"Berjumpa denganmu, sungguh bahagia"
"Bergandengan tangan, kusungguh bangga"
"Meskipun, kini kita melangkah di langit yang berbeda"
"Tapi, aku bisa melangkah sendiri"
Lagu pembuka untuk kelanjutan Karya Novel Puzzle Teen Love. Selamat Membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umi Nurhuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Puzzle Baru di Bab Dua Puluh Satu
“Ibu, aku berangkat sekarang ya!” pamit Nuha kepada Ibunya. Lalu dia berjalan keluar rumah dan akan pergi ke suatu tempat.
...*****Nuha>>Inara*****...
Iya, hari ini Inara bersama Kanaya dan Sari akan datang ke Universitas A untuk menyaksikan pegelaran busana. Dengan penampilan sedikit dewasa nan tertutup, Inara berjalan santai menyusuri gang menuju seberang jalan.
Flat bootsnya memberikan suara ringan pada langkah kakinya. Angin sedikit usil menggerakkan rok tutunya yang panjang.
Beberapa tetangga menyapanya dan Inara membalasnya dengan ramah. Gadis pendiam itu, meskipun tidak sering bertemu sapa dengan tetangganya, dia tahu bagaimana harus bersikap sopan dan santun kepada mereka.
Sampai di seberang jalan, Inara menunggu sekitar sepuluh menit dan Kanaya datang dengan mobilnya berwarna merah. Sari menyapanya yang berada di sebelah kiri Kanaya. Lalu dia turun dan berganti duduk di belakang bersama Inara.
“Kita berangkat sekarang?” tanya Kanaya bersiap menyetir lagi. Inara dan Sari saling menatap dan mengangguk pasti.
“Oke!”
Inara kagum melihat Kanaya memiliki mobil, bahkan kata Kanaya itu mobilnya sendiri. “Betapa kayanya Kanaya,” batinnya. Mereka bertiga memang belum tahu latar belakang masing-masing, namun Inara berharap dia bisa berteman baik dengan Kanaya dan Sari.
Sampai di lampu merah, mobil berhenti dan ada seorang badut pembersih kaca mobil datang menghampiri sambil membawa kemoceng dan wadah berisi uang pemberian.
Meski tidak sepatutnya ada pengemis yang berkeliaran di jalan, Inara mengerti apa yang harus dia lakukan. Dia mengambil uang dari dalam tasnya dan ingin memberikannya kepada si badut, tapi Sari malah mencegahnya dan menggelengkan kepala.
“Gak usah, gak perlu Inara,” katanya sambil menutup kembali kaca mobil.
“Tapi-”
“Udah biarin”
Inara tidak mengerti maksud Sari, tapi dia pun hanya bisa terpaksa menuruti perintah Sari. Di samping itu, Inara sedikit sadar melihat penampilan Sari dan Kanaya.
“Me- Mereka sangat, cantik. Tapi..”
Wajah Inara tersipu melihat bahu Sari yang terlihat dengan sangat jelas. Sari juga memakai rok yang sangat mini, juga sepatu dengan highheels 5 cm. Sari terus saja berkaca sambil mempercantik wajahnya dengan bedak dan lipstik. Bola matanya tampak berbeda karena memakai softlens.
Sedangkan Kanaya, dia memakai celana panjang nan ketat dengan blazer slimfitnya. Kaca mata gold anti radiasi menghiasi matanya. Sepatu bootnya hampir sama dengan milik Inara, tapi lebih tinggi.
“Semoga mereka tidak mengomentari penampilanku,” batin inara insecure.
Sesampai di Universitas A, Kanaya memarkirkan mobilnya. Lalu berjalan bersama menuju ruang audiotorium kampus dengan tidak lupa membeli tiket terlebih dahulu. Setelah itu, mereka bertiga mencari tempat duduk. Acara akan dimulai setengah jam lagi.
Kanaya dan Sari saling mengobrol asik, sedangkan Inara mempersiapkan buku sketsa dan pensilnya sambil melihat isi brosur yang dia dapat saat membeli tiket. Ini kali pertamanya dia melihat peragaan busana, sungguh membuat hatinya semakin berdebar-debar. Sebagus apakah dan semenarik apakah peragaan tersebut.
