"Gue langsung pada intinya saja!"
Rama membuka suara
"Setelah malam ini jangan pura-pura sok Deket sama gue disekolah, kita anggap kalau kita sama sekali gak kenal,jangan pernah kasih tau siapapun tentang pertunangan kita disekolah!"Ucapnya tanpa jeda sedikitpun.
Akh apa yang Rara harapkan ? Rama akan langsung menyukainya?.
Rara hanya bisa tersenyum kecut.
"Tenang aja kak,gua gak bakal kasih tau tentang pertunangan kita kok,gue juga mau cari aman aja."Ucap Rara santai ,ia tak ingin menampakkan raut wajah kekecewaan,yah sebenarnya ia pun tak menerima 100% perjodohan ini.
_____*****_____*****_____*****_____*****_____*****
Semua berawal dari kakek Rara yang ingin tapi persahabatan dengan teman baiknya tak terputus hingga membuat perjodohan dengan cucu temannya
Tapi kenapa harus terjadi kepada Rara??Anak perempuan yang baru beranjak remaja tapi sudah punya calon suami..
Bahkan pacaran Rara belum pernah merasakan nya tapi ia malah langsung punya suami??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merlindea Ananta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Rara dan Rama berpamitan kepada teman temannya yang lain,setelah berpamitan mereka langsung berangkat pulang kembali ke arah ibu kota. Tentunya Dirga dan Jerry merasa sangat kesepian setelah Rara pulang.
Di dalam perjalanan mereka masih saja saling diam,tak ada satupun yang membuka percakapan,Rara menghilangkan rasa bosan dengan sambil bermain tok tok aplikasi yang banyak di gandrungi para khayalan ramai,pengikut nya Rara bisa di bilang lumayan banyak 6 7,2M dan saat rara bermain tok tok Rama hanya diam dan sesekali melirik.Mereka bukan dalam keadaan saling marah,tapi mereka merasa canggung satu sama lain dengan kejadian di pantai tadi.
"Lo mau makan dulu?"tanya Rama membuka percakapan,setelah mereka hampir sampai ke apartemen .
"gak usah kak,GO FOOD aja deh,"jawab Rara
"okey ."ucap Rama mengangguk
"Tapi kita mampir sebentar ya ke supermarket dekat situ"ucap Rara menunjuk ke arah depan
"mau beli apa?"
"Cemilan sama stok pembalut!"
"Uhuk uhuk "Rama sampai terbatuk batuk mendengar ucapan Rara.
"Eh,kakak kenapa?"Rara memberikannya botol air mineral.
"Gak papa !"ucap Rama dan wajahnya terlihat begitu merah padam,ia langsung meneguk air mineral yang Rara berikan tadi.
"mikir jorok ya?"tuduh Rara sambil memicingkan matanya dan melihat ke arah Rama ,sedangkan Rama menjadi salah tingkah.
"jorok apaan ?"tanya Rama sambil mengusap usap tengkuknya.
"Ya itu,gue bilang pembalut langsung batik batuk!"
"Tadi gue tersedak,Lo jangan mikir aneh aneh deh !"ucap Rama berusaha mengelak.Setelah sampai di supermarket,Rama memarkirkan mobilnya dan mereka berdua masuk supermarket.
Rara mengambil beberapa cemilan,dan beberapa kaleng minuman tak lupa ia juga memilih beberapa peralatan untuk mandi seperti shampo, conditioner,sabun mandi,pasta gigi dan lulur badan,Rama hanya mengikuti istrinya dan mengambil beberapa barang yang ia perlukan,setelah sampai di stand pembalut Rara memilih beberapa merk pembalut.
"Bagus yang mana ya,daya serapnya?"tanya nya tanpa melihat orang yang di sampingnya,Rara sambil memilih milih antara kanan dan kiri.
"Yang pake sayap atau yang gak pake ya?"tanya nya lagi.
