Riana gadis berusia 21 tahun yang terpaksa mencari pekerjaan demi Ibu nya, Ayah nya telah meninggal dan terpaksa dia yang menafkahi seorang diri....
Ingin tau kisah nya.? Yuk kita simak....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rasyid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Setelah kepergian Fauzi Ryan pun kembali ke dalam rumah. Ia masih memikirkan ucapan teman nya tadi apakah ia akan menceritakan pada istrinya apa tidak.
Ryan pun masuk kedalam melihat Zimmy, dari raut muka istrinya ia begitu senang namun di sisi lain ia harus memikirkan ucapan Bunda nya.
"Sayang...Bulan besok kita pindah lagi yah ke rumah kita!!!" ujar Ryan.
"Tidak Mas.. Aku tidak mau, walau rumah ku seperti ini kami bahagia tanpa rumah yang megah, jika kamu mau pulang ke rumah baru mu silahkan saja." jawabku sambil cemberut.
"Aku tau kamu masih sakit hati pada Bunda, apa salah nya sih kita pulang, orang itu rumah kita kan???" tanya nya pada istrinya.
"Aku tidak mau berantem sama Bunda lagi Mas? cukup Bunda saja yang menghina ku waktu itu." singkat ku.
Ryan hanya bisa terdiam mendengar ucapan dari istrinya tersebut, karena ia tau tidak akan selesai jika ia melanjutkan pertengkaran yang telah terjadi.
"Massa. Jika kamu mau pulang ke rumah Bunda ya silahkan, aku tidak akan melarang kamu. Namun kamu harus tetap ingat sama Zimmy.." ujar ku sambil meletakan Zimmy ke ranjang nya.
"Magsud kamu kita pisah ranjang begitu???" suara Ryan mulai tinggi.
"Bukan Mas, kamu tau sendiri kan jika Bunda tidak suka dengan ku, jadi apa daya aku harus disini terdahulu, dan kamu jika mau lihat Zimmy ya kesini, namun aku gak mau kesana.."Rilih ku.
"Mas juga bingung sayang, bagaimana meluluhkan hati Bunda. Bunda itu keras kepala.." ucap Ryan.
Tak berselang lama ponsel Ryan pun bergetar tanda ada telpon masuk melalui WhatsApp.
"*Iya Bun???" tanya nya.
"Kamu dimana Ryan??" tanya sambungan telepon.
"Ryan di rumah Riana Bun, kenapa??" tanya Ryan kembali.
"Kamu bisa kerumah sebentar ??" pinta bunda.
"Kenapa emang Bun??" Ryan kembali bertanya.
"Pokonya kerumah sekarang.!!" sambil mematikan sambungan nya*.
"kenapa Mas, Bunda yang menelpon??" tanya ku pada suami.
"Iya bunda menyuruh ku pulang..Mas pulang dulu sebentar yah??" ijin Ryan pada Riana.
"Ya mas, ucapkan salam untuk Papah dan Bunda." jawab ku kembali.
Ryan pun berjalan sambil mengambil kunci mobil di rumahan make up Riana. Riana tidak curiga apa yang akan di lakukan mertua nya kembali atas apa yang terlah terjadi kemarin-kemarin.
Ryan mengemudikan mobil nya keluar dan berjalan.
Namun kemudian ada suara ponsel berbunyi dari ruangan tamu, Riana mengambilnya dan melihat isi pesan WhatsApp tersebut.
"*Bisa kamu ke rumah bunda sekarang???" ucap bunda.
"Mau apa ya bunda menyuruhku ke rumah nya, apa ada sesuatu yang akan di katakan bunda,tapi tadi Mas Ryan tidak mengajak ku kesana. Apa aku sendiri saja pergi, namun bagaimana dengan Zimmy??" batin ku berbicara*.
Riana pun bersiap-siap memakai baju dan mengambil tas nya, tak lupa ia memanggil ibu nya untuk menjaga Zimmy.
"Buuuu, Riana ijin keluar sebentar ya?? Riana titip Zimmy, susu nya ada di freezer." teriak ku sambil menutup pintu kamar.
"Iyaaaaa.." sahutan ibu.
Riana pun berjalan sambil memesan ojol ke arah luar,
dan ojol pun tiba dan segera lah berangkat menuju arah rumah mertuanya.
