NovelToon NovelToon
Kontrak Pernikahan 101 Hari

Kontrak Pernikahan 101 Hari

Status: tamat
Genre:Paksaan Terbalik / One Night Stand / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:175k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

follow Ig ainunharahap12.

Kamar hotel yang terlihat sangat berantakan. Dengan pakaian yang berserakan di lantai dan ada sepasang insan yang berbaring di atas ranjang dengan tubuh polos yang tertutupi selimut.

Seorang pria dengan tangannya yang memeluk wanita di sampingnya itu yang lurus berbaring. Tiba-tiba wanita itu mengkerutkan dahinya dengan membuka matanya yang sangat berat. Wanita itu juga memijat kepalanya yang terasa sangat berat.

Wanita itu merasa berat pada perutnya yay membuatnya menoleh kesampingnya dan kaget melihat pria di sampingnya.

"What!' pekiknya dengan wajah kagetnya yang langsung menutup mulutnya dengan tangannya. Wanita itu langsung duduk dan melihat tubuhnya yang di balik selimut sudah polos.

"Bawa aku jalan-jalan ke surga. Sebelum aku kembali ke dalam Neraka," wanita itu menepuk jidatnya saat hanya mengingat sepenggal kata saat mabuk yang di ucapkannya pada pria yang tidak dikenalnya di sampingnya itu.

"Kau benar-benar keterlaluan Alea!" umpatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21. Alea kembali mabuk.

Hari sudah berubah menjadi gelap. Setelah melakukan perjalanan cukup jauh dan sangat sangat melelahkan. Akhirnya Alvian dan Alea sampai pada pemukiman dan pemukiman itu langsung pemukiman yang terdapat sebuah penginapan yang juga ada Club. Sepertinya Club tersebut untuk orang-orang yang datang berlibur. Karena ada pantai di sekitarnya Keduanya berdiri di depan Club tersebut dan saling melihat.

"Kenapa melihatku?" tanya Alea dengan ketus.

"Kau juga melihatku," jawab Alvian berdesis.

"Kita kenapa ke mari?" tanya Alea.

"Bukannya ini tempat favorite mu dan aku rasa kau sangat membutuhkan tempat ini untuk membersihkan otak mu itu dan menetralkan pikiranmu," jawab Alvian dengan santai.

"Sembarangan! Apa maksud perkataan mu. Kau kau pikir aku wanita apaan, wanita yang suka minum-minum, yang suka datang ke tempat seperti ini. Itu yang kau pikirkan tentang aku," sahut Alea dengan tersinggung.

"Bukannya pertama kali kita bertemu di dalam sebuah Club. Kau tidak lupakan dengan pertemuan kita," sahut Alvian menaikkan satu alisnya yang membuat Alea terdiam yang tidak berani berbicara lagi pada Alvian yang memang sangat menyebalkan.

"Jangan sok menjadi wanita yang suci. Masuk saja jika mau," desis Alvian yang langsung masuk kedalam club tersebut.

"Isss, selalu saja dia yang menentukan," umpat Alea.

Alea menghela nafasnya dan juga menyusul masuk kedalam club tersebut.

Club pada umumnya penuh dengan lampu-lampu yang kerlap-kerlip, suara dentuman musik yang sangat keras dan banyak orang yang menari-nari yang bersenang-senang meluapkan apa yang terjadi pada mereka dengan bau alkohol yang menyengat asap yang menyebar ke mana-mana.

Memang seperti itulah Club untuk orang-orang membuang rasa lelah di pikiran mereka.

Alvian yang kelihatannya sangat lelah langsung menuju meja bar. Alvian duduk dan dengan membuka jas nya dan melonggarkan dasinya yang membuka kancing kemeja bagian atas dan juga menggulung lengan kemejanya sampai sikunya.

"Berikan aku air putih!" sahut Alvian yang meminta pada pelayan pria tersebut. Pria itu mengangguk dan langsung memeberikan air putih.

