NovelToon NovelToon
Mine

Mine

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:256.7k
Nilai: 5
Nama Author: Park Zia

Anna kira hidupnya akan hancur saat di bawa pergi oleh lelaki itu, awal pertemuan yang bisa di bilang tidak biasa, dan penuh drama.
Dia keras kepala, tidak suka dibantah, benci diabaikan dan setumpul hal buruk lainnya.

akankah hidup Anna baik-baik saja? atau malah sebaliknya. ikuti terus kisahnya dengan judul ~~ Mine

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park Zia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Hmm buat baik lagi yuk gusy hari ini. Dengan satu like and satu comen dari kalian sudah mendatangkan pahala lo. Nggak percaya? Cobain aja. Dan rasakan kebaikkan yang telah kalian lakukan.

Author pov

Dor

Darah memuncrat keluar dari perut lelaki itu. Tumbang dan tidak lagi bernyawa. Mayat dan darah sudah berserakkan dilantai. Bau ambis dan anyir sangat menyengat, segerombolang orang yang tadi berusaha masuk sudah mati terkapar.

Dengan langkah santai tapi pasti, Alfariel berjalan kearah lelaki berjas hitam yang juga sedang melihat kearahnya.

Pistol sudah mengancung dikedua tangan lelaki itu. Tinggal menarik pelatuk dan dam, Alfariel pasti mati. Tapi siapa yang tau, dengan wajah datar dan dingin Alfariel. Tidak mungkin dia datang dengan tangan kosong. Apalagi dirumah itu ada kekasih yang harus dijaganya. Sudah pasti dia akan sangat hati-hati.

"Hmmm, Mr Black sudah datang," ucap lelaki berjas hitam tadi dengan senyum mengejek.

"Hmm, tentu saja. Ada tamu yang datang. Sudah jelas aku akan menyambutnya bukan." jawab Alfariel dengan senyum yang dia sungingkan dibibir tipisnya.

Arga menelan ludahnya dengan kasar, dia pernah mendengar suara Alfariel yang begini dua kali selama dia hidup. Yang pertama adalah saat kecelakaan itu dan yang kedua adalah sekarang. Jika waktu itu sekitar 200 orang yang mati ditangan Alfariel, kita tidak akan tau sekarang. Entah lebih entah bahkan tidak tersisa. Hanya Alfariel saja lah yang tau.

"Yaa, saya datang bukan untuk bertamu sebenarnya. Tapi kalau kita makan dan minum dulu sepertinya bagus." jawab lelaki itu dan berjalan kearah sofa. Duduk dengan santai seolah itu rumah sendiri.

Mendorong mayat mati yang terkapar disampingnya. Lelaki itu bahkan sepertinya tidak jijik dengan darah yang menetes ditubuh mayat tersebut. Dia bahkan sama sekali tidak menghapus noda darah yang berada disebagian muka dan lengannya. Darah terus saja menerobos keluar.

Lelaki itu mengeluarkan pisau dari kantong celananya. Tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil. Tapi dijamin seratus persen, sedikit saja kamu terkena pisau itu cairan kental berbau amis akan segera keluar. Berkilat, tipis dan pasti sangat tajam. Dengan santai lelaki itu mengores jarinya menggunakan pisau itu, darah segar keluar dari sela-sela lukanya. Dengan santai lelaki itu langsung menjilat darah itu. Sama sekali tidak tergangu atau jijik dengan cairan kental berwarna merah tersebut.

Semua hal yang dilakukan lelaki itu sama sekali tidak lepas dari pengelihatan Alfariel. Dia masih melihat apa yang dilakukan pembuat onar itu. Hal-hal menjijikkan yang dilakukan orang itu sama sekali tidak mengangunya. Karena bagaimanapun dia mengelak. Jika dia sudah marah, apa yang lelaki itu lakukan tidak ada apa-apanya dibandingkan dia. Tapi sepertinya sekarang dia masih bisa mengontrol emosinya. Tapi, siapa yang tau nanti.

"Emmm, kau lihat pisau ini?" tanya lelaki itu sambil menatap pisau itu dengan mata berbinar bahagia. "Menurutmu bagaimana rasanya jika pisau ini menembus perut gadismu. Pasti sangat nikmat."

Tangan Alfariel mengempal keras. Emosi yang dia tahan mati-matian. Walau dia sudah sangat kesal dan marah. Wajah datarnya sama sekali tidak berubah. Dia masih bisa mengendalikan ekspresi wajahnya, seolah-olah dia sama sekali tidak terngangu dengan apa yang dikatakan lelaki itu.

