Arianna Safi mengalami penganiayaan yang membuatnya meninggal. Tidak disangka dia justru masuk ke dalam tubuh figuran antagonis di novel yang dia baca sebelum meninggal.
Figuran antagonis itu bernama Arianna Serafine Wezen yang merupakan kembaran dari antagonis cerita yaitu Catalina Hermione Wezen.
Arianna yang diberi kesempatan untuk hidup pun bertekad untuk merubah takdir agar tidak sesuai dengan alur cerita dimana dia, Catalina dan keluarganya mengalami kehancuran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pipit_vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21: Terungkap 2
...-<{ SELAMAT MEMBACA }>-...
Ezekiel Lyxander, merupakan seseorang yang dikenal sebagai penyihir hitam. Penyihir hitam yang suka berbuat kekacauan di wilayah Kekaisaran Linchia dan wilayah manapun yang mengganggunya.
Meskipun punya wajah yang tampan, Ezekiel justru ditakuti karena kebengisannya. Begitulah yang Eze dengar dari cerita orang-orang.
Kemudian sosok yang tengah dibicarakan baru saja tiba di istana Kekaisaran dengan menunggangi monster Luke.
"Dimana sambutan hangatnya? Padahal aku sudah sering berkunjung, tetapi masih saja tidak ada yang menyambut ku hangat. Cih!"
Di bawah monster Luke yang bertubuh besar, terdapat beberapa mayat ksatria yang tewas karena terinjak Luke juga terkena racun yang dikeluarkan oleh Luke.
Tap
Eze melompat turun dari atas punggung Luke tepat di sebelah mayat seorang ksatria. Eze menatap mayat itu dengan pandangan iba.
"Sayang sekali kau tidak berumur panjang. Semoga Dewa Shiraz memberimu ketenangan yang sementara." ucap Eze.
Grudug grudug
Terdengar suara langkah banyak orang yang tentunya sudah diduga oleh Eze. Pria itu menyeringai lebar, "Wah~ sambutan hangat untukku akan segera tiba."
"PENYIHIR HITAM DI SANA!"
"SIAPKAN SIHIR PERLINDUNGAN DAN LANCARKAN SERANGAN!"
Eze mengusap telinganya yang berdengung karena mendengar teriakan mereka. Para ksatria unggulan Kekaisaran mulai berdatangan untuk menyergapnya dari berbagai arah.
"Maju selangkah lagi, mati." ucap Eze dingin yang berhasil menghentikan para ksatria itu untuk mendekatinya.
Eze tersenyum miring setelahnya, "Aku terima sambutan hangat kalian yang penuh sopan santun ini. Kuberi saran untuk segera pergi atau nyawa kalian ku habisi."
Para ksatria tampak diam dan menodongkan senjata mereka masing-masing dengan tangan gemetar.
"Cimol, bantu aku." ucap Eze pada monster Luke yang diberikan nama 'Cimol' oleh Arianna.
Sebenarnya Eze merasa kurang suka dengan nama yang diberikan Arianna untuk Luke, wanita itu selalu memberi nama aneh pada monster-monster miliknya.
"Habisi mereka yang menghalangi jalanku." perintah Eze.
Cimol pun mulai melancarkan serangan seiring dengan gerakan para ksatria yang juga bergerak menyerang Eze. Cimol menyemburkan racun yang membuat tubuh menjadi lumpuh seketika.
"Melawan satu monster saja tidak mampu, aku jadi ragu dengan cara mendidik militer Kekaisaran pada kalian. Ckck!"
Dengan langkah ringan, kaki Eze melangkah masuk ke dalam istana Kaisar dimana tempat Kaisar dan Permaisurinya berada.
Istana tempat Kaisar berada tentunya dijaga ketat oleh para ksatria terlatih, baru saja melangkah masuk, Eze sudah kembali dihadang oleh puluhan ksatria dan prajurit. Lalu diantara para ksatria itu muncul seorang pria yang membuat Eze tersenyum lebar.
"Ku kira Kaisar langsung yang akan menyambut kedatanganku, ternyata adikku sendiri yang menyambut ku. Bagaimana kabar Yang Mulia Putra Mahkota Kekaisaran ini?"
Pria itu menggeram marah dengan tangan yang terkepal kuat, "Kau tidak pantas menanyakan kabarku, Ezekiel! Sebaiknya kau pergi dan jangan injakkan kaki kotormu itu di istana ini lagi."
