NovelToon NovelToon
Istri Untuk Arga

Istri Untuk Arga

Status: tamat
Genre:Obsesi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:111.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Snow White

Bagaiaman jika kamu harus menikah dengan orang yang mempunyai rasa trauma akan sebuah hubungan masa lalu yang masih menghantuinya? Begitu juga dengan Darin dan Arga yang terpaksa harus menikah karena keegoisan kedua orang tuanya. Arga yang meliliki trauma karena perceraian kedua orang tuanya, harus dipaksa hidup bahagia dengan Darin yang juga masih menyimpan rasa sakit hati karena ditinggal pergi Akaz.

Awal rumah tangga mereka diselimuti perdebatan, sampai akhirnya Arga mengetahui siapa sosok Darin sebenarnya yang membuat semua pandangannya selama ini berubah. Arga kembali merasakan getaran dalam hatinya, ia kembali merasakan bagaimana rasanya cemburu dan gundah. Namun Arga hanyalah lelaki yang mempunyai sifat cuek dan dingin, ia tidak tahu bagaimana caranya mengutarakan perasaannya. Hanya diam-diam Arga bisa mengutarakan perasaannya lewat tindakan kecil. Sampai akhirnya Arga berani mengungkapkan perasannya secara lantang karena ia tahu jika Darin adalah perempuan yang dicarinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu Tak Diundang

Meskipun Alex sudah menenangkan hati Darin, tetap saja Darin masih merasa bersalah. Pantas saja ia sering melihat Arga merasa tidak nyaman dengan bahunya, seperti merasakan menahan sakit. Darin ingat entah sudah berapa kali ia memukul bahu Arga, apalagi sampai membuat Arga terjatuh karenanya.

Saat masuk ke dalam kamar, Darin melihat Arga sedang di depan laptop miliknya. Tidak ada kata yang terucap saat Darin masuk dan ia terlihat cuek dan dingin, seolah ia tidak menganggap keberadaan Darin di sana.

"Sekali lagi aku minta maaf." Darin mencoba meminta maaf kepada Arga yang terlihat sibuk sendiri dengan laptopnya.

Andai saja Arga tahu seberapa besar Darin harus mengumpulkan tenaganya untuk bisa meminta maaf kepadanya, mengapa begitu susah untuk Darin meminta maaf kepada Arga. Ia harus mengumpulkan banyak tenaga dan keberanian agar bisa berdiri di hadapan Arga.

"Aku nggak mau membahasnya lagi, jadi tolong jangan berlebihan," kata Arga terlihat santai tanpa menoleh menatap Darin yang berdiri tidak jauh darinya.

Mengapa ucapan Arga membuat Darin merasa sedih, tidak biasanya Darin merasakan seperti ini. Apa benar yang diucapkan oleh Arga jika ia begitu berlebihan memperlakukannya?

"Tapi aku melakukan itu sebagai permintaan terimakasih."

"Sayangnya aku nggak suka," timpal Arga masih dengan sikap dinginnya tidak memperdulikan Darin.

Kedua bola mata Darin terlihat berkaca-kaca, walaupun Arga berbicara dengan nada pelan tapi terasa menyakitkan bagi Darin. Seketika Darin terdiam menundukkan kepalanya menyembunyikan rasa sedihnya darai Arga.

Mungkin Darin salah sangka dengan perhatian dan perasaan Arga yang ia tunjukkan kemarin-kemarin kepadanya, seperti yang ia bilang jika semua hanyalah berpura-pura. Mereka berdua sedang bermain drama di dalam rumah tangganya.

Merasa suasana hatinya masih kacau akhirnya Darin memutuskan untuk mencari udara segar, dan ia melihat Saskia sedang duduk sendirian di depan teras. Merasa khawatir mertuanya sendirian akhirnya Darin menghampirinya. Senyum manis Darin terlihat pertama kali oleh Saskia saat menantunya duduk di sampingnya.

"Mama lagi apa sendirian di sini?" tanya Darin begitu lembut menyapa Saskia sambil memegang telapak tangan Saskia yang sudah tidak bisa bergerak.

