NovelToon NovelToon
Move On

Move On

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:155.3k
Nilai: 5
Nama Author: Gresyst_lee

TAMAT
Kisah ini bercerita tentang seorang wanita yang ditinggal pergi oleh kekasihnya untuk selama-lamanya tepat seminggu sebelum pernikahan mereka.

5 tahun berlalu, seorang pria datang kedalam hidupnya.

Mampukah pria itu membuatnya melupakan kekasih masa lalunya?

Karena nyatanya bersaing dengan orang yang masih hidup terasa lebih gampang daripada bersaing dengan kenangan indah yang ditinggalkan oleh orang yang telah tiada.

Pict from pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresyst_lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

Tring tring tring

Telepon dari pak Ceo. Buru-buru Vio mengangkatnya.

‘’Ke kantor sekarang juga!’’ Telepon langsung diakhiri. Vio merasa ada yang aneh dengan nada bicara pak Ceo.

''Ada apa Vi?''

''Nggak tau, papa kamu nelepon.'' Vio mengambil tasnya dan sedikit berlari keluar dari cafe. Sabila dan Rayn tentu langsung mengekor, tanpa peduli pada beberapa orang yang masih mencibir.

Rayn tidak peduli, bahkan jika orang-orang berpikir buruk tentangnya. tapi, dia lupa kalau semua itu akan berdampak buruk pada nama baik Vio.

Febby tersenyum puas. merasa menang karena sudah berhasil mempermalukan dan menghancurkan nama baik Viona. ''Tunggu saja, sebentar lagi kamu akan benar-benar hancur Viona.'' Febby masih memperhatikan punggung tiga orang itu.

Sesampainya di perusahaan, Vio langsung masuk ke ruangan Ceo, ditemani Sabila. Rayn menunggu di mobil karena Vio melarangnya turun.

‘’Designer penjiplak kita udah datang nih.’’ Nindy menyambut kedatangan Vio. Wanita itumelirik Nindy sekilas, tidak mengerti apa yang sedang dikatakan.

Pak Ceo melempar ipad pada Vio. Untung dia jago menangkap, kalau tidak, mungkin ipad itu lebih dulu bertemu lantai dan mungkin tidak jadi bertemu dengannya.

‘’Apa yang terjadi kenapa bisa ada berita seperti itu?’’ Pak Ceo terlihat marah.

Vio langsung melihat ipad. Vio bingung, kenapa bisa ada berita seperti ini?

Sabila juga ikut membaca, lalu keduanya saling memandang.

‘’Papa ngapain sih percaya artikel murahan nggak masuk akal seperti itu.’’ Sabila nampak cuek.

Sabila tentu percaya pada Vio. Menjiplak? Itu sama sekali tidak pernah ada di kamus Vio. Wanita itu selalu memberikan yang terbaik dengan hasil kerja kerasnya sendiri.

‘’Maaf Vio tapi kali ini saya harus bertindak tegas. Saya tidak bisa membiarkan saham perusahaan terus turun. Kau bisa memberi surat pengunduran dirimu paling lambat besok, saya harap kamu mengerti dengan keputusan ini," ucap papa Sabila dengan santainya membuat kedua wanita itu melotot tak percaya. Sepertinya pak Ceo termakan berita dari artikel murahan yang tadi mereka baca.

‘’Papa, apa maksud papa memecat Vio.’’ Sabila tidak terima tapi papanya malah melotot tajam padanya.

‘’Diam Sabila, ini perusahaanku dan kamu sama sekali tidak berhak ikut campur untuk keputusanku,'' ucap papa dengan kalimat monohoknya. Sebenarnya, selama ini papanya itu selalu menganggap Sabila sebagai anak yang tidak bisa dibanggakan.

Vio manahan Sabila saat wanita itu akan kembali membantah papanya.

‘’Kali ini? Apa maksud anda dengan kata kali ini? Setahu saya selama saya bekerja disini tidak pernah sekalipun saya mengecewakan anda tapi sekarang balasannya apa? Saya dipecat hanya karena gosip murahan yang bahkan anda sendiri tidak tau kebenarannya. Ck Dipecat? Bukan anda yang memecat saya tapi sayalah yang memecat anda.''

