Codename: Claw, adalah seorang Agent Assassin wanita muda yang berasal dari Asia Tenggara. kemampuan dan kekuatannya jauh diatas rata-rata Agent Assassin lain. walaupun ia bekerja sebagai Assassin, bukan berarti dia adalah seseorang yang jahat. ia bergabung kesebuah Organisasi Rahasia berskala dunia bernama "Balance Keeper", sebuah organisasi yang mementingkan dan menjaga keseimbangan dunia. namun itulah yang menjadi masalah, karena organisasi mereka ada sebuah Organisasi Rahasia lainnya yang ingin menghancurkan Balance Keeper. Mereka meneror anggota Balance Keeper lain dan terus-menerus merusak keseimbangan dunia. dan Claw sebagai Agent Assassin dari Balance Keeper, ingin mengungkap dan menghancurkan mereka. karena salah satu tujuan Claw, adalah membalaskan dendam Ayahnya yang telah dibunuh oleh mereka
ini adalah sebuah Light Novel atau Novel Ringan, yang semuanya spontan dari kepala saya. jadi mohon bantuannya ya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiYA1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 20: The One Who Blocks The Sun Part Finale
Setelah Vera mengalahkan kelompok bertopeng tersebut dan kembali kedalam mobil, suasananya pun menjadi sunyi walaupun Sebastian telah melanjutkan perjalanannya
"The Skull?" tanya Sebastian sebari menyetir
"The Skull" jawab Maria dengan singkat
"bagaimana kau tahu?" tanya Yohan
"tato tengkorak yang berada di pergelangan tangan mereka. grup mereka lumayan terkenal didunia bawah" jawab Maria sebari menyimpan maskernya kembali ke jubahnya
"ku dengar mereka akan melakukan pekerjaan apapun jika bayarannya sebanding" ucap Yohan yang memegang dagunya
"itulah kenapa mereka cukup terkenal, karena menerima pekerjaan kotor" ucap Vera
Vera terlihat menggerakkan pundaknya untuk mengecek lukanya tadi
"untunglah tidak ada Tulang yang retak" gumam Vera
Sebastian mendengar gumaman Vera dan melirik Vera melalui kaca spion dalam
"anda harus tetap memeriksakan nya saat kita kembali" ucap Sebastian
"ya, aku tahu" jawab Vera
Beberapa menit setelah itu, mereka bertiga telah sampai di tempat tujuan. Yaitu sebuah rumah yang cukup normal di pinggiran kota
"seharusnya tempatnya disini" ucap Sebastian
Setelah itu Sebastian langsung memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Lalu mereka bertiga pun keluar dari mobil setelah mesin mobil dimatikan
ekspresi Yohan terlihat serius, lalu ia berjalan ke pintu depan rumah. Sementara itu Vera dan juga Sebastian berdiri disamping mobil sebari melihat sekitar
"sepertinya tidak ada yang aneh" ucap Vera
Yohan yang telah sampai di pintu depan, mencoba membuka pintu. Namun pintu tersebut terkunci, lalu Yohan mencoba mendobrak pintu tersebut menggunakan badannya
Sementara itu Vera tidak memperdulikannya apa yang Yohan lakukan, dan berjalan menuju pekarangan belakang rumah bersama Sebastian yang mengikutinya dibelakang
"hei, kalian mau kemana?" tanya Yohan yang melihat Vera dan Sebastian berjalan ke pekarangan belakang rumah
"pintu depan adalah jebakan. Jika kau membuka pintunya dengan cara didobrak. Bom nya akan terpicu" ucap Vera agak keras sebari berjalan
Mendengar itu Yohan ketakutan langsung menghentikan apa yang ia lakukan, lalu berjalan mengikuti Vera dan juga Sebastian
"apa kau yakin, pintu depannya jebakan?" tanya Yohan kepada Vera
"hmn? Entahlah, aku juga tidak yakin" jawab Vera dengan senyuman kecil di bibir kanan
"jadi yang benar yang mana?!" tanya protes Yohan yang agak emosi
Saat mereka tiba di pekarangan belakang rumah, terdapat sebuah gudang kecil yang pintunya tertutup. Melihat itu Vera langsung berjalan menuju gudang tersebut
Vera mencoba membuka pintu gudang tersebut, yang ternyata tidak dikunci. Lalu ia membuka pintunya secara perlahan dan hati-hati jika ada sebuah jebakan. namun saat dibuka, tidak ada jebakan apapun dan hanya sebuah gudang biasa
"ini.. hanya gudang biasa?" ucap Yohan sebari melihat-lihat sekitar gudang
"seharusnya ada disini" ucap Vera sebari melihat ke lantai
Perhatian Vera tertuju ke karpet yang berada di lantai seperti menutupi sesuatu. Lalu setelah itu Vera menyingkirkan karpet tersebut, yang dibaliknya adalah sebuah pintu bawah tanah
"huh.. Classic" ucap Vera sebari membuka pintu tersebut
"bukankah ini terlalu mudah ditemukan?" tanya Yohan sebari melihat Vera membuka pintu tersebut
Setelah Vera membuka pintu bawah tanah tersebut ia langsung berjalan mengikuti jalan bawah tanah itu
"mungkin hanya preferensi? toko dan rumahku tidak membangun ruang bawah tanah seperti ini" ucap Vera sebari berjalan
"toko?" tanya Yohan
Yohan dan Sebastian pun mengikuti Vera berjalan memasuki lorong bawah tanah tersebut
"toko bunga, aku membuka toko bunga sebagai penyamaran di publik" jawab Vera
