Ainara Syafiq Anjani
Gadis muslimah yang baru saja masuk ke universitas.
karena kecantikan fisik maupun hati nya banyak keluarga yang datang untuk meminta nya menjadi menantunya, akan tetapi dia selalu menolak lamaran mereka.
Alasan Ainara menolak lamaran tsb karena sebuah mimpi, di dalam mimpi nya dia bertemu seorang pemuda yang memiliki lesung pipi sebelah kiri.
Di dalam mimpinya pemuda tsb mengatakan
" Ainara Syafiq Anjani aku sudah meminta mu kepada Rabb-ku , dan hari ini aku akan meminta mu kepada orang tua mu. Mau kah kau menerima ku, menerima aku untuk menjadi imam mu? "
🌸
Muhammad Zidan Alfatih
Pemuda pemilik lesung pipi di sebelah kiri.
pemuda yang terkenal Ramah .
karena ke santunan nya banyak gadis yang mengantri untuk mengajukan proposal untuk menjadi istrinya.
" aku meminta mu kepada Rabb-kita. menyelipkan nama mu di setiap bait doa ku. menempatkan dirimu sebagai wanita mulia yang akan ku perjuangkan dengan keimananku kepada Rabb-ku. "
~Muhammad Zidan Alfatih~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jika kamu jodoh ku, maka temui orang tua ku!
"Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan (zawjaini) supaya kamu mengingat kebesaran Allah"
( Q.S adz-Dzariyat [51]:49)
Allah menciptakan segela sesuatu berpasang-pasangan
Malam dengan siang, matahari dengan bulan, bumi dengan langit, Hawa dengan Adam Begitupun dengan Aku.
Aku yakin Allah akan memasangkan Aku dengan kamu. atas izin dari Allah segalanya akan menjadi mungkin, Meski aku dengan ketidak peecaya diri an ku, dan segala kekurangan yang ku miliki insyaallah aku akan menegaskan hati ku untuk menetap pada mu.
***
Pagi ini zidan sedang sarapan bersama ayah dan ibu nya.
seperti biasa keluarga sederhana ini selalu saja hangat,
Meski mereka bertiga namun mereka saling menyayangi satu sama lain.
" Yah, kapan ayah berhenti bekerja?" tanya zidan di sela-sela makannya
" Selagi ayah masih mampu , ayah akan tetap bekerja zi " jawab pak Amar ayah nya zidan.
" kenapa tidak bekerja di cafe saja yah, disana ayah bisa mengontrol kalau engga ayah jadi salah satu manager di cafe cabang saja " ucap zidan
" biarkan ayah bekerja di perusahaan ini zi, lgian kan bentar lagi ayah akan pensiun . untuk cafe biar kamu aja yang ngurus buat masa depan kamu " jawab pak amar
" Ayah sama anak ngomong in apa si serius amat?" tanya Bu Amira yang baru saja datang membawa kan sayur yang baru matang dari dapur
" Ibu ini kepo banget si, sini makan bu bareng ayah dan zidan " sahut zidan, lalu ibu amira makan bersama dengan suami dan anaknya.
selesai makan Pak amar berpamitan untuk berangkat ke tempat kerjanya,
kini tinggallah Amira dan anaknya di ruang tamu rumahnya.
" Zi ?" panggil bu amira kepada zidan yang sedang memakai sepatu nya
" Dalem bu .." jawab zidan yang masih mengikat tali sepatu nya
" zi , jika hati mu sudah menetap maka mantapkan lah. jika masih ragu maka minta pentunjuk dari Allah nak,
Ibu tau apa yang kamu pikirin zi, kamu ini anak ibu jika ada sesuatu maka cerita kan lah .
Apa kamu sudah bicara dengan renaldi ?" ucap bu Amira pada zidan. Ya! pada saat zidan sedang menelfon Renaldi tadi malam Bu amira mendengarkan pembicaraan merdeka jadi Bu amira tahu tentang apa yang zidan pikirkan.