Ryan sudah berada di rumah nya tersebut dan melihat ada tamu di ruangan tamu tersebut, ia tak berfikiran negatif terhadap bunda nya tersebut.
"Bun?? Ada apa Bun??" ucap nya.
"udah sampai, oiya Ryan kenalin ini Tante sopi dan ini Delia anak nya Tante sopi, ini anak nya yang akan Bunda nikah kan sama kamu." ucap bunda.
Riana yang telah tiba di rumah mertua nya tersebut mendengar ucapan apa yang mertua nya katakan.
"Apaaaa??nikah???"bentak ku . dan semua tamu pun melirik ke hadapan ku.
"Sayanggg?? kami ngapain kesini??" tanya Ryan.
"Oh jadi ini yang di magsud dengan kamu tadi Mas?? bunda mau nikahin kamu sama wanita ini??" sambil menunjuk Delia.
"Heiiiiiii apa hak mu melarang anak saya untuk nikah lagi??" bentak Bunda.
"hik hik hik hik jika kalian ingin saya keluar dari keluarga Dewanto ,saya akan keluar karena martabat dan harga diri saya di injak-injak. Mas kamu tidak boleh melawan Bunda kamu, kamu talak aku sekarang... Aku tidak mau permasalah ini terus menerus menghantui ku..." ujar ku sambil menangis,,
"Sayanggg jangan gitu yang coba jangan salah paham dulu, Mas gak tau ini semua..." ujar Ryan sambil memegang tangan Riana.
"Ryan, sekarang Bunda mau tanya sama kamu, kamu mau nurut sama Bunda apa mau pilih istri kamu ini,???" getah Bunda.
"Bunnnnn Ryan pilih Riana...."Bentak Ryan dengan nada tinggi.
Tante sopi dan Delia hanya bisa melihat tanpa berbicara sekata pun melihat pertengkaran Tersebut.
Riana yang masih menangis langsung beranjak pergi dari rumah tersebut tanpa memperdulikan suaminya yang memanggilnya.
"Aku tidak percaya jika Bunda akan merencanakan ini semua,hik hik yaalloh apa salah ku selama ini, apa dari kodrat orang miskin.. Ayah....Riana kangen, Riana mau ketemu ayah... Hik hik hik..."Batin ku berbicara sebari berlari.
"Ryannnnn, udah jangan kejar dia, lihat aku disini Ryan." ujar Delia.
Ryan karena malu dengan pertengkaran ini akhirnya ia tidak mengejar Riana, ia tau jika Riana tidak akan kemana-mana kecuali ke rumah orang tua nya.
Ryan menahan tangisan nya, jika ia melawan bunda nya, akan semakin sulit dikendalikan mengingat sikap nya yang egois, dan keras kepala, akhirnya Ryan hanya bisa mengalah.
"aku tidak akan mengijinkan putra ku bertemu dengan nya lagi, walau dia sudah punya keturunan, mau di taruh dimana muka ku jika teman-teman ku tau kalau menantuku miskin apalagi sekarang punya anak, nooo.."Batin bunda.
"oh iya jeng bagaimana seterusnya..." tanya bunda sebari meminum teh yang ada di depan nya.
Ryan yang kebingungan mencari cara agar Riana tidak marah pada dirinya.
Ia tidak mendengarkan percakapan yang sedang di bicarakan oleh bunda nya tersebut.
"Oh iya jeng.. tadi itu siapa?? menantu mu??" tanya Tante sopi.
"Oh bukan. Dia kekasih Ryan, namun saya tidak setuju dengan dia. Begitu jeng heheheh" jawab Buna tertawa kecil.
Ryan yang ingin menjawab omongan bunda nya terpaksa harus diam dan pergi ke kamar pribadinya. Tampa menghiraukan tamu bunda nya.
"Tante? kok Ryan nya begitu sih sama Delia?? Ryan gak suka kali sama aku?? mah gimana??" tanya Delia sambil memeluk mamah nya.
"Emhhh tenang sayang, Ryan pasti akan menikah sama kamu, dan Ryan akan suka sama kamu yah hehehe," bunda tertawa kembali.
"Benar ya Tante,???" tanya Delia. Dan bunda pun menganggukan ucapan Delia
"Kalo saya sih gimana jeng nya aja, eh bicara-bicara calon besan laki-lakinya mana ya??" tanya Tante sopi.
