NovelToon NovelToon
BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA

BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Perperangan / Tamat
Popularitas:407.8k
Nilai: 5
Nama Author: Zakaria Faizz

Sebuah kisah seorang anak muda yang mampu meredam perpecahan di kerajaan Majapahit, pemuda itu berasal dari DAHA atau KADIRI, di saat -saat masa akhir kekuasaan Majapahit.
Pada masa itu intrik dalam lingkungan istana memanas hingga , membuat istana tanpa seorang Raja setelah mangkat nya Prabhu SiNAGARA rajasawardhana.
Sementara pewaris tahta saling berebut kekuasaan merasa paling berhak.Diwarnai sifat licik oleh seorang pejabat dalam istana yang mampu mengadu domba para keturuman Raja hingga membuat Majapahit benar-benar panas laksana bara dan menyebabkan keruntuhan kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakaria Faizz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.

" Gedebraaak,!" suara dinding kamar itu, hancur di sertai tubuh ki kentus terlontar keluar kamar.Sementara tubuh Tantri terikut bersamaan sebuah gulungan selendang. Terdengar lah suara menggema,

" Beraninya hanya kepada seorang perempuan yg lemah dasar kawanan rampok *****,!" teriak orang tsb

ki congor kentus yg terjatuh segera bangkit dalam posisi tanpa busana, tiba-tiba

" beeit," suara sebuah selendang menghajarnya , kontan saja tubuhnya terpelanting untuk kedua kalinya,

.

Kali ini ki kentus muntah darah, merasa lawan yg dihadapinya seorang yg tangguh ki kentus mengeluarkan ajian Getieh milie miliknya, sambil tertawa, ki kentus meraih pakaiannya.

" Haa, haa, haa, !" teriak ki kentus memecah kesunyian malam di gunung klotok itu.

Akan tetapi ilmu ki kentus tidak berpengaruh apa-apa. Melihat lawan tidak terpengaruh, maka ki kentus melesat kan lima buah pisau beracun , senjata andalannya.

" syeet, syet,syet syet,siieet,!" bunyi lima buah pisau kearah orang yg telah menolong Tantri ternyata seorang perempuan sudah tua namun masih tampak garis-garis kecantikan di wajahnya.

" pisau tumpul saja dianggarkan, !" teriak orang itu sambil mengebutkan selendang nya.

" Wiuuuut, wuusssshh, !" bunyi kebutan selendang itu, segera pisau-pisau ki kentus balik kembali kepada yg punya.

" jleebb, jleebb, jleebb,! " tiga buah pisau menancap di tubuh ki kentus, seraya berteriak nyaring,

" aaaaaakkkhhhh,!" suara ki kentus kemudian roboh ke tanah tidak bangun lagi.

Melihat kejadian yg begitu cepat anggota begal ki kentus sedari tadi terpaku langsung mengepung perempuan itu.

" Ayo kita cincang beramai-ramai, !" teriak ki kalong memberi aba-aba.

Namun perempuan itu memberi isyarat kepada muridnya,

" Untari, beri pelajaran kepada mereka bagaimana menghargai seorang perempuan,!" teriaknya.

" baik guru, !" jawab seorang perempuan muda yg bernama untari sambil melesat dari sebuah pohon.

" nih makan oleh kalian , !" teriak untari memberikan tendangan beruntun kearah mulut para begal gunung klotok. Tak ayal lima orang langsung terjengkang kebelakang dan bergulingan.

Melihat tandang lawan yg amat beringas maka kawanan rampok yg tinggal sepuluh orang mulai agak ciut.

Akan tetapi setelah di lihat oleh mereka yg bertarung tadi seorang perempuan muda yg cantik , nyali mereka bangkit.

" ayo kita tangkap perempuan ini hidup- hidup ,!" teriak ki dadap , namun belum sempat mulut ki dadap terkatup, sebuah tendangan segera menghampiri, disertai kembali Lima orang terjatuh.

" kalian mau menangkap Aku , mimpiii,!" teriak untari sambil mendekati kawanan rampok yg tinggal Lima orang lagi masih berdiri.

" Aku beri kesempatan , tinggal kan tempat ini, atau nyawa melayang.,!" kata untari kepada para perampok yg tersisa.

Namun para perampok diam saja , mereka berpikir untuk menyerang kembali walaupun harus kalah, segera golok+golok teracung kembali , Untari yg melihat keadaan itu segera panas hatinya , akan memberikan tendangan mautnya, tetapi tiba-tiba ki kalong berseru,

" Lariiiii,!" ucapnya seraya mengambil langkah seribu diikuti oleh teman-temannya yg tersisa.

Untari nampak tersenyum senyum melihat tingkah laku kawanan rampok itu.

Sementara guru untari yg tiada lain adalah Nyai Dewi putrani si selendang maut dari selatan sedang bersama Tantri.

Nyai Dewi berkata ,

" bagaimana keadaan mu, ngger,?" tanyanya kepada Tantri .