Vio merusaha meredahkan emosinya. Beberapa kali dia menarik dan membuang nafasnya. Setelahnya Vio mulai melangkah keluar, dengan Sabila yang tentunya langsun g mengikutinya di belakang.

‘’Aduh, aduh kayaknya ada yang baru dipecat nih,’’ ledek Nindy melihat Vio yang akan masuk ke ruangannya. Tidak terima dengan ucapan Nindy, Vio menghampiri wanita itu dan memberikan senyum sinisnya.

‘’Kamu tau, dimanapun aku berada wanita dengan skill pas-pasan sepertimu tidak mungkin bisa menyaingiku.’’ Vio menyeringai. Nindy mengepal tangannya kuat, menatap Vio geram. Sudah diposisi seperti ini pun Vio tetap bertindak sombong terhadapnya.

Sabila membantu Vio membereskan barang-barangnya. Sebelum benar-benar pergi, Vio lebih dulu menghampiri rekan-rekan timnya. Dia ingin berpamitan.

Beberapa anggota tim menangis sambil memeluknya, tapi ada beberapa juga yang melihat tidak suka padanya. Mungkin beberapa orang itu juga termakan gosip murahan tentang Vio.

Vio mencari keberadaan Karin karena tidak melihatnya. Apa Karin juga berpikir buruk tentangnya?

Tiba-tiba....

"Áda apa ini?’’ Vio melihat Karin berdiri di depan pintu. Ditangannya ada satu kotak kecil yang cukup familiar.

‘’Saya akan ikut mbak Vio kemanapun mbak Vio pergi.’’ Ditengah kebingungan Viona, Karin malah tersenyum lebar. Apa wanita itu sudah gila? Kenapa malah mengikutinya?

‘’Kamu gila ya, ambil lagi surat pengunduran dirimu.’’ Karin malah menggeleng. Keputusannya sudah bulat untuk mengikuti Viona. Entahlah, Karin yakin dimanapun Viona berada, wanita itu tetap akan menjadi seorang designer yang sukses.

Anggap saja sekarang dia sedang menginvestasikan masa depannya pada Vio. Karin yakin perjalan mereka mungkin akan sedikit sulit tapi semua itu tidak akan mengubah keputusannya. Dia ingin mendampingi Vio sampai sukses.

Hampir setengah jam Viona membujuk Karin, tapi hasilnya nihil. Wanita itu bersikeras untuk tetap mengikutinya.

‘’Apa yang terjadi?’’ Rayn menghampiri saat melihat Vio keluar dari perusahaan dengan membawa satu kotak di tangannya. Rayn ingin mengambil alih kotak itu tapi Vio tidak memberikannya. Vio malah menyuruh Rayn pulang karena dia akan mampir ke tempat lain terlebih dulu.

Rayn menahan pergelangan tangan Vio saat tau kemana wanita itu akan pergi. Rayn ingin menjadi orang pertama yang mendengar keluh kesah wanita itu. Rayn ingin menjadi orang pertama yang akan dipikirkan Vio saat dia mengalami masalah ataupun saat dia sedang bahagia. Pria itu ingin berdiri tegap di samping Vio menemani kapanpun dan untuk apapun yang akan dilalui.

''Vi aku sama Karin duluan ya.'' Sabila pamit. Dia ingin memberikan waktu pada keduanya.

‘’Tidak bisakah kamu menceritakannya padaku?’’ tanya Rayn yang sama sekali tidak dipedulikan. Vio melepas tangan Rayn lalu berjalan dan menghentikan satu taxi.

Rayn hanya bisa melihat taxi yang ditumpangi Vio tanpa mengejarnya. Dia tidak ingin wanita itu marah padanya.

Sungguh cinta sepihak sangat tidak menyenangkan tapi apa mau dikata, dia tidak ada pilihan lain selain terus berjuang karena sejujurnya dia sama sekali tidak bisa berhenti untuk menyukai Vio. Wanita itu sudah menempati seluruh hati dan perasaannya.

