NovelToon NovelToon
Little Alisandra

Little Alisandra

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:178.4k
Nilai: 5
Nama Author: Uffahazz_2

[Seri kedua His Purpose | Disarankan baca His Purpose dulu biar nyambung]

Alisandra menyukai Harley, karena menurutnya pria itu sangat tangguh dan keren. Sejak kecil Harley selalu menjaga, melindungi, bahkan menemaninya bermain di kala sendiri.

Lambat-laun rasa kagum itu berubah menjadi desiran aneh yang tidak Alisandra pahami. Ia tidak tahu, kenapa ia selalu kesal setiap kali Harley dekat dengan wanita lain. Alisandra tidak suka jika perhatian Harley teralih darinya. Alisandra ingin Harley hanya menatapnya, dan tetap memprioritaskan dirinya sebagai Nona Muda.

Tapi, bagaimana jika sang daddy, Gibran Wiranata mulai curiga dengan isi hati Alisandra? Apa tanggapan pria itu jika mengetahui putrinya menyukai pria dewasa yang bahkan lebih pantas menjadi ayahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uffahazz_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Someone in Tokyo

Yokohama, Tokyo, Japan | 03:00 a.m at Luxury Apartment Building.

Seseorang mendengus sinis disertai senyum miring. Satu tangannya terselip di saku celana, sementara satunya lagi bermain-main dengan akuarium kecil di hadapannya.

Seekor ikan hias berwarna jingga berukuran mini berenang-renang dengan lincah, menangkap setiap pakan yang dimasukkan oleh lelaki itu.

"Totemo kawaī sakana," ucapnya dalam bahasa Jepang, yang berarti ikan tersebut sangat imut.

Seorang pria muda berdiri dengan sikap sempurna di belakangnya. Kedua tangannya bertaut di balik punggung, memperhatikan lelaki paruh baya yang sedari tadi bersikap tenang di antara suasana ruangan yang hening.

"Sama seperti Fumiko-san kita, yang penurut dan lembut." Lelaki berambut penuh uban itu terkekeh. "Sebelum kebodohan merenggutnya sampai mati," desisnya melanjutkan. Suaranya terdengar menajam dengan raut berubah datar.

Ia pun membuang nafas mengubah posisinya menghadap jendela besar yang menampilkan pemandangan malam Yokohama. "Setelah semua yang kita lakukan pada keluarga Wiranata, dia masih belum menunjukkan diri menghadap kita?"

"Belum, Tuan."

"Bodoh. Apa dia mau aku membunuh semua majikannya?" Terdengar dengusan kasar penuh ejekan, pun sudut bibir itu kembali tersungging miring. "Anak sombong, persis pria Amerika yang tidak tahu diri itu."

"Seharusnya, sejak awal Fumiko tidak bodoh menikahi tentara rendahan itu. Ijackson benar-benar membuatnya buta, hingga dia berani melanggar peraturan Oyabun, dan lari bersama laki-lakinya yang idiot."

"Dan sekarang, anak haramnya juga turut menghalangi langkahku. Oyabun benar-benar menyayangi mereka sampai-sampai meminta cucunya kembali."

"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Tuan?" Pria muda yang sedari tadi setia menemaninya pun bersuara.

"Tunggu beberapa saat. Harusnya Ijackson keparat itu tidak bodoh untuk memahami keinginan kita," bisiknya penuh siasat.

Ia lantas berbalik dan melangkah santai ke sebuah ruangan. "Kau pergilah. Aku akan tidur beberapa saat."

"Baik, Tuan. Oyasuminasai."

"Ini sudah pagi, Bodoh. Lihatlah jam di sampingmu."

Pria muda itu melirik jam digital di meja konsol dekat jendela. Pukul 3 lebih 15 menit dini hari. Kepalanya mengangguk segan, pertanda ia meminta maaf. "Gomen."

***

Rochester, New York, Amerika | 14:00 p.m at Rochester's School

Sandra berlari cepat keluar kelas begitu bel istirahat berbunyi. Bianca yang melihat sampai ikutan lari mengejar gadis itu sambil berteriak. "Hei! Kenapa kau berlari? Kau mau pipis?!"

