Siapa yang tak mengenal seorang bernama belakang Alfonso?
Maximo Alfonso adalah laki-laki bergaris keturunan bangsawan Alfonso yang saat ini mengambil alih tugas pekerjaan gelap ayahnya.
Seorang mafia terkenal kejam dan sering bergonta-ganti wanita. Siapa sangka, dirinya terpikat oleh salah satu budaknya yang sangat cantik hingga membuatnya meninggalkan kebiasaan bermain dengan banyak wanita.
Wanita itu bernama Alea, gadis yang sangat malang. Akibat iri hati saudara tirinya membuatnya tega menjual Alea sebagai seorang budak hingga jatuh ke tangan Maximo.
Akankah Alea dan Maximo bersatu menuju ikatan suci? Ataukah hanya sebatas hubungan budak dan majikan?
Ikuti terus kelanjutannya!
CEKIDOT!😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Pernikahan
"M-Max," Tuan Maxim terkekeh melihat wajah tak berdaya Alea yang meminta melanjutkan kegiatan nya.
"Kau tak akan mendapatkan nya dengan mudah, sayang." Sahut nya lalu kembali melancarkan aksinya.
"Max...," Desaah nya lagi dengan wajah frustasi. Dia frustasi karena tadi sudah hampir mendapatkan gelombang puncak tapi terhenti akibat Tuan Maximo menggoda nya.
"Memohon lah, sayang. Maka aku akan memberi mu kenikmatan." Sahut nya seraya mengangkat wajah nya dari sela-sela pangkal paha Alea.
Alea yang benar-benar sudah tak bisa menahan lagi segera menggulingkan tubuh Tuan Maximo hingga posisi nya berbalik menjadi di atas laki-laki itu.
"Woho..! Aku sangat suka kau yang agresif seperti ini," Sahut Tuan Maximo menikmati perlakuan Alea. Dia tak pernah mengira sebelum nya Alea akan menjadi seagresif ini. Tentu saja ini merupakan keuntungan besar bagi Tuan Max, dan perubahan besar untuk Alea.
Setelah bekerja cukup lama, akhirnya keduanya mencapai puncak. Tubuh Alea tumbang menindih Tuan Maximo dengan nafas memburu. Dada nya naik turun, detak jantung nya berdetak kencang. Bahkan dua manusia itu saling merasakan detak jantung keduanya.
"Kau hebat, sayang. Aku semakin menyukai mu," Tuan Alfonso menyeka keringat yang mengucur di pelipis Alea dengan masih mengatur nafas.
"Em..," Alea hanya menanggapi dengan gumaman tubuh nya sudah tidak memiliki tenaga lagi setelah tadi dia mencurahkan seluruh tenaga nya untuk menyenangkan Tuan Maximo.
Tuan Maximo yang mengetahui Alea sangat lemas pun hanya memberi kecupan bertubi-tubi di wajah serta rambut nya. Tidak tahu kenapa dia merasa bahagia sekali Alea bermanja-manja seperti ini. Perlahan-lahan Tuan Maximo memindahkan tubuh Alea ke samping dan menyelimuti agar tak kedinginan karena AC kemudian kembali menghadiahkan kecupan di pelipis, mata hidung dan bibir Alea sebelum diri nya bangkit dan meraih celana bokser nya.
Melihat tak ada pergerakan sama sekali dari Alea yang berarti wanita nya sudah terlelap, Tuan Maximo mencari ponsel. Ternyata ada beberapa pesan masuk dari Petro.
Dia segera menekan tombol hijau untuk menghubungi laki-laki itu.
"Datang lah ke kamar ku," Tuan Maximo memberi perintah seperti itu lalu kembali menutup panggilan nya. Dia segera keluar kamar menuju sofa yang berada di bagian depan hotel itu. Memang hotel ini memiliki beberapa ruangan khusus sebagai ruangan pribadi Tuan Maximo saat berkunjung kesini.
Sembari menunggu Petro datang, Tuan Maximo membakar benda yang mengandung nikotin untuk dihisap, tangan nya meraih satu botol wine dan duduk di sofa.
"Bagaimana?" Tanya Tuan Maximo saat Petro sudah berada dihadapannya. Dia hanya ingin tahu siapa target dibalik penyerangan itu karena menurut prediksi tak ada musuh yang tahu dia ada di sini.
"Mereka adalah sekelompok gangster suruhan Mafia Italia untuk membunuh pebisnis bernama Dex yang kebetulan sedang berkunjung di club." Petro menemukan informasi itu dari salah satu anggota gangster itu yang berhasil dia sandra tadi.
"Baguslah, berarti semuanya aman kan?".
"Ya, Tuan. Anda tidak perlu khawatir."
"Apa masih ada yang ingin kau katakan?"
