NovelToon NovelToon
Sahara Penghuni Rumah Angker Bagaskara

Sahara Penghuni Rumah Angker Bagaskara

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Poligami / Spiritual / Rumahhantu / Matabatin / Cintapertama / Tamat
Popularitas:325.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Bintang yang mengalami kebangkrutan terpaksa harus menjual semua asetnya dan juga pindah dari kota tempat dia tinggal
beruntung dia masih punya warisan sebuah rumah dari sang Kakek Bagaskara
Tapi rumah itu tidak berani di dekati penduduk karena terkenal Angker dan tidak bisa di masuki siapapun kecuali oleh sang pemilik
mampukah Bintang dan keluarganya bertahan disana? dengan banyak gangguan dan juga musuh sang kakek yang mengincarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kesedihan Herman

"Kalian salah faham kami akan pulang, tadi paman dan bibi akan kesini tapi di tunggu malah tidak datang juga" jawab Herman

"Iya bapak bapak kami hanya duduk saja di dalam tidak melakukan apapun" jawab Sumi ketakutan

"Kami percaya pada Herman bapak bapak, dia juga akan menikahi Sumi dalam waktu dekat" ucap Yana yang ada disana juga

"Tapi tetap saja mereka ini sudah berduaan di dalam rumah, sebaiknya kita arak saja keliling kampung!" Ucap seorang warga yang sebenarnya di rasuki jin anak buah dari Hala

"Kami tidak mau, saya dan Sumi tidak melakukan apapun, hanya menunggu orang dan tidak kunjung datang" jawab Herman emosi, dia menyembunyikan Sumi di belakang badannya agar Sumi tidak terlihat oleh para warga yang memandang penuh nafsu pada Sumi

"Kalian ini kenapa sih? Saya ini ketua RT disini, apa kalian tidak menghormati saya!" Bentak Karman berkacak pinggang

"Pokoknya kami tidak terima ada sepasang kekasih yang berudaan saja di rumah, dan kami yakin mereka sudah berbuat mesum" teriak beberapa warga mulai memprovokasi warga lain

"Tolong jangan arak Kami, kami tidak melakukan apapun" lirih Sumi

"Telanjangi mereka dan arak keliling kampung!" Bentak Hala yang menyamar menjadi salah seorang warga

"Berani Kalian maju, akan aku habisi kalian!" Bentak Herman

"Tenang man, kami akan bantu kamu" bisik Yana juga Karman

"Tolong telepon pak Bintang, dia pasti bisa bantu kita" bisik Sumi yang batre handphone nya habis

"Biar saya yang telepon" ucap Karman

"Bawa mereka ke balai desa dan ikat mereka!" Teriak seorang warga

"Kalian jangan main hakim sendiri! Kalian ini tidak punya bukti apapun!" Bentak Karman

"Ah.. pak RT bela mereka pasti karena pak RT dekat dengan majikan perempuan ini kan" cibir seorang warga

Plak

"Kamu berani menuduh saya berat sebelah! Ingat saya ini dipilih langsung oleh tetua desa disini dan saya punya tanggung jawab yang besar di kampung ini!" Bentak Karman kesal sampai menampar seorang warga

"Maafkan kami pak RT, kami hanya ingin mereka di bawa ke balai desa dan di adili" jawab seorang warga

"Mereka akan kesana tapi nanti setelah fajar, malam ini biarkan mereka pulang karena mereka tidak akan kabur, saya jaminannya" jawab Karman

"Ah.. tidak perlu tunggu sampai besok, lihat saja itu di leher perempuan itu ada bekas tanda cinta si Herman" ucap samaran Hala semakin membuat warga penasaran

Mereka memegangi Herman dan menarik Sumi dengan cukup kasar hingga pakaian Sumi sedikit sobek

"Ini karena saya alergi udang, tadi saya sudah minum obat di rumah kang Herman, kalau kalian tidak percaya lihat saja bekas obatnya masih ada disana

"Bohong!" Bentak seorang warga menjambak Sumi

Bugh Bugh

"Anjin*! Lepaskan Sumi!" Bentak Herman menerjang orang yang sudah menjambak Sumi

"Hiks.. pak RT Sumi mau pulang" ucap Sumi terisak di pelukan Herman

"Maaf ini ada apa ya?" Tanya Bintang yang datang bersama Lingga

"Ini pak bintang, mereka di tuduh berbuat mesum di rumah Herman" jawab Yana

Bintang melihat ke arah Herman dan Sumi yang terlihat berantakan, bahkan baju Sumi sampai robek dan Herman terlihat emosi