Tidak ada jawaban dari Saskia yang pasti saat ini jika Saskia bisa berbicara ia akan sangat bahagia dengan kehadiran Darin bersamanya. Sejak menikah dengan Arga, Darin harus memanggil Saskia dengan sebutan mama dan papa bagi Harun.

"Darin temenin mama, ya?" tanya Darin menawarkan diri meskipun Saskia tidak bisa berbicara.

Ingin rasanya Darin berbicara apa yang ada di dalam hatinya jika ia sangat bersyukur dan beruntung bisa menjadi bagian keluarga Harun. Ia sangat senang dan bahagia seperti mempunyai keluarga yang sangat utuh sekali.

"Makasih ya, Ma. Karena udah mau menerima aku sebagai menantu di keluarga ini. Aku sangat bahagia sekali." Darin mula bercerita dengan suaranya terdengar sedikit parau.

"Aku bahagia menjadi bagian dari keluarga ini, dan juga mempunyai suami yang baik seperti Arga," tambah Darin dengan kedua bola matanya mulai berkaca-kaca saat menyebut nama suaminya.

Saskia tahu bagaimana perasaan Darin kepada Arga, ada sedikit rasa suka di hati Darin yang ia rasakan saat ini. Begitu terlihat jelas oleh Saskia. Wajah Darin yang tadinya sedikit sendu kini berubah menjadi riang saat membahas Arga yang baru ia kenal.

"Arga itu orangnya pendiam ya, Ma. Dingin, cuek, ketus, sinis, tapi sebenarnya dia lelaki yang hangat dan perhatian. Mama beruntung mempunyai putra seperti Arga, karena dia begitu menyayangi keluarganya. Kadang aku merasa iri karena nggak mempunyai keluarga yang bahagia seperti kalian." Darin terus bercerita tentang Arga dan adik-adiknya.

Bukan hanya Darin yang begitu iri dengan keharmonisan dan kehangatan dari ketujuh putra Harun, tapi orang lain juga demikian. Meskipun mereka mempunyai keluarga yang broken home, tapi Zein tidak akan membiarkan adik-adiknya kekurangan kasih sayang, begitu juga dengan Arga sebagai kakak kedua. Ia harus selalu ada membantu Zein untuk membahagiakan adik-adiknya agar tidak kekurangan cinta dan perhatian.

Sedari tadi ponsel milik Darin berbunyi sepertinya Darin meninggalkan ponselnya di tempat tidur, dan suaranya sangat mengganggu Arga yang sedang sibuk membuat laporan yang harus diserahkan kepada Zein besok.

"Orangnya ke mana sih, ponselnya ada tapi orangnya nggak ada," gumam Arga yang bangkit dari tempatnya dan berjalan menuju tempat tidur mengambil ponsel milik Darin.

Betapa terkejutnya Arga saat melihat layar ponsel Darin, sebuah nama yang sedang menjadi incaran dirinya dan Zein saat ini. Siapa lagi jika bukan Alex. Tapi untuk apa Alex menelepon Darin?

"Halo. Lo lagi apa?" terdengar suara Alex yang pertama kali menyapa saat Arga mengangkat panggilan masuk di ponsel Darin.

Suara Alex terdengar jelas di ujung telepon sana saat Arga menerimanya. Wajah Arga berubah menjadi sinis dengan tatapan tajam mendengarkan suara Alex.

"Gimana perasaan lo? Udah mendingan?" tanya Alex lagi belum mempersilahkan Darin untuk berbicara.

Namun mimik wajah Alex berubah seketika saat mendengar suara yang nyatanya bukan pemilik dari ponsel yang punyanya. Itu terdengar seperti suara kakak keduanya, Arga.

"Ngapain lo telepon istri orang? Nggak ada kerjaan banget?" Arga mulai terdengar ketus menjawab pertanyaan Alex.

Spontan Alex terdiam tidak bicara sesaat ketika mendengar suara kakaknya, bagaimana bisa ponsel milik Darin berada di tangan Arga.

"Mana Darin? Kenapa jadi lo yang angkat?" Alex balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Arga lebih dulu.

"Ditanya malah balik tanya lagi! Nggak ada kerjaan lo teleponin istri orang?"