"Hahaha~" Eze tertawa terpingkal-pingkal sampai mengeluarkan air mata.
Pria di depan Ezekiel adalah Putra Mahkota Kekaisaran Linchia, yaitu Garaldion Wirdenfel De Linchia. Pria itu semakin memberikan tatapan bencinya karena ucapannya dianggap lelucon oleh Eze.
"Astaga! Aku sampai tidak bisa berhenti tertawa karena kau, adikku." Eze mengusap air matanya.
Eze menampilkan senyum mengejek pada Garald, "Sejak kapan ada aturan aku tidak boleh menginjakkan kakiku di rumahku sendiri? Apa kau lupa bahwa aku ini adalah kakakmu, Garald?"
Garald menghunuskan pedangnya tepat di depan wajah Eze, "Ayahanda sudah menghapus namamu dari daftar keluarga Kekaisaran. Jadi, hentikan sikap besar kepalamu itu."
"Hahaha~" Eze kembali tertawa, "Nampaknya cermin di istana Kekaisaran ini kurang jelas dalam memantulkan bayangannya hingga membuat para penghuninya tidak sadar diri." sindiran Eze berhasil memancing amarah Garald.
Garald pun menyerang dengan kemampuan berpedangnya yang sudah diakui sebagai master pedang termuda di benua Atlanta yang dibalas serangan juga oleh Eze.
"SERANG PENYIHIR HITAM SEKARANG!" seru salah satu ksatria saat melihat kesempatan untuk melumpuhkan Eze.
Eze mendapat serangan sihir dan fisik dari segala arah. Karena wajah Eze nampak santai dalam situasi mendesak seperti sekarang membuat Garald semakin berambisi untuk membunuh Eze.
Beruntung sebelum datang kemari Eze sudah menyiapkan energi yang cukup bila saja terjadi hal seperti ini.
Eze mengeluarkan pedang miliknya yang sudah lama tidak pernah dia gunakan lagi. Dengan kelihaiannya memainkan pedang, Eze mampu menangkis segala serangan yang diarahkan Garald padanya.
"Sialan kau, Ezekiel!" umpat Garald yang pedangnya terlempar akibat ulah Eze.
Eze mundur untuk memberi jarak karena dia merasa ada sesuatu yang mengganjal dari tubuh Garald.
'Aku merasakan hal yang sama saat berada di kamar Anna saat itu.' batin Eze seraya menatap Garald penuh waspada.
Garaldion adalah orang yang ambisius, apapun yang dia inginkan harus dia dapatkan meskipun dengan cara yang salah.
"Anak yang dibuang dan terus berbuat ulah. Apakah tindakanmu ini karena kau menginginkan posisi ayahanda?"
Pertanyaan Garald membuat Eze merasa jengkel, pria itu pun berkacak pinggang, "Aku justru akan mengabulkan ketakutanmu jika kau masih saja menghalangiku untuk bertemu Pak Tua itu."
"Untuk apa kau ingin bertemu ayahanda? Meminta untuk kembali menjadi anggota keluarga Kekaisaran?" Garald memandang remeh Eze.
Eze yang semakin kesal pun mengeluarkan sihir hitamnya dan dia arahkan pada Garald beserta para ksatria yang masih terus menyerangnya.
Benar saja dugaan Eze, adiknya itu nampak memiliki sesuatu yang membuatnya kebal terhadap sihir hitam miliknya.
Garald memandang para ksatria yang berteriak kesakitan padahal tidak terlihat seperti ada yang menyerang. Garald yang tahu soal itu menyeringai lebar pada Eze.
"Aku jauh lebih kuat sekarang, kau pasti tak menduga hal ini kan?"
"Garald yang bodoh! Bisa-bisanya kau begitu bodoh! Hahaha~" Eze tertawa terbahak-bahak, "Apa Pak Tua itu tahu bahwa kau sudah bersekutu dengan iblis?"
Garald melotot marah, "Berani-beraninya kau menuduhku bersekutu dengan iblis! Memangnya aku sepertimu?"
Eze berhenti tertawa. Dalam sekejap wajahnya menjadi serius, "Kau sudah terlalu banyak membuang waktuku. Sudah cukup untukku bersabar."
Eze berlari maju dan menyerang Garald secepat kilat hingga pria itu kewalahan melawan Eze yang membabi-buta.
"Berhentilah, Ezekiel!"
