NovelToon NovelToon
Hazimah & Aqlan

Hazimah & Aqlan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Wanita Karir / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Cintapertama / Trauma masa lalu
Popularitas:70.5k
Nilai: 5
Nama Author: M.Diyah.T.N.

Zimah kira dia tidak akan bisa bersatu dengan pria yang selama ini ia kagumi, tapi tanpa Zimah sangka pria itu memperjuangkan nya, dia MUHAMMAD AQLAN HARITH RIDDAUDIN.

Pria yang Zimah tau ustadz yang ia lihat di media sosial ternyata seorang Gus dari pesantren terbesar di tanah jawa.

Dan Zimah mengetahui ketika mereka sudah menikah.

Bagaimana kah reaksi Zimah.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Diyah.T.N., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ungkapan

Suasana sunyi nya malam di pesantren Roudhotul Jannah menyambut Aqlan dan Zimah, mobil mereka berhenti tepat di depan rumah orang tua Aqlan.

Sedari masuk gerbang pesantren Zimah mengernyit kan kening nya heran tanpa bertanya pada sang suami.

"Rumah bunyai?"

Zimah menoleh pada sang suami yang sudah memati kan mesin mobil, Aqlan mengangguk pelan dengan senyuman.

"Yuk turun" ajak Aqlan membuka pintu mobil nya, di ikuti Zimah

"Alhamdulillah akhir nya kalian sampai juga." sambut umi Halimah senang pada anak dan menantu nya.

"Assalamu'alaikum umi" ucap Aqlan menyalami sang umi

"Wa'alaikumussalam" umi tersenyum mengusap kepala Aqlan

"Bunyai umi nya ustadz Aqlan?" Zimah terkejut melihat wanita paruh baya yang dia ketahui istri pemilik pondok dan sang suami.

"Iya ndok" jawaban umi membuat Zimah terdiam memandang Suami nya.

"Kamu apa kabar?" kata umi menghampiri Zimah yang masih diam

"Alhamdulillah baik bunyai" ucap Zimah menyalami tangan umi Halimah dan berusaha tersenyum

"Alhamdulillah" kata bunyai langsung memeluk Zimah

Zimah membalas pelukan umi Halimah dengan memejam kan mata nya terasa nyaman seperti pelukan ibu nya.

"Sekarang panggil nya umi ya, seperti suami mu" perintah bunyai lembut yang sudah melepaskan pelukan mereka dan mengusap pipi Zimah.

"Iya umi" kata Zimah sungkan

"Yowes sekarang kalian istirahat ya, pasti capek, besok saja menyapa yang lain nya."

"Njih umi, Aqlan sama Zimah kekamar dulu ya"

Aqlan membawa barang-barang mereka di ikuti Zimah di belakang nya hanya dengan membawa tas kecil di pundak nya.

Sepanjang mengikuti langkah Aqlan menuju kamar Zimah hanya diam menatap punggung Aqlan.

𝘥𝘶𝘨

"Kenapa melamun?"

Zimah menggeleng, memegang pelipis nya yang menubruk dada bidang Aqlan mendongak kan kepala menatap Aqlan yang berdiri di depan nya.

Melihat ke tangan Aqlan dan melihat kebelakang ternyata dia sudah berada di depan pintu kamar Aqlan dan Aqlan sudah meletak kan barang-barang mereka di dalam kamar.

"Sekarang kita masuk ya, pasti kamu capek" Zimah mengikuti langkah Aqlan yang menarik tangan nya pelan.

"Kenapa ngak bilang kalau ustadz anak seorang kiyai?" tanya Zimah membalik kan badan nya menghadap Aqlan yang sedang mengunci pintu kamar.

𝑘𝑙𝑖𝑘

Aqlan langsung membalikan badan nya setelah pintu terkunci, di tatap nya wajah sang istri yang cantik.

Kamu tidak pernah bertanya pada saya."

Zimah diam menatap Aqlan yang juga menatap nya.

"Apa kamu tidak suka kalau saya anak kiyai?" tanya Aqlan,

Zimah tetap diam.

"Saya minta maaf kalau ngak pernah kasi tau kamu tentang status saya, saya fikir kamu ngak akan mempermasalah kan nya." Aqlan minta maaf karna melihat keterdiaman sang istri yang ia kira Zimah tidak suka dengan status nya.

Zimah melangkah kan kaki mendekati Aqlan, di ambil nya tangan kanan sang suami lalu di cium nya dengan ta'dzim dan tanpa sadar satu tetes air mata nya jatuh di punggung tangan Aqlan, membuat Aqlan terkejut refleks mengangkat dagu Zimah lembut.

"Kenapa nangis? saya ada salah?" tanya Aqlan lembut sambil mengusap pipi sang istri

Zimah mendongak kan kepala nya menatap Aqlan lalu menggeleng.

"Mas tau?, Zimah adalah salah satu perempuan yang mengagumi mas secara diam dari banyak nya perempuan di luar sana." beri tau Zimah dengan lembut membuat hati Aqlan menghangat mendengar panggilan dan kejujuran Zimah.

