NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Sang Pewaris

Pernikahan Paksa Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:10.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desi Manik

Visual berada di Part 103.

Avelia Wrestlin, seorang gadis berusia 22 tahun yang merupakan putri tunggal keluarga kaya raya. Terlahir sebagai putri tunggal tidak membuatnya menjadi gadis manja yang hanya bisa memamerkan kekayaan orang tuanya. Namun Avelia tumbuh menjadi gadis cantik yang mandiri, dan juga cerdas.

Kehidupan Avelia berubah saat dia bertemu dengan seorang pria tampan, David Carlisle. Gadis itu mencintai dalam diam selama kurang lebih dua tahun, sampai pada akhirnya dia meminta kepada orang tuanya untuk dijodohkan dengan pujaan hatinya. Pernikahan pun terjadi.

Akankah pada akhirnya si pria berbalik hati dan mencintai gadis yang sudah sah menjadi istrinya, atau malah si gadis yang akan mundur dan merelakan suami yang dia cintai?

Diwarnai dengan kisah persahabatan empat serangkai yang ingin membantu menyelamatkan pernikahan Avelia.

Yuk cari tahu kisah David dan Ave.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi Manik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 20 - Memasak Bersama

Jangan memberiku harapan jika pada akhirnya kau akan mematahkannya.

🌹 Happy Reading 🌹

Avelia bangun dari tidurnya. Dia membuka mata dan mendapati dirinya sudah berada di atas ranjang. Seingatnya tadi dia sembunyi di sudut ruangan, celah antara ranjang dan tembok. Dan dia tidak menemukan jawaban mengapa dia kini malah berada di atas ranjang. Ave merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Dia keluar dari kamar dan melihat keponakan kembarnya berada disana.

“Aunty Ave, sudah bangun?” Zee bertanya dengan penuh semangat begitu melihat Avelia. Dia menepuk sofa di sebelahnya mengisyaratkan agar bibinya duduk di sebelahnya. Ave yang mengerti, langsung saja duduk.

“Ya. Hmm... Memangnya berapa lama aunty tidur? Dan bagaimana bisa aunty berada di atas ranjang?” tanya Ave.

“Aunty tidur selama dua jam lebih. Dan uncle Dav yang memindahkan aunty ke ranjang. Aunty membuat kami khawatir. Sembunyi sampai tertidur disana, ada-ada saja Aunty.” Zico menatap bibinya. Senyum tipis tersungging di bibirnya begitu melihat wajah tercengang bibinya.

“Uncle Dav yang memindahkan aunty?” Zee dan Zico mengangguk serempak.

Avelia tidak tahu harus berkata apa. Dari semua yang dikatakan Zico, hanya itu yang paling dia tangkap. Pria itu tidak pernah peduli bahkan jika Avelia tertidur di karpet saat menunggunya pulang sekali pun. Pria itu hanya membiarkannya berada di sana tanpa mau repot memindahkan atau sekedar untuk membangunkannya. Dan apa yang baru didengarnya sedikit mengejutkan juga memberikan perasaan hangat di dalam hatinya.

“Aunty membuat kalian khawatir ya? Maaf ya, twin. Aunty membaca novel hingga larut malam dan mata aunty benar-benar perih karena kurang tidur. Aunty Ave hanya berniat mengistirahatkan mata sebentar saja, namun malah ketiduran sampai dua jam,” katanya merasa tidak enak.

Zee tersenyum manis. “Tidak apa-apa, Aunty. Yang pentingkan Aunty baik-baik saja. Kami tadi sempat berpikir kalau Aunty Ave diculik. Karena dipanggil berkali-kali, Aunty tidak juga menyahut.”

"Aunty biasanya peka terhadap suara kalau sedang tidur. Tapi mungkin karena terlalu mengantuk, kali ini susah bangun.”

Avelia merasa tidak enak karena sudah merepotkan mereka untuk mencari keberadaannya, padahal dia sendiri malah asyik tidur.

“Santai saja, Aunty.”

Zico dan Zee menjawab serempak. Si kembar ini sepertinya adalah defenisi yang tepat untuk menggambarkan ikatan batin.

Avelia tersenyum kepada keponakan kembarnya. Lalu dia mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk mencari keberadaan David, namun pria itu tidak berada di ruangan itu. Samar-samar dia mendengar suara dari arah dapur.

“Apa uncle Dav sedang berada di dapur?” tanyanya memastikan.