Eze menghentikan serangannya pada Garald karena seruan seseorang. Eze menatap orang itu dengan wajah yang masih dipenuhi amarah pada Garald.
"Kau ingin bertemu denganku, bukan? Jadi, lepaskan putraku dan ikuti aku." ucap seseorang itu lagi.
Eze menurunkan pedangnya yang dia acungkan ke leher Garald. Pria itu pun mengikuti seseorang yang memang ingin dia temui yang tidak lain adalah Kaisar Linchia.
Kaisar pun mengajak Eze menuju ruang kerjanya yang terletak di dekat ruang tamu istana utama dan tidak jauh dari tempat Eze membuat keributan.
"Jadi, katakanlah tujuanmu datang kemari." ucap Kaisar dengan dingin.
Ezekiel menatap pria tua di depannya yang rambut hitamnya sudah mulai beruban. Ketampanannya tetap bertahan meskipun sudah dimakan waktu.
'Ternyata sudah lama sekali.' Eze merasakan sesak di dalam dadanya.
Eze merasa waktu berlalu begitu cepat semenjak dia diturunkan dari posisinya sebagai Putra Mahkota Kekaisaran karena memiliki sihir hitam di dalam tubuhnya.
Kemudian, namanya yang dihapus dari daftar keluarga Kekaisaran dan menjadi musuh Kekaisaran semuanya berasal dari orang di depannya, Kaisar.
Kaisar jugalah yang membuat aturan bahwa menyebut nama Ezekiel yang pernah menjadi Putra Mahkota Kekaisaran adalah hal yang tabu. Maka dari itu, semua orang mulai lupa bahwa dulunya Eze adalah keluarga Kekaisaran.
"Aku tidak akan merebut hakku bila kau menyetujui pernikahanku." ucap Eze.
"Memangnya ada yang mau menikah denganmu?" Kaisar merasa Ezekiel sedang bercanda hingga membuatnya tertawa.
Brak
Eze menggebrak meja kerja Kaisar hingga terbelah menjadi dua untuk menghentikan tawa penuh ejekan itu.
"Aku serius, Pak Tua. Cepatlah buat keputusan sebelum terlambat."
Kaisar menatap mejanya yang sudah terbelah menjadi dua kemudian menatap Eze yang tersenyum penuh kelicikan.
"Kau tidak lupa dengan janjimu sendiri kan, Pak Tua?" Eze mendekatkan wajahnya pada Kaisar, "Janji seorang ayah pada anaknya sendiri tidak boleh dilupakan."
Kaisar terdiam membeku. Sejak kapan pria muda di depannya terlihat begitu menyeramkan saat tersenyum dalam jarak dekat?
"Tepati janjimu dan setujui pernikahanku dengan Putri Duke Wezen, Arianna Serafine Wezen."
"Tunggu ... Putri Duke Wezen?" Kaisar tidak salah dengar kan?
"Tenang saja, Pak Tua, kau tidak salah dengar. Wanita yang akan aku nikahi memang Arianna Serafine Wezen, Putri Duke Frederick Wezen."
Kaisar yang dilihat Eze nampak begitu tercengang mendengar itu. Tidak sangka, putranya yang sudah dia hapus dari daftar keluarga Kekaisaran ternyata mampu memikat seorang wanita yang berasal dari kalangan bangsawan kelas atas semacam Duke Wezen.
"Bagaimana, Pak Tua? Sepertinya kau terbiasa mengulur-ulur waktu hingga tidak tahu bahwa setiap waktu yang kau buang bisa saja menjadi kesempatan emas bagi seseorang." ucap Eze yang mampu menusuk hati sang Kaisar.
"Apa kau serius?"
"Aku tidak pernah bercanda bila untuk kepentinganku, Pak Tua. Jadi, beritahu aku bila kau sudah menepati janjimu. Aku akan menginap di kamar lamaku untuk menunggu kabar bagus darimu."
Tanpa menunggu jawaban Kaisar, Eze berlalu pergi seraya bersiul.
Bersambung ..
Tunggu yaa, aku pasti update kok. Meskipun nggak bisa teratur kayak orang-orang😊 Tolong pengertiannya ya sayang-sayangku🤍, Aku masih masa long shift sampai bulan puasa dateng nanti. Doain aja aku sehat terus supaya semangat kerja dan nulis hingga selesain cerita ini😊.
KAMSAHAMNIDAAA CHINGUYAAA🤍🤍 SARANGHAEE