Alfian Mahardika seorang lelaki berwajah datar dan sangat acuh dengan keadaan sekitar. Namun, dia sangat hangat terhadap keluarga dan para sahabat sahabat nya. Dia adalah putera angkat di keluarga Djaya. Setelah kedua orang tua nya meninggal, Ilham Djaya mengangkat Alfian sebagai putera nya bertujuan untuk melindungi warisan kedua orang tua Alfian dari Om dan Tante nya yang ingin menguasai harta warisan nya.
Alfian mengikuti jejak Papi dan saudara angkat nya yang selalu menunjukkan wajah datar dan bersikap acuh terhadap sekitar. Ia juga selalu menghindari para wanita yang berusaha mendekati nya. Sampai saat ini, hati nya masih tertulis nama Vita yang notabene nya sudah menjadi kakak ipar nya.
Akankah ada wanita yang mampu menggantikan posisi Vita di hati nya?.
Amanda Fawkes, putri yang terlahir dari pasangan pria berkebangsan Australia dan wanita berkebangsaan Indonesia. Ia memutuskan untuk tinggal di Indonesia bersama kakek dan nenek nya karena ingin melupakan rasa sakit hati nya yang di khianati oleh mantan kekasih nya.
Lalu, apakah di Indonesia Ia akan menemukan cinta sejati nya. Atau kah kembali merasakan sakit hati?.
Ini nih sequel dari novel nya Suamiku Milik Wanita Lain. Jadi jika nanti kurang paham dengan alur nya, saya anjurkan untuk membaca juga novel saya yang judul nya Suamiku Milik Wanita Lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utami Pravita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 21 Pelakor Teriak Pelakor
Kampus menjadi gempar karena pagi ini Alfian datang bersama Amanda. Perlakuan manis Alfian kepada Amanda membuat semua penghuni kampus yakin kalau saat ini mereka memiliki hubungan khusus. Itu berarti, yang di katakan Alfian sewaktu ulang tahun kampus kemarin adalah benar kalau Amanda adalah kekasih nya.
" Ciye ciye, go publik nih cerita nya, " goda Bella lalu di ikuti sorakan dari Mita, Irgi dan Jonathan.
" Berisik, " bentak Alfian. Namun bukan nya takut, mereka malah semakin menggoda Alfian dan Amanda.
" Ehh Jo, lo ingat gak, dulu siapa ya yang paling tidak ingin berkenalan dengan Amanda saat baru masuk kelas? Lah sekarang, malah di jadiin pacar, " tanya Irgi menggoda Alfian.
" Iya juga ya, Ir. Padahal waktu itu, aku mau ngegebet si Mahasiswa baru yang cantik dan body nya, ohhh buat gue gak bisa konsentrasi, " timpal Jonathan terkekeh.
Alfian memukul lengan kedua sahabat nya itu karena terus menggoda nya " Jangan sampai lo berdua jadiin wajah kekasih gue sabagai bahan fantasi di dalam kamar mandi. Sampai ketahuan, gue buat kalian kehilangan aset yang paling berharga, " ancam Alfian serius.
" Nyerah gue, " ucap Irgi dan Jonathan berbarengan sambil mengangkat kedua tangan nya.
Sementara Amanda meringis malu mendengar pembahasan mereka yang begitu vulgar. Ya ampun, ini di kampus guys dan mereka berbicara seperti itu tanpa rasa malu.
" Man, nanti ke mall yuk, " ajak Mita bersemangat.
" Mall? Mau ngapain?, " tanya Amanda. Karena Ia sangat jarang sekali ke mall jika tidak ada yang ingin Ia beli.
" Temani gue cari baju buat besok malam, bareng Bella juga. Mau ya ya?, " rengek Mita.
Amanda mengalihkan pandangan nya ke arah Alfian, berniat meminta izin kepada laki laki yang sekarang berstatus sebagai kekasih nya.
" Fian, boleh aku temani Mita ke mall nanti?, " tanya Amanda takut takut.
" Hey, kenapa kamu kelihatan takut begitu, sayang? Pergi lah bersenang senang bersama Mita dan Bella. Tapi ingat, jangan sampai malam, " jawab Alfian sambil mengelus lembut puncak kepala Amanda dan sedikit memperingati agar Amanda tidak lupa waktu.
Amanda tersenyum dan dengan semangat mengangguk kan kepala nya. Ia bersyukur karena Alfian bukan tipe lelaki possesive yang tidak mengizinkan kekasih nya pergi dengan teman wanita nya.
