NovelToon NovelToon
Izora

Izora

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Cinta Terlarang / Fantasi Wanita
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Tulisan Nyanyak

Perjalanan hidup siapa yang tau. Rahasia takdir tiada satu pun yang bisa menebak nya. Hal inilah yang tersirat dalam kehidupan Izora Hana.

Berparas cantik dan menawan tak selama nya membuat seorang wanita lekas menemukan sang belahan jiwa dan dapat segera merasakan nikmat nya dipersunting orang yang di cinta. Inilah yang terjadi pada kisah cinta Izora.

Izora dan Faaz dalah sepasang kekasih yang telah memadu kasih sejak mereka masih sama-sama duduk di bangku SMA. Tahun-tahun berlalu kini mereka menjelma menjadi sepasang kekasih yang sudah berusia mantap untuk lanjut kejenjang pernikahan.

Namun sayang, tidak semua impian dapat tercapai denga mudah. Hal ini sejalan dengan kisah cinta Izora dan Faaz yang terhalang restu ibunda Izora.

Sudah puluhan kali Faaz datang melamar Izora namun selalu penolakan mentah-mentah yang di dapat nya. Hingga Izora yang begitu mencintai Faaz meminta Faaz agar mau menghamili nya, agar sang ibunda mau tak mau mengizinkan mereka mejikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tulisan Nyanyak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 21. kemalangan bertubi-tubi

Zora langsung mendapat penangan cepat untuk keadaannya di ruang IGD. Seketika tubuh Zoya lemas tak mampu lagi berdiri karena mengkhawatirkan keadaan Zora.

Detik-detik waktu terasa berjalan lambat bagi Zoya. Baru 15menit Zora ditangani oleh dokter di dalam ruangan namun bagi Zoya rasa nya sudah terlalu lama Zora di dalam sana sehingga membuat nya sangat tidak tenang dan gundah gulana menunggu. Berkali-kali Zoya mengintip ke dalam ruangan dari kaca yang ada di pintu ruangan.

"Ki! Coba deh lo periksa apa yang sebenar nya di lakukan dokter-dokter itu di dalam? Kok lama banget sih?!" Kata Zoya kepada Zaki.

Zoya seakan dibuat kehilangan akal oleh keadaan yang dihadapi nya. Saat ini seakan Tuhan sedang memberikan kejutan demi kejutan dalam hidupnya yang datang terus menerus tanpa ia duga-duga.

Zoya tidak pernah menyangka jika Zora akan melakukan hal sekonyol ini. Zoya tidak pernah membayangkan jika hal konyol ini akan dilakukan oleh Zora hanya karena rasa bersalah nya yang tak menentu.

"Sssst! Tenang dulu Zoy! Kamu jangan panik, Zora pasti akan baik-baik aja" kata Zaki mencoba menenangkan Zoya yang sudah kalut dan dibuat hancur oleh keadaan.

"Kenapa kamu harus melakukan hal bodoh ini sayang? Apa kamu nggak bisa membagi luka dan duka mu dengan ku saja dari pada kamu harus lakuin ini?"

Kata Faaz di dalam hati nya sambil terus beridiri menatapi pintu ruang IGD menunggu ada seseorang yang keluar dari dalam ruangan itu untuk memberikan kabar baik kepada dirinya.

Setelah hampir satu jam menunggu, akhir nya pintu ruangan dibuka. Seorang dokter beserta tim kerja nya keluar dari dalam ruangan, dan itu artinya Zora sudah selesai ditangani. Namun bagaimana hasil dan keadaannya saat ini?

"Maaf siapa wali pasien?" Tanya dokter kepada Zaki, Faaz dan Zoya yang sedang berdiri di depan ruang dengan wajah yang dipenuhi kecemasan.

"Saya! Saya adalah adik nya" Zoya langsung sigap menjawab.

"Oke, boleh ikut sebentar dengan saya untuk membicarakan beberapa hal tentang pasien? Dan yang lain silahkan menunggu di sini hingga pasien selesai dan siap di pindahkan ke ruang rawat inap" tutur sang dokter.

"Baik dok" jawab Zoya.

