Cinta itu harus menghadapi banyak halangan.
Ibu Imah menganggap Zack terlalu tua bagi anak gadisnya. Pekerjaan Zack menuntutnya untuk selalu berada jauh dari Imah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RADISYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Telepon Rindu
Surat-surat antara Zack dan Imah selalu saling berbalas.
Menceritakan semua kegiatan, kejadian atau hal-hal lain yang mereka anggap untuk diceritakan, termasuk hal yang sangat kecil sekalipun.
Zack dan Imah belum bisa bertemu kembali karena kesibukan Zack.
Dengan kemampuan terbang juga keahliannya dalam menguasai mesin pesawat, Zack diminta oleh salah satu sekolah penerbangan untuk menjadi guru dan mengajar disana.
Dengan begitu semakin bertambah kesibukan Zack disela-sela waktu terbangnya.
Surat-surat mereka mengalir begitu saja, bagaikan sebuah cerita indah mereka berdua yang menyebabkan hubungan mereka semakin dekat.
Zack selalu merindukan balasan surat dari Imah, begitupun sebaliknya.
Di suatu hari diakhir pekan, saat menjelang liburan tahun baru, Imah telah membuat janji dengan Sandy untuk pergi makan malam berdua.
Sandy akan menghabiskan masa libur akhir tahun bersama keluarga nya di sebuah kota di pulau Sumatera.
Sandy berjanji akan menelponnya saat ia sudah berada di kota kelahirannya.
" Imah, terimakasih atas waktu yang kau luangkan, dan bersedia untuk makan malam bersamaku. "
Sandy sangat senang ketika Imah bersedia diajak untuk makan malam.
" Aku pun demikian, aku berterima kasih karena kau bersedia mengajak ku makan malam sebelum kau kembali berkumpul dengan keluargamu untuk menghabiskan masa libur akhir tahunmu. "
Imah pun tak luput mengucapkan rasa terima kasihnya pada Sandy.
" Beri kabar padaku, jika kau sudah sampai di kotamu. "
Pinta Imah pada Sandy.
" Tentu, aku akan memberimu kabar, secepatnya aku akan menelpon mu jika sudah sampai. "
Jawab Sandy yang berjanji akan memberi kabar secepatnya pada Imah.
Mereka akhirnya menghabiskan malam dengan mengobrol diteras rumah saat Sandy mengantarkan Imah pulang kerumahnya.
Tak banyak yang mereka bicarakan, karena Sandy harus buru-buru pulang untuk packing barang yang akan dibawanya.
" Imah, aku pamit pulang dulu, karena aku harus menyiapkan pakaian dan barang yang akan aku bawa pulang, aku belum menyiapkan semuanya. "
Sandy berdiri dan pamit pulang pada Imah.
" Baiklah Sandy, hati-hati dijalan.
Semoga perjalanan mu besok menyenangkan, tidak ada halangan dan segera berkumpul dengan selamat berama keluarga mu disana. "
Imah meminta Sandy untuk berhati-hati dan mendoakan keselamatan untuk perjalanan Sandy besok.
Makan malam ini bukan yang pertama untuk Sandy dan Imah.
Mereka sudah beberapa kali mengadakan makan malam berdua, tapi hubungan mereka tidak mengalami perubahan, hanya sebatas teman.
Imah terlalu terpikat dengan surat-surat yang dikirimkan oleh Zack dan tidak ada waktu untuk memberi perhatian lebih pada seseorang selain Zack.
Zack lebih mempesona dimata Imah dibandingkan lelaki manapun yang pernah dijumpai oleh Imah.
Saat Imah memasuki ruang keluarga, terdengar bunyi telpon yang berdering.
☎Kring...
☎Kring..
Imah segera berlari untuk menjawab telpon. Imah mengira jika ibunya yang menelpon, karena ayah dan ibunya tengah berada di luar kota
☎ " Hallo.. Assalamu'alaikum.. "
Ucap salam Imah saat mengangkat telpon, berharap mendengar suara ibunya di seberang sana.
Imah yang mengangkat telpon berbicara dengan operator, tapi ia tidak perlu mengatakan kepada Imah bahwa itu seperti sambungan jarak jauh.
Itu pertama kalinya Zack menelpon Imah.
☎ " Hallo.. Waalaikumsalam, Imah. "
Jawab sebuah suara diseberang sana.
Imah terdiam sejenak, karena bukan suara ibunya yang terdengar disana.
Imah sangat terkejut karena itu suara Zack. Ya! Itu suara Zack yang terdengar dari diseberang telpon.
☎ " Bang Zack..?? " tanya Imah tidak percaya.
☎" Iya, ini saya.! " jawab Zack
☎" Wah.., ini sebuah kejutan, bang Zack.!" kata Imah. Wajahnya bersemu merah karena rasa tidak percaya dan rasa bahagia.