Alfian mengajak kekasih nya itu duduk di kursi mereka karena dosen telah masuk untuk memulai mata kuliah mereka pagi ini. Mereka semua mendengar kan penjelasan dosen dengan serius dan tak ada yang berani berbicara karena pagi ini dosen yang mengajar mereka adalah salah satu dosen terkiller di kampus mereka.
****
Sudah satu jam Amanda, Bella dan Mita mengitari mall. Yang awal nya hanya Mita yang berniat membeli baju, akhir nya Amanda dan Bella juga ikut tergiur ikut membeli beberapa pasang baju.
" Guys, makan dulu yuk sebelum pulang. Gue laper banget nih, " ajak Bella.
" Ok boleh. Mau makan di mana?, " tanya Amanda.
" Gue lagi pengen makan sushi. Kalau ke restoran Jepang saja mau gak?, " tanya Mita balik.
" Ok, let's go, " pekik Amanda dan Bella bersemangat lalu mereka berjalan beriringan ke restoran Jepang yang ada di lantai dua.
Setelah mendapat meja dan memesan makanan, mereka kembali bercerita dengan heboh nya. Tak peduli dengan tatapan sinis pengunjung lain, mereka terus bercerita sampai pesanan mereka di hidangkan di atas meja.
" Man, lo beruntung banget sih bisa jadi kekasih nya Alfian, " ucap Bella lalu memasukkan sepotong sushi ke dalam mulut nya.
" Beruntung?, " tanya Amanda dengan kening berkerut.
" Iya beruntung karena mendapat kan pangeran terakhir keluarga Djaya. Meskipun Alfian hanya anak angkat di keluarga Djaya, tetapi tuan Djaya tidak pernah membeda bedakan seluruh anak nya. Tidak hanya kasih sayang, yang gue dengar dari orang orang sih kalau Alfian juga akan memawarisi sebagian harta kekayaan Djaya. Maka nya banyak gadis berlomba lomba untuk bisa meluluhkan hati Alfian si pangeran es, " jawab Bella menggebu gebu.
" Iya benar itu Man. Dan bukan itu saja, selain mewarisi sebagian kekayaan keluarga Djaya, Sebelum nya Alfian juga sudah mewarisi kekayaan dari Almarhum kedua orang tua kandung nya. Jadi, jangan salah kan Stella yang sangat terobsesi dengan Alfian karena tuntutan dari papa nya juga yang gila akan harta, " timpal Mita.
Amanda menganguk kan kepala nya lalu tersenyum kepada kedua sahabat nya " Ternyata versi beruntung menurut kalian semua adalah yang itu. Kalau versi beruntung nya gue sih karena Alfian sosok laki laki yang bertanggung jawab, setia dan sangat menghargai gue dan keluarga gue. Dia juga dengan sangat berani bertemu dan mengatakan langsung kepada kakek dan kakak pertama gue kalau dia serius di saat usia hubungan kami baru satu hari. Mungkin saja, jika saat itu daddy dan kakak kedua gue ada di sana dan merestui hubungan kami, saat itu juga dia akan menikahi gue, " terang Amanda.
" Wuiihhhh, gentleman banget sih pangeran es kita, " sorak Bella dan Mita.
" Pangeran kita? Pangeran gue kali, " pekik Amanda tidak terima.
" Ciye, segitu gak terima nya kalau kita tetap menganggap Alfian sebagai pangeran kita juga, " goda Mita.
" Ya iya lah, Alfian itu cuma milik gue. Siapa yang berani menyentuh milik gue, gak akan pernah gue ampuni. Meskipun itu lo berdua sekalipun, " ancam Amanda serius sambil menunjuk Bella dan Mita bergantian.
Glek.
Bella dan Mita menelan saliva dengan susah payah melihat ekspresi Amanda yang sangat menyeramkan. Gila benar, baru kali ini mereka berdua melihat ekspresi Amanda yang seperti ini. Belum lagi tatapan tajam nya yang serasa menusuk tepat di dada.
" Hahahaha, " Amanda tertawa terbahak bahak melihat ekspresi ketakutan kedua sahabat nya. Seru juga ya ngerjain orang seperti ini.
" Manda, " Geram Mita dan Bella karena berhasil di kerjai oleh Amanda.
" Sorry guys, gue cuma iseng saja. Gue yakin dan percaya, kalian tidak mungkin menjadi duri di dalam hubungan gue dan Alfian, " ucap Amanda setelah tawa nya terhenti.
" Ya gak mungkin lah, kita gak segila itu sampai merusak hubungan sahabat nya sendiri, " gerutu Mita.