"Berikan aku Vodka," Alea menyusul duduk di samping Alvian dan langsung memesan minuman beralkohol yang membuat Alvian mendengus kasar.

"Kenapa melihatku, bukannya sengaja mengajakku kemari, supaya aku minum," ucap Alea sinis.

Alvian hanya berdecak saja dan kembali meneguk air putih yang sudah diberikannya dan dan pesanan Alea pun datang tanpa ada berpikir apa-apa Alea langsung menghabiskan satu gelas kecil Vodka tersebut.

"Jika kau banyak minum, kau bisa mabuk dan kejadian itu bisa terulang," ucap Alvian mengingatkan.

"Jika aku mabuk dan kejadian itu terulang. Itu jauh lebih baik. Dari pada aku secara sadar melakukannya denganmu," sahut Alea yang kembali minum.

"Cih!" Alvian hanya berdesis saja melihat Alea yang memang terlihat frustasi. Alvian tidak sengaja membawanya ke dalam Club, hanya saja memang kebetulan mereka menemukan Club.

Tidak tau sudah berapa gelas Alea minum Vodka, bahkan dia sudah mulai pusing dengan kepalanya yang berat. Sementara Alvian duduk di samping Alea dan tidak minum sama sekali, dia hanya memesan air putih dan orens jus.

Alea yang kembali ingin meneguk Vodka tersebut langsung di hentikan Brian.

"Cukup Alea. Kau sudah minum terlalu banyak," Alvian mencegah kebodohan Alea.

"Lepas. Bukannya kau yang mengajakku kemari dan menyuruhku untuk minum. Jadi biarkan aku minum, aku pusing menghadapi kehidupanku yang berantakan dan tidak ada selesainya," ucap Alea dengan matanya yang sayu yang terlihat sudah mulai kehilangan kesadarannya.

"Kau itu sama saja dengan semua orang. Kau hanya menganggap diriku buruk. Kau baru bertemu denganku. Tapi sudah menjudge ku dengan buruk. Mentang-mentang kita bertemu di dalam sebuah Club dan kau pikir aku adalah wanita yang sering berada di Club, minum-minum, menari-nari dan bersama pria sana sini," ucap Alea dengan suaranya yang sudah tidak teratur.

"Hey Alvian, aku itu seorang Dokter. Dan aku tau alkohol itu tidak baik dan alkohol itu tidak seharusnya aku minum. Aku pertama kali meminum, minuman menyenangkan ini saat pertama bertemu denganmu. Aku frustasi dan tidak punya tempat bercerita. Kau tau apa yang aku lakukan. Aku sering mendengar kata orang-orang kalau tempat seperti ini membuat masalah hilang dan makanya aku ketempat seperti ini," Alea terus berbicara yang sudah mulai kehilangan kesadarannya.

"Kau tau aku di keluarkan dari rumah sakit, aku di pecat dan mendapat sanksi tidak bisa bekerja di rumah sakit manapun karena kebodohan yang aku lakukan. Kau mau tau apa yang aku lakukan. Hanya karena iri dengan seorang wanita yang mendapatkan cinta tulus dari seorang pria dan sementara aku tidak mendapatkan semua itu, aku melakukan hal bodoh tidak profesional sebagai Dokter dan akhirnya aku di pecat," Alea dengan matanya yang berkaca-kaca mencurahkan apa yang di rasakan yang kepada Alvian.

Namanya juga sudah mabuk. Alea mana tau apa yang di bicarakannya dan setiap Alea ingin kembali minum Alvian mencegahnya.

"Kata temanku. Aku akan mendapatkan kehidupan yang bahagia dan aku pikir dia benar. Ketika laki-laki munafik itu ingin menikahiku," lanjut Alea tersenyum getir.

