidur
ketika membuka pintu dia melihat dava sambil membawa sekotak makanan dan langsung memberikannya ke tangan rena
rena menerimanya dan langsung menuju dapur..dia telah tahu itu makanan dari restoran yang tadi siang dia makan
"kak dava mau makan? tanya rena sambil menyodorkan segelas minuman kepada dava yang duduk dimeja makan
"ga usah,sudah makan tadi diluar" jawab dava
kamu ga kerja hari ini, kok jam segini sudah pulang" tanya dava sambil melihat ke arah jam tangannya
"lagi libur kantornya kak" jawab rena sambil memindahkan makanan yang dibawa dava ke dalam piring
"kakak kemana aja selama 3 hari ini,kenapa baru pulang sekarang? tanya rena memberanikan diri
"urusan kerja keluar kota dan baru kembali tadi siang" jawab dava singkat
"tadi siang? kok baru pulang sore? tanya rena lagi pura pura penasaran ,dia ingin melihat kejujuran dava
sebenarnya sudah mau langsung pulang ke rumah ,tapi tiba tiba ketemu dengan teman mengajak makan siang ,jadi baru bisa kembali sore sekalin bawain kamu makanan" sahut dava lagi
rena yang mendengarnya jadi senang ,ternyata dava seorang suami yang jujur dan perhatian kepada dirinya
"kakak ga istirahat di kamar ? tanya rena yang melihat wajah dava yang kelelahan
aku mau mandi dulu" sahut dava meninggalkan rena
rena langsung menyediakan pakaian dava diatas tempat tidur ,walaupun dia belum bisa melakukan kewajibannya sebagai istri sepenuhnya,sekurang kurangnya dia bisa memulai dari hal hal kecil dulu.
dava yang baru keluar dari kamar mandi terkejut melihat pakaian telah ada ditempat tidur ,dia mencari rena ingin mengucapkan terima kasih ,tapi dia lupa masih mengenakan handuk dan bertelanjang dada ,dia menuju ke arah dapur dan melihat rena yang sedang duduk sambil meminum segelas air
"ren? panggil dava
rena yang mendengar dava memanggilnya langsung melihat kearah dava ,seketika dia tersedak dan terbatuk melihat dava yang hanya memakai handuk
dava yang melihatnya langsung mendekati rena dan mengusap punggungnya ,rena yang melihat dada bidang dava dari dekat seketika mukanya memerah dan hatinya berdebar debar ,apa lagi usapan lembut tangan dava dipunggungnya membuat jantungnya berdetak cepat
sambil memegang dadanya rena langsung berdiri dan berjalan kearah wastafel didapur pura pura ingin mencuci piring
kak dava ada apa memanggilku? tanya rena sambil mencuci gelas minumnya tadi
aku ingin mengucapkan terima kasih karena kamu telah menyediakan pakaian ku " sahut dava
iya kak ,itu udah kewajibanku sebagai istrimu" sahut rena tanpa melihat dava
dava lalu meninggalkan rena dan menuju kekamar ingin berpakaian ,dia begitu senang hari ini ,apalagi setelah mendengar ucapan rena tentang kata ' istrimu' , dia tersenyum senyum sendiri dikamar