Zoya berjalan megikuti langkah dokter cantik itu menuju ruangan nya. Saat ini jantung Zoya berdebar-debar tak menentu karena ia takut akan ada kabar buruk lagi yang akan didengar nya melalui sang dokter.

"Maaf dok, apa ada keadaan serius terhadap keadaan Zora?" Tanya Zoya kepada sang dokter begitu mereka sampai di ruangan sang dokter.

"Ya seperti nya begitu, maaf sebelum nya saya bertanya apakah akhir-akhir ini ada keadaan berat yang membuat pasien merasa tertekan yang sedang pasien hadapi?" Tanya dokter itu dengan lemah lembut kepada Zoya.

"Sebenarnya saat ini bukan hanya Zora, tapi memang kami sedang melewati masa terberat dalam hidup kami karena kepergian alm.mami kami yang terjadi begitu cepat dan tanpa kami sangka-sangka dok" jawab Zoya dengan deraian air mata nya.

"Kalau begitu sebaiknya lakukan pendekatan lebih kepada pasien dalam waktu dekat ini agar tindakan percobaan bunuh diri yang dilakukan pasien tidak terulang lagi" tutur dokter kepada Zoya.

"Percobaan bunuh diri dok?" Zoya merasa terkejut mendengar kalimat percobaan bunuh diri yang dikatan dokter.

"Iya, pasien sengaja meminum obat dengan dosis tinggi dalam jumlah yang banyak sekaligus, namun beruntung obat-obat itu belum di serap sempurna oleh tubuh pasien jadi kami masi bisa menyelamatkan pasien" dokter melanjutkan penjelasannya.

Zoya terdiam mendengar pernyataan dokter. Zoya tidak menyangka jika Zora akan selemah ini dalam melewati masa-masa sulit ini.

"Baik dok, saya akan lebih memperhatikan Zora lagi kedepannya dok" jawab Zoya.

"Baiklah, kalau begitu karena tidak ada kondisi yang terlalu buruk terjadi pada pasien, maka besok pagi pasien sudah boleh pulang dan melanjutkan istirahat untuk pemulihannya di rumah saja" kata dokter.

Setelah selesai berbicara dan mendengarkan penjelasan dari dokter, Zoya langsung keluar meninggalkan ruangan dokter dan kembali menuju ruangan Zora di rawat.

Perasaan kecewa menyelimuti benak Zoya saat ini. Zoya tidak menyangka bahwa Zora begitu rapuh dan bodoh. Zoya tidak pernah berfikir jika Zora akan memilih kematian sebagai jalan keluar dari kondisi yang di hadapi nya saat ini.

Zoya sampai di depan pintu ruangan tempat Zora di rawat. Zoya menghapus air mata dari pipi nya dan ia menarik nafas dalam-dalam untuk sedikit menenangkan diri nya sebelum masuk ke dalam ruangan. Setelah merasa sedikit tenang Zoya langsung membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.

Di dalam ruangan terlihat Faaz dan Zaki sedang duduk di sofa yang ada di sudut ruangan sambil memperhatikan Zora yang sedang tertidur dengan selang infus yang terpasang di tangan kanannya.

"Kalian balik aja, gue mau nemenin Zora sendiri malam ini" kata Zoya kepada Faaz dan Zaki.

"Nggak Zoy, gue nggak akan kemana-mana sampai Zora sadar dan membuka mata nya! Gue nggak bisa tenang sebelum gue memastikan kalau keadaan Zora baik-baik aja" jawab Faaz langsung menolak dengan tegas perkataan Zoya.

"Gue tahu Faaz, tapi please! Gue mohon! Kasi gue waktu untuk bisa berdua aja sama Zora, setidak nya untuk malam ini aja" kata Zoya lagi kepada Faaz.

"Tapi Zoy......"

"Faaz.... gue rasa nggak ada salah nya kita kasih waktu dulu buat dua kakak beradik ini untuk bisa lebih intens berdua aja. Lagi pula Zoya pasti akan ngabarin kita kok kalau terjadi apa-apa sama Zora" kata Zaki yang langsung memotong perkataan Faaz sebelum ia sempat menyelesaikannya.