"Begini Tuan, perdana menteri meminta Anda menyetujui kesepakatan, jika Anda mau menikahi putri nya yang bernama Charlotte."
Tuan Maximo mengingat-ingat nama wanita itu, dia seperti pernah mengenal sebelum nya.
"Apa aku pernah bertemu sebelumnya?"
"Pernah, Tuan. Saat kalian mendatangi pelelangan di pasar gelap dua bulan lalu Anda bertemu Putri Charlotte dan menghabiskan waktu semalam." Penjelasan Petro berhasil membuat Tuan Maximo mengingat wanita itu.
"Cih, jallang itu?" Tanya nya lagi untuk memastikan. Dan Petro yang tahu maksud dari wanita yang disebut jallang itu pun mengangguk.
Dulu setelah percintaan satu malam itu Charlotte tidak mau melepaskan Tuan Maximo dan menjerat nya dengan memberi ancaman yang telah disiapkan. Namun usahanya itu tidak berguna sama sekali karena Tuan Maximo lebih licik dari nya dan bisa mengembalikan siasat yang dilakukan Charlotte.
"Ya, Tuan. Wanita itu rupanya belum menyerah ingin memiliki Anda."
"Cih, tidak sudi! Bahkan tubuh nya sudah banyak bekas pria yang memasuki nya. Aku tidak berselera." Sahutnya dengan senyum sinis nya. Dia sama sekali tak berselera dengan wanita itu meski gratis sekalipun.
"Tapi jika Anda bisa menyetujui kesepakatan itu maka seluruh wilayah itu menjadi milik Anda, tentunya akan menjadi semakin kuat. Kekuasaan Anda tidak akan menandingi siapapun."
Tuan Maximo tampak mengetuk-ngetuk dagunya menggunakan jari, dia sedang menimbang perkataan Petro.
"Boleh juga, Aku hanya perlu menikahi secara formal dan aku bisa mendapatkan semuanya. Kemudahan untuk mengoperasikan barang juga sangat mungkin. Dia adalah seorang perdana menteri, kekuasaan nya tidak sedikit. Dan aku akan semakin terkenal." Gumam nya pada diri sendiri namun masih bisa di dengar Petro.
"Tidak masalah, atur pertemuan ku dengan Tuan Carlos dalam waktu dekat ini, tapi jangan sampai bersama putrinya aku tidak dia memperburuk suasana." Dan permintaan Tuan Maximo itu segera mendapat anggukan dari Petro.
"Baik, Tuan. Akan segera saya atur jadwal nya." Sahut nya seraya bangkit dari tempat duduk. Sudah terlalu larut dan butuh istirahat untuk bisa terus menjalankan misi, maka dari itu Petro tidak ingin berlama-lama di sini yang pastinya juga akan menggangu kesenangan Tuan nya.
Setelah berpamitan dan memberi hormat, Petro segera berlalu dari sana. Setelah melihat punggung Petro tenggelam dibalik pintu, Tuan Max kembali ke kamar. Dia menatap Alea yang masih tidur dengan posisi seperti tadi.
Tuan Maximo segera menghampiri setelah menanggalkan pakaian lalu ikut tenggelam dalam pelukan Alea. Tanpa disadari Tuan Max, Alea sudah terjaga sejak tadi bahkan sudah mendengar semua percakapan nya dengan Petro yang mengatakan ingin menikahi putri seorang perdana menteri.
Air mata nya mengalir dengan sendirinya tanpa mengeluarkan suara. Entah apa yang ada di pikiran wanita itu hingga membuat nya merasa terluka. Padahal hubungan mereka hanya seorang budak dan majikan. Tidak sepantasnya Alea merasa terluka jika Tuan nya ingin menikah dengan wanita lain.
Bahkan perasaan sakit ini melebihi rasa sakit saat Tuan Max ingin menyentuh wanita lain. Ya Tuhan, apa yang terjadi padanya hingga diri nya harus tersiksa seperti ini.
Baginya, siksaan terberatnya adalah bukan karena menjadi budak Tuan Maximo atau karena telah dinodai, tetapi siksaan terberat yang membuat hatinya hancur berkeping-keping adalah ketika hatinya mulai berlabuh ke dermaga Tuan Maximo yang jelas-jelas tak memiliki perasaan apapun selain menyukai tubuh nya dan menjadi pelampiasan gairah nya yang selalu menggebu-gebu.
Tanpa sadar Alea menyentuh dada kirinya yang terasa nyeri, dia merasa sesak, sedih, kesal, dan benci pada laki-laki yang sedang memeluk erat dirinya.
hanya kurang melow melow saat mereka pertemukan,,andai anaknya sudah berusia 3 tahun dengan wajah bak pinang di belah 2..hehehee mau ku thorr..kependekan kisahnya..😀