"Ya!" Sandra hanya balas berteriak dan meninggalkan Bianca secepat kilat. Gadis itu buru-buru menaiki lift untuk turun ke lobi.

Bianca meringis sembari menggaruk rambutnya yang tak gatal. "Kenapa dia harus ke bawah? Di lantai ini juga ada toilet," gumamnya heran. Ia menatap murid-murid yang juga berhamburan keluar.

Sementara di bawah, Sandra berlari menuju parkiran mobil. Ia mengedarkan pandangan untuk menemukan mobil Harley. Sandra mendekati kendaraan tersebut, namun tak mendapati keberadaan sang pengawal di sana.

Seketika ia merengut menghentak kakinya kesal. "Pasti Ms. Phoebe sudah duluan kemari," desisnya.

"Haly!" Sandra berteriak memanggil Harley. "Haly!"

"Haly, I'll be angry if you're not here!" Lengkingan Sandra menarik perhatian beberapa murid bahkan guru yang lewat. Tapi gadis itu seakan tak peduli dan terus berdiri di tempatnya dengan raut marah yang ditahan.

Sandra berusaha untuk tidak merengut lebih dalam. Ia berusaha tenang di antara nafasnya yang tak beraturan. Padahal Sandra sudah mati-matian berlari cepat kemari, bahkan sedetik setelah bel berbunyi. Tapi kenyataannya Harley malah tidak ada di sana. Ke mana pria itu?

"Haly!"

"Haly, I'll be really angry!"

Kalau Allison melihat, mungkin bocah itu akan menertawakan sikap kekanakan Sandra. Beruntung gedung Junior High School letaknya cukup jauh dari bangunan High School tempat Sandra bersekolah.

"Haly!"

Di tengah Sandra yang menggila diperhatikan orang-orang, Harley yang baru saja selesai merokok di tempat lain kontan mengernyit heran, menghampiri Sandra yang berdiri di dekat mobil mereka, membelakanginya.

Di sisi lain Phoebe juga melihat dari lobi. Ia baru saja kembali usai mengajar, dan hendak menuju ke ruang guru saat mendapati perhatian orang-orang tertuju ke arah parkiran.

Kening Phoebe berkerut samar melihat Sandra dan Harley. "Apa yang mereka lakukan?" gumamnya penasaran.

Namun rasa penasaran itu harus tertahan lantaran sebuah panggilan dari rekan sesama gurunya. Phoebe dipanggil ke ruangan dan diminta agar segera menyetor nilai pada setiap wali kelas yang muridnya ia ajar. Mau tak mau Phoebe pun pergi.

Sementara Harley, ia mendekati Sandra dan memanggil gadis itu dengan hati-hati. "Sandra? What are you doing here?"

Sandra yang sedang terengah langsung menoleh. Matanya bertemu dengan Harley yang menatapnya heran.

"What happen?" Harley mengedar melihat sekeliling. "Kamu di sini? Ada apa? Bukankah ini waktu istirahat? Biasanya kamu di kantin?"

Alih-alih menjawab, Sandra justru menarik pria itu untuk segera mendekati mobil. "Mana kuncinya?"

Masih merasa aneh, Harley pun mengeluarkan kunci mobil dari saku coat panjangnya dan menyerahkannya pada Sandra. "Mau apa?"

Sandra mengambil kunci itu dan menekan remotnya hingga mobil di samping mereka berbunyi lirih, pertanda kunci sudah terbuka. Dengan cepat gadis itu mendorong Harley masuk ke kursi kemudi, sementara ia berputar ke kursi penumpang di sebelahnya.

"Ada apa ini? Apa ada sesuatu yang gawat?" Melihat nafas berat Sandra, Harley jadi ikut merasa tegang. Ia pun memeriksa ponsel yang aman, tak ada pemberitahuan darurat apa pun.

"Aku ingin makan di luar," jawab gadis itu datar, wajahnya bahkan terlihat tenang sekarang. Seolah yang tadi berteriak bukanlah Sandra yang Harley lihat saat ini.

"Apa?" Harley mengernyit memastikan pendengarannya.

"Aku ingin makan di luar, Haly! Apa kau tidak dengar?!" Sandra berseru kesal.

"Oh, oke. Kamu mau makan apa, little girl?"