"Dulu Zimah ingin sekali mendapat kan suami seperti mas, tapi Zimah kubur dalam-dalam keinginan itu karna Zimah yakin, Zimah bukan tipe mas." Zimah memegang tangan Aqlan yang berada di pipi nya.

Aqlan masih setia menatap dan mendengar kan istri nya.

"Ketika mas datang ingin mengkhitbah Zimah, Zimah sangat senang tapi itu ngak lama, Zimah seoalah di tampar oleh keadaan, perempuan yang jauh dari kata sholehah, dan Zimah takut suatu saat bisa menghambat dakwah mas."

"Tapi ketika mas berusaha meyakinkan dan terus memperjuang kan Zimah untuk menjadi istri mas, Zimah luluh dan yakin jika mas memang di takdir kan untuk menuntun Zimah agar bisa menjadi perempuan sholehah."

"Dan setelah tadi Zimah mengetahui jika mas anak kiyai, ketakutan Zimah kembali hadir, Zimah takut ngak bisa menyeimbangi mas, karna Zimah dari kalangan biasa, dari keluarga biasa, perempuan yang minim ilmu agama. Dan Zimah rasa nya ingin mundur, karna di luar sana masih banyak perempuan yang lebih dari Zimah." Zimah mengecil kan suara nya di akhir kata menatap Aqlan dengan sendu, dan mata yang sudah di genangi air.

Aqlan langsung menarik Zimah kedalam pelukan nya, di peluk nya sang istri dengan erat seolah tidak ada hari esok.

"Kamu tidak boleh mundur, seperti yang kamu bilang tadi, saya di takdir kan untuk mu, dan kita akan tetap selalu bersama sampai kapan pun, itu do'a saya, dan saya tidak akan pernah melepas kan kamu."

"Sekarang kita bersih-bersih dulu ya, setelah itu istirahat, karna besok mas akan mengenal kan mu sama semua keluarga mas."

Zimah mengangguk dan tersenyum mendengar perkataan manis dari Aqlan.

Mereka masuk ke dalam kamar mandi secara bergantian.

"Istirahat dulu Zimah." ujar Aqlan saat keluar dari kamar mandi melihat istri nya hendak mengeluar kan barang-barang mereka dari koper.

"Takut nya besok enggak sempat." kata Zimah belum melihat Aqlan.

"Astaghfirullah" ucap Zimah terkejut melihat Aqlan hanya memakai handuk sampai ke pinggang, Zimah langsung menutup wajah nya dan bergegas membelakangi Aqlan, karna tadi hendak memandang Aqlan yang berada di samping nya.

"Maaf-maaf saya lupa" kata Aqlan menggaruk kepala nya yang tak gatal dan langsung menuju lemari pakaian nya.

Aqlan cepat-cepat mengenakan pakaian tidur nya yang ada di lemari, dan menghampiri Zimah yang masih menutup mata.

"Kenapa mata nya harus di tutup kamu kan istri saya." goda Aqlan, karna Zimah belum melihat Aqlan yang sudah mengena kan pakaian.

"Iya Zimah istri mas, tapi gak gitu juga." kata Zimah yang wajah tidak ditutup tampak merah.

"Kayak gitu gimana?" tanya Aqlan menahan tawa nya

"Mas gak pakai baju" ujar Zimah menahan malu

"Gapapa kok depan istri sendiri, malah lebih dari ini boleh-boleh aja."

Aqlan menarik tangan sang istri yang menutupi wajah merah yang menggemas kan.

Zimah masih enggan membuka mata nya walaupun tangan nya sudah di tarik oleh Aqlan dan di genggam.

"Saya boleh mengatakan sesuatu?"

"Boleh kata kan saja mas."

"Tapi mata nya di buka dulu." pinta Aqlan Zimah menggeleng cemberut membuat Aqlan terkekeh.

"Saya sudah memakai baju" kata Aqlan di sela kekehan nya.

Zimah membuka satu persatu mata nya melihat Aqlan yang sudah mengenakan pakaian tidur.

"Kapan makai nya?" tanya Zimah heran

"Udah dari tadi, waktu kamu menutup mata dengan tangan" kekeh Aqlan

"Kenapa gak bilang sih" ucap Zimah malu dan menatap kearah lain, karna merasa sedari tadi ia di goda suami nya.

Aqlan terkekeh merasa lucu dengan tingkah istri nya.

"Tadi mau mengatakan apa?" tanya Zimah setelah tersadar.

Aqlan langsung menghentikan kekehan nya dan menatap Zimah lembut.

"Sedari kemarin saya ingin melihat kamu membuka jilbab di depan saya." kata Aqlan menatap tepat di mata Zimah.

"Maaf, kemarin Zimah belum siap" Zimah merasa bersalah menatap sang suami yang menunggu nya membuka jilbab.

"Apa sekarang sudah siap?" tanya Aqlan penuh harap

Zimah mengangguk mengiya kan.

"Biar mas yang buka"

Zimah mengangguk lagi.

Aqlan membuka jilbab Zimah dengan mudah, karna Zimah memakai jilbab langsung masuk, bukan yang seperti biasa ia pakai untuk di luar rumah.