"Saat pisau itu menyayat wajah mulus kekasihmu. Aaaa, pasti sangat nikmat." ucap lelaki itu dan menjilat pisau kecil tersebut. Sama sekali tidak perduli dengan lidahnya yang luka akibat terkena goresan pisau.

"Bukankah begitu Mr Black. Aaa aku benar-benar sudah tidak sabar."

Alfariel menarik sudut bibirnya keatas. Membuat cetakkan senyum miring yang mengerikan. "Kau berucap seolah-olah mampu." ucap Alfariel sinis.

"Ha ha ha ha, kau meremehkan aku?" tanya lelaki itu sambil tertawa. "Kita lihat saja. Siapa yang akan dulu berhasil. Kau atau aku!"

Alfariel ikut duduk didepan lelaki itu. Tangannya juga ikut menyingkirkan mayat yang mati diatas meja. Menendang hingga mayat itu jatuh menyedihkan diatas lantai. Dan seolah-olah itu hanyalah sampah kecil yang mengangu.

"Bagaimana kalau kita bertarung one by one. Kamu sama sekali tidak kreatif ingin bertarung." ucap Alfariel santi.

"Kamu ingin? Ha ha ha, aku sama sekali tidak takut. Tapi..." lelaki itu mengantung kata-katanya. Melihat kearah Alfariel dengan senyum miring. "Sebuah pertarungan tidak akan menarik jika tidak ada taruhannya bukan."

Alfariel masih melihat gerak-gerik lelaki itu. Saat tangannya memerintahkan untuk membawa seseorang yang berada dibelakangnya.

"Aaaa lepaskan aku. Berengsek."

Badan Alfariel menegang mendengar suara itu. Dengan cepat dia langsung berdiri dan melihat siapa orang itu. Dan sedetik selepasnya mata Alfariel.langsung berkilat marah saat melihat Anna yang diseret paksa oleh orang itu.

Sudut bibir dan dahinya terluka. Nisa juga ada disamping Anna dengan luka yang lebih parah. Sial, sepertinya mereka kecolongan tadi.

Musuhnya tersenyum bahagia saat melihat Alfariel mengeluarkan ekspresi lain selain datar. Yaa, ternyata dia benar. Kelemahan Alfariel adalah gadis ini.

"Ha ha ha, bagaimana. Kau setuju kalau dia taruhannya?" ucap Lelaki itu senang.

"Lepaskan dia berengsek. Dia tidak ada hubungannya dengan kita." ucap Alfariel dan ingin berjalan kearah Anna. Tapi Alfariel langsung terdorong kebelakang saat lelaki itu menolaknya.

"No no no, tidak semudah itu. Kita sudah membuat perjanjiannya bukan. Emm begini saja, kalau aku yang menang dia mati ditanganmu sendiri. Tapi jika kamu yang menang, dia akan kuberikan padamu. Bagaimana?" tanya lelaki itu dengan senyum licik.

"********, lepaskan dia berengsek." teriak Alfariel murka.

"Ha ha ha, aku senang saat kau mengeluarkan ekspresi lain. Itu adalah hiburan untukku." ucap lelaki itu dengan tertawa bahagia. "Jadi bagimana? Kau setuju?!" tanyanya lagi.

"Aku tidak akan terima."

"Baik, jika kau tidak terima kita bunuh saja dia langsung." jawab lelaki itu dan berjalan kearah Anna. Meletakkan pisau itu diantara leher Anna. Membuat Anna mengigil ketakutan.

"Sial, baik aku terima." teriak Alfariel marah.

"Ha ha ha, kenapa tidak dari tadi." ucap lelaki itu santai dan berjalan kearah Alfariel. Tapi sebelumnya dia sempat mengores bahu Anna mengunakan pisau tersebut. Membuat gadis itu menjerit kesakitan.

"Akhh," teriak Anna sakit.

"Ops, tidak sengaja." ucap lelaki itu santai.

"Berengsek." geram Alfariel marah. Apa lagi saat melihat wajah kesakitan gadisnya. Dia ingin sekali melenyapkan lelaki itu.

"let's go. Paly to game," desis Alfariel dan berjalan cepat kearah lelaki itu.

Mengayunkan tangannya kearah wajah lelaki itu. Membuat lelaki itu mundur dua langkah. Darah keluar dari sudut bibir lelaki itu. Lebab biru tercetak dibibirnya.