“Yup, aunty. Uncle Dav akan memasak nasi goreng ayam spesial untuk kami.” Zee menjawab dengan semangat.

“Baiklah kalau begitu, aunty ke dapur dulu untuk membantu uncle Dav ya.” Avelia berlalu menuju dapur setelah si kembar mengangguk mengiyakan.

Pemandangan yang tersuguh di hadapan Avelia membuat gadis itu tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya. Bibirnya sedikit terangkat ke atas melihat David yang terlihat mempesona walau sedang memakai celemek berwarna merah muda. Pria itu sedang sibuk mengiris bawang dengan pisau dapur.

“Perlu bantuan?” tawar Avelia kemudian. David yang tidak menyadari kedatangan Ave, menoleh ke sumber suara. Avelia sudah berdiri dengan jarak hanya beberapa langkah darinya.

“Tidak perlu,” jawabnya cuek.

“Tapi tadi kau sudah membantu untuk memindahkanku ke ranjang. Kini aku ingin membantu untuk memasak makan siang si kembar. Mereka kelaparan karena aku juga.” Avelia menjawab lirih.

Tanpa menunggu jawaban dari David, Avelia memakai celemek yang juga berwarna merah muda. Kini mereka berdua terlihat seperti menggunakan celemek couple. Dalam hati dia tertawa geli.

“Potong ayam dan kocok telurnya.” David memberi perintah tanpa melirik sedikit pun kepada Ave.

Tadi katanya tidak perlu dibantu, sekarang malah  memerintah. Dasar makhluk bergengsi tinggi. Bilang saja kalau memang perlu bantuan.

“Yes, chef,” jawabnya sedikit kesal.

Avelia merasa seperti asisten koki yang diperintah seenaknya. Namun dia tetap menurut dan dengan cekatan melakukan apa yang diminta. Gadis itu mengambil ayam dari dalam kulkas, lalu memotongnya kecil-kecil.

“Aww." David meringis.

Avelia secara refleks langsung melihat ke arahnya. Jari telunjuk pria itu berdarah. Avelia menyalakan keran westafel dan menarik tangan David, lalu membiarkan air mengguyur tangan pria itu. Setelah darahnya bersih, Avelia mendekatkan kepalanya ke tangan David yang terluka. Dengan perlahan Avelia meniup luka itu. Tanpa dia sadari, David sejak tadi memandanginya.

Avelia berhenti meniup setelah dirasanya cukup. Dia hanya perlu memberi plester untuk menutup lukanya. Saat Avelia mengangkat kepalanya, matanya secara tidak sengaja bertemu dengan mata milik David. Pria itu memandangnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Sadar dengan keadaan yang sangat canggung, Avelia mengalihkan pandangannya.

“Hmm..Aku mengambil plester dulu.” Avelia melepaskan tangan David dan membiarkan tangan pria itu menggantung di udara. Dan entah mengapa David merasa kehilangan. Mau tidak mau dia menarik tangannya. Dia mengamati lukanya yang tidak terlalu dalam, namun ternyata cukup perih.

Sementara itu, Avelia mengambil kotak P3K dari salah satu lemari yang juga berada di dapur. Dia mencari plester dan mengambil satu setelah menemukannya. Dia kembali menghampiri David dan langsung menarik tangan pria itu.

“Aku bisa sendiri,” katanya dengan suara dingin. Namun pria itu tidak menunjukkan penolakan. Jadi Avelia tidak menghiraukannya dan langsung memasangkan plester di jari suaminya.

“Kalau sedang terluka, jangan keras kepala,” kata Avelia setelah selesai memasangkan plester.

“Kalau tidak ikhlas, tidak usah membantu.”

Pria ini benar-benar ya. Sudah dibantu masih saja aku salah di matanya. Dasar pria es!

“Terserah. Aku akan lanjut memasak, kau duduk dan tunggu saja disana.”

Avelia memilih tidak mau mendebat lagi. Dia menunjuk ke arah kursi yang berada di dapur.

David tidak mengindahkan perkataan Avelia, yang ada pria itu malah kembali mengambil pisau yang tadi sudah melukai tangannya. Dia kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.

Sudahlah, Ave. Biarkan saja dia. Tidak usah dihiraukan lagi. Dia saja tak takut kalau sampai terluka lagi, mengapa kau harus peduli?

