NovelToon NovelToon
Benih Papa Syerkhan

Benih Papa Syerkhan

Status: tamat
Genre:Poligami / Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:867.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Cinta Terindah

Dekat dengan calon mertua sejak SMP, membuat Syifa bermanja-manja pada Papa sang pacar. Siapa sangka pria itu malah mencintainya.


Syifa gadis berusia 25 tahun, terkejut dan menolak cinta papa sang pacar, karena dia sangat mencintai pria yang sudah bersamanya sejak SMP.


Sehingga Syerkhan, menanamkan benih kepemilikan di rahim Syifa agar gadis itu menjadi miliknya. Tanpa memikirkan anak dan istrinya.


Seperti apakah kisahnya? Yuk simak sampai Tamat.


Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinta Terindah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21 > 12 Tahun lamanya

Anggi dipindahkan ke ruang rawat, Syifa terus menemani pria itu, walaupun mereka bukan sepasang kekasih lagi. Namun, Syifa tetap ingin bersama dengan Anggi

Juwita terus-menerus menatap Syifa karena dia merasa iri bisa selalu ada di dekat Anggi, walaupun gadis itu sudah melukai Anggi. Namun, tetap saja pria itu mau didampingi Syifa.

"Nak, kenapa tidak memberitahu papa? Bagaimanapun, dia itu papamu kita harus memberitahunya," ucap Dila dengan sangat lembut.

"Anggi tidak akan mau, karena dia sudah merenggut kebahagiaan Anggi Ma, apa Mama tidak bisa merasakan kesakitan Anggi?" jawab Anggi dengan pertanyaan.

Dila terdiam karena dia juga merasakan sakit yang sama dirasakan oleh Anggi. Namun, dia juga berpikir bagaimanapun suaminya harus tahu keadaan anak mereka.

"Mama mohon untuk kali ini saja, beritahu papa setelah itu mama tidak akan memaksamu," ucap Dila dengan lembut.

"Bila papa datang ke sini, Anggi akan pergi pergi jauh dan, selamanya dari kalian semuanya!" jawab Anggi dengan tegas.

Dila hanya bisa diam, karena sang anak memang sangat sakit. Bahkan, dia juga merasakan hal yang sama.

"Tante, Syifa permisi dulu mau ke toilet," ucap Syifa dengan sangat lembut.

"Iya sayang, jangan lupa nanti kembali lagi ya," jawab Dila.

Syifa menganggukkan kepala kemudian bergegas pergi dari sana. Namun, ia bukan mau ke toilet tetapi, ingin pergi dari sana karena merasa tidak enak kepada Anggi, sebab dirinya lah yang membuat pria itu sakit hati.

'Sebaliknya aku pergi saja dari sini, karena aku adalah biang masalah,' batin Syifa lirih.

Gadis itu bergegas pergi dari sana tanpa berpamitan kepada semuanya, karena dia merasa benar-benar tidak enak kepada Anggi dan juga Dila. Sebab, ia dan Syerkhan sudah membuat kecewa banyak orang.

. . .

Juwita mengurus Anggi dengan sangat baik membuat Dila tersenyum, karena dia senang pada gadis itu yang membantu sang anak.

"Juwita, kamu istirahat saja! Karena Anggi, tante yang akan mengurusnya," ucap Dila dengan lembut.

"Tidak apa Tante, biar Juwita saja karena Anggi adalah teman Juwita," jawab gadis itu dengan lembut.

"Benar Ma, kami ini sudah seperti anak kembar. Jadi, biarkan saja dia yang mengurus Anggi," tambah Anggi dengan lembut.

Dila menganggukkan kepala kemudian dia menidurkan tubuhnya di sofa, karena hari ini ia begitu sangat cemas karena Anggi operasi.

'Aku bukan menganggap kamu sebagai saudara. Tapi, menganggapmu sebagai suamiku,' batin Juwita.

Gadis itu tersenyum sambil memberikan Anggi bubur karena pria itu harus minum obat.

