NovelToon NovelToon
Salah Rahim

Salah Rahim

Status: tamat
Genre:CEO / Duda / Pernikahan Kilat / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:13.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: alya aziz

Arman enggan untuk menikah lagi setelah kematian sang istri, namun sangat ingin mempunyai anak sebagai penerus keluarga.


Teknologi medis yang semakin canggih membuat Arman bisa saja mempunyai seorang anak tanpa harus melalui hubungan badan. Prosedur itu biasa disebut dengan inseminasi buatan. Naas, sel sp*rma Arman yang seharusnya disuntikan ke rahim seorang wanita yang telah disiapkan, malah di suntikan ke rahim Asyifa Khairunnisa.



"Aku tidak pernah melakukan zina seperti yang kalian katakan, aku tidak mungkin hamil!"


Syifa dinyatakan hamil tepat di hari pertunangannya. Sang calon suami yang sudah terlanjur kecewa memutuskan pertunangan begitu saja.


Tepat hari itu pula Arman mengetahui bahwa dokter rumah sakit tersebut telah melakukan kesalahan prosedur inseminasi buatan. Arman pun tidak tinggal diam, ia datang menghampiri Syifa di kediaman orang tuanya.



"Lahirkan anak itu untukku." Arman Alfarizi.


Langkah apa yang akan Syifa ambil selanjutny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alya aziz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.21

"Bang Firman!" Seorang anak laki-laki berhambur memeluk Firman yang baru saja keluar dari mobil.

Sudah menjadi rahasia umum, jika kedua orang tua Firman telah berpisah dan Ayahnya telah menikah lagi dengan seorang wanita yang Firman panggil Umi.

Perceraian tidak selalu berakhir dengan cara saling membenci dan juga saling menyalahkan atas keadaan yang terjadi. Begitulah yang terjadi antara ayah dan juga Ibu Firman yang memutuskan untuk berpisah karena sudah tidak saling cocok untuk hidup bersama.

Meskipun sudah berpisah tetapi mereka masih menjalin komunikasi dengan baik demi Firman. Selama kurang lebih lima belas tahun, sekarang Firman sudah mempunyai adik dari pernikahan kedua ayahnya.

"Akbar, Ayah ada di dalam?" tanya Firman sambil merangkul sang adik.

"Ada bang. Sudah lama sekali abang tidak datang kesini, sibuk sama calon istrinya ya?"

Pertanyaan itu membuat Firman terdiam. Ia tahu orang tuanya pasti sangat kecewa dengan keputusannya ingin membatalkan pernikahan yang sudah di depan mata. "Ayo masuk, Abang mau bertemu Ayah dan Umi."

Akbar menarik tangan Firman masuk kedalam rumah sederhana itu. "Umi! Ada Abang Firman nih."

"Assalamualaikum, Umi."

"Waalaikumsalam Firman, kamu sudah datang. Malam tadi Ayah tidak bisa tidur karena Ibu kamu menelpon. Apa benar kamu ingin membatalkan pernikahan itu?"

Sudah Firman duga, bukan hanya sang ibu tetapi ayahnya juga pasti kecewa, karena keputusannya yang begitu mendadak. Padahal pernikahannya akan segera di laksanakan dua minggu lagi.

Firman kembali berandai-andai, jika saja waktu itu ia mendengarkan penjelasan Syifa, mungkin semua tidak akan menjadi sulit seperti ini. "Umi, aku ingin bicara dengan Ayah."

"Bang, nanti tidak langsung pulang kan? Main sama Akbar ya," sahut Akbar sambil menarik-narik ujung kemeja Firman.

"Iya, hari ini Abang libur kok."

...ΩΩΩΩ...

"Surat pengunduran diri?" tanya Arman untuk memastikan. Ia baru saja tiba di kantor dan Shila langsung memberikan surat itu kepadanya.

"Benar Pak. Kemarin, saat bapak tidak masuk, Pak Firman datang dan langsung memberikan surat ini, mungkin nanti dia akan datang lagi untuk membereskan barang-barangnya," ujar Shila.

