Bagaimana perasaan mu jika kekasih yang kau cintai mengaku telah menghamili gadis lain tepat sehari sebelum hari pertunangan mu?
Lisa Anastasia, seorang gadis manis yang jenaka. Harus menerima pahit nya penghianatan sang kekasih bernama Candra Adijaya. Lalu bagaimana Lisa menjalani kehidupan nya dibawah bayang-bayang sang mantan, akankah gadis manis itu bangkit dari jurang keterpurukan yang mendalam?
Follow akun IG : _lisaautmptri
(BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA)
KLIK FAVORITE, LIKE, KOMEN, VOTE!!
NOVEL INI HANYA TERBIT DI MANGATOON!!!
(Harap lapor jika menemukan kesamaan di platform lain!!)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisaautmptri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MY SWEET LISA 21
Pantai merupakan salah satu destinasi favorit bagi kita untuk refreshing pikiran dan memanjakan tubuh setelah lelah dengan aktifitas sehari-hari, terutama pada saat liburan tiba. Menjauh sejenak dari hiruk pikuk dan menikmati suasana tenang di pantai mungkin dirasa sangat menyenangkan.
Maka untuk itulah saat ini Lisa, Bianca dan ditemani Alex tentunya, tengah berada di pantai yang tak jauh dari pusat kota Manchester.
Bianca mengenakan baju bercorak bunga dengan warna terang, dan juga topi pantai yang lebar. Untuk bawahannya, gadis itu mengenakan celana pendek diatas lutut berwarna putih.
Sedangkan Lisa, mengenakan kemeja warna putih yang transparan. Dibalut kaus dalam berwarna pink. Dengan celana pendek berwarna putih pula. Rambutnya yang hitam sedikit bergelombang diikat kebelakang, memperlihatkan leher jenjang nan mulusnya.
Alex, pemuda itu hari ini mengenakan kaus putih polos dibalut kemeja berwarna merah dengan motif bunga senada dengan yang dikenakan Bianca. Dengan celana jeans pendek berwarna hitam polos, menambah kesan cool pada pemuda itu.
Ketiga nya menikmati gulungan ombak yang menyapu pantai, suara deru nya menenangkan pikiran walau terdengar bising. Pantai ini cukup ramai dikunjungi para wisatawan, membuat Lisa, Bianca dan Alex kesulitan untuk mendapatkan tempat yang nyaman.
Hamparan pasir putih yang luas, sesekali basah tersapu ombak. Kedua gadis itu berlarian kesana-kemari menikmati terjangan ombak yang sesekali menenggelamkan tumit kaki.
"Aaaahhh!" Bianca memekik senang, mewakilkan suasana hatinya yang tengah berbunga haru ini. Ini liburan pertamanya setelah berbulan-bulan hanya menyibukkan diri di apartment dan kampus.
"Jangan main jauh-jauh, aku malas cari kalian!" Alex berteriak memberi peringatan. Pemuda itu tengah duduk santai, dengan kaki yang ditekuk.
Terik nya matahari tak membuat para wisatawan patah semangat, justru makin betah beralam-lama. Tujuannya hanya satu, untuk membuat kulit mereka menjadi coklat terbakar matahari!
Setelah puas berlama-lama, Lisa memutuskan untuk mencari minuman dingin atau es kelapa muda. Sedangkan Bianca, gadis itu menghampiri Alex yang tengah duduk terdiam.
"Aku suka tempat ini," Ucap Bianca setelah mengambil posisi disamping Alex.
Pemuda itu menoleh sekilas, lalu memandang kembali lautan di kejauhan sana.
"Kenapa?" Tanya nya setelah cukup lama terdiam.
"Laut mengajarkan, bahwa sesuatu yang dalam dan luas itu terkadang bisa memberimu nikmat, tapi juga bisa memberi bahaya. Sama kaya hati, cinta yang dalam yang luas bisa memberi kebahagiaan, kadang juga bisa memberi kepedihan." Jelas Bianca dalam satu tarikan napas. Alex menoleh, menatap gadis disampingnya yang tengah tersenyum sembari bermain dengan pasir putih.
"Bianca, soal kemarin...,"
"Nggak papa!" Potong Bianca cepat, dia tidak perlu mendengar penolakan untuk yang kedua kalinya, itu terlalu menyakitkan!
"Mama aku bilang, kalau kita mencintai atau membenci seseorang jangan berlebihan. Mungkin perasaanku buat kamu nggak sekuat itu, aku yakin lama-lama perasaan ku bakal hilang," Bianca masih mempertahankan senyuman. Sedangkan Alex, raut wajahnya berubah pias.
Sesuatu yang aneh mulai terasa dihatinya, dan Alex tidak tahu apa. Yang jelas dia tidak suka kalimat yang barusaja diucapkan Bianca.
Ay... Lirih Alex tertahan, lagi-lagi nama itu yang terucap. Entah sudah berapa banyak cara Alex lakukan untuk melupakan wanita bercadar itu, bahkan Alex selalu memohon disetiap doa nya untuk segera menghilangkan rasa cinta itu. Namun, tetap saja nama seorang Kayla masih terpatri dengan indah didalam hatinya.
"Hatiku udah punya cinta lain," Ujar Alex tertahan, namun masih bisa didengar jelas oleh Bianca.
