NovelToon NovelToon
Setelah Dikhianati Istri, Aku Menjadi Penguasa Jakarta

Setelah Dikhianati Istri, Aku Menjadi Penguasa Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Supernatural / Dokter Genius / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Harem
Popularitas:87.4k
Nilai: 5
Nama Author: Novi

Selama lima tahun, Arka Pradana hidup sebagai suami miskin yang dianggap gagal. Ia bekerja siang malam demi membayar utang keluarga istrinya, Hana. Namun semuanya hancur ketika Arka menemukan kenyataan pahit: Hana dan selingkuhannya diam-diam meracuninya selama bertahun-tahun.
Saat pernikahannya runtuh, sebuah liontin tua justru membangkitkan Warisan Hantala dalam tubuh Arka. Ilmu pengobatan, feng shui, tenaga dalam, dan kemampuan melihat rahasia manusia mengalir ke dalam dirinya.
Dari pelayan klub malam yang diremehkan, Arka berubah menjadi pria berbahaya yang ditakuti dunia bawah Jakarta. Di sisinya muncul Maya Santoso, wanita matang pemilik klub malam; Bianca Lestari, CEO cantik yang dingin dan penuh rahasia; serta wanita-wanita lain yang terseret oleh kekuatan dan pesonanya.
Dulu ia diinjak. Sekarang, siapa pun yang berani mengkhianati, menghina, atau menyentuh orang-orangnya harus siap berlutut di hadapannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8

Bab 8

Liana masih tertawa saat pelayan membawa segelas air hangat. Biji dari patung rubah sudah dicuci bersih, lalu direndam sesuai instruksi Arka. Beberapa menit kemudian, air itu berubah kekuningan.

"Warnanya tidak meyakinkan," gumam salah satu perempuan.

Liana mendekat, mengendus, lalu langsung menjauh. "Ini benar-benar bisa diminum? Jangan-jangan setelah minum, Bianca berubah jadi rubah."

Arka mengambil gelas itu dan menyesap sedikit.

Bianca mengangkat alis. "Kamu mencoba untuk meyakinkanku?"

"Kamu orang kaya. Curiga itu kebiasaan hidup."

"Tidak salah."

Bianca mengambil gelas dan meminumnya sampai habis. Tidak sampai lima menit, warna wajahnya membaik. Ia menyentuh dadanya, lalu menarik napas lebih dalam.

"Ringan," katanya pelan. "Kepalaku tidak seberat tadi."

Para wanita di sekelilingnya langsung lega. Liana bahkan menatap Arka seperti menemukan benda langka.

"Sepupu, kamu benar-benar bisa dijual mahal."

"Dia bukan barang," kata Bianca.

"Justru karena bukan barang, harganya makin mahal."

Maya menatap Liana. "Diam sebentar bisa?"

"Sulit, Kak."

Arka menyimpan biji itu dengan tisu. Benda itu bukan sekadar penawar. Dalam aliran Hantala, ia bisa merasakan sisa energi hangat yang stabil, mungkin berguna untuk menyeimbangkan efek setiap kali ia memakai tenaga terlalu banyak.

"Sekarang akupunktur," kata Arka.

Maya langsung mendekat. "Di sini saja."

Bianca menatapnya. "Tidak."

"Bianca, aku hanya ingin memastikan..."

"Aku tidak suka dikelilingi orang saat dirawat." Bianca memegang handuknya lebih rapat. "Arka, ikut aku."

Maya tidak bisa menahan lagi tanpa terlihat terlalu mengatur. Ia hanya berdiri di ruang kerja dengan senyum tipis yang sama sekali tidak hangat.

Arka mengikuti Bianca ke kamar. Kamar itu luas, rapi, dan wangi linen mahal. Namun di atas ranjang ada beberapa set pakaian dalam rancangan terbaru yang belum sempat dibereskan. Ada satin, renda, warna hitam, putih gading, dan merah anggur. Potongannya elegan, tetapi sebagian jelas bukan untuk wanita yang ingin terlihat biasa saja.

Arka berhenti setengah langkah.

Bianca mengikuti arah matanya.

Wajah dinginnya retak.

"Tunggu di luar."

Ia mengambil semua barang itu dengan cepat dan masuk ke ruang ganti. Arka berdiri di depan pintu sambil menahan senyum. Setelah melihat Bianca di kolam, melihatnya panik karena pakaian dalam di ranjang justru terasa lebih manusiawi.

Beberapa menit kemudian, Bianca keluar memakai jubah mandi putih. Rambutnya masih basah, pipinya sudah kembali tenang, meski sisa merah di telinganya belum sepenuhnya hilang.

"Bagian mana?"

"Punggung atas, bahu, dan beberapa titik di dekat dada. Kamu duduk menyamping saja."

Bianca duduk di tepi ranjang. Ia membuka jubah bagian atas secukupnya, memperlihatkan punggung putih dan garis bahu yang dingin oleh sisa air. Arka menarik napas pelan. Ia memegang jarum, bukan kesempatan untuk mengacaukan hidupnya.

Jarum pertama masuk.

Bianca mengerutkan kening, tetapi tidak bersuara. Arka menyalurkan qi Hantala sedikit demi sedikit. Hawa dingin di tubuh Bianca perlahan mencair, bergerak mengikuti titik-titik yang ia buka. Di bawah kulit putih itu, tubuh Bianca merespons dengan sangat halus: napasnya menjadi dalam, bahunya yang kaku melunak, dan jari yang mencengkeram ujung jubah perlahan mengendur.