Tanpa mengatakan apapun lagi, Arman melangkah masuk kedalam ruang kerjanya. Sebelum mengetahui bahwa Firman adalah mantan Syifa, hubungannya dan firman tergolong cukup baik ia menyukai kinerja manajer personalianya itu.

Arman meletakkan tas kerjanya lalu segera duduk di kursi kebesarannya untuk membaca surat pengunduran diri itu. Ia terlihat begitu fokus hingga akhirnya menyadarkan tubuh seraya menghela napas pelan.

Karena merasa begitu penasaran, ia mengambil ponsel yang ada di saku celananya untuk menelepon salah satu stafnya yang bekerja bersama dengan Firman.

"Halo Pak Ferdi, saya minta tolong nanti kalau Firman datang untuk membereskan barang-barangnya suruh dia datang ke ruangan saya."

...~~...

Di sebuah kamar yang berukuran sedang dengan desain sederhana, Firman duduk berdampingan bersama sang ayah sambil menatap nanar ke arah luar jendela.

"Laras itu, adalah anak dari sahabat Ayah. Ibu mu juga sangat dekat dengan Ibunya, karena itu sejak awal Ibu mu tak suka kamu dekat dengan Syifa. Membatalkan pernikahan ini, hanya akan membuat ibu mu semakin membenci Syifa."

Firman kembali tertunduk. Setelah menceritakan fakta tentang kehamilan Syifa. Ayahnya pun ikut menyesali kenapa hal ini bisa berlarut dan menjadi kacau. "Ayah benar, aku mengaku salah dan kalah. Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku masih sangat mencintai Syifa."

Wajah Ayah Firman terlihat begitu sendu., karena ikut merasakan kegelisahan sang putra. Ia menyeruput kopinya sejenak selagi berpikir, apa yang harus ia katakan agar Firman lebih tenang.

"Arti dari cinta sejati itu bukan hanya tentang memiliki dan dimiliki tapi bagaimana kamu berlapang dada mengikhlaskan dia yang sudah menjadi milik orang lain. Jangan salah kaprah, kalian memang pernah saling melangitkan doa untuk di persatukan, tapi penentunya tetap Allah."

"Aku mengerti Ayah. Tapi aku tidak yakin dia akan hidup bahagia dengan suaminya. Arman adalah seorang duda yang sangat mencintai almarhumah istrinya dan dia pasti menikahi Syifa hanya demi anak. Sampai aku benar-benar bisa memastikan Syifa bahagia, aku tidak akan mundur."

Cerita tentang betapa cintanya seorang Arman Alfarizi kepada Chyntia memang sudah di ketahui oleh seluruh karyawan perusahaan. Sekalipun Arman tidak pernah terlihat menggandeng wanita lain, untuk itu kabar pernikahannya dengan Syifa membuat semua orang kaget.

Ayah Firman sampai kehabisan kata-kata. Ia tahu putranya adalah sosok yang keras kepala, apa lagi saat ini Firman sedang di uji dengan ujian perasaan yang membuatnya semakin kehilangan arah.

"Firman, kamu sudah dewasa. Kamu tahu yang terbaik untuk hidupmu. Tapi sebagai orang tua, Ayah hanya ingin kamu tidak menjadi duri dalam pernikahan orang lain," ujar Ayah Firman lalu melangkah keluar dari kamar itu.

~~

Sekitar pukul sebelas siang setelah sebelumnya mendapatkan izin dari Arman, Syifa pergi, menyetir sendiri ke sebuah restoran untuk makan siang bersama Annisa.

Pagi ini ia kehabisan obat dan rasa mualnya kembali datang. Tadinya ia ingin pergi ke rumah sakit tetapi Annisa malah mengajaknya untuk makan siang bersama, karena memang sudah lama tidak bertemu.

Setelah memarkirkan mobil, Syifa masuk area dalam restoran dan langsung melambaikan tangannya ketika melihat Annisa berdiri menyambut kedatangannya.

"Hy bumil, makin cantik saja nih," ucap Annisa sambil memeluk singkat Syifa.

"Kamu bisa saja. Sepertinya berat badan ku naik, baju ku jadi agak ngepas begini."

"Haha, itu biasa. Ayo duduk, aku sudah memesan banyak makanan dan aku yakin kamu pasti suka. Makanan di sini enak-enak loh."