" Aku hanya sedang tidak percaya diri bu untuk menemui orang tua nya " jawab zidan yang masih tertunduk
" kamu ini laki-laki zi, kamu harus berani untuk bertindak dan mengambil keputusan" sahut Bu Amira
" Aku hanya takut bu, jika dia bukan lah jodoh ku, aku hanya ingin mengkhitbah satu kali dan itu harus berhasil bu, " jawab zidan
" kalau belum berusaha mana tahu hasilnya nak " ucap ibunya yang menghampiri zidan yang masih duduk di kursi nya.
" Nak, apakah gadis itu yang di bawa renaldi ke cafe itu?" tanya bu amira memastikan gadis yang sedang di pikirkan oleh zidan.
" iya bu dia, renaldi pernah melamar dia namun 3 bulan yang lalu dia menolak lamaran renaldi bu. itu alasan mengapa renaldi pergi ke gontor. dan tadi malam aku menelfon renaldi dan dia mendukung agar aku bisa mengkhitbah gadis itu bu " ujar zidan
" kalo Renaldi sudah berkata seperti itu terus kamu kenapa masih terlihat bingung ?" tanya bu amira
" Aku hanya sedang tidak percaya diri bu. sepertinya dia berbeda dengan kita " jawab lirih zidan sambil menatap ke depan namun dengan tatapan kosong.
" di mata Allah kita sama zi, apa yang buat kamu tidak percaya diri itu karena pikiran mu sendiri . kalau memang hati mu sudah yakin maka kamu harus hilangkan semua kekhawatiran apapun yang ada di hati mu. " ucap Bu Amira sambil menepuk pundak anaknya
" ibu akan selalu mendoakan kamu zi " sambung nya
" terimakasih bu, zidan akan meyakinkan hati zidan dulu bu" sahut zidan lalu mencium tangan ibunya untuk pamit berangkat ke cafe.
" Assalamualaikum" ucapnya
" waalaikumsalam" jawab bu amira
Zidan mengendarai motor nya dengan kecepatan yang sedang , di perjalanan dari rumah menuju cafe zidan masih kepikiran tentang ucapan ibu nya.
Apa yang membuat dirinya tidak percaya diri? kenapa dia gelisah? bukankah Zidan sudah yakin jika Ainara lah gadis yang ada di mimpinya? lalu kenapa dia ragu untuk mengkhitbah nya?
keraguan- keraguan itu terus menyelimuti pikiran nya,
Namun, ada seorang wanita berhijab syar'i berwarna pink salem sedang membantu seorang nenek menyebrang, zidan terus memperhatikan wanita itu. Ya! wanita itu adalah Ainara , seseorang yang sedang zidan pikirkan.
karena lampu lalu lintas sedang merah, zidan menghentikan motor nya , dia menatap ke arah Ainara yang sedang menuntun nenek-nenek itu sampai tepi jalan.
Laki-laki siapapun jika melihat kelembutan nya pasti akan kagum terhadap nya. Dan diri nya apakah pantas untuk wanita seperti dia? seorang Muhammad zidan alfatih? apakah pantas bersanding dengan nya?
Ainara berjalan memasuki toko kue yang ada di tepi jalan itu, zidan yang melihatpun ikut menepikan motor nya di tempat parkir toko kue itu. Dia berjalan dan memasuki toko itu, sebenarnya zidan bingung harus membeli apa, dia hanya ingin mencari waktu agar bisa mengobrol dengan ainara walau hanya sebentar.
sampai akhirnya Ainara sudah selesai memilih kue dan hendak membayar ke meja kasir,Ainara melihat zidan yang sedang berdiri di dekat pintu masuk.
" Semuanya 230.000 mbak.." kata si pelayan toko
dengan cepat Ainara memberikan uang kepada pelayan toko itu kemudian mengambil belanjaan nya.
" terimakasih " ucap nya kepada pelayan toko
Ainara hendak keluar namun dia masih melirik sekilas ke arah zidan yang sedang gelisah dan kebingungan.
" Kak zidan" panggilnya , lalu zidan pun menghampiri ainara
" Kak zidan nyari apa?" tanya nya , nampak zidan semakin terlihat bingung dengan pertanyaan Ainara
" Apa nara ada waktu sebentar ?" tanya zidan . Ainara menatap sebentar ke arah zidan lalu menundukkan kepala nya lagi.
