Dimitri Romanov seorang CEO perusahaan Romanov Industries jatuh cinta kepada seorang aktris dan saat mereka akan bertunangan, sang Aktris dinyatakan berselingkuh dengan pria lain. Akankah Dimitri mempertahankan sang Pujaan Hati tetap disisinya atau ia lebih memilih menyerah dan kembali ke mantan tunangannya yang dulu?
Andai saja waktu bisa diputar, ia ingin memperbaiki semuanya - Dimitri Mikhail Romanov
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana rahasia Sergei
Barang-barang kemudian dimasukkan kedalam mobil , lalu meninggalkan stasiun.Selama menuju ke rumah. Aleandra asyik melihat-lihat pemandangan di sekitar Belgorod. Banyak bunga-bunga beraneka warna dan jenis bermekaran."
"Semoga kamu akan senang tinggal disini."
"Tentu saja. Terima kasih sudah mengizinkan aku untuk tinggal di rumah Anda."
Sergei tersenyum lembut .Akhirnya mobil berhenti di depan sebuah rumah berlantai dua yang agak kuno. Mereka keluar dari mobil dan memandangi rumah yang akan ditinggalinya.
"Rumah yang bagus,’’kata Aleandra.
"Terima kasih. Aku yakin kamu akan nyaman tinggal disini. Ayo masuk!’’
Aleandra sangat mengagumi isi rumah tersebut. Matanya melihat ke segala penjuru rumah. Ia sudah merasakan kenyamanan rumah yang akan ditempatinya selama beberapa bulan kedepan.
"Aleandra, kemarilah! Ini Edith. Dia akan mengurus segala keperluanmu di sini. Kalau kamu butuh apa-apa atau ada yang tidak kamu mengerti, kamu bisa menanyakannya kepada dia."
"Aku mengerti."
"Barang-barang kalian sudah di simpan di kamar masing-masing. Kalian berdua istirhatlah. Edith, tolong antar mereka ke kamar ya."
"Baik tuan. Ayo ikuti saya!"
Mereka mengikutinya dari belakang. Aleandra mendapatkan kamar yang menghadap ke kebun yang di penuhi oleh bunga-bunga mawar beraneka warna, sedangkan kamar Anastasia menghadap ke kolam renang dan juga kebun mawar.
🌻🌻🌻
Dimitri masih berkutat di kantornya dan berusaha mengalihkan pikirannya dari Aleandra. Dia berusaha untuk meyibukkan diri agar tidak memikirkannya, karena setiap kali dia memikirkannya hatinya merasa sakit dan sedih.
Jam satu pagi Dimitri pulang ke rumah, masuk ke kamarnya dan berdiri di balkon."Aleandra,"desahnya. Setetes air mata mulai membasahi wajahnya.
Sergei akhirnya kembali ke Moskow setelah empat hari berada di Belgorod. Kedatangannya di sambut oleh Sofia.
"Selamat datang ayah! Bagaimana perjalanannya?’’
"Sangat menyenangkan.Sekarang aku mau istirahat dulu.Sofia, nanti malam aku ingin bicara denganmu dan juga Dimitri. Ini penting!’’
"Baik ayah."
"Tolong antarkan aku ke kamar!’’perintah Sergei ke Nester.
Sergei membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan memejamkan matanya.Dia benar-benar lelah memikirkan masalah antara Aleandra dan Dimitri.
Pada awalnya dia tidak mempedulikan masalah antara mereka berdua, tapi sekarang Aleandra telah hamil, anak Dimitri yang juga cucunya.Keberadaan anak Aleandra bisa menjadi ancaman kehidupan rumah tangga Dimitri dan Sofia. Jika Dimitri tahu, Aleandra sedang mengandung anaknya, ia yakin Dimitri akan segera menceraikan Sofia dan menikahi Aleandra.
’’Aku harus mencegah Dimitri mengetahui hal ini. Dia sama sekali tidak boleh tahu Aleandra sedang mengandung anaknya. Tidak boleh."
Waktu makan malam telah tiba, Dimitri belum ada tanda-tanda untuk pulang. Semenjak dia menikah dengan Sofia, Dimitri selalu pulang larut malam bahkan sampai subuh baru kembali ke rumah.
"Sepertinya Dimitri akan pulang malam lagi,’’kata Sergei.
"Iya."
"Sofia, kamu harus mengerti dia dan bersabar. Suatu saat pasti dia akan menerimamu disisinya. Perlahan-lahan kamu harus mengambil hatinya."
"Itu yang sedang saya coba lakukan sepertinya akan membutuhkan waktu yang lama.:
"Tolong ambilkan aku telepon!’’ perintahnya pada Nester.
Nester memberikan telepon kepada Sergei dan dia memijit beberapa nomer dengan cepat.
"Dimitri, ini aku. Cepatlah pulang! Aku ingin bicara denganmu. Ini penting sekali."
"Tapi Ayah, apa tidak bisa besok saja."
"Aku bilang sekarang ya sekarang. Cepatlah pulang!’’ Teriaknya. Sergei menutup teleponnya dengan kesal, lalu diberikannya lagi pada Nester.
"Anak itu benar-benar keterlaluan."
Setengah jam kemudian Dimitri pulang dan langsung menemui ayahnya di ruang kerja. Dimitri terkejut melihat Sofia juga ada di sana.
"Duduklah!’’
Dimitri menuruti perintahnya.
"Ada apa sebenarnya? Dan hal penting apakah yang ingin ayah sampaikan? ‘’
Sergei mendekatkan wajahnya kepada mereka berdua, lalu membisikan sesuatu.
"Apaaaa?’’kata Sofia dan Dimitri bersamaan.’’Apa ayah sudah gila menyuruh Sofia melakukan itu. Aku tidak setuju dengan rencana ayah. Pokoknya aku tidak setuju."
"Sofia,bagaiamana pendapatmu?’’
"Aku menyetujuinya."
Dimitri menatap Sofia tajam. Dia tidak menyangka akan menyetujui rencana gila ayahnya.
"Dimitri, istrimu ini sudah setuju. Mau tidak mau kamu juga harus setuju."
Dimitri merasa sangat kesal dengan dua orang yang ada di hadapannya sekarang.’’Itu terserah kalian saja,’’katanya kesal dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
🌻🌻🌻
Beberapa hari telah berlalu sejak Aleandra tinggal di sini. Ia sedang merajut pakaian bayinya di kamar di temani oleh Anastasia sambil menonton televisi. Mereka berdua terkejut ketika Dimitri dan Sofia mengumumkan kepada media massa kalau saat ini Sofia sedang hamil.Seketika Aleandra melepaskan rajutannya. Dirinya tidak hampir mempercayai berita itu begitu juga dengan Anastasia.
"Dimitri akan mempunyai anak dari Sofia,’’gumamnya.
Tidak terasa air matannya mulai mengalir. Anastasia merasa kasian melihat adiknya.
‘’Itu sudah sewajarnya kalau mereka akan mempunyai anak, karena mereka berdua sudah menjadi sepasang suami istri."
Aleandra tertawa hambar dan sekarang dia meratapi dirinya yang hamil tanpa seorang suami disisinya. Aleandra mengelus-elus perutnya dengan penuh kasih sayang.’’Maafkan ibu ya sayang." [ ]