Sudah 30 menit lamanya. Namun, Syifa tak kunjung kembali membuat Anggi cemas begitu juga dengan Dila dan, wanita paruh baya itu mencari keberadaan Syifa.

"Ke mana perginya Syifa, kenapa dia tidak ada?" gumam Dila sambil terus berjalan menyusuri ruang rumah sakit.

DiIa menghentikan langkahnya tepat di depan rumah sakit, kemudian berpikir Syifa sudah pergi dari sini.

"Sudahlah aku kembali saja, mungkin dia sudah pergi karena ada urusan yang sangat penting. Jadi, tidak bisa berpamitan dengan kami," ucap bila dengan pelan.

Wanita paruh baya itu terus berjalan kembali ke dalam kamar sang anak, kemudian melihat Anggi dan Juwita bercanda tawa bersama membuat hatinya gembira.

'Apakah Juwita bisa mengembalikan hati Anggi yang terluka?' batin Dila sambil berpikir.

Wanita itu kembali duduk di sofa kemudian menjelaskan bahwa Syifa sudah pergi, karena ada urusan yang sangat penting. Jadi, tidak bisa berpamitan kepada mereka semua.

"Ya sudah Ma, tidak apa-apa dia juga memiliki banyak pekerjaan," ucap Anggi dengan lirih.

Anggi sangat bersedih karena Syifa sudah pergi, walaupun Syifa sekarang telah mengandung anak sang papa, ia tetap mencintai gadis itu karena mereka sudah bersama menjalin kasih selama 12 tahun.

12 tahun adalah waktu yang lama, bukan waktu yang singkat. Membuat Anggi tidak akan bisa mudah melupakan Syifa yang sudah masuk ke dalam hatinya selama ini.

"Mama pulang sebentar ya Anggi, mau mengambil peralatan kamu selama di sini. Juwita tolong jaga Anggi jangan pergi sampai tante kembali," ucap Dila dengan lembut.

"Baik Tante, Juwita akan tetap di sini sampai besok," jawab Juwita dengan lembut.

Dila bergegas pergi dari sana karena ia mau mengambil baju dan, perlengkapan yang lain untuk Anggi selama di rumah sakit.

Setelah kepergian Dila, Juwita mulai bercanda tawa kembali bersama Anggi membuat pria itu sedikit melupakan masalah di dalam hatinya.

"Juwita, aku boleh meminta sesuatu kepadamu? Karena ini, sangat penting aku tidak bisa meminta bantuan kepada orang lain," ucap Anggi dengan lirih.

"Tentu saja boleh, apa yang tidak boleh untukmu. Kita sudah bersahabat selama 12 tahun," jawab Juwita dengan lembut.

"Aku ingin kau menikah denganku karena acara pernikahanku dan Syifa sudah 90% tinggal menjalankannya saja bila tidak dijalankan aku akan mengalami kerugian yang sangat banyak," ucap Anggi.

Juwita masih diam, karena dia tidak percaya Anggi berkata seperti itu padanya, memintanya menikah.

"Bukan masalah kerugian yang aku pikirkan. Tapi, ini tentang masalah hati agar aku tidak terlihat sakit di depan mata mereka," tambah Anggi dengan sangat lirih.

Juwita terdiam karena ini adalah rencana untuknya bisa mengambil hati Anggi dan, dia pun menganggukkan kepala karena memang ia setuju menikah dengan pria itu.

'Aku bisa mengambil kesempatan yang sangat baik, jika aku menikah dengan Anggi. Ini adalah kesempatan yang sangat bagus untukku,' batin Juwita dengan sangat bergembira.

. . .

Syifa menangis tersedu di dalam kamarnya sambil mengemasi barang, karena gadis itu akan pergi ke kampung agar jauh dari Syerkhan atau pun Anggi.

"Semoga dengan aku pergi mereka bisa melupakan sakit ini, karena aku tidak mungkin selamanya di sini bersama bayi om Syerkhan," ucap Syifa sambil menangis.