"Ooh, pukulanmu lumayan juga," ucap lelaki itu dan mengusap sudut bibirnya yang terluka.

Saat Alfariel akan melayangkan pukulan yang keduanya. Ternyata lelaki itu sudah lebih sigap. Dia terlebih dulu menendang kaki Alfariel dan membuat Alfariel jatuh tersungkur.

"Aaa, sayang sekali. Kau terjatuh." ucapnya sinis dan menginjak tangan Alfariel.

Tidak ingin kalah, Alfariel membalikkan badan dan menendag badan lelaki itu. Saat lelaki itu jatuh dia menginjak badan dan menendang dengan mambabi-buta. Tidak terkendali dan mengerikan.

Uhuk uhuk

Lelaki itu batuk darah saat Alfariel agak menjeda tendagannya. Darah sudah banyak keluar dari badan lelaki itu. Dia juga bisa merasakan kalau tulang rusuknya patah.

"Wahh, pukulanmu semakin hebat saja. Uuh rusukku sepertinya patah. Bagimana kalau kamu ganti dengan tulang tanganmu." ucap lelaki itu santai dan menendang lengan Alfariel kuat.

Karena sudah lumayan lemah, Alfariel tidak sempat mengelak. Tendangan itu sama sekali tidak dapat dielakkan.

Krek

Dan ya sepertinya apa yang dikatakan lelaki itu benar, lengan Alfariel sepertinya memang patah.

Anna yang melihat itu langsung berteriak kaget. Air matanya keluar dengan derasnya, apa lagi saat melihat Alfariel yang berdarah.

"Alfariel," teriak Anna kuat. "Tolong bertahan," ucapnya pelan.

Alfariel menyungingkan senyum sinisnya. Lalu berdiri dengan santai. Meregangkan otot tangan dan kakinya. Uuh sepertinya lelaki itu sudah membangunkan singa tidur. Tidak ada wajah sakit atau takut diwajahnya. Hanya ada wajah menyeramkan dan aura mencengkram disekelilingnya

"Sudah cukup bermain-mainnya. Mari kita serius."

Next to part 21

1
angel
kurang asyik terakhirnya...masa panggilannya bunda ...paling gk panggilannya mama keh lbh enak di baca ....ceritanya dh bgs2 eeeh akhirnya yg kurang
angel
kog aku tegang ya bacanya
Ulfiah
❤ceritanya bagus pokonya ❤❣💕💞💓💗💖💜💙💚💛🧡🤍🤎
ELi_Sa❤️
g relaaaaa the end😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
kha
gimana ya thor cara mengungkapinya
Urif Nurkhalimah
abis di ajakin nikah ga mau sih..jadi ngedumel sendiri kan ditaman...diculik nyaho loh😋😋😋
Miska Fransiska
bandel bgt ana di culik tau rsa
Hastin Faradilla Hlf
aq hadir membawa boomlike kak ,,,
Ziaa Ryaa
uluulululu. anaknya si Anna. bobrok banget kalian
Amoy Aja
anna kayak gitu kn salahmu sendiri.
Baranzha_Putri
semangat kak aku mampir 🥰
Ziaa Ryaa
Ahhhhhhh Anna kenapa kamu wwwwwkw
Ziaa Ryaa
Suka banget sama bagian ini. suka baca ulang-upang aku tuuy
Baranzha_Putri
semangat kak aku udah bom like jangan lupa mampir dikaryaku 😉
tebing tinggi
♥️♥️♥️
Zia Rya: makasih udah mampir
total 5 replies
tebing tinggi
😘😘😘😘
Hayati
ceritax sangt memuaskn...tp syg kisah romantisx kurng....cerita ini sangt menegnk dan juga sedih..ku hrpkn cerita selanjut lebih2222 baik lg ok 💪💪💪💪💪
Zia Rya: makasih udah baca. Silahkan kalau berkenan mampir ke ceritaku yang lain. semoga suka. saranghae
total 1 replies
Hayati
😲😲😲😲😲😲
Leon and Yuna 😸: Hi baca novel tamatku, dijamin keren dan beda dari novel2 lainnya.

Don't say goodbye (kisah cinta pemain biola)
Don't forget 21++ (kisah pembalasan dendam seorang ketua gangster)

Klik profilku ya..
total 1 replies
Hayati
aku jdi takut...tpi juga seruhhh
Ziaa Ryaa
exol datang yuhuyuhu. Hy Author salam dari exol juga. selalu semangat nulisnya. karyamu terbaik
Zia Rya: hy exol. ayo berpelukkan online
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!