Selamat Datang Di Novel Pertama Saya.
Cerita ini adalah cerita kehidupan Celyn mulai dari dia kecil saat ditinggal orangtuanya sampai dia menjadi istri seorang yang bernama Dimas.
Siapa Celyn itu?
Apa yang terjadi padanya?
Bagaimana kehidupan pernikahannya?
Mari kita baca bersama-sama.
Dimohon bagi yang tidak suka dengan cerita ini, tolong jangan di beri komentar atau rate jelek. Di skip saja. Hargai Author sebagai penulis yang sudah capek memikirkan alur ceritanya.
Bagi teman-teman authors boleh promosi di karya ini.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan selamat membaca.
God Bless You All..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Rutinitas Nek Imah di Rumah..
Jam sudah menunjukkan Pukul 04.00 wib. Nek Imah terbiasa bangun lebih pagi dari semu orang di rumah itu. Tak lupa dia memulai harinya dengan shalat subuh terlebih dahulu. Selesai melaksanakan shalat Nek Imah mandi di kamarnya lalu turun dan berjalan ke arah dapur.
Pagi ini Nek Imah melihat kulkas dan berpikir akan memasak apa bagi keluarga barunya tersebut. Ya bisa dibilang mereka semua yang ada di rumah itu hanya Celyn dan kedua adiknya lah yang mempunyai hubungan darah. Nek Imah dan Rani bukanlah saudara ataupun keluarga. Namun sekarang mereka telah menjadi sebuah keluarga diakibatkan karena waktu dan kebersamaan mereka yang membuat mereka semua menjadi suatu kesatuan keluarga yang harmonis dan saling melengkapi satu sama lain.
Nek Imah melihat masih ada beberapa sayuran di kulkas dan ayam. Dia juga melihat masih ada nugget yang belum di goreng dan beberapa butir telur. Akhirnya Nek Imah memutuskan hendak memasak nasi goreng di tambah dengan nugget untuk sarapan di rumah dan memasak sayur capcai ditambah ayam goreng bumbu untuk bekal anak - anak sekaligus makanan siang untuknya sendiri. Untuk makan malam biasanya Nek Imah memasak apa yang diinginkan anak-anak ataupun membeli makanan dari luar. Supaya anak-anak tidak bosan. Memang begitulah rutinitas Nek Imah sehari hari.
Setelah mendapatkan ide akan memasak apa, Nek Imah akhirnya memasak nasi goreng kampung di tambah telur yang di acak di dalam nasi goreng yang dimasaknya. Dia memasukkan bumbu-bumbu nasi goreng ala dirinya menggongseng sebentar sambil membalik balik nasi yang sudah diberi kecap agar warna nasi gorengnya rata dan cantik. Setelah dia rasa sudah masak dia mengangkatnya dan meletakkannya di wadah yang agak besar lalu menaruhnya di meja makan.
Lalu dia ambil penggorengan lain dan memanaskan minyak goreng di dalam nya. Menunggu minyaknya panas nenek memasak nasi di Rice Cooker karena nasi semalam sudah habis dijadikan nasi goreng olehnya. Nenek mengambil beras di tempat penyimpanan beras di dekat dapur, menakarnya, dan mencuci beras yang sudah dia takar lalu memasukkan ke dalam rice cooker dan menekan tombol memasak lalu meninggalkannya.
Di sisi lain penggorengan yang berisikan minyak sekarang sudah panas dan dapat digunakan untuk menggoreng. Dia memasukkan beberapa potong nugget dan menggorengnya di dalam minyak panas itu. Beberapa menit kemudian nugget tersebut pun masak lalu diangkat Nek Imah lalu dipindahkan ke wadah yang lebih kecil dari wadah nasi goreng tadi dan di letakkan di meja makan di samping nasi goreng tadi.
Selanjutnya Nek Imah memasukkan ayam yang sudah dia ungkap untuk digoreng. Dia memasukkan enam potong ayam sekaligus dan menggorengnya. Dia mengecilkan apinya agar ayam dapat masak secara merata dia membolak balikkan ayam di dalam penggorengan tersebut agar tingkat kematangannya rata. Setelah beberapa menit ayam goreng bumbu ala Nek Imah pun matang dan dipindahkan ke wadah lalu diletakkan di meja makan di samping nugget tadi.
Terakhir dia hendak memasak capcay. Nek Imah mencuci semua sayur yang akan dia masak. memotongnya dengan ukuran sedang yakni tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil. Nek Imah pun memotong cabe merah, beberapa siung bawang merah dan bawang putih untuk menumis sayurannya nanti. Setelah semua bahan dipersiapkan Nek Imah mengambil wajan yang bersih menuangkan minyak sedikit karena untuk menumis sayur hanya sedikit minyak yang digunakan. Setelah minyak panas Nek Imah memasukkan irisan Cabe merah, bawang merah dan bawang putih. Setelah harum baunya Nek Imah memasukkan sayuran itu sekaligus mencampurnya dengan garam dan mebalik balikkan sayur agar garam meresap lalu menceplokkan telur ke dalam mengacak acaknya lalu terakhir dia menambahkan air ke dalam sayuran dan menutup sayuran itu supaya sayuran itu menjadi lembut. Beberapa menit kemudian Nek Imah mengecek tingakat kematangan sayur dengan menekan sayuran dengan sendok goreng apabila sayuran belum masak dia akan keras dan susah di belah dengan sendok goreng apabila sudah masak sayuran akan mudah dipotong dengan sendok goreng.