"Nggak ada, Bang. Makanya gue telepon Darin biar bisa ngobrol, eh malah lo yang angkat. Darin ke mana?" Alex masih terdengar santai padahal Arga terdengar begitu tegas.

Jika saja Alex berada dekat dengan Arga, ingin rasanya Arga menjitak kepala Alex saat ini juga. Mengapa ia mempunyai adik yang selalu memancing emosinya.

"Bukan urusan lo dia ke mana."

"Jangan galak-galak napa, Bang. Gue cuman mau ngobrol sama Darin aja kok. Soalnya tadi pagi dia telepon gue karena sedih gara-gara lo."

"Kok gara-gara gue, apa hubungannya?"

"Dia sedih karena tadi pagi udah buat lo celaka, karena dia nggak tahu kalau lo tuh alergi udang sama nggak suka kopi," papar Alex menjelaskan alasannya kembali menelepon Darin.

Deg, Arga terdiam sesaat ketika mendengar cerita dari adik keempatnya. Apa Darin begitu sedih karena sikap sinis Arga kepadanya tadi.

"Jangan galak-galak kenapa sih sama dia. Kan udah gue bilangan sama lo," tambah Alex saat ia tidak mendengar suara kakaknya lagi.

"Anak kecil nggak usah bawel!" tegas Arga mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Gue udah bukan anak kecil, Bang. Umur gue udah memasuki DEWASA," jelas Alex sambil menegaskan kata "Dewasa" kepada Arga.

"Kalau lo udah dewasa berarti udah saatnya lo bisa pegang perusahaan, kan?"

Glek, sial bagi Alex saat ia berbicara seperti itu. Mengapa jadi begini alur ceritanya? Mengapa Arga membahas tentang perusahaan? Padahal mereka sedang membicarakan Darin.

"Kok jadi ke perusahaan sih Bang?" tanya Alex kebingungan.

"Pulang dari sini mau nggak mau lo harus udah siap buat masuk ke kantor. Gue nggak mau denger alasan apapun dari lo, oke!" Arga mematikan telepon secara sepihak membuat Alex merasa sangat kesal.

Dengan hati yang dongkol akhirnya mau tidak mau Alex menyimpan ponselnya dan menyudahi niatnya untuk menelepon Darin. Entah kenapa saat bertemu dengan Darin, Alex lebih sering berada di kedai kopi tempat Darin dulu bekerja. Hampir setiap hari Alex mengunjungi tempat ini hanya untuk sekedar meminum kopi dan nongkrong sejenak.

Tapi alasan Alex ke kedai tempat Darin dulu bekerja bukan hanya untuk menongkrong, tapi untuk melepas rasa rindunya kepada Darin. Karena hanya Darin teman berbicara Alex mulai saat ini ketika Richi jauh darinya. Tempat ini sudah seperti rumah bagi Alex membuat dirinya sangat nyaman.

Alex tidak tahu jika sedari tadi ada seseorang yang sedang memperhatikannya, dia adalah sahabat baik Darin yaitu Sisi. Kedatangan Alex yang sering mengunjungi tempat ini membuat Sisi penasaran jika Alex adalah adik ipar dari sahabatnya Darin. Dengan penuh rasa penasaran di sela jam kerja, Sisi mencoba untuk menghampiri Alex untuk bertanya tentang keadaan Darin. Sudah beberapa hari ini Darin tidak terlalu sering mengabarinya membuat Sisi sedikit khawatir.

"Permisi, maaf mengganggu," sapa Sisi sambil mendekati Alex yang sedang menikmati kopi pesanannya.

Melihat ada karyawan yang datang menghampirinya membuat Alex sedikit kebingungan, sepertinya ia tidak memesan kembali.

"Ada apa?" tanya Alex sambil menatap Sisi.

"Apa lo adik iparnya Darin?" tanya Sisi to the poin.

Alex sedikit terkejut dari mana pegawai kedai tahu jika Alex adalah adik iparnya Darin? Apakah berita sudah menyebar begitu sangat cepat.

"Iya, kenapa memangnya?"

"Gue Sisi, sahabatnya Darin. Apa boleh tahu bagaimana kabar dia sekarang?"