Gadis itu telah siap menyusun bajunya karena malam ini, ia akan langsung berangkat ke kampung tidak ada yang tahu dia akan pergi memang sengaja.

Malam hari tiba pada pukul 08.00 malam, Syifa bersiap-siap. Gadis itu naik taksi menuju halte Bus, setelah sampai dia langsung masuk karena sudah membeli tiket.

Syifa duduk dan memejamkan kedua matanya karena ini adalah keputusan yang sangat berat ya ambil. Sebab, ia masih ingin melihat Anggi yang belum benar-benar sehat.

'Ya Tuhan semoga Anggi cepat sembuh dan jaga dia selama aku pergi,' batin Syifa lirih

Seorang wanita paruh baya duduk di samping Syifa karena, di samping bangku itu kosong dan melihat ke arah gadis itu yang terlihat begitu sedih.

"Ada apa Nak, apa kamu memiliki masalah?" tanya wanita paruh baya itu sampai menatap wajah Syifa.

Syifa langsung menoleh dan menatap wanita itu kemudian, dia menceritakan bahwa ia dan kekasihnya sudah putus. Sebab, tidak mungkin dia menceritakan kebenarannya.

"Sabarlah, karena semua itu ada jalannya kamu akan bahagia dan dia juga akan bahagia," ucap wanita paruh baya itu.

Syifa tersenyum dan, menganggukkan kepalanya kemudian, kembali memejamkan kedua mata karena merasa sangat mengantuk.

BERSAMBUNG.

1
Surati
bagus ceritanya
guntur 1609
ya gak bisa lagi lah. sdh haram hukumnya kalau anggi menikahi syifa
guntur 1609
kok gampang x anghota syerkhan di tipu ya
guntur 1609
karna kau bodoh syifa
guntur 1609
kok terlalu lempeng x si dila ni. dan syerkhan macam gak ada beban saja
guntur 1609
istrinya kok begok banget ya
guntur 1609
mampus kau anggi. makanya janga. suka ngeprank. gak lucu
guntur 1609
masih misteri hubungan dila..anggi dan syerkhan. apa anggi bukan anak kandung sherkhan ya
guntur 1609
da masalah pa syerkhan sm dila sebenarnya ya
guntur 1609
lah masa gak ada yg curiga
Safa Almira
syuka
dhaa. made
tp bunda nya juga anehh masa kalo cewek lain it's oke ?? HAAH? MAKSUD ?
dhaa. made
di luar Nurul siii iniii ayahnyaaa
Pisces97
syifa terlalu lemah dan tidak berprinsip ....
Pisces97
Tante Dila ini bodoh atau apa minta aja Syifa dinikahi terus minta cerai juga masih saja mau dimadu kalau aku jadi Tante lebih baik jadi janda
Pisces97
tidak bisa menyalahkan Anggi kalau tiba² menikahi Juwita..
emang bisa Syifa menikah dengan Anggi sedangkan dia sudah tidur dan hamil anaknya syerkhan
walaupun nikah sama Anggi tetap saja Anggi tidak bisa menyentuh Syifa mereka haram untuk disentuh
ya emang baiknya cari wanita lain dinikahi...
beda cerita kalau Syifa tidur dan hamil anaknya BPK tiri masih ada kemungkin merak bersatu..
Pisces97
cintanya syerkhan yang egois
dan cintanya Juwita yang obsesi
sebenarnya kedua orang ini mempunyai cinta yang benar gk tulus soalnya aku suka banget tipe² orang² mencintai seperti mencari celah..
Pisces97
syerkhan ini bapak macam apa teganya merenggut kebahagiaan anaknya
lebih prihatin sama nasip Dila dan Anggi lebih disakiti hatinya
Pisces97
papamu emang bjigur Anggi gk mementingkan perasaan istri dan anaknya karena egonya dia menyakiti kelurga sendiri
Pisces97
dari awal kamu juga salah Syifa jika kamu gk manja² dengan bapak ya anggi kejadian kyk gini gk bakalan terjadi kamu jual mahal pasti tua Bangka syerkhan gk mudah menindas mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!