Kisah seorang wanita karier Eriska yang dijodohkan oleh ayahnya birowo dengan seorang lelaki yang baik hati namun sederhana.
Eriska yang seorang wanita karier menolak dijodohkan hanya dengan lelaki biasa sedangkan dia adalah pemilik hotel bintang 5 yang begitu terkenal. Namun, sebelum Papa nya meninggal, Ia ingin melihat anaknya menikah dengan pria pilihannya yaitu Dito Aditya anak sahabat lamanya. Dito hanyalah seorang anak pemilik peternakan sapi.
Namun Papa nya tidak habis ide untuk membuat Eriska setuju dengan perjodohan ini hingga akhirnya Eriska mau menikah dengan Dito.
Awal pernikahan Eriska begitu tidak perduli pada Dito bahkan tidak menghargainya sebagai suami. Ia hanya menganggap pernikahan nya sangat Terpaksa. Namun Dito sangat sabar menghadapi Istrinya yang angkuh.
Setelah menikah banyak kejadian yang membuat nya berubah menjadi lebih baik dengan bantuan Dito.
Bagaimana kisah cinta antara Eriska & Dito ??? Jangan lewatkan setiap episode nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 20
Setelah Eriska pergi, Annisa yang dari tadi melihat Eriska Dan Dito merasa penasaran. meski masih dilanda kegalauan akan ditinggal menikah dengan Dito, Ia mencoba bertanya pada Dito
"A Dito". Teriak Annisa dari sebrang.
" Eh Nisa". ujar Dito
Annisa berlari menyebrang.
"Assalamualaikum A". ujar Annisa
" Waalaikumsalam. kamu dari mana?". Tanya Dito
"Aku baru dari pasar belanja". Ujar Annisa.
" A itu siapa?". Tanya Annisa
"Oh itu Eriska". Jawab Dito datar
"Eriska???". Annisa masih berfikir. " Apa itu Eriska Putri?". Tanya Annisa cukup terkejut.
"Iya". jawab Dito kalem
"Kok Aa bisa sama Dia ? 1 mobil lagi?". Tanya Annisa.
"Oh tadi Saya bertemu dia di Makam, terus saya ajak dia makan siang". Ujar Dito
Annisa Dan Dito berjalan sembari pulang karena mereka 1 arah.
"Aa kenal sama Dia?". Tanya Annisa Penasaran
Dito hanya tersenyum sambil terus berjalan
"Dia calon istri saya". Jawab Dito
Tiba-tiba Annisa berhenti.
Calon Istri A Dito Eriska Putri ???. hehehehehe pantas A Dito tidak tertarik padaku, ternyata calonnya adalah Eriska Putri. pemilik Hotel bintang 5 Dan sosialita. Annisa merasa minder.
" Kok berhenti? kenapa?". Tanya Dito.
"Oh gak apa-apa A cuma ini belanjaan agak berat". ujar Annisa bohong.
" Sini saya bawakan". Dito mengambil 3 kantong belanjaan.
"A Dito kok bisa nikah sama Dia? Dia kan orang hebat". Annisa merasa penasaran. " Lagi pula Nissa gak pernah lihat Aa pergi bersama dia atau Dia datang kesini sebelum nya?". Tanya Annisa.
mereka duduk di sebuah bangku panjang di pinggir jalan.
"Kami dijodohkan. Dulu, Eriska Dan keluarga nya tinggal dikampung ini juga. kamu tahu, perkebunan Teh disana Dan pabrik nya? menunjuk ke arah depan. Itu dulu milik keluarga Eriska. Kita cukup dekat. saya Dan Eriska berteman baik. namun, 15 tahun lalu mereka pindah ke Ibu Kota menurut mereka Eriska ingin sekolah di Ibu Kota karena Ia ingin kuliah perhotelan di Ibu Kota. sejak saat itu Eriska tidak pernah lagi datang kesini. setelah 5 tahun mereka tinggal di Ibu kota, saya dengar Ia pergi ke Perancis untuk kuliah disana. setelah 5 tahun Ia kuliah Ia kembali ke Tanah Air. tak lama kepulangannya Papanya menjual semua itu Dan membuatkan hotel untuk Eriska". ujar Dito tersenyum. " Tak disangka dalam 5 tahun Ia bisa mengembangkan bisnis hotelnya sampai sekarang ini. Dan sejak bulan lalu keluarga kami memutuskan untuk menjodohkan kami berdua. itu juga keinginan Almarhummah Mama kami. Saya tidak bisa menolaknya". Ujar Dito.
Annisa mendengarkan dengan seksama.
ternyata dijodohkan. pantas semua serba dadakan. ternyata A Dito g cinta sama Dia. saya masih ada kesempatan ini. Ujar Annisa senyum-senyum merasakan masih ada kesempatan.
"Ayo kita pulang". ujar Dito berdiri lalu berjalan.
Annisa Dan Dito berpisah saat perjalanan mereka berbeda arah.
Sampai di rumah terdengar ada suara keributan.
" Dasar kodok. kalo gak bisa kerja bilang jangan bikin susah ". teriak Nita
"Eh nenek lampir, sebelum ada Kamu juga semua baik-baik aja". teriak Yarka
" Aa teteh tenang jangan pada ribut atuh". ujar Ujang Berusaha melerai.
"Pergi sana Kamu dipecat". teriak Yarka
" mana bisa? yang punya pabrik ini Mas Dito. kamu gak berhak pecat aku". teriak Nita.
Dito datang dengan terkejut.
"Ehhhhh ada apa ini?". Tanya Dito Berusaha melerai
" kak, pecat aja nenek lampir ini. Yarka bisa kerja sendiri". Ujar Yarka emosi
"Eh gak bisa gitu dong. Mas Dito kerja dia gak rapih saya kasih tahu dia malah marah". ujar Nita marah.
" Eh Kamu sok tahu. Aku udah ngerjain ini sudah bertahun-tahun". teriak Yarka
"kalau gak becus ya gak becus". teriak Nita.
" Cukup!!!!". teriak Dito.
merekapun diam.
"Sini mana kerja kalian?". teriak Dito.
Mereka berdua memberikan USB mereka masing-masing. Dito mengecek hasil kerja mereka.
"Punya Nita lebih rapi daripada punya Yarka". ujar Dito.
"Tuh kan apa Aku bilang". Nita berbangga diri
" Tapi kak itu yang biasa Aku buat". Yarka tidak terima
"Ya memang, tapi memang lebih rapi kerjaan Nita". ujar Dito. " Sudahlah, kalian bertengkar mulu sejak Nita masuk kerja. kalian team jadi kerja yang akur". Dito berdiri lalu pergi.
Yarka mengambil USB nya dengan kasar "Awas Kamu ya". Yarka menunjuk Nita
" Wleeeee gak takut". Nita meledek Yarka dengan menjulurkan lidahnya.
dasar anak jamaan sekarang. Dito menggelengkan kepalanya.