“Eh, udah mulai tuh, udah mulai!” sahut Sari mengarahkan telunjuknya di altar show. Inara yang masih membaca brosur pun ikut menoleh.
Tepuk tangan mulai memeriahkan suasana. Dengan dua orang MC menunjukkan dirinya di atas altar show dan akan membacakan susunan acaranya.
Waktu pertunjukkan pun tiba, satu model keluar dan berlenggak dengan busana unik yang dia pakai. Tema yang diambil dalam peragaan busana tersebut adalah tentang Nusantara modern.
Sangat unik dan tidak biasa. Inara sedikit heran melihat pertunjukan tersebut. Dia bingung, para penonton terkagum-kagum melihat pertunjukkan tersebut. Wajah bahagia dan mata berbinar-binar juga terlihat pada Kanaya dan Sari. Rasa penasaran dan keinginan Inara untuk membuat sketsanya jadi membuatnya tidak berselera, kenapa?
Inara tidak mengerti. Padahal, suatu design aneh atau unik itu supaya orang-orang fokus kepada design tersebut dan membicarakannya ke banyak orang. Nah dengan begitu secara otomatis karya tersebut akan dikenal banyak orang. Dan tidak hanya sampai disitu. Hal ini akan membuat mereka dengan tidak sengaja dan tidak sadar akan melihat sebenarnya apa saja sih desain dan karya mereka?
Tapi, Inara masih belum memahami keunikan karya desain fashion tersebut.
Satu persatu model saling berganti menunjukkan peragaan busana tersebut. Dan semakin meriah saja acara tersebut. Tepuk tangan dan sorakan menggema ke seluruh ruangan. Inara hanya bisa mengikuti tepuk tangannya saja.
Selesai acara, Kanaya dan Sari menarik perasaan lega dan bahagianya. Mereka tidak sia-sia menghadiri acara peragaan busana tersebut. Namun, tetap saja Inara sendiri merasa tidak mendapatkan apa-apa dari peragaan busana tersebut.
“Apa yang salah dengan diriku? Kenapa jalan pikiranku berbeda dari mereka? Kalo gini kan aku jadi terlihat aneh,” batin Inara bingung.
“Kamu kenapa Inara? Kok kayak gak seneng gitu, padahal bagus lho tadi peragaannya,” sahut Kanaya melirik kepada Sari.
“Iya, bagus banget. Lain kali kalo ada peragaan lagi kita datang ya,” ajak Sari.
“Iya!” balas Kanaya yakin.
Inara juga mengiyakan lalu dia berkata di dalam hati, “Mungkin aku harus belajar lagi untuk memahami dunia fashion dari sudut pandang orang lain”
“Haah.. setelah ini kita kemana ya?” tanya Kanaya sambil meregangkan otot lengan tangannya.
“Gimana kalo kita.. mejeng!” seru Sari.
“Me- mejeng?!”
“Boleh juga tuh!” Kanaya setuju. “Kalo gitu, kita ke Studio Karaoke yuk!” ajaknya.
“A- aku pulang aja deh,” Inara menolak dengan sungkan.
“Jangan Inara! Nanggung, masa kita main hanya setengah hari. Kita habisin sampe sore hari ya, kalo perlu sampe malam.” Bujuk Sari sambil meringis. "Nanti kita juga puas-puasin makan dan jalan-jalan di mall gitu," lanjutnya.
“Ya sudah, ayo sekarang aja!” Kanaya setuju.
Lagi-lagi, Inara hanya bisa mengikuti. Perjalanan pun berpindah ke studio karaoke.
Tampak depan, bangunan tersebut terlihat minimalis dan tidak terlihat mewah. Namun, memiliki halaman parkir yang sangat luas di depannya.
Saat memasuki gedung tersebut, Inara langsung terpana. Betapa megahnya bangunan tersebut. Terlihat sangat luas dan mewah. Dia merasa tidak cocok untuk datang ke tempat tersebut.