Mendengar jika Sisi adalah sahabat Darin membuat Alex sedikit lega, mengapa bisa Darin bersahabat dengan perempuan biasa saja. Apa ia tahu latar belakang Darin sebenarnya?

"Lo sahabatnya Darin dari kapan?" Alex balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Sisi lebih dulu.

"Hampir satu tahun gue kenal dia, sewaktu dia menyamarkan identitasnya jadi anak orang kaya."

Sepertinya Darin memang sengaja menyembunyikan identitasnya dari siapapun juga. Tapi bagaimana akhirnya Sisi bisa tahu jika Darin adalah putri dari keluarga kaya raya.

"Jadi lo tahu siapa dia sebenarnya?"

"Awalnya gue nggak tahu, tapi lama-lama gue tahu dan Darin meminta menyamarkan identitasnya," jelas Sisi yang mulai bercerita.

Rasa penasaran Alex semakin menjadi tentang Darin, seperti magnet yang menariknya untuk mengetahui sosok Darin lebih jauh. Apakah Sisi mengetahui lebih jauh tentang Darin?

Suasana di Puncak begitu sejuk membuat Darin selalu memakai pakaian hangat berbeda dengan Arga yang hanya memakai celana pendek dan kaos oblong. Suasana sedikit berubah saat kedatangan Zein, Amanda, Herry, dan Dewa secara tiba-tiba menyusul mereka berdua ke sana.

Kedatangan mereka bertiga tidak diketahui oleh Darin dan Arga karena Dewa terus merengek kepada Zein ingin pergi ke Puncak menyusul Arga. Zein tidak pernah bisa menolak permintaan Dewa dan juga tidak pernah marah jika Dewa berbuat salah kepadanya.

"Mau ngapain lo nyusul ke sini?" tanya Arga keheranan dengan kedatangan mereka secara mendadak membuat seisi rumah terkejut.

"Ikut berlibur," jawab Herry singkat dengan wajah tanpa dosa saat mereka berada di ruang tamu.

Memang Herry kebetulan sedang ada urusan di kantor pusat jadi ia akan berada di Indonesia untuk beberapa hari, sedangkan Richi sengaja mengambil cuti karena pernikahan Arga.

"Memang nggak tempat selain ke sini?" tanya Arga lagi yang tidak habis pikir dengan kelakuan saudara-saudaranya.

"Nggak ada, Bang. Makanya kita nyusul ke sini," tambah Dewa ikut bicara seolah menggoda Arga dan Zein hanya tersenyum ringan melihat tingkah adik-adiknya.

Arga mencoba untuk bersabar dan menarik napas sesaat lalu menatap adik-adiknya yang merasa tidak bersalah. Memang mereka semua selalu bersama di saat waktu liburan. Namun semenjak Herry dan Richi tinggal di luar negri mereka jarang pergi bersama karena kesibukan masing-masing.

"Dewa yang pengen ke sini, gue nggak bisa nolak kalau dia minta," kata Zein saat Arga menatap dirinya dengan lekat.

"Memangnya Om Arga nggak suka kalau Manda ke sini?" tanya Amanda saat melihat ekspresi wajah Arga yang sedikit ketus.

Amanda sedikit sedih melihat sikap Arga yang seolah tidak menyukai dengan kedatangannya, sontak ucapan Amanda membuat Arga merasa bersalah.

"Su-su-suka, kok. Om suka kedatangan Manda," jawab Arga sedikit terbata-bata mencoba meyakinkan Amanda yang wajahnya berubah menjadi sedih.

Kepergian kedua kakaknya dan adik bungsunya menyusul Arga membuat Alex meradang. Ia merasa kesal karena tidak diajak menyusul Arga dan Dain ke Puncak Bogor. Apalagi ia harus ditinggal bersama dengan kakak keempatnya, Richi.

"Kenapa gue nggak diajak ke sana? Kenapa gue ditinggal di sini sendirian?" protes Alex terlihat sangat kesal dan mulai marah ketika ia berada di kamar Richi bersama dengan Bintar.

Sesuai perintah Zein dan Arga jika kedua adiknya itu harus belajar dari Richi sebelum mereka berdua masuk ke perusahaan. Namun waktunya tidak tepat untuk mereka berdua belajar karena secara diam-diam Zein dan Herry meninggalkan kedua adiknya menyusul Arga.