"Tapi apa. Dia hanya memanfaatkanku, dia hanya menikahiku karena supaya bisa lebih dekat dengan adikku yang sok polos itu. Mereka berdua punya hubungan di belakangku,"

"Kau tau apa yang mereka bicarakan. Livia aku mencintaimu, aku setuju menikah dengan Alea itu supaya aku bisa dekat denganmu dan aku tidak mencintai Alea. Aku sejak dulu hanyalah menyukaimu," ucapan Lea yang seolah-olah menirukan suara Galang saat berbicara pada Livia.

"Menjijikkan bukan. Mereka berdua memang benar-benar sangat menjijikan. Aku tidak tau kenapa nasibku begitu menyedihkan. Tidak ada yang tau dan peduli perasaanku," lanjut Alea yang hatinya begitu sakit.

Alvian tidak merespon apapun yang diucapkan Alea namun dia menghayati setiap kata yang diucapkan oleh Alea yang memang terlihat menyedihkan.

Alea ingin kembali minum. Namun Alvian langsung mencegahnya.

"Cukup Alea. Kau sudah mabuk! Jangan minum lagi," Alvian menjauhkan minuman dari Alea yang tidak ingin Alea minum.

"Aku ingin minum. Aku haus!" rengek Alea yang mengambil paksa minuman itu.

"Alea kau itu mabuk. Hentikan semuanya!" ucap Alvian.

"Tidak aku tidak mabuk, kau lihat aku masih fres," sahut Alea yang merengek manja. Namun tiba-tiba Saya melihat ke arah Alvian dan Alea tiba-tiba tersenyum.

"Kenapa jika aku mabuk, bukannya kau ingin...." Alea tersenyum malu-malu bahkan sampai menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Alvian hanya menghela nafasnya. Alea turun dari tempat duduknya membuat Alvian heran mau ke mana lagi Alea. Tapi Alea malah mendekati Alvian dan sangat berani duduk di pangkuan Alvian yang membuat Alvian kaget dengan wanita itu bahkan mengalunkan tangannya ke leher Alvian.

"Apa kau masih belum puas tidur sekali denganku, apa aku begitu sangat menyenangkan, sampai kau ingin tidur dua kali, tiga kali, empat kali atau selama-lamanya denganku," Alea yang sudah kehilangan kesadarannya mulai bicara melantur ke sana kemari.

"Kalau begitu katakan apa aku cantik?" tanya Alea dengan tersenyum malu. Alvian hanya diam dengan menaikkan alisnya.

"Ayo bilang sekali saja aku itu cantik," desak Alea dengan memaksa Alvian dengan manja . Namun Alvian tetap diam dan tidak mengatakan apa-apa dan menatap Alea.

Bersambung

1
Dyah Oktina
bukan ugd(unit gawat darurat)..tp icu(intensif care unit) kali thor.. yg ngurus orang kritis mah..
Dyah Oktina
alea...ngak tahu terima kasih sm alvian..dah d bantu banyak banget kamu..sampai d nikahi dgn mewah.. banyak banget protes dgn ke inginan alvian..mbok ya jd orang yg mau sama2 menguntungkan gitu loh
Dyah Oktina
ngak maksut ..aku nih dgn paragraf ini... maaf banyak yg salah kata jd rancu maknanya... pdhal ceritamu bagus2 loh thor.. sebaiknya d baca ulang sebelum d kirim ya thor... 💪🏻💪🏻😍
Dyah Oktina
???????
Rossida Sity
Thor byk kt kt yg salah tolong diperbaiki
Rossida Sity
Alexa jgn mw ditindas trz
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
🥰
Dian Ariestya
Luar biasa
Dian Ariestya
Lumayan
Noxera
keren
novi a.r
tks thor cerita dg ending yg bahagia.
novi a.r
alvian...alea itu ngidam kepiting yg d masak d atas kapal atuh...
novi a.r
so sweet alvian
novi a.r
good job alvian
novi a.r
good job fisya🤣
Herman Lim
thanks author semangat utk karya baru lain nya
Kasih Bonda
trima kasih
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ana
lnjut
Kasih Bonda
next Thor semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!