"Maa syaa Allah, cantik" kata Aqlan memuja paras sang istri ketika jilbab nya sudah ia buka.

Zimah tersenyum tipis dan wajah nya kembali merah mendengar pujian dari sang suami.

Aqlan membelai rambut Zimah yang terurai, karna ikatan rambut sudah Aqlan lepas, di tatap nya sang istri penuh cinta.

"Hanya mas yang boleh melihat kamu seperti ini." kata nya posesif

Aqlan menuntun Zimah untuk berbaring di kasur, dan Aqlan juga ikut membaring kan tubuh nya di sebelah Zimah.

"Hazimah" panggil Aqlan pelan menarik Zimah kedalam pelukan nya dan membelai rambut Zimah.

"Iya" jawab Zimah nyaris tak terdengar,

"Jika kedepan nya pernikahan kita di uji Allah, tolong jangan pernah ada kata menyerah dan ingin pergi, berpegang tangan lah bersama saya untuk mempertahan kan rumah tangga kita."

Zimah mengangguk di dalam pelukan Aqlan.

"Kamu wanita yang selama ini saya sebut di hadapan Allah."

Zimah langsung mengangkat kepala nya menatap Aqlan yang juga menatap nya dengan senyuman tulus, Zimah membalas dengan senyuman haru.

"Terimakasih."

1
🍾⃝ ͩᴀᷞɪͧsᷡsͣ ☕︎⃝❥☠️⃝ ⰼ⃞☪🔵
Semoga Zain selamat😭 yang kuat ya Zi💪
🍾⃝ ͩᴀᷞɪͧsᷡsͣ ☕︎⃝❥☠️⃝ ⰼ⃞☪🔵
btw, Zimah.... hem, hemm...🤣
🍾⃝ ͩᴀᷞɪͧsᷡsͣ ☕︎⃝❥☠️⃝ ⰼ⃞☪🔵
innalilah, Zain😭 semoga baik baik aja
🍾⃝ ͩᴀᷞɪͧsᷡsͣ ☕︎⃝❥☠️⃝ ⰼ⃞☪🔵
Assalamua'laikum.
Aku suka ceritanya bagus, nuansanya pas dan menurut ku ini ceritanya baguss, suka serius
𝙳iyah 𝙲ahaya🔹: Wa'alaikumussalam, Alhamdulillah😘🤗
total 1 replies
🍾⃝ ͩᴀᷞɪͧsᷡsͣ ☕︎⃝❥☠️⃝ ⰼ⃞☪🔵
tapi, cerita kak Diyah itu bagusss banget sukaaa🤭
𝙳iyah 𝙲ahaya🔹: Alhamdulillah, makasih dukungannya🤗😘
total 1 replies
🍾⃝ ͩᴀᷞɪͧsᷡsͣ ☕︎⃝❥☠️⃝ ⰼ⃞☪🔵
kakak aku mau kasih saran.
sebaiknya setelah tanda "?" ini dan ini "!" jangan pake koma lagi kak diy.
misalnya gini: "Maksud kamu apa? aku salah?" tutur seseorang ke Rania.

itu sepengetahuan aku kak diy 🙏
🍾⃝ ͩᴀᷞɪͧsᷡsͣ ☕︎⃝❥☠️⃝ ⰼ⃞☪🔵: sama sama kak diyy, semangat 💪
total 2 replies
🍾⃝ ͩᴀᷞɪͧsᷡsͣ ☕︎⃝❥☠️⃝ ⰼ⃞☪🔵
/Good/
🍾⃝ ͩᴀᷞɪͧsᷡsͣ ☕︎⃝❥☠️⃝ ⰼ⃞☪🔵
kirain tadi Ustadz Aqlan😭 tapi... Ustadz Harist boleh juga🤭
🍾⃝ ͩᴀᷞɪͧsᷡsͣ ☕︎⃝❥☠️⃝ ⰼ⃞☪🔵: rupanya orang nya sama 😭🤣
total 2 replies
🍾⃝ ͩᴀᷞɪͧsᷡsͣ ☕︎⃝❥☠️⃝ ⰼ⃞☪🔵
bisa jadi ehem ehem.. Aqlan 🤭
🍾⃝ ͩᴀᷞɪͧsᷡsͣ ☕︎⃝❥☠️⃝ ⰼ⃞☪🔵: astaghfirullah, ngakak sendiri aku baca komen aku ini.

ehem ehem🤣
total 2 replies
🍾⃝ ͩᴀᷞɪͧsᷡsͣ ☕︎⃝❥☠️⃝ ⰼ⃞☪🔵
Ma syaa Allah. seruuu banget kak diy, kerenn.
wah gawat kak, aku jadi candu bacanya 😭
𝙳iyah 𝙲ahaya🔹: Alhamdulillah🤗
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ke belakang
𝙳iyah 𝙲ahaya🔹: makasih kk🤗
total 1 replies
mbak. F. riyah
aamiin kn aja dulu kalik zimah😁
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Istri selalu benar 😆
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sabar ya Zimah 😌
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ustadz Haritz 🤭🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
cuma perempuan gila 😌
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
😤😤😤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ada ya ortu macam gitu 😌
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!