" siapakah bibi ini, ?" tanya Tantri tanpa menjawab pertanyaan Nyai Dewi putrani.

" Ohh, ya ,saya adalah Nyai Dewi putrani dari pulau nusakambangan, jangan panggil bibi, panggil saja nenek, atau... Nyai,!" kata Nyai Dewi.

" terimakasih telah menolong ku,!" ucap Tantri pelan.

" ehh, bagaimana ceritanya bisa di culik gerombolan rampok itu,?" tanya Nyai Dewi.

" panjang ceritanya, Nyai,!" ujar Tantri yg kemudian menceritakan kenapa ia bisa berada disitu.

Setelah mendengar cerita Tantri kemudian Nyai Dewi berujar,

" ngger,,.. seberat dan sesulit apapun kita jangan sampai putus asa dan harapan, jangan mencari jalan pintas, apalagi bunuh diri.!" lanjut Nyai Dewi,

" apalagi angger , cantik dan masih muda, jalan hidup masih panjang, kalau tidak berjodoh dengan seseorang mungkin hyang widhi wasa akan memberikan jodoh yg lain, dan lebih baik, ?" nasehat Nyai Dewi putrani yg kemudian memanggil untari,

" Untari berikan bekal kita kepada angger,... ehh iya siapa namanya,?" tanya Nyai Dewi kepada Tantri.

" Tantri, Nyai,!" jawab Tantri.

" iya berikan bekal itu kepada Tantri sudah dua hari ia tidak makan, sebaiknya kita bermalam disini Untari, !" kata Nyai Dewi putrani.

" baik guru,!" jawab untari.

Ketika fajar menjelang berkatalah Nyai Dewi,

" dimana tempat tinggalmu, Tantri biar kami antarkan pulang, ?" tanya nya pada Tantri.

" aku tidak mau pulang Nyai , lebih baik aku ikut Nyai,!" jawab Tantri.

" hehh mana boleh begitu, angger Tantri mesti pulang dahulu, minta izin baru boleh ikut Nyai, !" jawab Nyai Dewi putrani.

" tidak Nyai, aku harus ikut , kalau aku kembali dan melihat dia kembali hatiku pasti sakit, dan mungkin akan terulang kembali kejadian seperti ini,!" ucap Tantri lanjut.

" Izinkan aku ikut dan berguru kepada mu Nyai Dewi,!" ujar Tantri sambil memelas.

" Bagaimana ini untari, harus kah kita bawa angger Tantri bersama kita,?" tanyanya pada Untari.

" Sebaiknya demikian , guru guna menyembuhkan luka hatinya, !" jawab untari.

" baiklah , angger Tantri, kau boleh ikut,!" ucap Nyai Dewi.

Pagi itu mereka memutuskan melanjutkan prjalanannya kembali ke nusakambangan.

Dalam perjalanan itu Nyai Dewi sempat berkeluh kesah kepada muridnya Untari,

" Sayang untari, kita tidak dapat menemukan kembang diwala amerta, dan padepokan Resi Begawan mahameru pun sudah jadi abu, kemana kita menanyakan tempat tumbuhnya kembang itu,?" bertanya Nyai Dewi seolah kepada dirinya sendiri.

" guru, mungkin kah Sang Resi telah di bunuh,?" tanya Untari pada gurunya.

" boleh jadi, akan tetapi siapa orangnya yg sanggup membunuh Resi mahameru, selain digjaya ia pun tidak mempunyai musuh,!" ujar Nyai Dewi.

" Sementara kita membutuhkan kembang diwala amerta untuk di ramu bersama kembang wijaya kesuma milik kita,!" lanjut Nyai Dewi.

" Tidak ada kah penghuni padepokan itu yg tersisa, guru,?" tanya Untari.

" Hheh, entahlah aku tidak tahu,!" jawab Nyai Dewi sambil terus berjalan.

*******

Wikala yg pada saat itu telah berada di Puncak semeru, amat terkejut setelah mendapati padepokan Resi Begawan yg sudah hancur dan mulai ditumbuhi oleh belukar.

Kemanakah eyang Resi Begawan mahameru pergi pikirnya dalam hati.

Atau eyang Resi telah di bunuh orang, mengingat masih nampak tulang belulang dan tengkorak kepala di sekitar padepokan, pertanyaan ini sulit untuk di pecahkan oleh Wikala.

Setelah memeriksa beberapa saat disitu, Wikala pun memutuskan kembali pulang, dengan seribu tanya di dadanya.

*******

Sementara itu di rumah Rakryan Mantri Kuda Langhi telah kedatangan tamu tiga orang dari gunung raung, ialah mereka itu adalah Mpu Thula beserta dua orang murid kepercayaannya, Rumangsa dan barong bagong.

" Terima kasih guru, atas kesediaannya untuk datang,!" ucap Kuda Langhi.

" ada perlu apa engkau memanggil ku, ?" tanya Mpu Thula.