Syifa menarik kursi dan langsung duduk di hadapan Annisa. "Aku akan makan banyak hari ini, jangan kaget."

Annisa kembali tekekeh mendengar ucapan Syifa. Ia terlihat lega karena akhirnya bisa melihat wanita yang beberapa waktu lalu menjadi korban dari kesalahan prosedurnya, kini bisa tersenyum dan bersikap santai dengannya.

"Bagaimana hubungan kamu dan Arman, aku dengar dari Gavin kemarin kamu merawat Arman yang sedang sakit. Apa itu artinya kalian sudah saling terbuka satu sama lain?"

Mendengar pertanyaan Annisa, Syifa jadi mengingat kejadian subuh tadi di mana Arman membelai pucuk kepalanya. Saat itu hatinya merasa benar-benar ingin egois seolah menginginkan sesuatu di luar batas yang sudah ditentukan.

"Mungkin kamu juga sudah mendengar hal ini dari Dokter Gavin, tentang bagaimana besarnya cinta Mas Arman untuk almarhumah istrinya. Wallahualam, tapi aku tidak ingin berharap lebih, Nis."

Annisa bisa mengerti dengan keadaan yang membelenggu Syifa dan Arman. Tidak ada solusi yang mampu ia berikan, selain terus mendoakan agar kedua pasutri itu mendapatkan akhir yang terbaik. Ia menepuk-nepuk pelan punggung tangan Syifa dan kembali tersenyum. "Sabar ya, aku yakin pasti ada jalan terbaik untuk kalian."

Tak ada jawaban yang mampu Syifa berikan kecuali senyuman seolah hatinya benar-benar kuat untuk menghadapi semuanya.

Brak!

Di tengah obrolan Syifa dan Annisa tiba-tiba seorang wanita paruh baya datang dan langsung menggebrak meja. "Heh, dasar kamu ya wanita tidak tahu malu, gara-gara kamu hidup anak saya jadi kacau!"

"Ibu siapa ya, datang langsung main labrak saja," tegur Annisa dengan raut wajah kesalnya.

Syifa masih berdiri di sana, menatap wanita yang baik dulu ataupun sekarang selalu menatapnya dengan sinis. "I-ibu."

Bersambung 💕

Bab selanjutnya ➡️ (Kesedihan Syifa)

Yuk mampir ke novel keren yang satu ini...

1
tati st🌼🌼
terus terang aku baru tau ada karya otor di sini
pretty girl's
luar biasa
Issya Anissya
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Issya Anissya
sangat bagus sekali
Ambu Purwa
ada ada saja kamu syfa
Ambu Purwa
padahal.syfa jangan katakan dulu hamil tapi bikin kejutan donk ke suamimu
Ambu Purwa
bahagia syfa punya suami hebat
Ambu Purwa
sehat selalu ya debay
Ambu Purwa
lannht swmoga aeman lukuh
Yuningsih Nining
aiiih 🤣🤣🤣belut sawah kayak kepincut belut si devan aja
masih Utuhh ktnya sehari lemmes 🤣🤭
Yuningsih Nining
🤣🤣Gagal unboxing dach padahal abis puasa wou cm brp hari
kata syifa selamat selamat dach ahhahaaa
Yuningsih Nining
nyesal kan, nyesel kamu firman fir'aun kata devan, itu akibat gamau denger penjelasan syifa , tp yng lebih kuat syifa bln BerJodih sm kamu tp sama Arman
Ambu Purwa
biarkan waktu yg menjawab
Ambu Purwa
jawab iya arman biar firman ga ada celah masuk dengan dalih cinta
Ambu Purwa
pasti menyesal ya.ga berguna lagi wong syfa dah nikah bro
Ambu Purwa
boleh syfa bikin tuh arman jatuh cinta sampai klepek2
Ambu Purwa
semoga syfa menjadikan arman bucin 7 keliling
Ambu Purwa
shila ada maksud tertwntu dan ingin jadi nyonya arman Alhamdulilah jalan membelokkan akhirnya gagal
Ambu Purwa
memang menggemaskan
Ambu Purwa
firman kalah stak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!