"Kami tidak melakukan apa apa pak Bintang, tolong percaya pada kami" ungkap Herman

"Saya percaya kang Herman, saya sudah mengenal bi Sumi sejak saya kuliah, dia bekerja dengan papa saya dan setelah saya menikah dia ikut dengan saya" jawab Bintang

"Ah.. dia pasti sama saja dengan pembantunya, dia juga pasti kelakuannya bejat" cibir anak buah Hala yang merasuki seorang warga

"Bakar rumah mereka saja atau kita arak mereka keliling kampung!" Teriak warganya

"Bakar rumahnya, rumah ini sekarang sudah jadi pembawa sial untuk kampung ini!" Teriak warga

"Bagaimana ini pak Bintang, warga sepertinya sedang terpengaruh seseorang, mereka bahkan tidak mendengarkan saya" ucap Karman terus melindungi Herman dan Sumi bersama Yana dan Bintang

"Kalian tidak boleh membakar rumahku, ini rumah peninggalan orang tuaku!" Teriak Herman

"Bakar saja pak, jangan biarkan kesialan menghampiri rumah lain, rumah ini sekarang sudah menjadi rumah pembawa sial!" Teriak warga

Wuss wuss wusss

Warga mulai melempar rumah Herman dengan obor yang mereka bawa, bahkan Yana dan Karman yang masuk untuk mengambil barang berharga milik Herman pun tak mereka pedulian dan terus melempar rumah Herman dengan obor mereka

"Man pegang ini man, ini adalah yang bisa kami ambil dari rumah kamu" ucap Karman memberikan tas berisi buku tabungan, uang, perhiasan dan juga surat surat rumah milik Herman yang ada di dalam lemari kamar Herman

"Ini juga man, ini pasti berharga untuk kamu" ucap Yana memberikan foto keluarga milik Herman yang berisi fotonya bersama kedua orang tuanya

Herman hanya bisa menatap nanar rumah peninggalan orang tuannya yang terbakar karena amukan warga, dia terduduk sambil menangis pilu dalam pelukan Sumi

"Pak, Bu, maafkan Herman, rumah kita sekarang harus terbakar habis pak, meski hanya terbuat dari anyaman bambu tapi rumah itu adalah harta peninggalan bapak dan ibu yang masih tersisa, Herman tidak bisa menjaganya" ungkap Herman

Ctass ctass ctass

"Aakhhh" pekik beberapa warga yang tubuhnya di rasuki jin suruhan Hala, dan Hala sendiri sudah pergi dari sana saat Bintang tiba di sana

"Mereka kenapa?" Tanya Yana penasaran karena para warga itu berguling guling di tanah dengan wajah memerah

"Aakhhh panas... Tolong lepaskan kami" teriak para warga itu terus berguling guling di tanah

"Mereka kerasukan pak Karman" ucap Bintang

"Kapan gue bebas dari hal hal mistis disini" gerutu Lingga merinding

"Pegangi mereka Ngga, bantu kami" ucap Bintang menghampiri para warga itu

"Bismillahirrahmanirrahim.. " Bintang mulai membacakannya ayat kursi dan juga tiga kul yang dia tahu bisa menghalau gangguan jin, dia juga mengusapkan garam yang dia bawa pada kening para warga yang kerasukan itu dengan membaca dua kalimah syahadat hingga mereka kembali tenang

"Sepertinya saat mereka kerasukan, mereka sengaja memprovokasi warga lain untuk membakar rumah Herman pak" ungkap Bintang menatap rumah Herman yang semakin habis terlalap api

"Sepertinya iya pak, karena mereka terlihat sangat kasar dan ganas" ucap Yana dan Herman juga merasakan itu

Para warga di bantu untuk bisa pulang bersama warga yang tidak kerasukan

"Lalu Herman sekarang akan tinggal dimana?" Tanya Karman

"Tinggal di rumah kami saja Herman, setelah menikah dengan Sumi kalian tinggal di tempatku" bujuk Bintang

"Tapi pak, saya merasa kurang nyaman jika mengganggu keluarga bapak" ungkap Herman merasa tak enak