"Begini loh jeng, acara pernikahan anak kita, kita jangan meriah aja, kondisi nya kan masih Covid-19, nah kita biasa aja gak usah undang-undang. Gimana jeng??"tanya bunda.
"Loh kok gitu jeng, bukan nya meriah lebih bagus yah.??" jawab Tante sopi.
"Begini loh jeng, suami saya kan lagi gak disini, nah kita adakan nya sembunyi saja." ucap Bunda.
"Apaaaa!!! magsud nya jeng mau anak kita nikah SIRIH??Jeng ini bagaimana, anak kakak disuruh nikah sirih??" kaget Tante sopi mendengar ucapan bunda Ter sebut.
"Bukan gitu loh jeng, begini.., jujur ya kalo jeng sopi punya Mantu miskin gitu gak sepadan kah sama keluarga nya jeng, jeng sopi mau ngapain gitu,??" tanya bunda pada tante sopi.
"Ya saya sih gak mau lah, masa anak saya nikah sama orang miskin, kan gak level jeng," ujar Tante sopi.
"Nah kan jeng juga gak mau kan, makanya saja juga gak mw gitu, tapi saya bingung dengan suami saya jeng. Suami saya pasti gak setuju jika kita nikahkan anak kita mendadak gini, suami saya kan tidak ada di rumah, sedangkan kita mau nya secepatnya kan??" tanya bunda.
"Lalu mau jeng nya gimana?? tanya Tante sopi balik.
"Kita nikahin nya diam- diam saja gimana?? kalo suami saya di kabari sekarang pasti dia gak setuju, namun kalo anak kita udah nikah kan otomatis dia gak bisa berbuat apa-apa ya kan??" ide bunda pada tante sopi.
"Tapi tunggu dulu deh jeng, kok jeng nya pengen buru-buru banget sih acara ini berlangsung?? apa jangan-jangan Ryan sudah nikah yah??" ucap Tante sopi.
Dekkkkk suara jantung bunda terasa mau copot mendengar ucapan Tante sopi, ia terlihat ketakutan ,ia takut rahasia nya terbongkar begitu saja. Namun apa daya nasi telah menjadi bubur, ia terpaksa memberitahu kan semuanya.
"Gini loh jeng yah saya jujur, kalo Ryan itu memang sudah menikah, (Dan Tante sopi dan Delia pun terkejut mendengar berita tersebut), tapi jeng saya itu gak setuju dengan pernikahan mereka, ya karena mantu saya itu miskin, nah saya mau nya Delia sama Ryan, gitu loh jeng..." kata Bunda sebari menjelaskan.
"Loh gak bisa gitu donk jeng , masa Ryan nya sudah tidak perjaka mau nikah sama anak saya yang masih perawan sih, gak adil lah,??" ujar Tante sopi.
''Tapi kan Delia juga mau sama Ryan jeng,.." tanya pada Delia
"Kamu mau sama Ryan???"tanya mamah nya. Delia hanya terdiam memikirkan semuanya.
"Gue mau sih sama Ryan,udah mah tampan, ngalahin aktor Korea deh, tapi kan dia gak perjaka, tapi dia lebih kaya dari gue, dan lagi dia kan polisi,jadi otomatis gue akan hidup terjamin.so gue kan anak nya glamor dan mau nya belanja terus, sedangkan kan papah Bayu gak mau manjain gue..Gak apa lah dia gak perjaka juga??" batin Delia berbicara.
" bagaimana kamu Del??" tanya mamah sopi.
"I i iya mah gak apa kok Ryan nya gak perjaka juga Delia terima.." ujar Delia.
"Tuh kan jeng apa kata saya.. Delia mau!!" ujar Bunda.
"Tapi Del.... ya sudah lah terserah kamu aja ,kamu yang jalanin ini.."jawab Tante sopi sebari membuang napas nya.
",Jadi gimana acara nya jeng??" tanya Tante sopi.
"Nanti saya yang atur!!" jawab bunda.
Dan Tante sopi pun menganggukan ucapan calon besan nya, Delia dan mamah nya pamitan untuk pulang dan bunda mengijinkan nya, bunda mengantarkan Tante sopi ke depan pintu, dan merekam pun pulang. Lalu bunda berjalan ke arah kamar Ryan untuk menceritakan acara tersebut.