" Kak zidan mau ngomong sama nara?" tanya ainara lalu dengan ragu zidan mengangguk
" Dimana?"sambung nya
" Di depan saja dek " jawab zidan, lalu dia terlebih dulu keluar dari toko dan diikuti ainara yang berjalan di belakang nya.
" Itu ada kursi kak, duduk aja " ujar ainara menunjuk sebuah kursi yang ada di depan toko itu.
Zidan pun berjalan ke arah kursi itu lalu duduk kemudian dia menatap ke arah ainara yang masih berdiri , seakan mengerti zidan menjauhkan kursinya dari kursi satu nya , Baru setelah itu ainara berjalan menghampiri zidan lalu duduk di kursi yang agak jauh dari zidan.
" kak zidan ada perlu apa sama nara?" tanya ainara membuyarkan suasana hening yang tercipta.
" Maaf sebelum nya dek, Apa aku boleh bertanya?" ucap zidan, ainara melirik sebentar lalu mengalihkan tatapan matanya ke arah Orang-orang yang sedang berjalan
" tentang apa kak?" tanya ainara
" Apa alasan kamu menolak renaldi? " tanya zidan
" kita memang tidak berjodoh kak, lalu bagaimana lagi? Nara maupun kak aldi tidak bisa melawan kehendak nya bukan? Kak aldi orang yang baik pasti akan mendapat kan wanita yang jauh lebih baik pula " jawab Ainara
" Apa jika nanti ada seorang pemuda yang datang melamar mu, kamu jg akan menolak dia ? " tanya zidan
" jika pemuda itu adalah jodoh nara, maka dengan izin dari Allah dan orang tua nara, insyaAllah nara akan menerima nya kak " jawab ainara, namun jawaban ainara sedikit membuat zidan tersenyum kecil.
" jika aku jodohmu bagaimana dek?" tanya zidan
Deggg!
jantung ainara seakan berdegup kencang mendengar pertanyaan yang diucapkan oleh zidan barusan.
Namun ainara sebisa mungkin untuk terlihat tenang.
Ainara menghela nafas nya sebentar, lalu dia melihat zidan yang seakan menantikan jawaban darinya.
Ainara berpikir sebentar, apa maksud zidan menanyakan perihal itu terhadap nya? banyak pertanyaan lain nya yang terlintas di otak ainara, namun ainara tersadar saat zidan memanggil nya.
" Dek..." panggil zidan
Ainara bangun dari tempat duduk nya lalu mengambil kantong plastik yang berisi kue tadi yang dia beli.
melihat itu zidan pun ikut berdiri, zidan sempat berpikir apa ainara marah? namun Ainara sempat melirik zidan yang bingung karena tingkahnya.
" Kalau kamu jodoh ku , maka temui orang tua ku" ucap Ainara sambil menunduk lalu tanpa permisi dia pergi dari hadapan zidan, Ainara menghentikan angkot lalu masuk dan pergi menggunakan angkot itu. Zidan masih termenung mendengar ucap an Ainara, dia berpikir sejenak lalu wajah nya mengulas senyum di bibirnya.
Dengan cepat zidan mengambil motornya lalu mengendarai motor nya, zidan pergi ke cafe dengan perasaan yang tenang setelah mendengar ucapan ainara. zidan bertekad akan menemui orang tua Ainara nanti setelah membicarakan kepada Ayah dan ibunya.
" Tunggu aku Habibie ...." ucap nya dalam hati
Salam dari
"KEKUATAN ASISTEN DIREKTUR"
Jangan lupa Feedback dan bantu
LIKE, VOTE, RATE dan KOMEN.
Terima kasih🤗
Salam dari
"KEKUATAN ASISTEN DIREKTUR"
Jangan lupa Feedback dan bantu
LIKE, VOTE, RATE dan KOMEN.
Terima kasih🤗
Salam dari
"KEKUATAN ASISTEN DIREKTUR"
Jangan lupa Feedback dan bantu
LIKE, VOTE, RATE dan KOMEN.
Terima kasih🤗
alhmdulilah sah Resmi jdi suami istri.
samawa janah Allah amin. zidan Dan nara
Allah lbh tau mana yg terbaik bwt mu.
eh tmn y melamar y lg. wadau gmn jdi y??? 🤔🤔🤔🤔