Avelia tidak mengatakan apa pun lagi. Dia mengambil beberapa butir telur dari dalam kulkas dan mengkocoknya seperti yang diminta. David juga sudah menyelesaikan irisan dan bumbu yang diperlukan. Avelia yang melihat hal itu ingin menawarkan agar dia saja yang memasak. Namun melihat betapa keras kepalanya David, dia memilih untuk mengunci mulutnya dengan rapat.

David mulai memasukkan bumbu dan irisan nasi goreng setelah minyak panas. Avelia yang berdiri di sebelahnya hanya mengamati. Dia tidak pernah tahu jika suaminya ternyata bisa memasak.

“Berikan telur dan ayamnya.” David kembali memerintah tanpa melihat Avelia.

Tolong berikan telur dan ayamnya. Mulutmu itu tidak bisa meminta tolong dengan benar ya?

Avelia mendengus dan memberikan telur juga ayam tanpa berkomentar. David memasukkan telur dan potongan ayam secara bergantian. Dia kembali mengaduk dengan sendok goreng di tangannya. Setelah kurang lebih sepuluh menit, David mematikan kompor.

“Buka mulutmu.” David menyodorkan sesendok nasi goreng di depan mulut Avelia.

Dimana-mana, yang memasak yang akan mencicipi hasil masakannya duluan. Apa dia sengaja? Jadi kalau rasanya tidak enak atau tidak layak untuk dimakan, aku yang akan kena apesnya. Selain berhati es, kau juga licik ya!

“Kau tuli ya?” Avelia memberengut kesal karena David dan mulut tajamnya. Mau tidak mau dia membuka mulutnya.

David menghembus pelan nasi goreng dan menyuapi Avelia. Bodohnya, hati gadis itu kembali berdebar kencang karena jarak mereka yang memang cukup dekat dan itu adalah pertama kalinya pria itu menyuapinya makan.

“Enak,” katanya dengan jujur.

David tersenyum puas. Dia mengambil empat piring dan menyendokkan nasi goreng di atasnya. Dia melirik Ave yang masih mengunyah. Gadis itu seperti sangat menikmati rasanya.

“Makanlah dengan benar jika tidak ingin dledeki oleh si kembar,” ujar David dengan nada mengejek.

David membersihkan sudut bibir Avelia. Ada sebutir nasi yang tertinggal disana. Avelia terpaku di tempatnya sementara David berlalu dengan membawa nampan di tangannya. Pria itu tersenyum kecil, namun tentu saja Avelia tidak lagi melihatnya.

Avelia memegang dadanya. Jantungnya sepertinya perlu diperiksa. Bisa-bisa dia terkena serangan jantung jika terus seperti ini.

Ah, sial. Pria bodoh itu, dia membuatku semakin mencintainya. 

--- TBC ---

1
༄⍟Mᷤbᷡah³_Atta࿐
Visualnya sudah lumayan bagus 👍👍
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
bawa kresek ahh tar ku masukkan semua ke karung, lumayan bisa bikin sambel
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
nanti di lanjut, kuota nipis. jadi loading terus
Mey Melanie❤❤❤
cakep👍👍
hayalan indah🍂
kebanyakan orang suka oppa korea n thai,..apalah dayaku sedikit pun tak tertarik,cowok cantik😩,oh no..
Nurjannah Rajja
Sinting....
Zahra Aqilah
ceritanya bagus aku suks
Merida Gultom Merida
makin seru thour
Akbar Saputra
aaahhhhh ceritax makin seru author
᪙ͤæ⃝᷍𝖒ᵗᵃʳⁱ♡⃝𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂᶬ⃝𝔣🌺
Ayow ave buktikan klo aghata itu bkan perempuan yg baek...
Ipat Susilawati
aq suka CRT kyk gini..
linzy
suka banget sama novelnya author inii..mangat terus ya thor karyamu selalu ku nanti
Inap Jainap
dihutan belantara bersalju ada mentimun juga
Meta Lia
yesica gantian yg jagain di triplet
Aidil dan aqil Aidil dan aqil
tambah seru aja thor
Meta Lia
sukses dan sehat sllu authoooor
Susan Frisca Dmk
aku mampir kak, nyimak dulu...
Ana Rela
lnjut thor upx 💪♥️🙏
Marlina Ram
coba thor evax manggil kk' aja kesuaminya
sayangku itu lebay aja kedengaranny thor🤣🤣🤣🤣🤣😎😎😎❤️❤️❤️
Meta Lia
kembar 3 thoooooor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!