"Okelah kalau begitu, gue sama Zaki balik. Tapi Zoy, kalau ada apa-apa dengan Zora tolong banget lo langsung kabarin gue ya Zoy?!!" Kata Faaz yang akhir nya pasrah menerima saran dari Zaki dan Zoya.

"Oke" kata Zoya sambil menganggukan kepala nya.

Faaz bersama Zaki langsung berjalan meninggkan ruangan Zora dan meninggalkan Zoya seorang diri yang menjaga Zora malam ini sesuai dengan keinginan.

"Lo dari sini mau langsung balik atau gimana Faaz?" Tanya Zaki kepada Faaz sambil berjalan menuju mobil.

"Gue mau balik ke rumah Zora dululah, nyokap sama adik-adik guekan masih di sana tadi ngurusin tahlilannya alm tante Marni" kata Faaz.

"Oh gitu, oke berarti gue langsung antar lo ke sana aja ni?" Tanya Zaki lagi.

"Eh tapi Ki, kalau lo nggak sempat atau ada keperluan lain nggak masalah kok, gue bisa naik taxi atau gojek aja ntar" kata Faaz menjawab tawaran tumpangan dari Zaki.

"Gue free kok, santai aja! Udah masuk terus!" Kata Zaki lagi kepada Faaz.

Zaki dan Faaz perlahan meninggalkan perkarangan rumah sakit dengan mobil jazz berwarn merah milik Zaki.

Di dalam rumah sakit tepat nya di ruangan tempat Zora di rawat terlihat Zoya sedang duduk di sebuah kursi tepat di samping tempat tidur Zora terbaring. Terlihat Zoya hanya diam dan menatapi Zora yang masih tertidur.

Di dalam benak Zoya saat ini telah tersimpan ribuan bahkan jutaan kalimat demi kalimat dan pertanyaan demi pertanyaan yang ingin dikatakan dan ditanyakan kepada Zora.

Namun untuk hal itu, Zoya harus sedikit bersabar dan menunggu setidak nya hingga Zora tersadar dan kondisi nya sudah sedikit membaik.

Di tempat lain, di rumah Zoya dan Zora Faaz sudah bertemu dengan ibunya dan kedua adiknya yang sedari tadi menghandle segala urusan acara tahlilan alm.Marni.

Ibu Faaz langsung bertanya mengenai keadaan Zora dan apa yang terjadi kepada nya. Karena sejak tadi ibu Faaz sudah merasa tak tenang memikirkan tentang keberadaan dan keadaan Zora sang calon menantu.

Faazpun langsung menceritakan segala nya dari awal hingga akhir tanpa ada yang terlewatkan. Mendengar cerita Faaz ibu nya terduduk lemas tak berdaya. Rasa khawatir dalam benak ibu Faaz kini membuat nya sedikit gelisah.

Ibu Faaz meminta Faaz mengantarkannya ke rumah sakit tempat Zora di rawat karena ia merasa tak tenang jika belum memastikan keadaan Zora dengan melihatnya langsung sendiri.

"Buk sabar! Saat ini Zoya yang sedang menjaga Zora di rumah sakit, dan memang sudah menjadi keinginan Zoya untuk menjaga Zora sendiri malam ini. Karena Zoya ingin memiliki waktu yang lebih intens dengan Zora" kata Faaz memberikan penjelasan kepada sang ibu agar sang ibu dapat memahami situasi yang sedang terjadi saat ini.

Setelah mendengar penjelasan dari putra nya, kini ibu nya Faaz memahami situasi yang sedang terjadi.

Ibu Faaz pun akhir nya memutuskan untuk menginap di rumah Zora dan Zoya saja malam  ini, karena menurut ibu Faaz tidaklah baik jika rumah duka sebelum tujuh hari ditinggalkan kosong.

Faaz setuju saja dengan usulan sang ibu. Akhir nya Faaz pulang ke rumah nya seorang diri karena kedua adik perempuan nya menolak ikut pulang bersama nya dan lebih memilih ikut tinggal dan menginap menemani sang ibu di rumah Zoya dan Zora.