"Kata siapa lo ditinggal sendirian? Di sini juga ada gue yang nggak diajak!" sela Bintar yang tidak kalah ikut kesal karena ucapan Alex.

Namun Alex tidak menghiraukan ucapan Bintar, ia lebih kesal kepada Zein yang tidak mengajak dirinya pergi menyusul Arga dan Darin. Wajah Alex begitu kesal dengan tatapan tajam seolah dia begitu kesal kepada kakak-kakaknya.

"Gue dikasih mandat sama Zein dan Arga buat natar lo berdua sebelum masuk kantor," ucap Richi menjelaskan alasan Zein tidak mengajak mereka berdua.

"Lo pikir mau masuk sekolah," celetuk Alex yang masih kesal sambil pergi meninggalkan Richi dan Bintar dengan hati yang dongkol.

"Mau ke mana lo?" tanya Bintar saat melihat kepergian Alex dari kamar Richi.

"Kamar mandi. Mau ikut lo?" tanya Alex dengan nada ketus sambil terus berjalan tanpa menoleh ke arah Bintar.

Richi hanya tersenyum melihat kepergian Alex, dia adalah adik yang paling Richi sayangi. Alex selalu ceria dengan sikap random nya. Selalu membuat kakak-kakaknya tertawa dengan sikap dan tingkah lakunya. Tapi kadang semua canda tawa Alex sirna saat seseorang mecoba menjatuhkannya. Maka dari itu Richi yang selalu ingin melindungi Alex meskipun ia sudah tumbuh dewasa, bagi Richi dia adalah bayi kecil untuknya.

1
🏡s⃝ˢ⍣⃟ₛ🇸𝗘𝗧𝗜𝗔𝗡𝗔ᴰᴱᵂᴵ🌀🖌
karya yang bagus,
🏡s⃝ˢ⍣⃟ₛ🇸𝗘𝗧𝗜𝗔𝗡𝗔ᴰᴱᵂᴵ🌀🖌
wkwkwk sokorrr, emang enak di katain sopir
🏡s⃝ˢ⍣⃟ₛ🇸𝗘𝗧𝗜𝗔𝗡𝗔ᴰᴱᵂᴵ🌀🖌
buat masalah lagi saja Darin, biar di perhatikan 🤭
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🇦ᴿᴷᴬ 𝗗🌀🖌
wkwkwk🤣🤣🤣🤣 provokator Dewa,,,
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🇦ᴿᴷᴬ 𝗗🌀🖌
wkwkwk kasian nya Dewa, tak di harap kan kehadiran nya, yang tak di harap kan nongol dengan santai nya🤭
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🇦ᴿᴷᴬ 𝗗🌀🖌
jujur aku punya suami seperti Arga, nyerah, terlalu posesif, mengerikan
Snow white❄IG@snow_white97suga: Hahaha kalau ga gitu katanya nggak cinta Kak
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🇦ᴿᴷᴬ 𝗗🌀🖌
jujur aku pengen getok kepala Dewa🙄🙈
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🇦ᴿᴷᴬ 𝗗🌀🖌
jodoh tak kemana, mereka di pertemukan, walaupun dengan cara seperti itu
Snow white❄IG@snow_white97suga: Iya, Kak. Jalur langit memang luar biasa ya 🤗
total 1 replies
Kesya Aqila
bagus
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🇦ᴿᴷᴬ 𝗗🌀🖌
kan kena tag, emang enak.
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🇦ᴿᴷᴬ 𝗗🌀🖌
kasihan ya Arga
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🇦ᴿᴷᴬ 𝗗🌀🖌
waduh elergi udang🙈🙈🙈
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
wowww keren, bantu aku menghabisi nya ceunah, andai
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
keluarga yang disiplin
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
wkwkwk iri dia
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
aihhh posesif
Debby Liem
fgjjkkllllllllk
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
waduh satu keluarga sudah 3 yang naksir darin,
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
walaupun itu anak haram, tetep saja itu anak mu, emang hati mu terbuat dari batu, sehingga tak bisa menyayangi anak mu sendiri
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
akhirnya kamu kepo Arga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!