Kanaya dan Sari berjalan dengan penuh percaya diri. Kanaya mengerti melihat keadaan Inara yang kurang percaya diri, lalu dia mengajaknya berjalan bersama dengan bergandengan tangan.
"Santai aja Inara," sahut Kanaya ramah.
Sedangkan, Sari sudah terbiasa dengan suasana di sana. Sehingga dia sedang menikmati dirinya sendiri. Berjalan sendiri untuk mencari kesenangan sendiri.
Di dalam studio tersebut terdapat ruang tengah yang sangat luas untuk cafe dan panggung. Kanaya mengajak Inara duduk di meja cafe untuk memesan makanan dan sejenak melepas penat.
Kanaya membuka-buka daftar menu sedangkan Inara terus memperhatikan sekelilingnya. Di sana, penuh dengan anak-anak muda yang gaul dan up to date.
"Aku.. Bingung,"
Meski bukan novel konflik rumah tangga pada umumnya yg memiliki bnyk penggemar dan sangat ramai di komentar, tpi gkpapa kak.. setiap karya itu selalu berharga kok 🤩😍
Aku mau kasih tahu yaa, tentang ini nih..
1. Menggambarkan setting cerita dengan detail, seperti istana mewah dan perjalanan Naru dan Rafly, apakah pembaca bisa terbawa dalam suasana cerita? Hm?
2. Penokohan yang kuat, terutama Naru yang digambarkan sebagai pria pemberani dan bertekad. Apakah sudah menambah dimensi emosional pada cerita?
3. Plot cerita yang penuh dengan kejutan dan pergulatan batin karakter. Apa sudah bisa membuat cerita ini menarik untuk diikuti?
4. Terselipnya momen kebersamaan dan kesetiaan di antara teman-teman Nara, meskipun di tengah situasi yang sulit, apa sudah bisa memberikan sentuhan hangat pada cerita?
5. Resolusi pertarungan antara Naru dan Dilan menunjukkan keberanian dan ketangguhan karakter Naru dalam menghadapi tantangan. Apakah menghasilkan akhir yang memuaskan bagi pembaca? Hm?
Yuk ramaikan komentar ini 😊
Aku ingin menghadirkan tema yang kuat di bab ini dengan memberikan kesetiaan dan perjuangan Naru untuk menyelamatkan Nara.
Juga, memberikan pesan tentang pentingnya keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi segala rintangan dan tantangan.
Aku jadi ingin ikut terlibat dalam pencarian Nara nih. Karena Naru adalah pria yang berani dan tegas dalam menghadapi situasi sulit, bikin hati ini jadi klepek2..
Ulu ulu~ Nara merayakan ulang tahun Naru dengan penuh kebahagiaan dan cinta. Mereka saling menghargai satu sama lain dan menyimpan kenangan indah bersama dalam album foto mereka. Kawai~
Fiuh.. Untunglah Happy ending 😅
Nara menunjukkan ketakutan dan keengganannya untuk bertemu dengan Naomi, yang dipicu oleh bayangan ingatan buruk.
Namun, kehadiran putra Naomi memberikan sedikit kenyamanan pada Nara.
Saat hasil tes DNA menunjukkan kebenaran yang tidak diharapkan, Naomi mengalami ledakan emosi dan gangguan mental.
Naru dan Nara berusaha menjaga ketenangan di tengah kekacauan tersebut.
Komplek kan perjuangan mereka dalam menghadapi masalah bersama. ^_^
1. Pertanyaan Nara tentang Cinta: Pertanyaan Nara tentang apakah cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu menunjukkan kedewasaannya dalam memahami kompleksitas perasaan. Ini juga menyoroti konflik internalnya antara perasaannya terhadap Naru dan mungkin perasaannya terhadap Kak Wisnu.
2. Hubungan Nara dengan Rafly: Interaksi antara Nara dan Rafly menambah dimensi baru pada cerita. Meskipun Nara awalnya mencari seseorang untuk melepaskan keluh kesahnya, percakapan mereka membuka ruang untuk refleksi tentang cinta dan persahabatan.