"Dan cinta kamu, juga punya cinta yang lain!" Ucap Bianca tegas. "Mau sampai kapan kamu terus tenggelam dalam perasaan cinta kamu Alex? Orang yang kamu cintai udah bahagia, dan kamu masih disini mengharapkan cinta dari dia?!"
"Kamu nggak akan ngerti Bianca," Tukas Alex, pemuda itu menurunkan kacamatanya. Lalu menatap Bianca dalam.
"Aku ngerti, bahkan sangat ngerti perasaan kamu." Bianca menatap tangan Alex yang saling bertaut diatas lututnya.
"Aku nggak tahu kenapa aku sama sekali nggak bisa lupain dia,"
Bianca tertegun saat mendengar ucapan Alex, begitu besarkah perasaan pemuda itu untuk Kayla hingga membuatnya seperti ini.
"Hati kamu bukan nya nggak bisa, tapi NGGAK MAU ngelupain dia. Hati kamu tertutup, dan nggak mau nerima orang baru." Perlaha, Bianca menarik tangan Alex. Lalu menggenggamnya, awalnya Alex menolak. Namun Bianca tidak menyerah begitu saja.
Gadis itu tersenyum tulus, lalu menatap mata Alex dalam-dalam. "Alex, izinin aku bantu kamu lupain masalalu itu, aku mungkin nggak sebaik Kayla. Tapi satu kelebihan ku diatas dia, aku cinta sama kamu. Sedangkan dia nggak." Ujar Bianca tersenyum tulus, matanya memancarkan harapan besar pada Alex.
Pemuda itu memalingkan tatapan, dirinya tidak sanggup menjawab pertanyaan Bianca. Mungkin benar yang diucapkan Bianca, Alex bukannya tidak bisa melupakan Kayla, tetapi tidak mau.
Bianca masih menatap Alex dalam, berusaha meyakinkan laki-laki itu jika rasanya memang nyata. Berharap kali ini Alex tidak akan menolaknya lagi.
Setelah lama diam tanpa jawaban, Alex menoleh. Menatap Bianca lagi, lalu mengangguk sembari tersenyum tipis. Membuat Bianca reflex menghambur kedalam pelukan pemuda itu.
"Jangan macam-macam kamu!" Alex memberi peringatan, mendorong kepala Bianca dengan jari telunjuknya.
Disisi lain, Lisa tengah berjalan sendirian. Menikmati deburan ombak, dan hamparan pasir halus yang memanjakan kaki. Tangan kiri nya menguntaikan sebotol minuman dingin, dengan sebuah kamera yang menjuntai di leher.
Gadis itu menoleh kebelakang, melihat Bianca dan Alex yang tengah mengobrol serius. Membuat Lisa terpaksa menjauh dan berkeliling sendirian.
Memutuskan untuk tidak peduli dengan dua sejoli dibelakang, Lisa mulai memainkan kameranya memotret sana-sini. Walaupun Lisa termasuk amatiran dalam bidang photography, tapi lumayan lah untuk sekedar foto kenang-kenangan.
Melihat banyaknya pasangan muda-mudi yang menikmati waktu libur berdua, membuat jiwa jomblo Lisa meronta-ronta. Gadis itu terkadang geram sendiri saat melihat pasangan yang bercumbu tidak mengenal tempat. Seperti tidak mengerti perasaan orang-orang yang kesepian! Rutuk Lisa dalam hati, gadis itu menggertakkan gigi, lalu memutuskan untuk segera membersihkan diri dan pulang saja.
* * *
Lisa tengah berjalan menuju stasiun, setelah bermain seharian dengan Bianca dan Alex kini gadis itu harus kembali ke apartment nya. Setelan yang sudah berganti dengan celan jeans panjang, dan juga atasan berlengan pendek berwarna hijau membuat Lisa mirip seperti seorang gadis remaja. Gadis itu berjalan santai, sesekali bersenandung ria. Hari ini cukup membuatnya lelah, namun sebanding dengan perasaan senang yang dia dapatkan.
Suasana jalanan masih terbilang ramai, banyak pejalan kaki yang juga sedang bergegas menuju stasiun. Kebanyakan para karyawan yang baru pulang dari kantor. Membuat Lisa terpaksa mempercepat langkah, jika ingin mendapatkan tempat duduk didalam kereta nanti.
Tapi saat tengah berjalan, gadis itu melihat sosok yang begitu dikenalnya berada tidak jauh didepan. Lisa mendadak menghentikan langkah, gadis itu berdiri terpaku menatap tajam orang didepan. Lisa sudah tidak mau berurusan dengannya lagi, sudah cukup selama ini. Lisa memutar haluan, berlari sekuat mungkin. Namun terlambat, tangannya sudah lebih dulu dicekal.
"Mau apa lagi kamu, Can?!" Teriak Lisa emosi.
🌺
🌺
🌺
Aku bangun kesiangan tadi🤧 alhasil ke pantai nya gagal. Jadi biar mereka aja yang liburan gantiin aku yah🤧.
Like yang kenceng, biar aku up juga kenceng.
Komen juga kencengin brohh🏃♀
Jangan lupa VOTE! (aku malak vote) 😆
cemunguutt wkwk
biar skalipun clara ngancam bunuh diri setauku candra cuek saja karena dia benci sama clara apalgi mau tunangan ma lisa pujaan hatinya
ga seru cerita ny karakter pemainnya diubah2
sunting saja deh.