Tok tok tok tok....
"Masuk..."ucap Ryan.
"Ryan anak bunda yang tampan, lagi apa??" tanya bunda.
",Gak usah banyak bicara Bun, apa yang bunda mau dari Ryan sekarang..." tanya Ryan.
"Bunda mau kamu nikah sama Delia.." singkat bunda.
Ryan pun terkejut dan membalikan badan nya menghadap bunda nya tersebut.
"Bunda sudah tidak waras yah?? aku sudah beristri Bun,!!"Marah Ryan.
"Minggu depan kamu harus nikah." dan Bunda pun meninggalkan putra nya tersebut. Bunda berjalan ke kamar nya untuk berfikir apa yang harus ia lakukan supaya Ryan mau menikah lagi dan tanpa paksaan.
Bunda pun mengabari Tante sopi untuk memberikan tanggal serta hari akad nya tersebut, tante sopi yang setuju, Bunda menyiapkan semuanya dan menyewa hotel yang bagus serta mewah.
Ia tidak mengundang siapapun kecuali orang yang disewa nya sebagai wali dari Ryan.
Beberapa hari kemudian ..
Ryan yang kini sibuk di Polsek tidak memikirkan acara apa yang akan di perbuat oleh bunda nya, ia hanya bisa melihat Zimmy buah hati nya lewat Vidio call oleh istrinya ,tak lupa Ryan mengirimkan uang untuk keperluan Zimmy dan istrinya.
Suara ponsel berdering...
Drettttt..
",Iya Bun??" tanya Ryan.
"Ryan kamu bisa ke hotel xxxx sekarang?? ucap bunda.
"Mau apa Bun???"tanya Ryan kembali.
" Pokonya kesini." Bunda pun mematikan sambungan nya.
Ryan bergegas menuju alamat yang di beri oleh bunda nya tersebut. tak beberapa lama akhirnya aja sampai di hotel tersebut. ia menuju ruangan. da betapa kaget nya ia melihat orng yang sedang duduk di kursi yang dilengkapi baju pengantin.
"Apa ini Bun?? tanya Ryan. dan Bunda pun berjalan menuju putra nya.
"Ini hari pernikahan kamu sayang..." ucap Bunda sebari merapihkan baju Ryan.
"Gak gak Bun, Ryan gak mau." jawab Ryan sebari berjalan keluar.
"Kamu tidak mau, kamu mau bunda mati sekarang.(Sebari memegang pisau dan di dekat kan pada leher)" ujar bunda. Dan Ryan pun membalikan badan nya melihat ucapan bunda nya.
"Jengggg apa yang kamu lakukan jeng???" teriak Tante sopi. semua yang ada di ruangan tersebut hanya terdiam melihat bunda yang memegang pisau.
"Bun jangan lakukan itu, bunda sudah tidak warasss.. " ucap Ryan sebari mendekati bunda nya.
"Kamu jangan mendekat, atau pisau ini akan menancap di leher bunda, kamu mau laksanakan perintah bunda atau bunda yang akan lakukan sendiri Ryan.??" tanya bunda kembali.
Ryan yang kebingungan akhirnya ia memutuskan untuk menerima ajakan bunda nya tersebut untuk menikah lagi.
Ia tidak ada pilihan lain karena bunda nya akan melakukan apa saja yang ia mau.
Akad nikah pun akan di ucap nya
"Bagaimana mempelai pria sudah siap??"tanya Amil tersebut.
" i iya sa sa ya sudah siap.." jawab Ryan yang terbata-bata.
Dan mereka pun menyaksikan anda tersebut hingga selesai, dan mereka akhirnya menikah.
"Maafkan aku Riana , aku sudah menghianati pernikahan kita.." batin Ryan sebari menangis.
Dan Delia pun mencium tangan suaminya.Ia tidak menyangka dengan mudahnya ia memiliki Ryan.
***Bagaimana seru gak...
Oiya bantu vote nya Yah agar author semakin semangat.
jangan lupa mampir cerita author yang lain.
🍃🍃Catatan hati seorang istri✓Rasyid🍃🍃
🍃🍃Tuan batu es kekasihku✓Rasyid🍃🍃***