Rayn hanya berharap Vio bisa membalas perasaannya suatu saat nanti. Bahkan Rayn berpikir Vio tidak perlu memberinya cinta yang begitu besar, hanya dengan wanita itu ada di sisinya saja sudah membuatnya sangat bahagia.

Di makam, Vio melamun membayangkan beberapa hal buruk yang terjadi padanya belakangan ini. Dia bahkan menghabiskan tiga jam tanpa mengatakan apa-apa lalu setelahnya pamit pulang pada nisan Kevin.

Di apartemennya, Vio memikirkan rencana masa depannya. apa yang harus ddia lakukan, apalagi dia tidak sendirian, ada Karin yang ingin berjuang bersamanya. Sejujurnya keberadaan Karin membuat Vio bersyukur dan takut disaat yang bersamaan. Bersyukur karena memiliki rekan kerja yang begitu setia padanya tapi takut kegagalannya akan berdampak buruk pada Karin.

Ting tong ting tong

‘’Aku membawa makan malam, kamu pasti belum makan.’’ Rayn nyelonong masuk begitu saja. Pria itu dengan santainya mengeluarkan makanan yang dia bawa, menatanya diatas meja lalu menarik tangan Vio dan menyuruhnya makan.

Vio tidak lagi protes, wanita itu melihat Rayn yang sedang menata makanan dengan menopang dagu menggunakan kedua tangannya. Beberapa kali Rayn melihat Vio memonyongkan bibirnya. Sungguh menggemaskan.

‘’Semoga suatu saat aku bisa merasakan manisnya bibir itu.’’ Rayn membuang pikiran aneh yang tiba-tiba muncul di otaknya.

‘'Mikirin apa sih?’’ Rayn memperhatikan Vio yang tidak berselera dengan makanannya.

‘’Entalah, aku bingung harus melakukan apa. Niatnya aku ingin membuka butik kecil tapi masih bingung dengan perencanaannya.

‘’Mau kubantu?’’ Vio tersenyum senang. Sejak tadi dia terus memutar otaknya sampai panas. Dia lupa pada Rayn, padahal pria itu seorang bisnisman terkenal dinegara mereka.

Bersambung.....

Jangan lupa lupa dukung otor dengan memberikan vote, bunga atau kopi dan jangan lupa like dan komennya ya

1
Susi Yanti
vio belagu bgt deh
Eko Wisnu
mantap
Intan Putri
Bagus bagettt
Intan Putri
terima kasih thor , cerita nya menarik dari awal baca udah buat penasaran makanya di tunggui sampai up lg terus tamat biar gak penasaran hahah loveyoufull buat thor
Realpcy_Cyl
terimakasih juga kak karena selalu ngikutin Ryan sama Vio🤗
Sunarti Sunarti
makasih Thor kayak LG d kejar aja Thor ngetiknya tp ak suka Krn sehari g cm 1xup tp lebih dan trimksh lngsng ending yg happy
Realpcy_Cyl
Hehehhehe iya kak.
Sunarti Sunarti
lanjut hrp d maklumi y Thor ,soalnya dah tenggelam LM jd mungkin SDH PD out .ak aja klo g msk favoritingkin g tau
Sunarti Sunarti
lanjut
Sunarti Sunarti
kirain hilang d telan bumi
Intan Putri
akhirnya muncul dari peradaban setelah terkubur lama hilang tampah jejek thor
Realpcy_Cyl: iya kak, lagi tahap revisi juga sekarang heheh
total 1 replies
Soir Ahmed
cepat napah thoooor
Soir Ahmed
cepet toooor
Nunu Nanu
lanjut thor
Efvi Ulyaniek
mana kelanjutan nya....jgn digantung Napa...
dyz_be
Gas keun Ray, jangan mo ngalah.
Cinta harus diperjuangkan & diperjelas 😎😎
dyz_be
Bingung mo komen apa 😕😕
dyz_be
😐😐😐😐😐
dyz_be
😶😶😶
dyz_be
Dilema
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!