Syukur Zack tidak bisa melihat wajahnya saat ini.
☎ " Selamat akhir tahun, bang Zack..!"
Imah mengucap selamat akhir tahun pada Zack, karena Zack menelponnya diakhir tahun.
☎ " Sama-sama, Imah, selamat akhir tahun. Bagaimana dengan kuliah mu? "
Zack bertanya perihal kuliah Imah.
☎ " Kabar Imah sangat baik, bang.!
Juga kuliah Imah. "
Jawab Imah pada Zack.
Selain menanyakan perihal kuliah Imah, Zack juga menyinggung hal-hal yang sering Imah ceritakan pada Zack dalam setiap suratnya.
Mereka berdua pun tertawa saat membahas hal itu.
Imah sangat grogi saat berbicara dengan Zack. Sesuatu yang sering mereka bahas dalam surat-surat mereka, membuat mereka semakin dekat, dan tanpa sengaja mereka saling membuka diri.
Rasanya begitu canggung ketika Imah berbicara dengan Zack saat ini.
Saat mendengar suara Imah yang sedikit berbeda, Zack bertanya pada Imah.
☎" Imah, ada apa? Apa kau baik-baik saja? " tanya Zack yang terdengar khawatir.
☎" Iya bang, Imah baik-baik saja.
Imah hanya sedikit terkejut saat mengetahui bahwa bang Zack yang menelpon Imah.
Tadi Imah mengira ibu yang menelpon Imah dari luar kota.
Aku akan berada dirumah sepanjang akhir pekan ini. " Imah menyampaikan keadaannya pada Zack, bahwa ia baik-baik saja, dan mengatakan keberadaannya menjelang akhir tahun, walau ia telah memberitahu Zack melalui surat yang ia tulis.
Imah menyampaikan hal itu agar tidak ada kecanggungan saat berbicara dengan Zack melalui telpon.
☎ " Syukurlah jika keadaan mu baik-baik saja."
Zack merasa senang saat imah mengatakan dirinya baik-baik saja.
Zack sama seperti Imah yang merasa resah dan canggung saat berbicara di telpon.
Entah apa yang terjadi diantara mereka.
Mereka merasa seperti orang asing yang baru saling mengenal.
Ada rasa canggung dan grogi yang sama-sama mereka rasakan.
Zack sendiri merasa seperti anak kecil, walau ia berusaha untuk terdengar percaya diri dan bersikap biasa saja dihadapkan Imah.
☎ " Aku menelpon mu karena ingin menanyakan padamu, apakah kau bersedia untuk makan malam bersamaku? "
Setelah bisa menguasai diri dari rasa canggung, Zack menanyakan kesediaan Imah untuk makan malam bersamanya.
☎ " Makan malam bersama mu, bang Zack? " Imah bertanya dengan nada sedikit bingung.
☎ " Dimana, bang..?? Kapan..?? Apakah abang akan datang ke Jakarta? "
Imah benar-benar terkejut dengan tawaran itu.
Ia masih tidak percaya jika Zack mengajaknya untuk makan malam.
☎ " Sebenarnya, abang sudah ada di Jakarta. Perjalanan ini sangat mendadak.
Denis sedang berada disini, dan aku sangat membutuhkannya untuk memberikam pendapat juga nasihat dari Denis.
Aku akan makan malam dengan Denis malam ini, dan aku datang langsung dari New Zealand untuk suatu waktu selama akhir pekan ini."
Zack menjelaskan keberadaannya pada Imah.
Sebenarnya nasihat dan pendapat Denis tidak terlalu mendesak, tapi Zack memerlukan alasan untuk berada di Jakarta saat ini.
Ia tidak mungkin menyampaikan alasan yang tidak masuk akal bagi Imah.
Sejujurnya, ia ingin menghabiskan akhir tahun bersama Imah.
Beberapa bulan mereka tidak bertemu dan hanya saling berkirim kabar melalui surat.
Hubungan mereka sudah semakin dekat, karena dalam setiap surat yang mereka kirim selalu membahas tentang kehidupan mereka masing-masing.
Menceritakan hal-hal yang membuat mereka semakin terasa dekat.
Untuk itu, pada kesempatan akhir tahun ini Zack berusaha untuk kembali ke Jakarta agar bisa bertemu dengan Imah.
Zack meninggalkan pekerjaannya demi bisa menghabiskan akhir tahun bersama Imah.
ke ceritaku👃👃
Semoga Imah bisa kembali pulih setelah mengalami pendarahan. 🙏
Yg sabar ya Imah, semua merupakan cobaan dlm kehidupan mu. 🙏🙏
Semoga Imah dan bayinya baik" saja setelah kejadian itu. 🙏