"Yasudah buk kalau begitu Faaz pamit pulang dulu sudah malam. Sekalian nanti Faaz akan jelaskan segala nya kepada bapak agar bapak tidak menunggu-nungu di rumah" kata Faaz berpamitan kepada ibu nya.

Di lain tempat, di sebuah komplek perumahan yang megah dan elit tepat nya di sebuah rumah paling megah yang berada tepat di ujung komplek adalah rumah Zaki.

Zaki adalah putra sulung dari seorang janda kolongmrat. Zaki hanya memiliki seorang adik laki-laki yang usia nya hanya terpaut satu tahun saja dengan nya.

Berbeda dengan Zaki, adik nya yang bernama Faro adalah seorang yang sangat slengekan. Faro bahkan tidak tertarik untuk ikut berkerja mengurus segala bisnis milik keluarga nya. Faro lebih tertarik kepada dunia malam, wanita dan juga balapan liar.

Perbedaan usia yang terlalu dekat dan perbedaan cara menjalani hidup diantara kedua nya membuat Zaki dan Faro tak pernah cocok dan sering terlibat perdebatan bahkan perkelahian tak dapat terelakkan lagi diantara kedua nya.

Faro sebenarnya merupkan anak yang pintar dan sopan. Namun sikap nya berubah sejak sang ayah menghembuskan nafas terakhir nya dalam sebuah kecelakaan mobil saat dalam perjelanan menuju bandara untuk urusan bisnis.

Karena tidak bisa menerima kepergian sang ayah yang begitu cepat dan tiba-tiba akhir nya Faro mencari hiburan dari dunia malam untuk bisa melupakan segala sakit dan duka yang di rasakan nya karena kehilangan sang ayah tercinta.

Dibalik segala pertikayan yang terjadi diantara Zaki dan Faro, sebenar nya mereka begitu saling menyayangi dan saling mengkhawatirkan satu sama lain.

1
Jar Waty
lnjut Thor bagus ceritanya
in_JUMI
so sweet
jangan lupa mampir di cerita aku y
in_JUMI
Hai zoya & Zaki
mampir juga y di cerita aku
in_JUMI
yee yang pertama komen
semangat y
di tunggu krisanya di cerita aku
in_JUMI
Hai kk aku mampir nih ke cerita kk ...
seru ceritanya ... aku jg udh maraton like
jangan lupa mampir di cerita aku y k
tina yusuf
kok bs y anak di titipkan ,sedih bacanya
Vinoya Chan
Semangat 👍💪
Laksana mutiara🥀
Azizah kembali hadir nih😋🤗 Izora aku memberikan setangkai🌹 untukmu😘
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
cerita nya seru
Mom La - La
CINTA 3 SERANGKAI
membawa paket untukmu...⚘
Mom La - La
hy Zora...
CINTA 3 SERANGKAI
mampir lgi
tina yusuf
suka ceritanya
tina yusuf
memang kalau hujan2 paling enak di peluk kekasi hati
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
wkwk eps pertama sudah begituan aja mereka. Semangat author aku mampir
𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda❀∂я🤎
kedatangan calon mertua dadakan ya Zora jadi terkejut
Nini 🐻
ku beri tips iklan untuk karyamu thor ☺️
⍣⃝ꉣꉣ❤️⃟Wᵃf◌ᷟ⑅⃝ͩ●diahps94●⑅⃝ᷟ◌ͩ
iseng mampir, lah kok bagus ceritanya. semangat terus kak nulisnya
khey
jangan berzina, lebih baik nikah siri aja dulu,,
baru boleh hamil,
khey
iya betul,, itu salah dan kesalahan terbesar,,
menikahlah jika ingin melakukan yang ingin dilakukan seperti pasangan suami istri.
jangan berzina!
Laksana mutiara🥀
Maa shaa Allah😍 benar tuh kata Faaz..😆

CINTA MUSLIMAH SI GADIS BISU TELAH HADIR...🤗🤗 JANGAN LUPA MAMPIR YA.😘

SEMANGAT MEMBUAT KARYA NYA!😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!