"Tanggal 1 April pukul 11.11 aku sepertinya telah jatuh cinta!"
Gema menyadari perasaannya dan pada hari itu juga pemuda yang masih duduk di bangku sekolah itu akan melamar sang pujaan hati.
"Aku akan menikahi Chila sekarang juga!"
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencuci Bersama
"Apa Gema sudah benar-benar sembuh?" tanya Armon saat putrinya berpamitan pulang.
"Demamnya sudah turun lagipula kami harus sekolah besok," jawab Chila.
Armon mengusap rambut putrinya sebelum pergi, sepertinya Chila tidak mengeluh apapun atas pernikahannya dengan Gema untuk sekarang ini.
"Jaga diri baik-baik, kalau ada masalah sekecil apapun cepat beritahu daddy!" pinta Armon kemudian.
"Siap Daddy! Aku pergi dulu," ucap Chila.
Sebenarnya Armon masih berat melepas putrinya tapi mau bagaimana lagi.
Sementara Gema sendiri sudah merasa baikan, dia harus cepat membawa Chila pergi ke apartemen karena besok harus bersekolah.
Sesampai di apartemen, Gema segera meletakkan beberapa makanan di kulkas. Semua makanan itu pemberian dari ibu mertuanya.
Dengan begini Gema hanya perlu memanaskannya saja di microwave.
"Waktunya membuat jadwal," ucap Gema bergegas mengambil kertas dan pulpen.
Chila terus mengawasi gerak-gerik pemuda itu, dia pikir kalau Gema akan membuat jadwal ujian yang akan mereka jalani tapi sekalinya Gema membuat jadwal kegiatan yang akan dia lakukan di rumah tangga mereka.
"Apa ini?" tanya Chila keheranan.
Semua urusan dilakukan oleh Gema sementara Chila tidak diberi peran sama sekali.
"Jangan remehkan aku seperti ini, Gema," protes Chila di sana.
"Siapa yang meremehkanmu," balas Gema tidak mengerti.
"Dari awal aku sudah bilang kalau kau tidak perlu melakukan apapun, sayang!"
Chila justru tidak suka dengan sikap Gema yang seperti itu jadi dia ingin membagi tugasnya.
"Aku tidak bisa memasak jadi aku bagian yang mencuci piring, kau cuci baju sementara aku melipat baju dan setrika..." Chila berusaha mengatur jadwal ulang.
Namun Gema tidak mau Chila melakukan pekerjaan berat.
"Tidak akan ada waktu untuk mengurus baju-baju kita jadi biar aku memasukkannya ke laundry tapi..." Gema berdehem pelan.
"Bagian pakaian dalam tidak ikut serta!"
Chila selama ini tidak pernah memikirkan tentang pakaian dalamnya karena Roro sudah mengurus semuanya.
Ternyata saat tinggal sendiri hal sekecil itu harus dipikirkan.
"Baiklah," balas Chila setuju.
Hari berikutnya Chila berusaha mengumpulkan semua pakaian kotor untuk dibawa ke laundry lalu menyisakan pakaian dalamnya.
"Bagaimana cara mencucinya?" gumam Chila seraya memasukkannya ke mesin cuci.
Pada saat itu Gema datang untuk memeriksa keadaan istrinya.
"Apa yang kau lakukan istriku? Bukankah baju-bajunya akan dikirim ke laundry?" tanya Gema.
"Aku hanya..." Chila merasa malu dan berusaha menutupi mesin cuci.
"Apa yang kau sembunyikan?" Gema semakin curiga lalu berusaha mengintip.
Pantas saja Chila merasa malu karena akan mencuci pakaian dalam.
"Bisa tunjukkan padaku bagaimana cara mencucinya?" pinta Chila.
"Jangan gunakan mesin cuci tapi pakai tangan saja," Gema mengambil pakaian dalam Chila dan dia satukan dengan miliknya.
"Kenapa pakai tangan? Dan apa kau tidak jijik menyentuh pakaian dalamku lalu kenapa disatukan dengan milikmu?" cecar Chila.
Gema tetap melanjutkan pekerjaannya dan meletakkan semua pakaian dalam di bak lalu memberinya air. Setelah basah barulah Gema menguceknya dengan tangan.
"Kalau pakai mesin cuci akan cepat molor jadi pakai tangan biar awet," jelas Gema.
"Apa kau sering melakukan hal ini?" tanya Chila penasaran.
"Tentu saja tidak pernah tapi aku mempelajarinya dari bibi di rumah," terang Gema.
"Kalau begitu, aku akan mencobanya," Chila merebut cucian dari tangan Gema.
"Kalau begini, aku akan mengurangi memakai pakaian dalam," ucap Chila yang tidak mau banyak cucian.
"Wah, ide bagus sekali, istriku," Gema justru merasa kesenangan akan ide itu.
cui cui cui