"Saya tidak keberatan kang, nanti akang bisa membersihkan paviliun di belakang rumah kami, disana cukup luas, karena ada kamar dan juga lengkap dengan dapurnya, kita tinggal bangun kamar mandinya saja kang Herman" jawab Bintang

"Iya kang, kita juga kan memang bekerja disana, kita bisa tinggal disana saja, rumah peninggalan orang tua akang bisa kita bangun lagi setelah uang kita sudah cukup" bujuk Sumi

"Baiklah jika kamu juga tidak keberatan, tapi sekarang aku tidak punya apa apa sum, apa kamu masih mau denganku?" Tanya Herman

"Sumi menyayangi akang tulus, jadi seperti apapun keadaan akang, akan Sumi terima selama akang bisa setia pada Sumi" jawab Sumi yakin

"Terima kasih sum" ungkap Herman memeluk Sumi

Bintang bisa merasakan Aura kemarahan yang ada di balik semak semak dekat mereka berkumpul, dengan seringai tipis Bintang melihat ke arah Hala yang terlihat terus mengepalkan tangannya

Bersambung

1
Dara Fitriani
bagus
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Erchapram
Baru baca, bagus banget ceritanya.
Raudah Mikha
biar bintang berbicara
Agustina Banne Padang
makin kesini ceritanya samkin banyak nama2 orng baru, bingung jadinya ngak bisa hafal nama2 mereka
Ridwan01: jangan di hafal kak mereka hanya figuran, setelah masalah Fatan selesai, hanya ada keluarga Bintang dan Galuh saja 🙏
total 1 replies
Ella Adjah Santos
aduh Thor bingung bacanya
Ella Adjah Santos
kirain cuman aku aj yg pusing, banyak ternyata,,, 🙏
maaf Thor, ketikan nya jg bnyk typo👍
Agustina Banne Padang
walaupun si Sahara hnya hantu tpi dia lucu dan usil 😆😆
Ella Adjah Santos
banyk typo nya thor💪
Ridwan01: iya kak, nanti aku edit lagi🙏
total 1 replies
amy kuswati
kalau bisa ada lanjutannya dimas n Kania dewasa lalu menikah
Ridwan01: ada kak, di Sahara 2 pelindung perjodohan darah 🙏
total 1 replies
Karni Yusnita
ceritanya bagus.....tpi kbnyakan pemeran dan nama"....jdi ga bisa fokus....kbnyakan orng.nya thor
Ridwan01: di bab Ini memang kebanyakan protes masalah pemeran baru, tapi itu hanya figuran kak 🙏
total 1 replies
Alfia Amira
Sahara operasi Caesar yah 😄😄
Ridwan01: operasi Caesar versi gaib kak🤭
total 1 replies
Alfia Amira
Hala Hala si Hala galau juga ternyata /Facepalm/
Ridwan01: iya kak🙏
total 1 replies
Sandisalbiah
LUAR BIASA
Rezqhi Amalia: permisi kak, siapa tahu kakak minat mampir dikaryaku yang berjudul 'Dipaksa Menikahi Suami Sahabatku'
terimakasih sebelumnya 🤗💐
total 1 replies
Sandisalbiah
aduh.. itu kepala sekolah harusnya langsung di kebiri aja.. biar nyahok dia.. amit dah..
Sandisalbiah
tiba² banyak nama baru yg muncul.. jd gagal fokus... mereka siapa kok tiba² nongol..?
Ridwan01: mereka hanya figuran kak 🙏
total 1 replies
Sandisalbiah
hadeh.. Sahara kok bisa kecolongan sih.. lagian itu rambut di ambil kok dia gak kerasa... 🤦‍♀️
Ridwan01: Sahara meleng dikit kak 🙏
total 1 replies
Sandisalbiah
krn ini cerita horor jd setiap judul sebuah tpat itu yg muncul di otak itu pasti gangguan mistik... ini lagi air terjun, udah pasti ada penunggunya dan mereka bakal berpetualang lagi dgn kejadian yg aneh ini..
Ridwan01: benar sekali kak 👍
total 1 replies
Sandisalbiah
Sahara hantu pikun.. wajar sih.. udah tua.. 😂😂✌
Sandisalbiah
Candra semakin semangat dong... shahara dak kasi lampu ijo tuh...
Ridwan01: maju dia kak 🙏
total 1 replies
Sandisalbiah
lha.. si Dimas.. itu jin peliharaan Galu pun di cium tangan.. 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!