"Berhenti memanggilku gadis kecil, Haly. Aku sudah besar," ucap Sandra datar. Ia bersidekap menatap ke depan saat Harley mulai melajukan mobilnya meninggalkan parkiran.

Harley menyerah. Ia membuang nafas sembari mengangguk. "Baiklah."

Tapi kemudian Harley bertanya lagi. "Apa kamu sedang datang bulan?"

Mereka sudah sepenuhnya keluar dari area sekolah.

"Hm." Sandra hanya bergumam sebagai jawaban. Tapi Harley mengerti bahwa tebakannya benar.

"Pantas kamu mendadak marah-marah," bisik Harley tidak jelas.

"Apa?" Sandra menoleh karena tidak mendengar.

"Tidak. Kapan itu keluar? Maksudnya, kapan menstruasimu itu dimulai? Apa kita perlu membeli pembalut? Robert tidak lupa membeli persediaan di ruang pakaian, kan?"

"Hm. Tadi pagi. Perutku agak mulas."

Harley menoleh sesaat. "Sakit? Aku akan carikan obat setelah kita makan nanti."

"Ya."

"Apa karena ini kau mendadak mengajakku makan di luar?"

Sandra terdiam. Sebenarnya semalam ia bermimpi Harley makan bersama Ms. Phoebe di sekolah. Sepanjang hari Sandra dibuat was-was dengan mimpinya itu.

Alhasil saat waktu istirahat tiba, ia pun buru-buru mencari Harley guna memastikan mimpinya tidak jadi kenyataan. Ditambah, Sandra ingin mendahului Ms. Phoebe yang pasti akan mencari-cari kesempatan untuk bisa berduaan bersama Harley.

"Ya. Kenapa? Kamu keberatan, Haly? Apa kamu begitu sedih meninggalkan sekolahku?"

"Maksudmu?" tanya Harley tidak mengerti.

"Sudahlah."

"Aku tidak keberatan, Sandra. Aku bertanya untuk memastikan kamu baik-baik saja. Karena kulihat kamu seperti gelisah," ujar Harley, menatap lekat gadis di sampingnya.

"Ada apa sebenarnya?"

...🍁🍁🍁...

1
Hilag
lanjutt dong kak
Yunita Widiastuti
thor lanjuuutkan
Dysha♡💕
aku nungguin sampe 2025 loh😭
Dysha♡💕
Thor ini udah 2025 beneran ngga dilanjutin?
Sumayyah
up nya cepat dong thor nungguin nihhhhh😍😍😍😍😍😍
Hasanah Darsono
ini mana lanjutannya Thor,jgn jgn gantung dong bagus ceritanya sy suka
Lafaigh Ufaufi
lama ga up ya thor
Amih Fadlan Nurhasanah
ini tamat apa bersambung?
Herni Marianty
Luar biasa
Lafaigh Ufaufi
lama.ga up ya thor...
Aseh Nuamoore
in cerita bagus sayang gk di lanjut
Vera Desi Mamahit
udah brp bulan ga ad kabar kelanjutanya kah, thor....
Ratna Madonita
authoorr🥺🥺🥺🥺🥺🥺
Diandra Kirana
please Thor aku suka banget ceritanya, dari kisah cinta bapak ya sampai anaknya...kenapa ga lanjut..atau pindahin aja ke F klo gamau disini
Dysha♡💕
Thor plis lah lanjutin aku ngga bisa muve on loh ma ceritanya ,gantung in gini tu ga enak thor,ayo lah lanjutin ntar tak kasih bunga banyak2 ma kopi juga tak kasih vote juga dah Thor ,tapi di lanjutin beb😭😭😘🙏🥰😍
Dysha♡💕
Thor padahal ini tuh ceritanya bagus👍tapi kenapa ngga dilanjutin in sih?apa cuma sampe segini aja alur ceritanya?kok gantung gitu ya,,,aku juga suka haly walau dulunya dia suka neneknya Sandra🥺
Lina RA
tok tok tok. thor, masih ingat kah dirimu dgn kami y menanti disini. tolong, jgn buat kami menunggu terlalu lama. please
arienta fitriani
haloo pa kbr thor ...smpe lupa loh gmn critanya ini ...ndang apdet dong
Anonim
sdh finish kah
Wirda Wati
kapan up-nya thort
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!