tidak lama setelah itu, mereka bertiga telah sampai di ujung lorong. Dan di ujung lorong, terdapat sebuah pintu besi yang tertutup rapat dengan sebuah Kunci Digital
"kodenya adalah sebuah nama? Seharusnya ini" gumam Vera sebari memasukan password dari kunci digital tersebut
yang Vera tulis adalah nama 'Katherina', yang dimana nama Katherina adalah nama asli dari The Vampire. Dengan sekali percobaan, Vera memasukkan kode yang benar. dan setelah itu pintu tersebut terbuka dengan sendirinya
"Bingo! Sudah kuduga kodenya adalah nama dari Vampy" ucap Vera dengan semangat
"Vampy?" gumam Yohan setelah mendengar ucapan Vera
Saat pintunya terbuka, dibaliknya terdapat sebuah ruangan yang cukup luas dan seperti rumah pada umumnya. Setelah itu mereka bertiga pun langsung memasukinya sebari melihat-lihat sekitar
"ini... Isi seperti rumah biasanya. Apa itu berarti rumah yang diatas cuma pengalihan?" tanya Yohan
"ini sesuatu yang normal. Walaupun aku tidak melakukannya sih" jawab Vera
Setelah melihat sekitar, mata Vera tertuju kearah sudut yang terdapat sebuah kasur dan juga meja bersama komputer disampingnya. Namun anehnya komputer tersebut masih menyala
Melihat itu, Vera pun langsung berjalan menuju komputer tersebut. komputer tersebut menampilkan banyak foto seseorang yang berbeda termasuk profil mereka
"ini... Semua foto ini adalah Assassin dari dunia bawah. Aku pernah melihat mereka semua. tapi... kenapa dia mengumpulkan ini" gumam Vera sebari melihat-lihat semua foto yang berada di komputer
"Yohan! Lihatlah ini!" teriak Vera memanggil Yohan
Tidak lama setelah itu Yohan pun sampai dan ikut melihat foto yang berada di komputer. Ia agak kaget, karena foto-foto tersebut adalah foto dari buronan paling di cari
"semuanya... foto buronan" ucap Yohan
Namun setelah itu, ekspresi Yohan pun berubah setelah melihat foto yang familier bagi Yohan
"mereka.... Mereka berdua adalah orang kulihat di malam itu" ucap Yohan sebari menunjuk 2 foto di komputer
Melihat itu, ekspresi Vera langsung berubah. ekspresinya begitu serius, seakan memiliki sebuah dendam kesumat
"Whisper dan Morian? Jadi mereka direkrut oleh Eclipse" gumam Vera
Setelah itu, Vera menegakkan tubuhnya kembali sebari mengeluarkan HP nya. Saat ia hendak menelpon seseorang, Vera menghentikannya dan berpikir kembali
"apa yang harus ku lakukan? Jika ku beritahu Vampy, dia akan langsung membunuh mereka" gumam Vera
"aku harus mengurus mereka sendiri" gumam Vera lagi
Yohan yang mendengar itu, ikut meluruskan tubuhnya kembali sebari melihat Vera
"memangnya kau tahu mereka berdua ada dimana?" tanya Yohan
"Lalu si Vampy ini? Apa dia rekanmu?" tanya Yohan lagi
"aku punya jaringan informasi ku sendiri. dan iya, orang yang ku sebut Vampy adalah rekanku. Dan pemilik tempat ini adalah muridnya" jawab Vera sebari masih berpikir tentang apa yang harus ia lakukan
saat Vera berpikir, ia tak sengaja melihat sebuah kertas terselip di laci meja. dan tidak pikir panjang, Vera langsung membuka laci meja tersebut. Isi dari laci tersebut adalah selembar kertas dan dibawahnya adalah sebuah sebuah amplop. Saat Vera mengambil dan membaca isi kertas tersebut, ia akhirnya menemukan sebuah fakta baru
Isi dari kertas itu, kurang lebih mengatakan jika ia (Murid dari The Vampire) merasa telah diikuti dan diawasi oleh seseorang selama beberapa hari. Ia mencoba menyelesaikan masalah ini sendiri dan tidak melaporkan sesuatu ke markas atau pun ke mentor nya. Dan Itulah alasan, kenapa ia menulis ini dan surat yang berada di amplop
"haah... ini semakin memperjelas, jika pembunuhan itu bukanlah sebuah pembunuhan acak" ucap Vera sebari menghela nafas dan juga mengambil amplop yang berisi sebuah surat
Saat Yohan melihat amplop tersebut, ia agak penasaran tentang amplopnya karena tidak ada tulisan apapun di amplopnya
"Braille? Apa si Vampy itu buta?" tanya Yohan
Seperti kata Yohan, diluar amplop tersebut tidak tidak ada tulisan apapun. namun hanya ada serangkaian titik-titik timbul, yang lebih dikenal sebagai Sistem Braille. Sistem menulis yang digunakan oleh orang yang tidak bisa melihat
"tidak, ia hanya menutup matanya agar ia tidak bisa melihat. Itulah kenapa dia menggunakan sistem Braille"
"aneh.." gumam Yohan
Vera mendengar gumaman Yohan, tapi ia tidak menanggapinya. Lalu Vera melempar amplop tersebut kearah Sebastian, yang dengan mudah Sebastian tangkap
Sebastian menyimpan amplop tersebut kedalam seragamnya. Yohan kembali melihat-lihat isi komputer, mencoba menemukan informasi lain. Sedangkan Vera berjalan ke tengah ruangan, ia menghela nafas panjang seakan ia merasa lebih rileks dari sebelumnya. Karena sekarang, ia hanya perlu menemukan lokasi Whisper dan juga Morian berada, lalu mengorek informasi dari mereka berdua