3. Sikap Naru yang Membangkitkan Keyakinan: Sikap Naru yang mendukung Nara dan menawarkan perlindungan menunjukkan kedewasaannya dalam menjaga hubungan. Ini memberi Nara kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan, seperti bertemu dengan Naomi.
4. Konflik Internal Nara: Konflik internal Nara antara perasaannya terhadap Naru dan Kak Wisnu memberikan dimensi emosional yang kuat pada cerita. Ini menunjukkan betapa sulitnya bagi Nara untuk menyeimbangkan perasaannya sendiri dengan keinginannya untuk menjaga hubungan dengan Naru.
5. Kejutan Naru: Tindakan Naru untuk membawa Nara ke rumah sakit untuk melihat hasil tes DNA menunjukkan perhatian dan dukungannya. Meskipun Nara awalnya ragu, kehadiran Naru memberinya kekuatan untuk menghadapi situasi sulit.
1. Pengembangan Karakter: Bab ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang narasi dari sudut pandang Naru dan Naomi, yang menambah kompleksitas karakter dan memperkuat kedalaman emosi dalam cerita.
2. Konflik Emosional: Konflik emosional antara Naru dan Naomi semakin memuncak, menambah ketegangan dan kebingungan bagi kedua karakter. Ini menghadirkan elemen drama yang kuat dalam cerita.
3. Pengungkapan Informasi: Pengungkapan informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi antara Naru dan Naomi dilakukan secara bertahap, mempertahankan ketertarikan pembaca dan memberikan motivasi untuk terus membaca.
1. Pengembangan Karakter: pengembangan karakter tetap kuat, terutama dengan penambahan dimensi emosional bagi Inara dan Naomi. Ini membantu membentuk kedalaman dalam plot dan interaksi antar karakter.
2. Penggunaan Dialog: Dialog antar karakter terasa alami dan memberikan wawasan yang baik tentang perasaan dan motivasi mereka. Tetap pertahankan konsistensi dalam gaya bicara karakter yang telah Anda tetapkan sebelumnya.
3. Alur Cerita: Alur cerita berjalan dengan baik, dengan transisi yang lancar dari satu adegan ke adegan berikutnya. Tetapi, perlu diingat untuk menjaga fokus pada inti cerita utama dan menghindari penambahan sub-plot yang mungkin mengganggu kelancaran alur.
4. Puncak Tegangan: Puncak tegangan dalam adegan antara Naru dan Naomi sangat kuat, meningkatkan ketegangan dan keingintahuan pembaca. Ini adalah momen yang penting dalam bab ini.
1. Pengembangan Karakter: Bab ini berhasil dalam pengembangan karakter, terutama Inara dan Naomi. Penjelasan mengenai kenangan masa lalu Inara dengan Naomi memberikan lapisan emosional yang mendalam pada karakter-karakter tersebut.
2. Tingkat Kecemasan: Cerita ini berhasil menimbulkan tingkat kecemasan yang tinggi, terutama saat konfrontasi antara Naru dan Naomi. Hal ini membuat pembaca terus ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
3. Alur Cerita: Alur cerita berjalan dengan baik dan tidak terlalu terburu-buru. Namun, mungkin ada beberapa bagian yang bisa dipangkas untuk menjaga kelancaran alur cerita.
4. Dialog: Dialog antar karakter terasa alami dan mengalir dengan baik. Namun, perlu diperhatikan konsistensi gaya bicara setiap karakter agar tetap sesuai dengan kepribadian mereka.
5. Puncak Tegangan: Puncak tegangan pada bab ini terjadi saat konfrontasi antara Naru dan Naomi di mobil. Ini adalah momen yang kuat dalam bab tersebut dan berhasil menarik perhatian pembaca.
Bagus ^_^
1. Pengembangan Karakter: Saya melihat ada upaya untuk mengembangkan karakter Nuha dan orang-orang di sekitarnya, tetapi mungkin Anda bisa memberikan sedikit lebih banyak latar belakang atau ciri khas pada masing-masing karakter untuk membuat mereka lebih hidup dan terasa lebih nyata.