"Sakit?" tanya Arka.

"Tidak." Bianca menatap jendela. "Hangat. Aneh, tapi tidak buruk."

"Tahan sebentar."

Saat jarum terakhir ditancapkan, Bianca tiba-tiba menghela napas lebih panjang. Suara itu sangat pelan, tetapi di kamar yang sunyi, Arka tetap mendengarnya. Bianca sendiri tampaknya sadar. Ia langsung memalingkan wajah.

"Jangan salah paham," katanya.

"Aku belum sempat."

"Berarti jangan mulai."

Arka menahan tawa. Wanita ini dingin, tetapi bukan tanpa celah. Justru celah kecil itu membuatnya lebih menarik daripada foto majalah mana pun.

Setengah jam kemudian, terapi selesai. Bianca menarik jubahnya kembali dan berdiri. Wajahnya jauh lebih segar. Mata yang semula sedikit redup kini kembali tajam.

"Kirim nomor rekening."

Arka mengirimnya. Tidak sampai satu menit, ponselnya berbunyi.

Transfer masuk Rp400.000.000.

Arka menatap angka itu lama sekali.

Bianca memperhatikan wajahnya. "Kurang?"

"Tidak. Aku hanya baru tahu uang bisa datang secepat ini."

"Kalau kemampuanmu benar, biasakan."

Saat Arka turun ke ruang tamu, para perempuan langsung mengerubungi Bianca. Liana memeriksa wajahnya seperti dokter gadungan, lalu mengacungkan jempol pada Arka.

"Sepupu lulus. Bianca terlihat hidup lagi."

Maya berdiri agak jauh. Senyumnya manis, tetapi tatapannya tidak.

Beberapa menit kemudian, mereka pamit. Di dalam Porsche, Maya akhirnya membuang senyum itu.

"Kamu puas?" tanyanya.

"Cukup."

"Aku memberimu jalan ke Bianca, kamu malah mengambil uangnya dan membuat semua rencana berantakan."

"Bu Maya menyuruhku mendekati dia. Aku sudah membuat dia percaya aku."

"Percaya sebagai tabib, bukan sebagai laki-laki."

Arka meliriknya. "Kalau seseorang bisa menyelamatkan hidupmu, bukankah itu awal yang lebih kuat daripada rayuan?"

Maya terdiam sebentar, lalu tertawa pendek. "Kamu semakin pintar bicara."

"Terpaksa. Di sekelilingku banyak orang berbahaya."

Maya menyalakan rokok tipis. Asap mint memenuhi kabin. "Jangan merasa uang Rp400 juta bisa membuatmu lepas dariku."

"Aku tidak pernah bilang mau lepas."

"Bagus." Maya mencondongkan tubuh dan merapikan kerah kemejanya dengan jari yang masih hangat. "Kamu tetap sopir kecilku."

Porsche berhenti di depan Nirwana Club. Maya turun, tetapi sebelum menutup pintu ia menoleh.

"Kalau tidak ada tugasku, waktumu bebas. Tapi jangan lupa, Bima bukan orang yang sabar."

Arka melihatnya masuk ke klub, lalu menyalakan mesin lagi.

Ia teringat Yulia dan ayahnya di rumah sakit. Raka dan Bima sudah dipermalukan. Orang seperti mereka tidak akan berhenti hanya karena sekali kalah.

Arka memutar setir menuju Rumah Sakit Medika Sentosa.

Di ruang perawat rumah sakit yang sama, Hana berdiri di depan cermin dengan wajah merah. Ia merasa tubuhnya panas lagi, bukan demam biasa, melainkan panas aneh yang membuat pikirannya kacau.

Ia menggenggam wastafel, menatap bayangannya sendiri, dan mendadak teringat wajah Arka.

Rasa benci dan keinginan yang tidak mau ia akui bercampur sampai membuat napasnya berat.

"Sial," bisiknya.

Namun semakin ia berusaha menahan, semakin jelas satu hal di kepalanya.

Ia ingin melihat Arka.

1
Sampe Batara
bagus menarik untuk dibaca
Don Juan
Lanjut Thor
Sampe Batara
👍 menarik untuk dibaca
Ismed Aidil
sudah 3 hari gak bisa lanjutan cerita, ya saya hapus aja aplikasi ini ! kecewa banget !
Jefry Maarebia
kalau di baca enak alur ceritanya ,aku puas membacanya ,lanjut..bosku.......
Ismed Aidil
mantap...lanjut thor !
Ismed Aidil
wau seru banget
Don Juan
Mantap thor👍
Ismed Aidil
lanjut cerita
Eva Rosita
up yg banyak and tiap hari ya thor💪
Ismed Aidil
seru sekali cerita nya
Don Juan
Good job Thor
Ismed Aidil
tambah seru !
Dian Purnomo
lanjut thor
Dian Purnomo
tnkyu thor
Don Juan
Terima kasih updatenya thor👍
Don Juan
Ditunggu kelanjutan ceritanya thor👍
Don Juan
Good job
Ismed Aidil
seru, lanjut !
Ismed Aidil
seru banget ! lanjut !
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!