" Betul tuh, " timpal Bella.
" Uhhhh gue beruntung banget punya sahabat seperti kalian. Sepanjang hidup gue, baru kali ini gue punya sahabat dan kalian itu benar benar baik banget, " ucap Amanda lalu berdiri dan memeluk kedua sahabat nya.
" teletubbies berpelukan, " pekik Bella bahagia.
" Ok guys cukup, kita jadi tontonan nih, " omel Mita membuat Amanda dan Bella tertawa lalu melepas pelukan mereka.
Mereka kembali menikmati makanan yang ada di hadapan mereka sambil terus bercerita dan sesekali tertawa jika ada hal yang lucu.
Hari ini termasuk hari yang paling membahagiakan untuk Amanda karena bisa menikmati hari nya sebagai orang biasa bersama kedua sahabat nya tanpa harus peduli dengan status nya sebagai seorang puteri raja dan tentu nya tanpa pengawalan.
Amanda sering kali berfikir untuk memberitahukan status nya kepada kedua sahabat nya, tetapi Ia takut mereka akan menjaga jarak atau lebih parah nya akan memanfaatkan diri nya.
" Apa mungkin ini saat nya mereka tau siapa gue sebenar nya?, " tanya Amanda dalam hati pada diri nya sendiri.
" Yah mungkin ini saat nya gue jujur sekalian mengetes kesetian mereka sebagai sahabat, " batin Amanda yakin.
" Guys, " Mita dan Bella mendongak dan menatap Amanda.
" Well, kali ini ada apa dengan wajah serius lo itu?, " tanya Mita kesal.
" Ehm gue mau jujur satu hal sama kalian dan gue harap setelah ini kita masih bisa bersahabat seperti ini, " jawab Amanda gugup.
Mita dan Bella meletakkan sumpit di atas piring lalu mengelap mulut mereka dengan tisue. Amanda semakin gugup karena Mita dan Bella menatap nya dengan intens.
" Ok, katakan sekarang, " ucap Mita.
" Ehmm itu, gue itu ehm, " Mita berdecak kesal karena Amanda bicara dengan gugup dan terbata bata.
" Santai saja dan katakan dengan tenang, " Bella mencoba menenangkan Amanda yang terlihat sangat gugup.
Amanda menarik nafas nya dalam dalam lalu membuang nya secara perlahan. Setelah itu kembali menatap kedua sahabat nya.
" Ok guys dengarkan gue baik baik. Gue mau jujur sama kalian berdua kalau sebenar nya gue itu_, " lagi lagi Mita berdecak kesal karena omongan Amanda terhenti dan kali ini karena makhluk makhluk pengganggu.
" Wah wah guys, lihat nih siapa yang kita temui. Gak nyangka gue, ternyata selera nya pangeran Djaya sangat rendah. Lihat dia, gak lebih cantik dan sexy dari pada gue. Cocok deh berteman dengan pelakor seperti dia, " ucap seorang wanita kepada teman teman nya lalu menunjuk dan menatap sinis ke arah Mita.
Amanda, Mita dan Bella mendongak kan kepala mereka dan menatap segerombolan wanita yang berdiri di dekat meja mereka dengan pandangan sinis.
Mita tertawa saat wanita itu mengatai nya seorang pelakor " Gak sadar banget sih lo jadi orang. Bilang gue pelakor padahal asli nya lo yang seorang pelakor. Lo lupa atau pura pura lupa, hah? Wanita yang tidak punya malu dan tidak punya harga diri yang mencoba merayu pacar gue dan menawari nya untuk tidur bareng. Dan kasihan nya, lo di tolak mentah mentah. Sekarang, siapa yang pelakor, lo atau gue?, " wajah wanita itu memerah menahan amarah saat Mita membeberkan kelakuan nya dengan suara lantang membuat semua orang mengalihkan perhatian ke arah mereka.
" Ohhh, pelakor teriak pelakor cerita nya nih, " sindir Bella lalu mereka tertawa bersama membuat wanita itu semakin kesal dan marah.
Amanda menahan tangan wanita itu saat ingin melayangkan tamparan ke arah Bella " Lo berani sentuh sahabat gue, gue pastikan ini terakhir kali nya lo bisa gunakan tangan lo itu , " ancam Amanda dengan tatapan tajam.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.
lanjuuut thor
setelah beribu purnama akhirnya......
Tetap semangat🍀
Thanks for your hardworking author❣️🍀💖
Salam Saharan🍀
lanjutt kuyy
jia you
lope...lope...