" begini guru, kami kan sebenarnya masih berharap putri parangkawuni bisa menjadi istri dari Mahisa Dara, !" kata rakryan Mantri Kuda Langhi.

" Jadi maksud mu bagaimana, kami harus menculik lagi putri parangkawuni,?" tanya Mpu Thula agak marah.

" bukan, bukan, bukan untuk menculik gusti putri, akan tetapi membunuh tunangan Gusti putri, yaa, Satria Dari DAhA perlu di lenyapkan dari muka bumi ini,!" kata rakryan Mantri Kuda Langhi berapi api.

" hehh, kuda Langhi kau pikir mudah untuk menghabisinya,!" kata Mpu Thula geram.

" kukira untuk setingkat guru pasti mudah untuk membunuh seseorang di negeri ini, termasuk untuk menghabisi Gusti Prabhu apalagi anak dusun itu,?" ucap rakryan Mantri Kuda Langhi memuji gurunya.

" Memang nya engkau sanggup membayar berapa jika kami dapat menghabisi Satria Dari DAhA itu,?" tanya Mpu Thula kepada muridnya.

." Ahh, guru masih hitung hitungan terhadap murid sendiri,?" kata rakryan Mantri Kuda Langhi sambil tersenyum.

" Bukan hitung hitungan Kuda Langhi, akan tetapi engkau yg mau kamukten, kami yg jadi alasnya,!" jelas Mpu Thula pada muridnya itu.

" pokoknya beres , guru tinggal melaksanakannya nanti setelah tugas selesai guru tinggal bilang apa yg diinginkan,!" ujar rakryan Mantri Kuda Langhi.

" Ingat , kuda Langhi jika nanti kami berhasil dan angger Mahisa Dara jadi suaminya gusti putri, kami meminta separoh pamotan jadi milik kami,!" terang Mpu Thula.

" Beres guru, jangankan separoh semua pun kami berikan jika nanti Mahisa Dara dapat jadi adipati nya, bukan begitu Dara,!" ucap rakryan Mantri sambil memberi kode kepada putranya Mahisa Dara.

Mahisa Dara pun nampak mengangguk.

" Baiklah , kami sanggupi untuk tugas ini,ingat akan janji kita Kuda Langhi,!" berkata Mpu Thula.

Yg kemudian ketiga nya langsung pergi dari kediaman rakryan Mantri Kuda Langhi, karena takut ada yg mengenali mereka sebagai pelaku penculikan putri parangkawuni yg gagal waktu itu.

Langsung mereka menuju ke daha tepatnya desa thanda.

1
Irwandy Kamal
komentar yang anehh, sudah dia hari perang dan sudah berapa ratus nyawa yang terbantai oleh pratanu, kok setelah membunuh Prabu jadi ngomong soal pamali... hadehhh
Irwandy Kamal
masa panggilannya mangsa sih 😄 ruma lebih manusiawi keknya 🤣
Rafly Rafly
keren Thor cerita mu...
dgn menggali cerita berlatar sejarah Nusantara..dgn segala intrik-intrik yg ada..
Rafly Rafly
trs anaknya Rara Tantri dan Putri dari Bali kok nggak di cerita kan
Agunk Putra
nah gitu dong thor tegas jangan plin plan
Agunk Putra
kenapa ga bujuk gabung aja thor kan nanti keluarganya biar pergi duluan
Agunk Putra
kemana prajurit bawanya kok ga di muncilkan m, emang aneh cerita ini
Agunk Putra
jadi muter muter
Agunk Putra
yg di angkat jadi raja orang bodoh, ga mikirin saudara nya mati di tangan mertuanya masih juga mikirin perasaan istrinya dan juga tau yg membunuh prajurit pandan alas masih nyuruh cari tau siapa yg membunuh saudaranya , kalau goblok jangan di bikin terlalu lah thor
Agunk Putra
apakah orang dulu sebodoh itu ya , udah sangat jelas buktinya dan tau siapa mereka masih juga diselidik , benar - benar aneh giru loh thor i
Agunk Putra
kasihan sekali , semudah itu ya menghabisi nya , authonya membela pemberontak ini 😆 😄 🤣
Agunk Putra
padahal udah jelas tau si dalang nya masih ragu ya , mpun deh gonlok nya
Agunk Putra
kaya authornya x ya licik 🤣🤣
Agunk Putra
ada jalan mudah ga mau , emang maunya author cari masalah sih jadi aja ribet
Agunk Putra
di bikin terlalu mudah masuk jebakan padahal udah ada kecurigaan
Agunk Putra
itu lah kalau emosi yang berbicara
Nunung Setiawan
Luar biasa
Bambang Sukamto
ceritanya makin seru
Mely Kanzafaiz
episode 1 judul ny ap Thor 🙏🙏
Mely Kanzafaiz
maaf mau nanya, sblum baca novel in ap ad novel sebelum ny yaa 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!