2. Pembicaraan dengan Teman: Dialog antara Nuha dan teman-temannya terkadang terasa agak formal atau kurang alami. Anda bisa mencoba membuat dialog lebih santai dan lebih sesuai dengan gaya bicara remaja pada umumnya.
3. Konflik: Munculnya pria paruh baya yang tidak sopan menambahkan elemen konflik yang menarik. Namun, cara penanganan konflik tersebut bisa diperluas lagi untuk menunjukkan reaksi dan dampak yang lebih mendalam bagi Nuha. Misalnya, bagaimana perasaan dan pikirannya setelah insiden tersebut? Bagaimana cara dia mengatasi ketakutannya?
4. Deskripsi dan Narasi: Beberapa bagian cerita mungkin bisa diperkaya dengan deskripsi yang lebih detail untuk membantu pembaca membayangkan suasana dan emosi yang dialami karakter. Misalnya, bagaimana Nuha merasakan kepanasan dan kelelahan saat bekerja? Bagaimana ekspresi wajah dan gerakan tubuhnya saat dia merasa takut atau cemas?
Pertimbangkan sendiri saran ini ^_^
1. Deskripsi lingkungan: lebih banyak detail bisa ditambahkan untuk membantu pembaca membayangkan tempat tersebut dengan lebih baik. Misalnya, karakteristik unik dari tempat kerja Nuha.
2. Aliran pikiran Nuha: Terkadang, aliran pikiran Nuha terasa sedikit terputus atau meloncat-loncat. Cobalah untuk menyusunnya dengan lebih lancar dan menggambarkan perasaan dan pikirannya secara lebih konsisten. Ini akan membantu pembaca lebih terhubung dengan pengalaman dan perasaan Nuha.
3. Transisi antar adegan: masih terasa agak tiba-tiba atau kurang mulus. Cobalah untuk menggunakan kalimat atau tanda baca yang sesuai untuk memperhalus perpindahan antar adegan.
4. Interaksi karakter: Lebih lanjutkan interaksi antara Nuha dan karakter lainnya untuk membawa lebih banyak dinamika dalam cerita. Misalnya, Anda bisa menambahkan percakapan atau situasi yang memperlihatkan lebih banyak aspek dari kepribadian Nuha dan karakter-karakter lainnya.
Semoga cerita bisa lebih kuat dan menarik bagi pembaca ^_^
1. Dialog yang lebih alami: Yaitu memperhatikan bagaimana orang benar-benar berbicara dan menyampaikan emosi dan pikiran mereka melalui percakapan. Beberapa dialog dalam cerita mungkin terasa sedikit kaku atau tidak sepenuhnya mencerminkan karakternya. Anda bisa membaca dialog secara keras atau memperhatikan bagaimana orang berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan inspirasi.
2. Deskripsi yang lebih mendalam untuk menggambarkan suasana, ekspresi karakter, dan lingkungan sekitar. Ini akan membantu pembaca lebih terhubung dengan cerita dan karakternya. Misalnya, jelaskan lebih detail suasana dan perasaan yang dialaminya.
3. Transisi yang lebih halus: terasa alami dan tidak terputus-putus. Gunakan kalimat atau tanda baca yang sesuai untuk menghubungkan satu adegan dengan adegan berikutnya. Misalnya, Anda bisa menggunakan kalimat penutup yang mengarah ke adegan berikutnya atau menyelipkan deskripsi singkat untuk menyampaikan perubahan waktu atau tempat.
1. penerapan dialog yang lebih alami dan deskripsi yang lebih mendalam akan membantu pembaca lebih terlibat dalam cerita.
2. Selain itu, beberapa transisi antar adegan bisa lebih halus untuk menghindari kesan loncatan yang tiba-tiba.
Kemudian,
3. Dengan sedikit sentuhan penyempurnaan, cerita ini bisa menjadi lebih kuat dan menggugah perasaan pembaca lebih dalam lagi.
Meski agak bingung.. Sebagai Author, saran dan bantuan revisi benar2 sangat membantu untuk penyempurnaan cerita. Ini sangat penting. Terima.. Terima kasih banyak 🙏
Aku sampe tegang Kak Miu..