Setelah Nek Imah merasa bahwa sayurannya sudah matang dia pun mengangkatnya, memindahkan ke dalam wadah ukuran sedang lalu meletakkannya di dekat masakannya tadi.
" Akhirnya semua masakanku selesai". Batin Nek Imah sambil tersenyum puas.
" Sekarang tinggal menunggu nasinya matang lalu semuanya beres". Batinnya lagi.
Menunggu nasi yang ada di rice cooker masak, Nek Imah melihat jam, ternyata sudah jam 5.30 wib. tak terasa dia sudah berkarya di dapur selama satu setengah jam.
Nek Imah mulai membangunkan ketiga anak itu untuk sekolah. Dia mulai dengan membangunkan Cellyn yang ternyata sudah bangun sekarang berada di kamar mandi sedang mandi.
Yang Kedua dia membangunkan Dinar. Dia pun sudah bangun akan tetapi Dinar masih mengumpulkan nyawanya dengan duduk bersandar di tepi tempat tidurnya.
" Dinar.. Kamu sudah bangun?". Tanya Nek Imah setelah masuk ke kamar dan melihat Dinar sudah bangun.
" Sudah Nek..!!". Jawab Dinar malas
" Kenapa tidak langsung mandi sayang. Nanti telat loh ke sekolahnya". Kata Nek Imah.
" Iya Nek. Ini juga sudah mau mandi". Jawab Dinar lalu pergi beranjak ke arah kamar mandi lalu mengguyurkan air ke tubuhnya dan dia mulai mandi.
Melihat Dinar sudah mandi, Nek Imah pun keluar dan bèrjalan menuju kamar Dika. Nek Imah pun masuk dan melihat Dika masih tidur memeluk gulingnya. Nek Imah pun menghampirinya.
" Dika sayang.. Ayo Bangun..!!". Kata Nek Imah
" Ntar lagi nek, Dika masih ngantuk". Kata Dika.
Nek Imah pun membiarkannya tidur sebentar lagi. Nek Imah mempersiapkan buku yang akan di bawa Dika ke sekolah. Nek Imah melihat roster pelajarannya di tempel di meja belajarnya dan memasukkan semua buku yang diperlukannya. Setelah itu Nek Imah mempersiapkan baju dan sepatu yang akan di pakai Dika ke sekolah. Semua perlengkapannya ada di lemarinya dan Nek Imah sudah hapal di mana letak barang-barang Dika.
Selesai melakukan kegiatan itu Nek Imah membangunkan Dika lagi. Kali ini Dika menurut. Nek Imah membantu memandikan Dika lalu memakaikan baju dan sepatunya. Lalu mereka sama-sama keluar kamar dengan Nek Imah yang membawa tas sekolahnya.
Di ruang makan telah berkumpul ketiga anak itu untuk sarapan bersama. Mereka menyendok nasi goreng dan nugget di piring mereka masing-masing. Dan melahap makanannya.
Di sisi lain Nek Imah mengeluarkan tempat untuk bekal mereka yang sudah berisikan nasi yang baru masak. Nek Imah memasukkan Ayam Goreng bumbu dan sayur capcai ke bekal mereka dan membiarkannya terbuka sejenak.
Jam sudah menunjukkan Pukul 06.15 Rani pun keluar dari kamarnya dengan sudah berpakaian rapi dan siap untuk sarapan.
" Hari ini kalian kakak yang antar ke sekolah ya.. Soalnya kakak mau ke sekolah kalian membayar uang SPP kalian.". Kata Rani sambil menyuapkan suapan pertama nasi goreng buatan Nek Imah.
" Horee...!!". Jawab mereka bertiga senang.
Di sisi lain Nek Imah masih sibuk membereskan bekal mereka bertiga. Nek Imah sudah meletakkan di wadah tas mereka dan menutupnya rapat supaya tidak tumpah dan memasukkannya ke tas masing-masing.Tak lupa Nek Imah memasukkan tempat minum mereka. Supaya mereka tidak haus sehabis makan bekal nanti. Rani memperhatikan Nek Imah dari tadi sambil menghabiskan nasi gorengnya lalu memujinya
" Wahh... Nek Imah telaten sekali ngurus anak-anak". Puji Rani.
" Biasa aja Nak. Nenek nggak mau mereka kelaparan nanti. Nenek juga nggak mau mereka jajan sembarangan. Nenek takut kalian semuanya sakit. Kalo kalian sakit kan nenek sedih". Jawab Nek Imah dengan penuh kasih sayang.
" Makasih ya Nek. Kami sayang Nek Imah". Jawab mereka bertiga serentak.
Rani memperhatikan adanya kasih sayang yang tulus diantara mereka dan dia pun senang.
" Ayo, cepat dihabiskan makannya supaya kita bisa berangakat. Kakak masih banyak pekerjaan hari ini.". Suruh Rani
" Baik Kak..!!". Jawab mereka bertiga.
Mereka pun menghabiskan nasinya dan meminum susu yang ada di samping mereka masing-masing. Setelah selesai mereka menggendong tasnya lalu pamitan pada Nek Imah. Lalu mereka berempat pun berangkat diantar Nek Imah sampai depan pintu.
Setelah mereka semua pergi, Nek Imah membereskan meja makan dan mencuci semua piring. Kemudian dia pun pergi ke pasar untuk membeli beberapa baham makanan, beras, minyak, gula dan kebutuhan rumah lainnya. Itulah Rutinitas Nek Imah sehari hari.
semangat