Rama yang mengikuti Rara hanya mengerutkan dahinya,dari tadi ia hanya terdiam dan tidak dapat kata kata atau menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Rara ,sedangkan Rara tanpa sadar menanyakan hal tersebut.
Karena ia biasnya belanja bareng Amel dan Caca ,jadi sudah menjadi kebiasaannya bertanya dan meminta pendapat ,karna tak kunjung mendapat jawaban Rara melirik ke arah samping dan terkejut.
"Astagfirullah kak,maaf gue lupa"ucap nya merasa malu,bisa bisanya ia bertanya sesuatu yang seperti itu kepada Rama,lantas Rara mengambil tiga bungkus dari satu merk yang ia pegang dan meletakkannya ke keranjang yang dibawa oleh Rama.
"Kakak udah siap?"tanya Rara
"udah"
"Yaudah,ayo bayar!"
Sesampainya di kasir ,Rara menadahkan tangan ke arah Rama ,lelaki itu sudah mengerti apa maksud nya,dan dengan sigap menyerahkan dompetnya kepada Rara,setelah membayar Rara mengembalikan kembali dompet kepada sang pemilik.
Mereka kembali masuk ke dalam mobil,dan melanjutkan perjalanan ke apartemen.
"Kak,besok kan masih libur,kita ke rumah mama yuk,liat kakek.kata mama kakek udah pulang dari rumah sakit ,"ajak Rara.
"Boleh,"
Mereka kembali diam,setelah sampai sampai di basement apartemen,rama memarkirkan mobilnya,mereka mengeluarkan barang barang yang ada di bagasi dan membawanya masuk ke dalam apartemen,setelah sampai di unit apartemen milik mereka Rara menghidupkan AC,ia meletakkan belanjaannya tadi ke atas meja dapur,setelah bersih bersih baru ia akan menaruh belanjaan ke tempat masing masing.
Rara melarang Rama untuk masuk ke dalam kamar sebelum suhu dinginnya merata,alhasil lelaki itu menunggu sambil menonton TV,sedangkan Rara sedang menyapu beberapa tempat karena lantainya sedikit berdebu.
"Lo mau makan apa ?"tanya pria itu sambil scroll beberapa menu makanan yang ada di salah satu aplikasi hijau.
"nasi Padang aja deh kak"jawab rara.
"udah sore gini ,menunya udah sedikit Ra,kalau nasi Padang,"
"gak papa deh,"
"ayam pop mau?"
"boleh,"
Setelah menunggu beberapa saat dan merasa ruangan sudah dingin,Rara dan Rama masuk ke dalam kamar sambil menunggu makanan mereka datang,Rara berniat untuk mandi.
"Kak,aku mandi duluan ya!"ucap Rara dan hanya di anggukkan oleh Rama,sedangkan yang di lakukan Rama adalah meletakkan tasnya dan mengeluarkan pakaian bersih yang belum terpakai , meletakkannya ke dalam lemari.Kemudian yang kotor di masukkan ke keranjang pakaian kotor.
Ia merebahkan tubuh nya diatas tempat tidur,dan menerawang kembali kejadian yang terjadi di pantai tadi.Ia sedikit merutuki dirinya karena sudah hilang control .Tapi,ia sangat bahagia karena Rara membalas ciumannya,ada sedikit harapan untuk hubungan mereka.
Tapi kenapa ia selalu tak bisa menahan bila dekat dengan gadis itu ,ia takut berbuat terlalu jauh,Rama sangat ingin membatasi diri .Tapi ia tak bisa menjauh dari gadis itu dan ia juga tak rela bila ada lelaki lain yang merebut gadis itu dari sisinya.
"Belum datang makanannya kak?"ucap Rara keluar kamar mandi ,ia melihat Rama merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Belum."jawabnya.
Rara beranjameja rias
buat nama nya jangan salah2 trus donk Skali lgi maaf ya
sebenarnya niat gk sih bikin novel,,, orang aneh bikin kesel aja