Bagaimana bisa gadis yang baru saja menginjak usia 17 tahun itu harus menjalani takdirnya menerima perjodohan yang telah di sepakati oleh kedua pihak orang tua masing masing
Ya Dia adalah Ning Tyas gadis anak seorang petani desa berusia 17 tahun yang barusaja menamatkan pendidikan menengah pertama harus rela menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya Yang dia tak mengenalnya sama sekali
Dan nasip malang harus rela dia terima di usia yang menginjak 19 harus menyandang gelar sebagai janda karena suami lebih memilih sahabatnya sendiri wanita dari masalalu sang pria bagaimana kisah selengkapnya ikuti terus novel ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbak unyiel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
nasehat ibu sebelum kepulangan mereka
Sore itu Ditya pulang lebih awal dan mengajak kedua orang tuanya dan kedua mertuanya juga Tyas untuk ke Mal.
Jalan jalan sekalian belanja oleh oleh untuk Sanak Saudara juga tetangga kanan kiri di desa.
Pak Samsul dan Pak Sugeng ditemani Ditya sedang memilih milih baju hem.
Sedang bu Ratih dan Bu Samsul ditemani Tyas sedang memilih milih baju gamis dan jilbab.
Setelah semua barang yang dibutuhkan sudah dibayar mereka pun melanjutkan jalan jalan dan mampir direstoran untuk makan malam.
Selesai makan mereka mampir sebentar ke toko oleh oleh dan toko makanan ringan.
Bu Ratih dan Bu Samsul terlihat antusias belanja lebih Banyak makanan ringan untuk dibagikan ke tetangga kanan kiri mereka nanti .
Setelah puas belanja dan juga sudah makan mereka pun kembali pulang keapartemen.
Bu Ratih dan Bu Samsul sedang mengemasi barang barang mereka .
Sedangkan Pak Samsul dan Pak Sugeng sedang duduk di ruang tamu sambil mengobrol sungguh kedua sahabat ini sangat menikmati waktu kebersamaan yang sangat jarang sekali bisa mereka nikmati.
Mereka mengobrol membahas hal hal kecil misalnya membahas masa masa kecil hingga remaja mereka dulu mulai masalah sekolah hingga tentang gadis incaran mereka dulu.
Karena keasikan ngobrol bercanda Pak Samsul dan Pak Sugeng tidak menyadari keberadaan Bu Ratih yang baru saja keluar kamar dan berdiri tepat dibelakang mereka.
" O jadi Ibu ini sebenarnya bukan gadis incaran mu to Pak ." sahut bu Ratih pura pura sewot .
Kedua bapak bapak yang sedang asik membahas masa lalu itu pun tersentak kaget.
" Eh anu buk em itu lo anu ." Jawab Pak Sugeng kebingungan .
" Anu apa Pak anu mu sakit apa ?" Tanya bu Ratih pura pura marah padahal dirinya tengah menahan tawa melihat kepanikan suami dan besannya itu .
Pak Sugeng hanya menggeleng sambil nyengir kuda sedang kan Pak Samsul berusaha membantu menjawab pertanyaan bu Ratih tadi.
Belum sempat beliau menjawab keluarlah Bu Samsul
" Wooooo bapak dulu seorang playboy tooo ."Kata Bu Samsul terlihat beliau duduk disamping Pak Samsul.
Wqjah pak Samsul pun tiba tiba pucat pasi.
Mati akuu ." Batin Pak Samsul.
Gemetar dan gugup itulah yang dirasakan mereka berdua saat itu.
" Jawab pak ?" Kata Bu Samsul mengulangi pertanyaan tadi.
" Haduhhh ini gara gara kamu Mas Kita jadi kena masalah dan berurusan dengan Ibu Negara ." Kata Pak Samsul sembari menyikut lengan Pak Sugeng.
Setelah itu mereka pun ngobrol bersama.
Bu Samsul memanggil Tyas dan mengajak nya kekamar
Setelah menutup pintu Ibu menyuruh Tyas duduk di samping Beliau lalu ibu menasehati Tyas.
" Nduk besuk Ibu dan bapak juga kedua mertua mu akan pulang kedesa ibu mau berpesan padamu nduk belajarlah jadi istri yang baik meski sangat sulit bagimu tapi ibu yakin kamu bisa meski cinta itu belum hadir tapi belajarlah mencintai suamimu nduk .Jika ada masalah jangan lah gegabah memutuskan segala sesuatu dalam keadaan marah nduk .mengalah lah karena mengalah bukan berati kamu kalah .Jikalau suamimu mengajari hal hal baik dan melarang mu melakukan sesuatu yang menurutnya kurang baik maka ikuti lah dan selama itu baik tidak melawan hukum Negara juga melanggar aturan Agama maka turuti lah jaga dirimu baik baik ya nduk juga rumah tangga mu ." kata ibu sembari mengusap pundak Tyas.
Tyas menangis dan mengangguk.
" Buk doakan Tyas dan mas Ditya nggih Buk. supaya rumah tangga Kami sakinah mawadah warohmah selalu dijalan Allah juga ibu dan bapak harus jaga diri Tyas pasti akan sangat merindukan bapak dan ibuk ." kata Tyas dengan suara terbata bata menahan tangis .
Kemudian ibu pun memeluk Tyas
" Ada apa to ini kok malah menangis ?" Kata bu Ratih yang baru saja masuk kekamar.
" Nggak ada apa apa mbakyu . Aku hanya menasehati Tyas saja " Jawab bu Samsul.
" Oalah iya mbak yu ." Sahut Bu Ratih kemudian beliau pun turut menasehati Tyas yang kurang lebih hampir sama dengan nasehat Bu Samsul tadi.
hay
hay
hay
hay
para pembaca tercinta nya mamak
mamak mohon dukungan nya ya
beri like ,komen dan juga kritikannya ya
karena kritikan pembaca adalah pemecut semangat mamak untuk lebih giat belajar lagi
semoga keberkahan selalu membersamai para pembaca yang tercinta 😘